PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS
PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

Dalam mendirikan suatu Perseroan Terbatas bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan cara:
•    Penjualan Saham
•    Merubah Firma (CV) menjadi PT.

Penjualan Saham
Penjualan saham bisa dilakukan secara:    Tunai, Pesanan, Gabungan  (Lumpsum),  Transaksi Aktiva Non Kas.

A) PENJUALAN TUNAI

Contoh Soal:
PT. Z didirikan pada awal tahun 2001 dengan modal dasar RP.100.000.000,- yang terdiri dari 500 lembar SP dengan nominal @Rp.100.000,- dan 10.000 lembar SB nominal @ Rp.5.000,-.

Pada tanggal 3 Januari 2001 terjual 400 lembar SP dan 2.000 lembar SB sebesar nilai nominal.

Jurnal: (Penerimaan Kas
Kas……………………………………………. 50.000.000
……Modal SP (400lb x Rp.100.000)……………………. 40.000.000
……Modal SB (2.000lb x Rp.5.000) …………………..    10.000.000

Pada tanggal 5 Januari 2001 terjual lagi 1.000 lembar SB dengan kurs 102%.
Jurnal:

Kas (1000lbr x 102% x Rp.5.000)….. 5.100.000
……Modal SB (1.000lb x Rp.5.000)………………….. 5.000.000
…..Agio SB (2%x1.000lb x Rp.5.000)……………………100.000

Pada tanggal 6 Januari 2001 terjual lagi 2.000 lembar SB dengan kurs 98%.
Jurnal:
Kas (2.000lbx 98%xRp.5.000) ……. …9.600.000
…..Dis Agio SB (2%x2.000xRp.5.000) ………………….. 400.000
…..Modal SB (2.000lb x Rp.5.000)……………………10.000.000

Catatan:

  • Kas : Imbalan yang diterima dari penjualan saham. Ini akan dicatat sebesar harga perolehan saham. (Jlh lbr Saham x Nilai Nominal x kurs)
  • Modal Saham : Dicatat sebesar Lembar Saham x Nilai Nominal.
  •  Agio Saham : Selisih lebih kurs diatas Nilai Nominal. Dalam jurnal letaknya sebelah kredit.
  • Dis Agio Saham : Selisih Kurang kurs dibawah nilai nominal. Dalam jurnal letaknya disebelah debet.

B) PENJUALAN SAHAM SECARA PESANAN.
Selain penjualan saham secara tunai, perusahaan juga memberikan kesempatan pada pemegang (calon pemegang) saham untuk memesan terlebih dahulu saham yang bersangkutan sebelum saham tersebut diberikan. Masalah akan timbul jika pemesan membatalkan pesanannya.
Pembatalan pesanan saham dipengaruhi oleh perjanjian saat dilakukannya pemesanan saham. Bentuk perjanjian dalam pemesanan saham jika pesanan tersebut dibatalkan antara lain:

  • Pengembalian seluruh uang muka.
  • Uang muka diganti dengan saham secara proporsional.
  • Uang muka tidak dikembalikan. (pemesan kehilangan haknya)
  • Uang muka dikembalikan setelah dikurangi dengan biaya penjualan kembali saham yang dibatalkan.

Pencatatan Penjualan Saham dengan Pesanan:

  • Pada saat saham dipesan.
  • Pada saat pelunasan.
  • Pembatalan saham yang dipesan.

Contoh Soal:
PT.Z menjual saham secara pesanan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pemesan menyerahkan muka sebesar 40% dari seluruh harga saham yang dibeli.
  •  Harga jual saham 125% dari nilai nominal per lembar Rp.10.000,-
  • Sisa pesanan harus diserahkan 2 bulan sesudah tanggal pesanan.
  • Sertifikat saham diserahkan pada saat pemesan melunasi seluruh harga saham yang dipesannya.

Selama bulan Januari sampai dengan Juli 2001 diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Diperoleh pesanan sebanyak 1.100 lembar saham.
  • Pemesan yang belum melunasi harga saham yang dipesannya sampai dengan 30 Juli 2001 sebanyak 15 orang. Masing-masing memesan 10 lembar saham.

Berdasarkan data-data diatas, diminta:
Jurnal untuk mencatat penjualan saham sampai dengan penyerahan sertifikat saham.
Jurnal untuk mencatat pembatalan pesanan saham jika:

Seluruh uang muka dikembalikan dan saham dapat dijual kembali dengan kurs 120%.

  • Pemesan yang membatalkan pesanan saham diberisaham setara dengan harga saham yang telah dibayarnya (uang muka); sisa saham dijual dengan kurs 120%.
  • Pemesan kehilangan hak sama sekali; saham dijual dengan kurs 120%.
  • Pemesan kehilangan haknya untuk menerima saham, uang muka dikembalikan setelah dikurangi biaya penjualan kembali saham. Saham dijual kembali dengan kurs 120% biaya penjualan sebesar Rp.5.000,-

Baca Juga :