Pengertian karakter

Pengertian karakter

Pengertian karakter

Pengertian karakter
Pengertian karakter

Character isn’t inherited, One builds its daily by the way one thinks and acts, thought by thought, action by action (Helen G. Douglas)Karakter tidak diwariskan, tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008)

karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku (Kementrian Pendidikan Nasional, 2010). Nilai-nilai yang unik, baik itu kemudian dalam Disain Induk Pembangunan Karakter Bangsa 2010-2025 dimaknai sebagai tahun nilai kebaikan mau berbuat baik, dan nyata berkehidupan baik

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional 

Karakter menurut Sigmund Freud

“Charancher is a strivingg system which uderly behaviour”
Karakter diartikan sebagai kumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya dorong (daya juang) yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku yang akan ditampilkan secara mantap.

Menurut Zainal Aqib dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Karakter menyebutkan karakter harus diwijudkan melalui nilai-nilai moral yang dipatrikan untuk menjadi semacam nilai instrinsik dalam diri kita, yang akan melandasi sikap dan perilaku kita. Tentu karakter tidak datang dengan sendirinya melainkan harus kita bentuk. Kita tumbuhkembangkan dan kita bangun secara sadar dan sederhana.

Antonin Scalia (seorang hakim tinggi di Amerika) mengatakan bahwa:
“The only thing in the world not for sale is character”

Karakter tidak dapat dibeli, padahal itu sangat penting dan diperlukan didalam menentukan arah dan tujuan hidup kita. dengan demikian karakter harus kita tumbuh kembangkan sendiri melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan. Semuanya dilandasi dengan kesadaran dan kemauan kuat untukmengembangkannya.
Scerenko (1997) mendefinisikan karakter sebagai atribut atau ciri-ciri yang membentuk dan membedakan ciri pribadi, ciri etis, dan kompleksitas mental diri seseorang, suatu kelompok atau bangsa. Sementara itu The Free Dictionary dalam situs onlinenya yang dapat diunduh secara bebas mendefinisikan karakter sebagai suatu kombinasi kualitas atau ciri-ciri yang membedakan seseorang atau kelompok atau suatu benda dengan yang lain. karakter juga didefinisikan sebagai suatu deskripsi dari atribut, ciri-ciri atau kemampuan seseorang.

Robert Marine (1998)

mengambil pendekatan yang berbeda terhadap makna karakter, menurut dia karakter adalah gabungan yang samar- samar antara sikap, perilaku bawaan, dan kemampuan, yang membangun pribadi seseorang.

Menurut Muchlas dan Hariyanto (2011)

memaknai karakter sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter tertanam pada diri seseorang karena dibentuk tahap demi tahap secara berkelanjutan. Karakter tidak dapat dibentuk hanya dalam hitungan hari. Namun, karakter dibentuk saat masih dalam kandungan. Setelah lahir karakter dibentuk dalam keluarga, orang tua sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Karena ketika masih anak-anak akan lebih mudah dalam membentuk karakter daripada ketika anak itu sudah beranjak dewasa.
Karakter mudah dibentuk saat dalam lingkungan keluarga belum ada pengaruh dari lingkungan luar. Ketika karakter terbentuk dalam keluarga, seorang anak tidak mudah terpengaruh ketika berada dalam lingkungan luar.
Pembentukan karakter disesuaikan dengan siapa yang dibentuk. Anak SD dengan SMP tidak diperlakukan sama dalam pembentukan karakter. Disesuaikan dengan umur dan perkembangan jaman.