Mengukur Intake Dan Output

  1. Definisi

Merupakan suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh (intake) dan mengukur jumlah cairan yang keluar dari tubuh (out put).

  1. Tujuan

Menentukan status keseimbangan cairan tubuh dan tingkat dehidrasi klien.

  1. Prosedur
  2. Menentukan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh klien, terdiri dari air minum, air dalam makanan, air hasil oksidasi (metabolisme), cairan intra vena.
  3. Menentukan jumlah cairan yang keluar dari tubuh klien, terdiri dari urine, keringat, feses, muntah, insensible water loss (IWL).
  4. Menentukan keseimbangan cairan tubuh klien dengan rumus : INTAKE = OUTPUT.
  5. Mendokumentasikan
  1. Kebutuhan Elektrolit

Elektrolit terdapat pada seluruh cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung oksigen, nutrient, dan sisa metabolisme (seperti karbondioksida), yang semuanya disebut dengan ion.

  1. Komposisi elektrolit

Komposisi elektrolit dalam plasma sebagai berikut :

  Natrium                  : 135 – 145 m Eq/L

  Kalium                   : 3,5 – 5,3 m Eq/L

  Klorida                   : 100 – 106 m Eq/L

  Bikarbonat arteri    : 22 – 26 m Eq/L

  Bikarbonat vena     : 24 – 30 m Eq/L

  Kalsium                  : 4 – 5 m Eq/L

  Magnesium             : 1,5 – 2,5 m Eq/L

  Fosfat                     : 2,5 – 4,5 mg/100ml

  1. Jenis Cairan Elektrolit

Cairan elektrolit adalah cairan saline atau cairan yang memiliki sifat bertegangan tetap. Cairan saline terdir dari cairan isotonic, hipotonik, dan hipertonik.

Konsentrasi isotonic disebut juga normal saline yang banyak dipergunakan.

  1. Gangguan /Masalah Kebutuhan Elektrolit
  2. Hiponatremia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari 135 mEq/L, mual, muntah dan diare.
  3. Hipernatremia, suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma tinggi, yang ditandai dengan adanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk dan permukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering, dll.
  4. Hipokalemia, merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. Hipokalemia ini dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang mengalami diare berkepanjangan.
  5. Hiperkalemia, merupakan suatu keadaan dimana kadar kalium dalam darah tinggi. Keadaan ini sering terjadi pada pasien luka bakar, penyakit ginjal, asidosis metabolik. Hiperkalemia dditandai dengan adanya mual, hiperaktifitas system pencernaan, dll.
  6. Hipokalsemia, merupakan kekurangan kadar kalsium dalam plasma darah. Hipokalsemia ditandai dengan adanya kram otot dan karam perut, kejang,bingung, dll.

baca juga :