Unsur Fisik dalam Naskah Drama

Unsur Fisik dalam Naskah Drama

Unsur Fisik dalam Naskah Drama

Unsur Fisik dalam Naskah Drama
Unsur Fisik dalam Naskah Drama

Sama halnya dengan puisi, novel, cerpen, novelette, drama juga memiliki unsur-unsur yang membangun cerita, sehingga yang ditampilkan dalam sebuah drama menarik bagi orang yang membacanya atau menontonnya. Unsur-unsur ini bias kita lihat dari dua sisi, antara lain:

Judul

Terkadang ada orang yang berminat menonton drama jika judul drama itu menarik. Dan mereka baru mendengar judul tersebut, judul sangat menentukan ketertarikan penonton dalam sebuah pentas drama. Judul yang menarik mampu menjadikan penonton penasaran, dari penasaran tersebut tentu dalam benaknya akan muncul berbagai rekaan isi cerita  nanti, yang kira-kira sesuai dengan khayalan calon penonton.

Dialog

Anda tentu pernah melihat sinetron atau semacamnya, sebuah drama dalam pentasannya tentu membutuhkan sebuah dialog atau percakapan di antara tokoh. Dialog sangat menentukan proses terjadinya muatan cerita. Tanpa dialog tentu belum dapat dikatakan sebuah drama. Dalam dialog membutuhkan kerja sama yang baik sehingga penonton pun memahami alur cerita. Kekompakan dalam menyampaikan pesan kepada penonton sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah pentas drama.

Dalam susunan dialog-dialog antara pemain drama ini tentu harus memenuhi criteria sebuah dialog yang baik, dialog yang baik ialah dialog yang terdengar (volume baik), jelas (artikulasi baik), dimengerti (lafal benar), dan menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah). Selain dialog peran gerak tidak boleh diabaikan seperti terlihat (blocking baik), jelas (tidak ragu-ragu, meyakinkan), dimengerti (sesuai dengan hokum gerak dalam kehidupan), dan menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah).

Autodirection

Pemain harus mengerti dan memahami keinginan dari pengarah acara atau yang menjadi pimpinan dalam pelaksanaan drama .

Adegan

Adegan merupakan pemunculan tokoh baru atau pergantian tokoh (KUBI 2006), adegan yang dilakukan secara asal-asalan akan menjadikan penonton tak berminat untuk melanjutkan menonton, setiap adegan mesti dihayati dan dipahami oleh setiap pemeran dalam drama, kita sering ikut tertawa, marah dan kadang menangis bila menonton film/sinetron, tentu kita sudah mengerti jawabannya yakni karena adegan yang dimainkan oleh para tokoh benar-benar mereka hayati dan pahami.

Babak

Babak merupakan bagian besar dalam suatu drama atau lakon yang terdiri dari beberapa adegan. Dalam pementasan drama biasanya dibagi dalam beberapa babak. Misalnya babak pertama bercerita tentang masa kecil sang tokoh, babak kedua memasuki babak remaja, dan seterusnya. Namun kadang si pengarang cerita/pembuat naskah drama membuatnya seperti menggunakan alur mndur, seperti yang dikenal dalam novel atau cerpen.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/