Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik
Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

 

Seiring dengan semakin meningkatnya pradaban masyarakat

Yang dicirikan dengan meningkatnya mutu pendidikan, kesejahteraan dan  serta kesadaran akan pentingnya kualitas hidup yang lebih baik, sehingga masyarakat mulai menyadari tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pencemaran baik lingkungan pertanian maupun pruduk yang dihasilkan seperti penggunaan  bahan kimia sintetis dalam usaha tani, yang berdampak pada meningkatnya tuntutan akan produk pangan bermutu dan aman seperti produk pertanian organik.  Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang, karena produk pertanian organik yang rama lingkungan  memiliki harga jual yang lebih baik dibandingkan dengan produk pertanian anorganik. Bagi petani selaku produsen diharapkan dapat menjawab tantangan dan peluang tersebut.

 

Produk pangan bermutu dan aman hanya bisa dihasilkan

Apa bila dari tahap awal proses produksi hingga tahap akhir produksi, yaitu dari persiapan lahan, benih, penanaman, pemeliharaan (pemupukan, perlindungan dan pengairan) sampai kepada kegiatan panen, pasca panen, pengolahan, distribusi dan penyajian sampai pangan siap dikonsumsi.  Keseluruhan proses produksi produk pangan tersebut harus memenuhi syarat sesuai dengan yang ditetapkan.    Kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan kondisi yang kontradiktif, dimana dalam upaya memperoleh tingkat produktivitas dan produksi yang optimal berbagai upaya dilakukan oleh petani untuk mengamankan produksi usahataninya, seperti penggunaan pestisida dan pemupukan yang kurang bijaksana yang dikhawatirkan merusak lingkungan dan rentan terhadap kemungkinan terjadinya cemaran produk pangan oleh residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan.

 

Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat

Akan pentingnya makanan sehat menghendaki produk-produk pertanian yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya. Dinamika ini mendorong upaya-upaya untuk menghasilkan inovasi-inovasi dalam teknik budidaya yang berorientasi pada kualitas hasil tanpa mengesampingkan keselarasan lingkungan. Teknik ini sering dikenal dengan Ekofarming atau system pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (Zulkarnain, 2001).   Meningkatnya animo masyarakat terhadap produk pertanian organik dan upaya sosialisasi tentang manfaat pertanian organik yang dilakukan oleh pemerintah dan pemerhati pertanian organik mendorong semakin bertambahnya jumlah pelaku usaha pertanian organik.

 

Meskipun pertanian organik ini sangat mememberikan harapan

Baik bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen, upaya memasyarakatkan dan mengembangkan pertanin organik di Indonesia khususnya di Bengkulu,  masih banyak kendala dan hambatan yang ditemui disamping beberapa hal yang sudah dicapai sebagai faktor penunjang dalam pengembangan lebih lanjut.  Beberapa kendala tersebut antara lain adalah masih adanya perbedaan persepsi terhadap penerapan sistem pertanian organik di lapangan oleh berbagai “stake holder”, maraknya klaim organik oleh pelaku usaha yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, kurangnya apresiasi masyarakat terhadap produk organik, perbedaan proses sertifikasi serta potensi dan peluang pasar yang tersedia.

Berdasarkan kenyataan di atas, diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan dampak lingkungan yang berbasis pada system pertanian organik dengan memperhatikan factor-faktor yang dominan yang mempengeruhi petani dalam pengembangan pertanian organik melibatkan petani dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian.

Untuk mengetahui dan memberikan masukan bagaimana strategi yang tepat dalam mengendalikan dampak  lingkungan melalui system pertanian organik ramah lingkungsn dengan memperhatikan keterlibatan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian di Kabupaten Bengkulu Utara.

 

Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

Pertanian ramah lingkungan secara umum diartikan sebagai usaha pertanian yang bertujuan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan, baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi. Aspek keberlanjutan sistem produksi merupakan salah satu ciri pertanian ramah lingkungan.

 

Kriteria pertanian ramah lingkungan adalah

  • terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada

permukaan dan lapisan olah tanah,

  • terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi microbial.
  • bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya  ataumengganggu proses hidup tanaman,
  • terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya,
  • tidak terjadi akumulasi senyawa beracun dan logam berat yang membaha yakat atau melebihi batas ambang aman,
  • terdapat keseimbangan ekologis antara hama penyakit dengan musuh alami,
  • produktivitas lahan stabil dan berkelanjutan, dan produksi hasil panen bermutu tinggi dan aman sebagai pangan atau pakan.

Atas dasar kriteria tersebut, pertanian ramah lingkungan dapat didefinisikan sebagai: Pertanian yang menerapkan teknologi serasi dengan kelestarian lingkungan, ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian, guna memperoleh hasil panen optimal yang aman dan berkelanjutan.

Salah satu upaya untuk menciptakan pertanian yang ramah lingkungan tersebut adalah melalui system pertanian organik. Pertanian organik merupakan pertanian masa depan  sebagai usaha manusia menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan alam dan lingkungan (Yusuf, 2001). Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Pertanian organik merupakan  system pertanian holistic yang mempromosikan dan menguatkan kesehatan agroekosistem, termasuk biodiversity siklus biologi dan kegiatan-kegiatan biologi tanah (Sabastian E.S, 2008).

Menurut Nusril (2001) dan Nugrahadi (2002), keunggulan dan keuntungan penerapan pertanian organik antara lain :

  • Lebih mendukung usaha tani yang berkelanjutan
  • Penggunaan input luar yang rendah
  • Kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi
  • Menghasilkan produk makanan yang sehat
  • Adanya dukungan dari lembaga pemerintah dan suasta

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/