Pengertian Karakter Bangsa

            Akar dari semua tindakan yang jahat dan buruk, tindakan kejahatan, terletak pada hilangnya karakter. Karakter yang kuat adalah sandangan fundamental yang memberikan kemampuan kepada populasi manusia untuk hidup bersama dalam kedamaian serta membentuk dunia yang dipenuhi dengan kebajikan dan kebaikan. Karakter tidak diwariskan, tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan melalui pikiran dan perbuatan .

            Menurut Wyne (Muchlas & Hariyanto, 2016:41) Mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang.

Sedangkan menurut Scerenko (Muchlas & Hariyanto, 2016:41) mendefinisikan karakter sebagai atribut atau ciri-ciri yang membentuk dan membedakan ciri pribadi, ciri etis, dan komplesitas mental dari seseorang, suatu kelompok atau bangsa. Sementara itu The Free Dictionary dalam situs online-nya yang dapat diunduh secara bebas mendefinisikan karakter sebagai suatu kombinasi kualitas atau ciri-ciri yang membedakan seseorang atau kelompok atau suatu benda dengan yang lain.

Berdasarkan uraian diatas tentang definisi Karakter maka bila kita berbicara tentang Karakter bangsa berarti  kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku  berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah dari raga seseorang atau sekelompok orang. Karakter bangsa Indonesia haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.2 Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila

Menurut Fauzi Ahmad (2014) menjelaskan bahwa Nilai (value) termasuk dalam pokok bahasan filsafat. Nilai biasa digunakan untuk menunjuk kata benda yang abstrak. Pengertian nilai dapat kita temukan dalam salah satu cabang filsafat, yaitu aksiologi (filsafat nilai). Nilai dijadikan landasan, alasan, atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari maupun tidak. Nilai dapat dijuga diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik lahir maupun batin.

Menurut Robert Mz Lawang (Ahmad, 2014) Nilai adalah gambaran apa yang diinginkan, yang pantas, berharga dan dapat memengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.

Ciri-ciri nilai, yaitu:

w       Suatu realitas yang abstrak (tidak dapat ditangkap melalui panca indra, tetapi ada).

w       Normatif (yang seharusnya).

w       Berfungsi sebagai daya dorong manusia .

 

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/