UKM Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur

UKM Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur

UKM Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur

UKM Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur
UKM Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur

BANDUNG-Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Geopark Ciletuh

, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi memerlukan dukungan infrastruktur.

Wakil Dekan I Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University, Ade Irma Susanty mengatakan pihaknya kini tengah melakukan penelitian di kawasan Geopark Ciletuh. Dia menilai banyak potensi kearifan lokal di kawasan tersebut. Namun norma-norma lokal yang dianut masyarakat setempat perlu dipertimbangkan, jadi tak bisa semua UKM dikomersialkan optimal.

“Kami temukan banyak kearifan lokal di Geopark, banyak potensi yang dapat dikembangkan di seluruh area Geopark. Namun demikian misal di Kampung Adat Sinar Resmi, adanya batasan lahan yang boleh digunakan untuk melakukan cocok tanam akan menyebabkan jumlah produksi yang dapat dijual menjadi terbatas,” kata Ade, Selasa (11/4/2017).

Ade memaparkan, produk yang bisa dijual pun,

semisal gula aren dan kripik pisang, proses produksi jadi terbatas karena bahan baku yang tersedia juga terbatas. “Ketika permintaan melonjak, sangat mungkin tidak terpenuhi sehingga sulit menciptakan customer satisfaction,” ungkapnya.

Sementara produk pangan utama yakni beras malah sama sekali tak bisa dikomersialkan ke luar sekalipun produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki ‘gimmick’ pemasaran kuat. Oleh karena itu, secara makro, pihaknya menyarankan agar ada kebijakan pemerintah daerah yang integratif.

“Satu cluster UKM dengan lainnya saling sinergi, sehingga akses pasar tetap luas tanpa mengurangi nilai kearifan lokal,” ujarnya.

Dosen spesialias kajian UKM ini menambahkan, akses ke sejumlah destinasi wisata konservasi Ciletuh pun belum merata. Jalan utama umumnya sudah baik, namun ke lokasi masih relatif jelek dan menyulitkan pengunjung.

Dia mencontohkan di Curug Sodong, Desa Ciwaru, yang jalan penghubungnya belum bagus dan malah berpotensi merusak kendaraan wisatawan.

“Tadinya kita bayangkan ada jualan kuliner khas Sukabumi di Curug Sodong

, namun tidak ada. Ini wajar karena UKM pun pasti berhitung laku apa tidak, apalagi korporasi, jika akan buka akses pasar. Kalau tidak return, pasti tidak buka akses,” paparnya.

Akses terbatas ini pula yang membuat air terjun di kawasan Geopark Ciletuh baru bisa tereksplorasi tujuh dari 12 titik. Seharusnya, jika ada kendala infrastruktur, maka bisa dikemas dalam wisata trekking.

Selain itu, UKM yang sudah beroperasi didorong ikut mengampanyekan gerakan lingkungan bersih. Dengan demikian, akan membuat seluruh pihak turut meningkatkan kebersihan dan kenyamanan geopark yang belum sebaik kawasan wisata/geopark serupa di daerah lainnya.

Ade mengimbau terutama pemerintah daerah perlu lebih mengoptimalkan seluruh kendala tersebut, sehingga dari kendala yang ada, menjadi peluang bisnis optimal bagi UKM. “UKM bidang wisata harus sadar lingkungan, tingkatkan kebersihan agar pengunjung nyaman. Ini perlu terus didorong secara konsisten dan berkelanjutan bersama para komunitas,” pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10973-materi-gelombang-elektromagnetik-dan-contoh-soalnya-lengkap