Menelusuri Sejarah Pulau Tidung

Menelusuri Sejarah Pulau Tidung

Menelusuri Sejarah Pulau Tidung

Menelusuri Sejarah Pulau Tidung
Menelusuri Sejarah Pulau Tidung

Menelusuri Sejarah Pulau Tidung- Sobat, pastinya kalian sudah mengenal Pulau Tidung yang terkenal dengan cerita jembatan cinta?  Sebagai Penghubung Pulau Tidung Besar dan Kecil, jembatan Cinta ini kian cantik dan romantis, apalagi bila menjelang sorehari. Jika belum begitu mengenal Pulau ini ada baiknya membaca lebih lanjut artikel ini untuk Menelusuri Sejarah Pulau Tidung. Dijamin kalian pasti ingin segera berliburan ke pulau kecil ini.  Yuk check …!

Sejarah Pulau Tidung

Di wilayah Kepulauan Seribu, Pulau Tidung menjadi bagian dari gugusan yang paling besar. Luasnya mencapai 109 ha dan populasi sekitar 5 ribu jiwa. Lokasinya cukup mudah ditelusuri dari Jakarta daratan. Sobat hanya  perlu naik kapal dari Pelabuhan Muara angke menggunakan Marina Ancol.

Menurut sejarahnya, pada jaman dahulu pulau ini dijadikan oleh pihak kerajaan Batavia untuk basis strategi melawan Belanda. Dalam buku yang berjudul Sejarah jakarta, yang terbit tahun 1960 atau 1970-an dituliskan bahwa Fatahillah menyerbu Portugis di Malaka menggunakan pulau-pulau di teluk Jakarta ini untuk mengatur strategi.

Pulau ini sudah mulai dihuni sejak tahun 1920-an

Pulau ini dijaga oleh seorang penjaga pulau yang didatangkan dari Rawa Belong, Jakarta Barat. Saat kedatangan penjajah Jepang pada tahun 1942, para penghuni Pulau Tidung diungsikan ke daerah Tegal Alur Jakarta Barat selama tiga tahun. Setelah kepergian Jepang, penduduk kembali menghuni pulau ini.

Pulau Tidung menjadi pusat kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dari 3 keluarahan yang ada disana. Tiga Kelurahan tersebut antara lain: Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Kelurahan Pulau Tidung.

Pulau ini terbagi menjadi dua bagian yakni Tidung Besar dan Tidung Kecil. Nah di sini lah terdapat jembatan cinta yang sudah cukup terkenal itu. Jembatan ini menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil dan memiliki panjang sekitar 2.5 km. Banyak sekali wisatawan yang datang dan tidak melewatkan kesempatan berkunjung ke jembatan yang memiliki kesan eksotik dan menawan ini.

Sebenarnya nama Pulau Tidung diambil dari nama daerah yang ada di Kalimantan Timur yakni  Desa malinau yaitu “tana tidung”

Tidung merupakan nama pemberian Raja Raja dari suku Tidung yang diusir oleh kolonial belanda karena tidak mau diajak kerjasama. Raja tersebut bernama Pandita alias Kaca alias Sapu. Raja kemudian melanglang buana sampai ke Jepara lalu beliau hijrah hingga akhirnya sampai di sebuah pulau yang sekarang dikenal dengan nama Pulau Tidung.

Hingga ratusan tahun berlalu tidak ada satu orang pun yang mengetahui bahwa Raja Pandita adalah seorang Raja dari Kalimantan Timur. Pasalnya selama tinggal di sana raja tidak pernah membawa embel-embel gelarnya dan hanya dikenal dengan sebutan “Kaca”. Sampai meninggalnya pun Kaca hanya dikenal sebagai masyarakat biasa yang tidak beda dengan masyarakat lainnya.

Identitasnya kemudian baru diketahui ketika sekelompok keluarga Raja Pandita dari Kalimantan yang penasaran dengan nama Pulau Tidung. Setelah ditelusuri penamaan pulau tersebut merupakan pemberian dari nama raja mereka yang sudah hilang selama bertahun-tahun.

Keluarga kerajaan dari Kaltim kemudian bertemu dengan keluarga Kaca di pulau Tidung.Ternyata nama Kaca merupakan nama kecil Raja Pandita sebelum diangkat dari Raja. Nah sekarang sudah tahu kan bagaimana Sejarah Pulau Tidung. Semoga semakin menambah informasi. Terimakasih sudah membaca.

Baca juga artikel: