Pengertian Hak Tanggungan

Pengertian Hak Tanggungan

Pengertian Hak Tanggungan

Penanggung adalah suatu perjanjian dimana seorang pihak ketiga guna kepentingan si berutang atau debitor mengikatkan diri untuk memenuhi perutangan si berutang . berdasarkan ketentuan tersebut  penanggungan (borgtoch) tidak semata-mata jaminan moral atau referensi saja , melaikan dalam bentuk perjanjian sendiri, dimana pihak ketiga yang menjamin untuk membayar hutangnya, bilamana Debitor tidak dapat memenuhi prestasinya, dengan demikian pemenuhan 0restasi dapat di pertahankan terhadap pihak ketika sebagai penanggung.

Dalam praktik jaminan penanggungan pihak ketiga untuk melunasi kwajiban debitor dapat berupa jaminan perorangan ( personal guarantee) maupun jamianan perusahaan ( corporate guarantee). Pada umumnya selaku jaminan adalah salah satu direksi atau pemegang perusahaan Debitoryang bersangkutan, karena merekalah yang mengetahui benar kondisi dan kemampuan perusahaannyaatau pihak ketiga lainnya yang mempunyai kemampuan sebagai jaminan (guarantor). Dengan adanya jaminan , maka kreditor merasa lebih aman, tentunya kreditor harus benar-benar mengenal penjamin mengenai kemampuan dan mempunyai reputasiny, berpengaruh dalam bisnis dan mempunyai benda-benda bergerak maupun tidak bergerak yang berharga atau mempunyai saham-saham yang cukup untuk menjamin Debitor. Jaminan perusahaan dilakukan oleh salah satu direksi atau orang yang berwenng un tuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan yang berangkutan sebagai penjami.[1]

Ketentuan dalam pasal 1 angka 1 UUHT merumuskan pengertian Hak Tanggungan, yaitu :

Hak tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah, yang selanjutnya disebut hak tanggungan, adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda yang merupakan  satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor-kreditor lain.

Sementara itu, Angka 4 penjelasan Umum atas UUHT antara lain menyatakan :

Hak Tanggungan  adalah hak jaminan atas tanah untuk pelunasan hutang tertentu, yang memberikan kedudukan diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain. Dalam arti, bahwa jIka debitur cidera janji, kreditor pemegang Hak Tanggungan berhak menjual melalui pelelangan umum tanah yang dijadikan jaminan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang bersangkutan, dengan hak mendahulu daripada kreditor-kreditor lain.

Jadi, Hak Tanggungan itu merupakan lembaga hak jaminan kebendaan atas hak atas tanah beserta benda-benda berkaitan dengan tanah yang merupakan satu kesatuan dengan tanah untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu kepada kreditor pemegang Hak Tanggungan terhadap kreditor-kreditor lain. Jaminan yang diberikan dalam Hak Tanggungan, yaitu hak yang diutamakan atau mendahulu dari kreditor-kreditor lainnya bagi kreditor Pemegang Hak Tanggungan.[2]


  1. Asas-Asas Hak Tanggungan

Asas-asas hak tanggungan antara lain:

  1. Asas driot de preference
  2. Hak tanggungan tidak dapat di bagi-bagi
  3. Hak tanggungan hanya dibebankan pada hak atas tanah yang telah ada
  4. Hak tanggungan dapat dibebankan selain atas tanahnya juga benda-benda yang berkaitan dengan tanah tersebut.
  5. Hak tanggungan dapat dibebankan juga atas benda-benda yang berkaitan dengan tanah yang baru akan ada di kemudian hari.
  6. Perjanjian hak tanggungan adalah perjanjian accesoir
  7. Hak tanggungan dapat dijadikan jaminan untuk hutang yang akan ada.
  8. Hak tanggungan dapat menjamin lebih dari satu utang
  9.  Asas droit de suite
  10. Di atas hak tanggungan tidak dapat diletakkan sita oleh peradilan
  11. Hak tanggungan hanya dapat dibebankan ata tanah tertentu
  12. Hak tanggungan wajib didaftarkan
  13. Hak tanggungan dapat diberikan dengan disertai janji-janji tertentu
  14. Janji bahwa pemberi hak tanggungan akan mengosongkan objek hak tanggungan pada waktu hak eksekusi hak tanggungan
  15. Hak tnggungan tidak boleh diperjanjikan untuk dimiliki sendiri oleh pemisahan hak tanggungan apabila cedera janji.[3]

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/