Uncategorized

Metode Pembelajaran Mata Pelajaran SKI

Metode Pembelajaran Mata Pelajaran SKI

  1. Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan.[3] Guru menyampaikan materi penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik secara lisan. Sebelumnya guru harus mempersiapkan materi penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam masa Bani Abbasiyah secara lengkap kemudian diringkas sedemikian rupa agar dalam penyampaiannya yang ditonjolkan hanya pokok-pokoknya sehingga materi bisa tersampaikan secara keseluruhan dengan memerlukan waktu yang relatif singkat.

Kelebihan metode ceramah:

  1. Merupakan metode yang murah dan mudah
  2.  Memerlukan waktu yang sedikit
  3. Tidak memerlukan persiapan yang rumit
  4.  Guru dapat mengontrol kelas
  5. Pokok-pokok dapat ditonjolkan
  6.  Dapat menyajikan materi secara luas

Kelemahan metode ceramah:

  1. Materi yang dikuasai siswa terbatas pada apa yang dikuasai guru
  2. Akan membosan jika guru kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik
  3. Sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum
  4. Diskusi

Metode diskusi adalah metode yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa serta untuk membuat suatu keputusan.[4]

Dalam metode ini, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan materi penemuan-peemuan dan tokoh-toknya pada perkembangan Islam masa Bani Abbasiyah. Siswa nanti akan mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru kemudian dianalalis sehingga siwa dapat membedakan mana tokoh-tokoh penemuan dalam bidang ilmu filsafat dengan bidang matematika begitu seterusnya.

sumber :
https://bengkelharga.com/seva-mobil-bekas/

Pengaruh Prilaku Terhadap Pengambilan Keputusan

Pengaruh Prilaku Terhadap Pengambilan Keputusan

Ada empat prilaku terhadap pengambilan keputusan,yaitu  sebagai berikut.

  1. Nilai. Nilai dianggap sebagai pedoman jika seorang menghadapi situasi dimana harus dilakukan suatu pilihan.
  2. kepribadian. Aspek kepribadian meliputi sikap, Kepercayaan dan kebutuhan individu.
  3. kecendrungan mengambil resiko. Ada yang berani dalam mengambil resiko,ada yang ditengah-tengah dan ada yang penuh pertimbangan /kurang ambil resiko.
  4. Disonasi kognif. Adanya rasa cemas pada pengambilalan keputusan terhadap akibat dari keputusan yang diambilnya.
  1. Langkah-Langkah Dalam Pengambilan Keputusan

Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut

  1. Menentukan perlunya pengambilan keputusan
  2. Mengidentifikasi kriteria keputusan
  3. Mengalokasi pembobotan terhadap criteria
  4. Mengembangkan alternative
  5. Mengevaluasi alternative
  6. Memilih alternatif terbaik

Langkah-langkah tersebut tentunya tidak mutlak berurutan, melainkan harus disesuaikan dengan bobot keputusan yang akan diambilnya. Seringkali hal-hal khusus harus dimasukan didalamnya, antara lain menyangkut asumsi-asumsi yang harus dirumuskan agar alternatif-alternatif dapat lebih banyak dimunculkan. Dengan alternative yang relative lebih banyak, kemungkinan yang dievaluasi semakin banyak pula. Pada akhirnya, keputusan dapat diambil berdasarkan berbagai alternatif yang muncul.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut:

  1. Pengolahan Tanah

Dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari.

  1. Pembuatan Bendeng
  • lebar bedeng 100 – 120 cm
  • tinggi bedeng 20 – 30 cm
  • jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm .
  1. Syarat pupuk kandang yang baik
  • Tidak berbau
  • Tidak panas
  • Berwarna kehitam hitaman , dan
  • Benar – benar sudah matang
  1. Jarak Tanaman Cabai Rawit
  • 50 x 100 cm
  • 60 x 70 cm
  • 50 x 90 cm
  1. Cara Pembuatan Jarak Tanaman
  • Pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
  • Ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
  • Buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar
  1. Pesemaian

Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :

  1. Membuat bedeng atau tempat persemaian.

Ukuran bedeng persemaian sebagai berikut :

  • Lebar bedeng 1 – 1,2 m
  • Panjang bedeng 3 – 5 m
  • Tingi bedeng 15 – 20 cm
  1. Penyemaian Benih

kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata. beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :

  • semai bebas atau ditabur merata
  • semai dalam baris
  • semai berkelompok
  1. Penanaman

bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu.

  1. Ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
  • telah berumur satu bulan
  • tidak terserang hama dan penyakit
  • pertumbuhan tanaman seragam
  1. Cara Penanaman
  • siram bibit yang akan ditanam
  • pilih bibit yangakan ditanam
  • lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
  • padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah
  1. Pemeliharaan Tanaman
  2. Penyiraman

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah.

  1. Penyiangan

Rumput liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit.

  1. Pemupukan

Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah:

  • urea = 200 kg
  • TSP = 200 kg
  • KCI = 150 kg

Sumber:

https://works.bepress.com/m-lukito/7/

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

 

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

SEOUL

Gambaran sasis Samsung Galaxy A50 telah bocor secara online. Meskipun tidak memperlihatkan komponen internal, tapi gambar yang tersedia masih menyediakan banyak informasi.

Laman GSM Arena, Kamis (31/1/2019)

Menyebutkan, bukaan di bodi belakang cukup besar untuk menampung pengaturan tiga kamera, tepat di bawahnya terdapat lubang untuk ruang lampu kilat LED. Salah satu modul kamera membawa sensor 24 MP dan yang lain kemungkinan modul 3D ToF.

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Untuk kamera depan ditempatkan di takik waterdrop. Menurut rumor, Samsung menempatkan sensor 24 MP di bagian ini. Yang hilang dari rumor selama ini adalah ruang bagi pemindai sidik jari. Diberitakan sebelumnya, handset memiliki pemindai sidik jari di layar.

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Untuk baterai, pabrikan Korea itu akan mengemas baterai 4.000 mAh. Pengisian dayanya menggunakan port USB-C di bagian bawah. Lalu di sebelahnya ada jack headphone 3,5 mm.

Samsung Galaxy A50 akan ditenagai oleh chipset Exynos 9610 dengan 4GB atau 6 GB dan penyimpanan internal 64 GB/128 GB, plus dual SIM. Handphone akan menjalankan Android 9 Pie, tidak seperti ponsel Galaxy M yang dimulai pada Android Oreo.

 

Sumber: http://situsiphone.com/

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan

Dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.

 

Tata kelola perusahaan adalah

Suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntut perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkunga Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) Prinsip-prinsip GCG adalah.

 

Transparansi Keterbukaan dalam melaksanakan proses

Pengambilan keputusan dan keterbukaan dalammengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan. 2. Kemandirian Keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan danpengaruh / tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.. 3. Akuntabilitas Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaanperusahaan terlaksana secara efektif. 4. Pertanggung jawaban Kesesuaian didalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yangberlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. 5. Kewajaran Keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkanperjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Contoh kasus Good Corporate Governance di Indonesia, yaitu : PT. Freeport Indonesia di Papua PT. Lapindo Brantas di Sidoarjo.

 

Newmont di Buyat Dari sebagian kecil kasus GCG

Tersebut dapat dicerminkan banyak kasus GCG yang terjadi di Indonesia yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan secara khusus, maupun masyarakat umum . Semakin pentingnya pengungkapan CSR bagi dunia bisnis di Indonesia, maka pemerintahterdorong untuk mengeluarkan regulasi terhadap kewajiban praktik dan pengungkapan CSR melalui Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007. Pada pasal 66 ayat (2) bagian c disebutkan bahwa selain menyampaikan laporan keuangan, perusahaan juga diwajibkan melaporkan pelaksanaan tanggung jawab social dan lingkungan. Disisi lain, perusahaan yang melakukan praktik pengungkapan CSR akan memperoleh manfaat.

 

Kotler dan Lee (2005) dalam Solihin (2009)

Menyatakan bahwa perusahaan akan terdorong untuk melakukan praktik dan pengungkapan CSR, karena dapat berdampak pada peningkatan penjualan dan market share, memperkuat brand positioning, meningkatkan citra perusahaan, menurunkan biaya operasi, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor dan analis keuangan. Kiroyan (2006) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan bahwa dengan 235 menerapkan CSR, diharapkan perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan dapat memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang.

 

Hal tersebut dapat mengindikasikan perusahaan tidak lagi

Melakukan pengungkapan CSR hanya sebatas pada kepatuhan terhadap aturan namun CSR sudah merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi luas pengungkapan dalam sustainablility report perusahaan. Perusahaan yang ingin membangun citra sebagai green company akan berusaha memaksimalkan sustainability report sebagai alat untuk membangun citra perusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi luas pengungkapan CSR dengan rumusan masalah sebagai berikut. (1) Apakah karakteristik Good Corporate Governance berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? (2) Apakah Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? (3) Apakah Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahunan tentang pengaruh variabel GCG, Ukuran Perusahaan, dan Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap CSR

Sumber : https://dosen.co.id/