Peran Sumber Daya Hutan Sebagai Penggerak Sektor Ekonomi Yang lain  

Jul 21, 2020 by rumahbagus
Peran Sumber Daya Hutan Sebagai Penggerak Sektor Ekonomi Yang lain  

Peran Sumber Daya Hutan Sebagai Penggerak Sektor Ekonomi Yang lain  

Peran Sumber Daya Hutan Sebagai Penggerak Sektor Ekonomi Yang lain  
Peran sumber daya hutan sebagai penggerak sektor ekonomi yang lain tentunya mencangkup beberapa sektor. Pada penelitian yang dilakukan oleh Haman (2007) di dalam Alam et al. (2009) menunjukkan beberapa sektor yang dijadikan sebagai indikator dalam sektor ekonomi yang dimaksud terdiri dari jasa (termasuk yang lain), pengolahan hasil hutan, pertanian, perdagangan, peternakan, dan transportasi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menganalisis input dan output yang terjadi.

Analisis keterkaitan antara sektor ekonomi dalam suatu wilayah pada dasarnya melihat dampak terhadap output akibat sektor-sektor ekonomi saling mempengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung. Mekanisme terlaksana dengan dua cara yaitu keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan keterkaitan ke depan (forward linkage) (Alam et al., 2009).

C. Peran Sumber Daya Hutan Dalam Penyediaan Lapangan Kerja

Tersedianya lapangan pekerjaan pada sektor kehutanan diakibatkan oleh terdapatnya lapangan usaha dengan berbagai kegiatan yang tentunya harus menggunakan sumber daya manusia. Kegiatan tersebut menurut Alam et al. (2009) meliputi beberapa kegiatan yakni sebagai berikut:
  1. Kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan perlindungan
  2. Kegiatan pemanenan hasil hutan yang mencangkup penebangan dan pengangkutan
  3. Kegiatan dalam industri hasil hutan.
  4. Kegiatan jasa sektor kehutanan yang meliputi perdagangan hasil hutan, rekreasi hutan, transportasi, pendidikan dan jasa konsultan pembangunan
D. Peran Sumber Daya Hutan Dalam Peningkatan Pendapatan Nasional

Di Indonesia peran sumber daya hutan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perolehan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Sektor kehutanan di beberapa daerah di Indonesia memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap nilai PDRB yang dicapai. Semua pencapaian PDRB berpengaruh penting dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari sektor kehutanan yang dapat mempengaruhi pendapatan nasional. Namun, saat ini PDB menurun apabila dibandingkan pada saat awal pembangunan Indonesia dimana PDB hanya menghitung nilai uang (nilai pasar), tanpa memperhatikan intangible benefit yang meliputi fungsi sumberdaya hutan untuk mengatur tata air, pencegah erosi dan penyerapan karbon. Selain itu, PDB tidak melihat keterkaitan/dampak positif dari sektor kehutanan ke sektor lain seperti dampak terhadap peningkatan sektor industri dan pertanian sawah irigasi (Alam et al., 2009).

Hal tersebut erat kaitannya dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa pada subsektor kehutanan selama dua tahun yakni 2005 dan 2006 mengalami penurunan. Selain dari subsektor, penurunan pada sektor kehutanan sendiri juga tidak bisa dihindari baik dari produksi kayu maupun hasil produksi non kayu. Penurunan peran sektor kehutanan tersebut merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang memberikan batasan untuk kegiatan penebangan tahunan. Namun, kebijakan tersebut juga tidak dapat diabaikan sepenuhnya karena melihat kondisi yang terjadi yakni penurunan potensi hutan dan degradasi lahan hutan yang semakin mengalami peningkatan (Alam et al., 2009).

F. Peran Sumber Daya Hutan Dalam Pelayanan Jasa Lingkungan.
Keberadaan sumber daya hutan sebagai perlindungan plasma nutfah memberikan peran di sektor kehutanan sebagai pelayanan jasa lingkungan. Apabila dilakukan pengelolaan secara baik dan lestari maka sumber daya hutan yang melingkupi berbagai jenis ragam hayati dapat menghasilkan nilai estetis yang berpotensi ekonomi. Utamanya, pengembangan perekonomian di bidang pariwisata dipengaruhi oleh keadaan alam, keindahan serta ciri khas sumber daya hutan yang terdapat di dalamnya. Peran jasa lingkungan seperti perbaikan tata air, pembersih udara, nilai estetika memiliki peranan yang sangat besar dalam keberlanjutan ekonomi jangka panjang di masa yang akan datang (Alam et al., 2009).