Teori Psikodinamik

Teori Psikodinamik adalah teori yang berupaya menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian. Unsur-unsur utama dalam teori ini ialah motivasi, emosi dan aspek-aspek internal lainnya. Teori ini mengasumsikan bahwa kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-konflik dari aspek-aspek psikologis tersebut, yang umumnya terjadi selama masa kanak-kanak dini.

Teori ini memiliki kesamaan dengan teori belajar, yakni dalam hal pendangan akan pentingnya pengaruh lingkungan, termasuk lingkungan (miliu) primer, terhadap perkembangan.[2]

  1. Teori Kognitif

Teori kognitif didasarkan pada asumsi bahwa kemampuan kognitif merupakan sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Dengan kemampuan kognitif maka anak dipandang sebagai individu yang secara aktif membangun sendiri pengetahuan mereka tentang dunia melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan.

  1. Teori Konstektual

Dalam psikologi, istilah digunakan untuk menunjukkan kondisi yang mengelilingi suatu proses mental, dan kemudian mempengaruhi makna atau signifikansinya (Chaplin, 2002). Teori konstektual memandang perkembangan sebagai prose yang terbentuk dari transaksi timbal-balik anatara anak dan knsteks perkembangan system fisik, social, kultural dan historis dimana interaksi tersebut terjadi.

  1. Teori Behavior dan Belajar Sosial

Behavior (perilaku) adalah kegiatan organisme yang dapat diamati dan yang bersifat umum mengenai otot-otot dan kelenjar-kelenjar sekresi eksternal sebagaimana terwujud pada gerakan bagian-bagian tubuh atau pada pengeluaran air mata, keringat. Teori perilaku dalam psikologi menegaskan bahwa dalam mempelajari individu, yang seharusnya dilakukan oleh para ahli psikologi adalah menguji dan mengamati perilakunya dan bukan mengamati kegiatan bagian dalam tubuh.[3]

sumber :

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/