PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGIS

    Psikologi agama mempelajari motif=motif,tanggapan-tanggapan’reaksi-reaksidari psike manusia, pengalaman dalam berkomunikasi dengan yang supernatural yang sangat mengasikkan dan sangat di rindukan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa psikologi agma adalah cabang psikologi yang menyelidiki sebab sebab dan cirri psikologis dari sikap religius atau pengalaman religius dan berbagai fenomena dalam induvidu yang muncul dari atau menyertai  sikap dan pengalaman tersebut.           Penelitian agama dengan menggunakan dengan menggunakan psikologis dapat            menggunakan pendekatan makro-kuantitatif, makro-kualitatif, sebagaimana teori behaviorisme       atau mikro-kualitatif. Fenomena pindah agama dan perilaku beragama, misalnya dapat di dekati dengan persfektif makro maupun mikro. Tetapi penelitian tentang pengalaman beragama dan penghayatan agama misalnya niscaya lebih tepat menggunakan perspektif mikro kualitatif (humanistik).

     Yang menjadi fokus penilitian agama dengan pendekatan  psikologiis dengan sekaligus menjadi objek psikologi agama. Menurut Robert W. Crapapps, psikologi agama sebagai cabang ilmu memusatkan perhatian pada tiga bidang: (1) bentuk-bentuk institusional yang di ambil agama;(2) arti personal yang diberikan orang pada bentuk-bentuk itu; dan (3) hubungan antara factor keagamaan dan seluruhstruktur kepribadian manusia (Crapps:93:19).

  1. PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN SEJARAH.

      Penelitian agama tidak dapat di pisahkan dari pendekatan sejarah. Agama dengan sejarah bagaikan dua sisi mata uang bahkan keabsahan suatu agama antara lain di tentukan oleh mata rantai sejarah (historical contact)-nya dengan agama agama sebelumnya sampai sekarang.

      Pendekatan sejarah di jadikan metode penelitian agama atau dasar metodenya, bukan materinya. Karakter yang menonjoldari pendekatan sejarah adalah signifikansi waktu dan prinsif-prinsif kesejarahan tentang individualitas dan perkembangan.

      Berikut beberapa fukus penelitian agama dengan pendekatan sejarah.

  1. Penilitian sejarah tentang tokoh berpengaruh dalam suatu agama atau gerakan keagamaan. Penelitian model ini biasa berupa otobiografinya, pemikirannya, tindakan-tindakannya, pergumulan hidupnya. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Greg Fealy yang berjudul:Wahab Chasbullah, Tradisionalisme dan Perkembangan Politik NU.
  2. Pengertian sejarah mengenai naskah atau buku. Penelitian model ini menekankan pada subtansi naskah atau buku untuk di analisis, baik analisis kritis, perbandingan, maupun analisis sekadar eksplorasi.Contoh sebagaimana yang dilakukan oleh Amin Abdullah yang berjudul:AL-Ghazali “dimuka cermin”Immanuel Kant: Kajian Kritis Konsep Etika Dalam Agama.
  3. Penelitian sejarah mengenai suatu konsep sepanjang sejarah. Penelitian model ini bisa berupa salah satu naskah, kitab suci atau perkembangan pemikiran dari waktu ke waktu. Misalnya penelitian tentang perkembangan konsep taqiyah dalam Sunni dan Syi’ah.
  4. Penelitian arsip, yaitu penelitian tentang sejarah, baik individu, kelompok, organisasi, masyarakat maupun bangsa dengan melihat arsip arsip resmi. Penelitian model ini banyak di lakukan oleh Snouk Hurgronye tentang aceh Maupun islam di Indonesia( lihat kumpulan karanganSnouk Hurgronye jilid I-XII yang d

 

Sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/