Perspektif Pluralis

Perspektif ini memandang masyarakat sebagai kelompok-kelompok maupun individu-individu yang saling berkompetisi untuk memperoleh kekuasaan dan pengaruh. Dan kekuasaan dilihat sebagai suatu kapasitas untuk bersaing dengan berhasil untuk menjadi seorang pemenang atau pecundang. Dari suatu perspektf pluralis, pemberdayaan adalah suatu proses untuk mengajarkan kepada individu atau kelompok cara bersaing dalam lingkup aturan.

2)        Perspektif Elite

Pandangan elite atas kekuasaan menganggap bahwa politik bukanlah sebuah permainan dimana semua pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menang melainkan hanya dilakukan terutama oleh para elite melalui pemilikan dan kontrol atas lembaga-lembaga dominan. Sehingga masyarakat dilihat sebagai memiliki hirarki, dengan kelompok-kelompok tertentu menjalankan kekuaasaan dan kontrol, terutama dikintrol oleh elite yang melanggengkan diri sendiri. Dari perspektif ini, pemberdayaan membutuhkan lebih dari memiliki kemampuan berkompetisi untuk kekuasaan politik melainkan perlu cara untuk mengubah dan mempengaruhi elite dengan cara bergabung dengan mereka.

3)        Perspektif Struktural

Pandangan struktural terhadap kekuasaan mengidentifikasi pentingnya ketidaksetaraan struktural, atau operasi sebagai suatu bentuk utama dari kekuasaan dan kekuasaan biasanya dilakukan oleh kelompok-kelompok dominan melalui struktur-struktur opresif. Dan melihat masyarakat berstrata sesuai dengan bentuk-bentuk operasi struktural yang meliputi kelas, ras dan gender. Dari perspektif struktural ini, pemberdayaan merupakan pembebasan, perubahan struktural mendasar, menantang struktur-struktur opresif.

baca juga :