Pengambilan Resiko Seksual Pada Masa RemajaPengambilan Resiko Seksual Pada Masa Remaja

Melakukan hubungan seksual pada masa remaja awal, serta berbagai faktor kontekstual dan keluarga, terkait dengan masalah seksual dan hasil perkembangan yang negatif, menyebabkan meningkatnya resiko seksual berup[a meningkatnya remaja yang terkena IMS seperti gonore, sifilis, dan klamidia bahkan AIDS, meningkatnya tingkat kehamilan pada remaja dan bahkan kematian remaja.

  1. Kesehatan Fisik Remaja

Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kesehatan karena banyak faktor yang berkaitan dengan kebiasaan kesehatan yang buruk . beberapa hal yang harus diperhatikan remaja adalah

  1. Kegiatan olah raga yang teratur
  2. Pola tidur
  3. Pola makan
  4. Menghindari penyalah gunaan zat addictiv (rokok, alkohol dan narkoba)
  1. Perkembangan Kognitif Masa Remaja
  1. Cara Remaja Berpikir dan Memproses Informasi

Menurut Piaget setelah mencapai usia 11 tahun anak mengalami tahap perkembangan kognitif keempat sekaligus terakhir. Pada tahap ini anak mengalami tahap operasional formal, yaitu tahap pemikiran dimana individu berpikir lebih abstrak dari tahap sebelumnya. Remaja tidak lagi terbatas pada pengalaman nyata sebagai jangkar untuk berpikir. Mereka dapat menalar pristiwa yang kemungkinan adalah murni hipotesis atau proposisi abstrak, dan bahkan dapat mencoba untuk melakukan penalaran secara logis tentang mereka.

Ciri dan karakteristik berpikir operasional formal adalah :

  • Secara tekstual remaja mulai dapat berpikirlogis tentang gagasan abstrak
  • Berfungsinya kegiatan kognitif yaitu membuat rencana, startegi, membuat keputusan keputusan , serta memecahkan masalah
  • Sudah mampu menggunakan abstraksi abstraksi, membedakan konkrit dengan abstrak.
  • Muncul kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
  • Memikirkan masa depan , perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya
  • Mulai menyadari proses berpikir efisien dan belajar intropeksi
  • Wawasan berpikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas dan identitas.
  1. Egosentris Remaja

Egosentris remaja  (adolescent egocentrism) adalah peningkatan kesadaran diri pada masa remaja.  Menurut  David Elkind egosentris remaja memiliki dua komponen kunci (John W. Santrock, 2011 : 348) yaitu :

  1. Imaginary audience, adalah keyakinan remaja bahwa orang lain tertarik terhadap mereka seperti mereka tertarik kepada dirinya sendiri, akibatnya mereka sering melakukan tindakan yang memancing perhatian dari orang lain.
  2. Personal Fable, adalah perasaan dirinya memiliki keunikan dan tidak terkalahkan, dan membuat tingkat percaya diri mereka melonjak serta menimbulkan perasaan bahwa dirinya kebal terhadap semua keadaan berbahaya, hal ini menarik remaja untuk melakukan kegiatan beresiko, seperti balapa, menggunakan narkoba dsb. Perasaan memiliki keunikan ini juga membuat remaja berpikir tidak ada yang bisa mengerti dirinya selain dia sendiri.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/