Problem Pengendalian Diri


Seperti telah dijelaskan di atas, kontrol diri yang berkembang dengan baik akan memberikan banyak keuntungan bagi seseorang. Namun, dalam kenyataan, tidak semua kita mampu melakukan pengendalian diri secara konsisten.
Kemampuan pengendalian diri kita bervariasi. Ada orang yang sering terlalu banyak minum (hingga mabuk), yang lain terlalu banyak makan, yang lain lagi mudah kehilangan kontrol emosi, cenderung menunda pekerjaan, dan sebagainya. Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Seperti halnya kontrol diri yang kuat, kontrol diri yang lemah juga berkembang melalui proses belajar. Contohnya, seorang remaja yang tetap impulsif, yakni selalu marah bila keinginannya tak terpenuhi, kemungkinan menjadi demikian karena sejak kecil orangtuanya selalu menuruti segala permintaan (berfungsi sebagai ganjaran) setiap kali anaknya itu merengek meminta sesuatu, terlebih-lebih bila anaknya mulai marah.
Ketika pola ganjaran semacam ini terjadi berulang-ulang, berarti si anak mengalami proses pembelajaran bahwa permintaannya pasti terpenuhi bila disertai marah. Selanjutnya ia mengembangkan pola perilaku marah setiap kali permintaannya belum terpenuhi.
Seseorang yang memiliki kebiasaan menunda pekerjaan, mungkin menjadi demikian karena sejak kecil terbiasa bekerja dalam tekanan orangtua (berfungsi sebagai hukuman). Dalam situasi demikian ia termotivasi melakukan tugas hanya untuk menghindari hukuman. Akibatnya, dalam situasi tanpa adanya tekanan, ia cenderung bermalas-malasan.

Penelitian Mendalam Terhadap Teknik Kontrol Diri dari Skinner

Di dalam buku Science and Human Behavior, B.F.Skinner mengadakan penelitian survey mengenai sembilan kategori metode kontrol diri, yaitu sebagai berikut:
 Pengendalian dan Pertolongan Diri (Physical Restraint and Physical Aid)
Manipulasi lingkungan untuk menciptakan beberapa respon lebih mudah untuk dilakukan secara fisik, dan yang lainnnya lebih sukar untuk dilakukan pada prinsip ini. Contohnya adalah seseorang yang menepuk tangannya ke mulut atau menyembunyikan tangan ke dalam saku untuk mencegah kecemasannya, dll. Hal tersebut menunjukkan metode fisik yang dilakukan untuk menutupi perilakunya.

sumber :
https://islamuswest.org/2020/06/11/seva-mobil-bekas/