Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar
Sunnah Khabar dan Atsar

Istilah Hadits sering juga disinonimkan dengan Sunnah , Khabar , dan Atsar . Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan tentang istilah-istilah tersebut.

1. Sunnah

Sunnah secara etimologis berarti: “Jalan yang lurus dan berkesinambungan, yang baik atau yang buruk”.(Ajjaj al-Khathib, Ushul al-Hadits, h. 27). Contoh dari pengertian Sunnah di atas di antaranya adalah ayat Al-Qur an surat Al-Kahfi:
“Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali datang kepada mereka (seperti) jalan (kehidupan) umat-umat terdahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata”.

Di dalam Hadits juga terdapat kata sunnah dengan pengertiannya secara etimologis di atas, seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya sebagai berikut:

Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang merintis suatu jalan yang baik, maka ia akan memperoleh pahalanya dan juga pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya; tidak mengurangi yang demikian itu akan pahala mereka sedikit pun. Dan siapa yang merintis jalan yang buruk, ia akan menerima dosanya, dan juga dosa orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi dosanya sedikit pun”. (HR Muslim, Ibnu Majah, dan Al-Darami).

Berdasarkan contoh-contoh di atas, terlihat bahwa pada dasarnya Sunnah tidaklah sama pengertiannya dengan Hadits, karena Sunnah, sesuai dengan pengertiannya secara bahasa, adalah ditujukan terhadap pelaksanaan ajaran agama yang ditempuh, atau praktik yang dilaksanakan, oleh Rasul SAW dalam perjalanan hidupnya, karena Sunnah, secara bahasa, berarti al-thariqah, yaitu jalan (jalan kehidupan).

2. Khabar

Khabar menurut bahasa berarti al-naha yaitu berita. Sedangkan pengertiannya menurut istilah, terdapat tiga pendapat, yaitu: Khabar adalah sinonim dari Hadits, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dari perkataan, perbuatan, taqriri dan sifat. Khabar berbeda dengan Hadits.

Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW, sedangkan Khabar adalah berita dari selain Nabi SAW. Atas dasar pendapat ini, maka seorang ahli Hadits atau ahli Sunnah disebut dengan Muhaddits, sedangkan mereka yang berkecimpung dalam kegiatan sejarah dan sejenisnya disebut dengan Akhbari. Khabar lebih umum daripada Hadits. Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW, sedangkan Khabar adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW atau dari selain Nabi (orang lain)

3. Atsar

Atsar secara etimologis berarti baqiyyat al-syai’, yaitu sisa atau peninggalan sesuatu. Sedangkan pengertiannya secara terminologis, terdapat dua pendapat, yaitu: Atsar adalah sinonim dari Hadits, yaitu segala sesuatu yang berasal dari Nabi SAW.
Pendapat kedua menyatakan, Atsar adalah berbeda dengan Hadits. Atsar secara istilah menurut pendapat kedua ini adalah sesuatu yang disandarkan kepada Sahabat dan Tabi’in, yang terdiri atas perkataan atau perbuatan.

Jumhur Ulama cenderung menggunakan istilah Khabar dan Atsar untuk segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dan demikian juga kepada Sahabat dan Tabi’in. Namun, para Fuqaha’ Khurasan membedakannya dengan mengkhususkan al-matuquf, yaitu berita yang disandarkan kepada Sahabat dengan sebutan Atsar; dan al-marfu’, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dengan istilah Khabar.

Demikian uraian tentang sunnah khabar dan atsar semoga bermanfaat. Amiin

Baca Juga: