Tanggapan Kelompok

Asas merupakan sesuatu yang dapat dijadikan pedoman pemikiran atau tindakan. Perusahaan manajemen hendaknya melakukan manajemen dengan menggunakan asas-asas perencanaan. Dengan adanya asas-asas perencanan maka, suatu perusahaan dapat meminimalkan resiko kegagalan dalam organisasi dan ketidakpastian tindakan dengan mengasumsikan kondisi di masa mendatang dan menganalisis konsekuensi dari setiap tindakan yang akan dilaksanakan. Selain itu, perencanaan harus diarahkan pada tercapainya suatu tujuan dan perencanaan harus didasarkan atas kenyataan-kenyataan  objektif dan rasional untuk mewujudkan kerja sama yang efektif.

  1. Jenis-Jenis Perencanaan
  2. Visi (vision)

Visi menggambarkan kondisi masa depan yang diwujudkan melalui pelaksanaan sejumlah misi. Visi organisasi sangat nergantung kepada pemimpin, bila pemimpin komitmen yang tinggi terhadap organisasi, maka segala bentuk kegiatan yang direncanakan sebelumya dapat direalisasikan dengan menentukan siapa pelaksana, mengapa harus melaksanakan, mengapa hal itu penting, bagaimana merealisasikan janji kepada pelanggan dan pedoman perilaku yang mengatur, serta bagaimana berbuat.

Menurut F. Gaffar (1995:5) menyebut visi sebagai daya pandang jauh ke depan, mendalam, dan luas yang merupakan daya pikir abstrak serta memiliki kekuatan yang amat dahsyat, dapat menerobos segala batas-batas fisik, ruang, dan waktu. Oleh karena itu visi digunakansebagai kunci energi manusia, serta atribut pemimpin dan pembuat kebijakan.

Contoh visi: RCTI (Media Utama Hiburan dan Informasi), SCTV (Satu untuk Semua), Yamaha (Selalu Terdepan), TVOne (Terdepan Mengabarkan).

  1. Misi (Mission)

Menurut Drucker (2000:84), pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama ditingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnisperusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8). Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006:46-47) misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.

Jadi dapat disimpulan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasinalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi interprestasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi. Beberapa contoh misi dapat dilihat pada tabel berikut:

sumber :

https://apartemenjogja.id/diamo-xl-10-apk/