Pengertian Iddah Beserta Hak Perempuan

Pengertian Iddah Beserta Hak Perempuan

Pengertian Iddah Beserta Hak Perempuan

Pengertian Iddah Beserta Hak Perempuan
Pengertian Iddah Beserta Hak Perempuan

Pengertian ‘Iddah

Menurut bahasa `iddah’ berasal dari kata `addad yang bermakna al ihsha’. Merupakan bentuk mashdar dari kerja `adda ya’uddu yang berarti penghitungan atau sesuatu yang dihitung. Sedangkan secaara terminologis para olarna telah merumuskan pengertian iddah dengan berbagai ungkapan, antara lain
Iddah adalah suatu tenggang waktu tertentu yang harus dihitung oleh seorang wanita sejak ia berpisah dengan suaminya; baik perpisahan itu disebabkan karena thalaq maupun karena suaminya meninggal dunia, dan dalam masa tersebut, wanita itu tidak dibolehkan untuk kawin dengan lakilaki lain.
Sedangkan iddah menurut istilah adalah masa tunggu yang ditetapkan oleh hukum syara’ bagi wanita untuk tidak melakukan akad perkawinan dengan laki-laki lain dalam masa tersebut, sebagai akibat ditiaggal mati oleh suaminya atau perceraian dengan suaminya itu, dalam rangka membersihkan diri dari pengaruh dan akibat hubungan dengan semua itu.

Hak Perempuan Dalam Iddah

1. Perempuan yang taat dalam iddah raj’iyah

berhak menerima tempat tinggal (rumah), pakaian, dan segala keperluan hidupnya, dari yang menalaqnya (bekas suaminya) kecuali istri yang durhaka, tidak berhak menerima apa-apa.
Sabda Rasulullah yang artinya :
“Dari Fatimah binti Qais, “Rasulullah saw telah bersabda, kepadanya, perempuan yang berhak mengambil nafkah dan rumah kediaman dari bekas.suaminya itu apabila bekas suaminya itu berhak rujuk kepadanya. (HR. Ahmad dan Masai)

2. Perempuan yang dalam iddah bain

kalau ia mengandung ia berhak juga atas kediamaii, nafkah dare pakaiart.
Firman Allah :
Artiaya: “Dan jika inereka(istri-istri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka na)kahnya hingga mereka bersalin ” (QS, Ath Thalaq : 6)

3. Perempuan dalam iddah bain yang tidak hamil

baik bain dengan talaq tebus maupun dengan talaq tiga, hanya berhak mendapatkannya tempat tinggal, tidak yang lainnya.
Firman Allah,
Artinya : Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu (QS. Ath Thalaq :

Sebagian ulama berpendapat bahwa bain yang tidak hamil, tidak berhak mendapatkan nafkah dan tidak pula tempat tinggal.

4. Perempuan yang dalam iddah wafat

mereka tidak mempunyai hak sama sekali meskipun dia mengandung. Karena dia dan anak yang berada dalam kandungannya telah mendapat hak pusaka dari suaminya yang meninggal dunia itu. Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Janda hamil yang kematian suaminya tidak berhak mendapatkan nafkah (HR. Daruqutni)

Baca Juga: