PENYEBAB MALASNYA SHALAT TAHAJUD USTADZ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

Des 31, 2019 by rumahbagus
PENYEBAB MALASNYA SHALAT TAHAJUD USTADZ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

PENYEBAB MALASNYA SHALAT TAHAJUD USTADZ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

PENYEBAB MALASNYA SHALAT TAHAJUD USTADZ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM
PENYEBAB MALASNYA SHALAT TAHAJUD USTADZ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

Semoga dengan mengenali alasan mengapa masih malas Tahajud, tergeraklah kita untuk menjaga amalan mulia ini. Sebab, sungguh tidak ada kemuliaan seorang hamba kecuali karena keistiqamahannya menjaga shalat Tahajud, “Maa syarafal mu’min illa bit tahajjud.”

Dan mudah-mudahan pula dengan mengenalinya kita segera muhasabah diri karena sungguh dunia terasa surga sebelum surga bagi hamba Allah yang telah merasakan indahnya, nikmatnya, bahagianya shalat malam.

1. Dho’ful iimaani, lemah iman

Kalau kuat iman, pasti ia sangat cinta, rindu, dan sangat bahagia menghadap-Nya di penghujung malam. “Sesungguhnya bangun tengah malam lebih tepat untuk khusyuk, dan bacaan kala itu sungguh sangat berkesan mendalam,” (QS al-Muzammil: 6). Bukankah kekasih senang berjumpa dan berduaan dengan kekasihnya.

2. al-jahlu, karena awam ilmu agamanya

Seandainya tahu dalil, keutamaan, rahasia, hikmah, keajaiban, manfaat, indahnya Tahajud, pastilah ia menjaganya, bahkan sebelum tidur pun sudah senang karena nanti malam menghadap Allah.

“Apakah sama hamba Allah yang bangun malam sujud berdiri yang takut dengan dahsyatnya akhirat dan mengharapkan rahmat Allah dengan mereka yang lelap dalam peraduan tidur? Apakah sama hamba Allah yang berilmu dengan yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya hamba Allah berilmu yang mengingat Allah di penghujung malam,” (QS az-Zumar: 9).

3. hubbud dunya

diperbudak dunia sehingga dilelahkan dan disibukkan dengannya, siang dan malam. Bangun malam pun karena target dunia. “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS at-Takatsur: 1-2).

4. abdul hawa, budak nafsu

Orang yang kegemarannya melakukan amal maksiat, seperti pezina, pemabuk, pejudi, dan sebagainya sangat sulit untuk shalat malam. Puas dan senangnya hanya pada hal maksiat (QS Yusuf: 53).

5. tho’mul haraami, banyak makan minum yang haram

Bisa dipastikan jika sesuatu yang dikonsumsinya adalah haram maka akan berat sekali untuk shalat lima waktu, apalagi shalat malam.

Kalaupun shalat terkesan berat dan cenderung malas-malasan, “Mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan,” (QS at-Taubah: 54). Tubuh yang tumbuh dari yang haram menjadi energi maksiat dan membuat lemes ibadah, wahai ikhwah fillah!

6. katsrotul dzunuub, karena selalu dan keseringan berbuat dosa

Setiap dosa yg diperbuat menjadi noktah hitam di hati. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam. Jika dia bertaubat dari dosanya, maka hatinya akan dibersihkan dari noda hitam tersebut. Namun, apabila dia terus menambah dosanya, maka noda hitam tersebut pun semakin bertambah.”

Demikianlah maksud dari firman Allah Taala, “Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan tersebut akan menutupi hatinya,” (QS al-Muthaffifin: 14).” (HR at-Tirmidzi).

Sufyan ats-Tsauri berkata, “Saya pernah tidak bisa menjalankan shalat Tahajud selama lima bulan hanya karena satu dosa yang dulu aku lakukan.”

Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat. Beliau menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

Baca Juga: Sifat Allah

7. Ketujuh

karena alasan dari poin pertama sampai keenam, maka ia pun dengan mudah dikuasai setan (QS Al-A’rof: 175).

“Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: “Setan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Setan menyetempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan, ‘Bagimu malam yang panjang maka tidurlah.’

Apabila ia bangun dan berzikir kepada Allah maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia shalat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhari).