Strategi dalam pembudayaan karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila

Mei 12, 2020 by rumahbagus

Strategi dalam pembudayaan karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila

Media (sarana, alat) untuk pembudayaan Pancasila secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua macam: formal dan non-formal. Formal melalui jalur pendidikan formal (sekolah) dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Non-formal melalui jalur apa saja di luar pendidikan formal—media massa, jejaring sosial, seni, lembaga sosial, lembaga adat, dan lembaga keagamaan.

  1. Pembudayaan Pancasila melalu media Pendidikan Formal

Pembudayaan Pancasila melalui lembaga pendidikan formal, bagaimanapun juga, sebagai sarana yang paling efektif, karena pendidikan lah yang paling besar pengaruhnya terhadap perubahan perilaku manusia. Pendidikan formal sejauh ini sebagai satu sistem organisasi yang lebih teratur dibandingkan dengan lembaga lain yang bersentuhan dengan pengubahan perulaku manusia. Pendidikan formal, entah yang dikelola oleh negara maupun oleh lembaga swasta, tentu memiliki organisasi, kurikulum, guru, tenaga administratif yang merupakan satu sistem yang bersentuhan langsung dengan anak didik. Pancasila sejauh ini sudah dibudayakan lewat pendidikan formal, yaitu melalui PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), namun mata pelajaran PPKN ini dirasa masih sangat kurang untuk penanaman nilai-nilai Pancasila lewat jalur pendidikan formal.

  1. Pembudayaan Pancasila melalui Media di Luar Pendidikan Formal

Generasi muda sekarang sangat akrab dengan teknologi komunikasi: internet dan handphone. Banyak sekali keuntungan positif yang diperoleh dengan pemakaian dua alat komunikasi tersebut: informasi dapat diakses dengan mudah kapan saja dan di mana saja. Namun alat tetaplah alat, yang penting adalah “the man behind the gun”. Internet dan handphone dengan segala fungsinya, tidak diragukan, dapat digunakan sebagai sarana yang efektif bagi pembudayaan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda. Di samping kedua alat tersebut di atas, masih ada alat komunikasi lain yang relatif lebih tua: koran, majalah, tabloid, jurnal, radio, televisi, pertunjukan seni live, yang lebih cenderung ke “one way traffic communication”, komunikasi satu arah. Mereka masing-masing dapat diikutsertakan di dalam pembudayaan Pancasila untuk generasi muda

2.4 Tantangan dalam Pembudayaan Karakter Bangsa berdasarkan Nilai-nilai Pancasila

            Sudah tentu generasi muda zaman sekarang tidak lebih mudah dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi muda yang hidup pada era komunikasi dan informasi yang canggih sudah dikepung oleh iklan yang membawa pesan konsumtif di berbagai media. Rangsangan untuk bergaya hidup hedonis dan konsumtif terasa makin masif. Mereka kurang peduli dengan nasib bangsa secara keseluruhan.

            Menurut Hariyono (2014:39) menjelaskan bahwa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah aspek kebangsaan, eksistensi Pancasila dan Nasionalisme. Nasionalisme di era reformasi seakan telah terdistorsi oleh system pasar. Pancasila yang sejak awal telah dijadikan sebagai dasar negara seakan tersisih oleh ideologi pasar.

baca jgua :