Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Interaksi dan reaksi jaringan dalam keprofesian atau kolega sangat akrab terutama dalam interaksi dan bereaksi terhadap persekongkolan. Interaksi dan reaksi dari sekelompok manusia yang tujuannya memperoleh suatu manfaat tetapi berdampak negative dalam arti merugikan kelompok manusia lain ataupun organisasinya dikategorikan sebagai patologi persekongkolan kolega. Persekongkolan kolega senantiasa menggunakan “life skill” namun pemanfaatannya seringkali merugikan orang lain. Pemanfaatan life skill dalam kehidupan antara lain:

  1. Kecakapan individu (individual skill)
  2. Kecakapan kelompok (group skill)
  3. Kecakapan social (social skill)
  4. Kecakapan akademik (academic skill)
  5. Kecakapan aktualisasi (actualitation skill)
  6. Kecakapan emosional (emotional skill)
  7. Kecakapan intelegensi (intelligence skill)
  8. Persekongkolan Keluarga dan Terapinya

Menanggulangi patologi persekongkolan keluarga dalam kehidupan administrasi, hal ini dapat dijelaskan bahwa dalam kehidupan administrasi terdiri atas beberapa pandangan terhadap anggota keluarga:

  1. Anggota keluarga dengan hubungan darah

Administrasi sebagai proses kerjasama memungkinkan terjadi adanya anggota memiliki hubungan darah seperti anak, saudara dll. Hal ini akan menciptakan hubungan emosional, saling melindungi, saling mendukung dalam tindakan sehingga akan menimbulkan patologi persekongkolan keluarga. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan kesadaran dan penentuan ketentuan yang tegas.

  1. Anggota keluarga bukan hubungan darah

Untuk mencegah hal ini adalah penegakan hukum, konsistensi dalam penerapan kebijakan dan perlakuan adil pada semua anggota dalam birokrasi.

  1. Anggota keluarga dalam arti luas

Adalah semua anggota ikatan kerjasama dari seluruh tingkatan kedudukan yang tergolong dalam anggota keluarga birokrasi. Untuk mencegah terjadinya patologi perlu menciptakan kondisi bangunan yang berwawasan kekeluargaan dan kebersamaan serta menegakkan kebenaran.

  1. Anggota keluarga dalam arti sempit

Adalah sebagian kecil anggota birokrasi yang mengadakan kesepakatan dalam persekongkolan karena memiliki tujuan yang sama dan menindas pada orang yang sama pula. Untuk menerapinya, dengan memberikan pemahaman dalam kebersamaan dari seluruh anggota birokrasi yang diikat dalam bentuk kerjasama.

  1. Persekongkolan Pertemanan dan Terapinya

Persekongkolan pertemanan merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh beberapa orang yang diikat rasa pertemanan untuk mencapai maksud dan tujuan yang mereka telah disepakati dan bertentangan maksud dengan tujuan birokrasi itu sendiri. Persekongkolan pertemanan merupakan fenomena sosial yang sulit dicegah karena persekongkolan pertemanan ini suatu kebutuhan baik individu, kelompok, birokrasi, organisasi, bahkan kebutuhan sosial. Oleh karena itu jangan berpikir untuk menghilangkan persekongkolan pertemanan tetapi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana persekongkolan tersebut senantiasa dilakukan secara positif dalam kehidupan birokrasi.

sumber :
https://klubradio.co.id/seva-mobil-bekas/