Membangun kota Basrah

Pada tahun 16 H/ 636 M. Kota Basrah dibangun setelah tentara Islam pimpinan Sa’ad bin Abi Waqash menguasai Irak. Pemilihan tempat tersebut dilakukan sendiri oleh Umar bin Khattab yaitu sebuat tempat dekat dengan kota pelabuhan Ubullah di Teluk Persia.
Selama pemerintah Umar bin Khattab kota Basrah dijadikan markas tentara Islam. Untuk mengajarkan Islaam pada penduduk Basrah, khalifah Umar mengirimkan ulama. Ulama dari Madinah ke kota Basrah diantaranya Hasan Al Basri. Sejak saat itu Basrah menjadi salah satu pusat pendidikan di dunia Islam.
4.      Membangun masjid Amr bin Ash
Masjid ini adalah masjid yang pertama dibangun di Mesir dan di Afrika tahun 21 H/642 M. ketika itu letaknya di kota Fusthat ditengah-tengah perumahan kaum muslimin. Masjid ini digunakan untuk beribadah dan berkumpul membahas urusan dunia dan agama.

5.      Menetapkan hukum tentang masalah-masalah yang baru

Dalam ketetapan itu sering seakan-akan bertentangan dengan sunnah atau ketetapan Abu Bakar pendahulunya. Namun apabila diteliti lebih mendalam, ternyata Umar memiliki jangkauan yang menyeluruh mencakup keseluruhan ajaran Islam. Misalnya, mengenai ghanimah (harga rampasan perang), surat al-anfal mengajarkan bahwa harta rampasan perang, termasuk tanah harus dibagikan dengan cara tertentu, sebagian untuk para tentara yang berperang. Demikian juga Nabi pernah membagi-bagikan tanah pertanian di Khaibar stelah dibebaskan dari bangsa Yahudi yang memusuhi Nabi. Namun, demi kepentingan umum dan Negara, Umar tidak melaksanakan sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi, bahkan Umar membagi-bagikannya kepada para petani kecil setempat, sekalipun belum muslim. Tindakan ini menimbulkan protes keras sebagian sahabat dipimpin bilal dan menimbulkan ketegangan di Madinah.
Akhirnya Umar mantap dengan kebijakannya itu setelah musyawarah dan mendapat dukungan sementara para pembesar sahabat, setelah mengemukakan interpretasinya sendiri yang meyakinkan tentang keseluruhan semangat ajaran Al-Qur’an dan kebijaksanaan Nabi. Masalah baru yang dihadapi Umar yang kemudian dipecahkan seperti ini adalah masalah potong tangan pencuri, mengawini ahli al-kitab, cerai tiga kali yang diucapkan sekaligus dan lain-lain.
6.      Memperbaharui organisasi Negara
Pada masa Rasul, sesuai dengan keadaanya, organisasi Negara masih sederhana. Tetapi ketika masa khalifah Umar dimana umat Islam sudah terdiri dari bermacam-macam bangsa dan urusannya makin meluas, maka disusunlah organisasi Negara sebagai berikut :
a.       Organisasi politik
1)      Al-Khilafaat, kepala negara ; dalam memilih kepala Negara berlaku system “bai’ah.” Pada masa sekarang mungkin sama dengan system demokrasi. Hanya waktu itu sesuai dengan al-amru syuro bainahum sebagaimana yang digariskan Allah dalam Al-Qur’an.
2)      Al-Wizaraat, sama dengan meteri pada zaman sekarang. Khaifah Umar menetapkan Usma sebagai pembantunya untuk mengurusi pemerintahan umum dan kesejahteraan, sedangkan Ali untuk mengurus kehakiman, surat menyurat dan tawanan perang.
3)      Al-Kitabaat, sekertaris Negara. Umar bin Khattab mengangkat Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Arqom menjadi sekertaris penting. Usman bin Affan juga mengangkat Marwan bin Hakam.
b.      Administrasi Negara
Sesuai dengan kebutuhan, khalifah Umar bin Khattab menyusun administrasi Negara menjadi :
1)      Dewan-dewan (departemen-departemen)
         Dewan al-Jundiy (dewan Harby): badan peratahnan keamanan. Orang muslim pada Rasul dan Abu Bakar semuanya adalah prajurit. Ketika Rasul atau Abu Bakar menyeru untuk berperang siaplah semua mengikuti perintah Nabi. Kemudian ketika perang telah selesai kembalilah mereka menjadi pendidik sipil setelah menerima ghanimah. Masa Umar keadaan telah berubah, disusunlah satu badan yang mengurusi tentara. Disusunlah angakatan besenjata khusus, asrama, latihan militer, kepangkatan, gaji, persen-jataan dan lain-lain. mulai juga angkatan laut oleh Muawiyah gubernur Syam dan oleh Ala bin Hadharamy gubernur Bahrain.
         Dewan al-Kharaj (dewan al-Maaly)/Bait al-Maal yang mengurusi keuangan Negara, pemasukan dan pengeluaran anggaran belanja Negara.
         Dewan al-Qadla : departemen kehakiman. Umar mengangkat hakim-hakim khusus untuk tiap wilayah dan menetapkan persyaratannya.
2)      Al-Imarah ‘ala al-buldan : administrasi pemerintahan dalam negeri.
         Negara dibagi menjadi beberapa propinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur (amil).
         Al-Barid : perhubungan kuda pos memakai kuda pos.
         Al-Syurthah : polisi menjaga keamanan Negara.
3)      Mengadakan undang-undnag “Husbah” (tim pengawasan dan pengontrolan) yaitu peraturan mengawasi urusan passer, menjaga tata tertib dan kesopanan, mengawasi timbangan dan ukuran, begitu juga memperhatikan keberhasilan jalan umum.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/facebook-akan-batasi-artikel-engagement-bait/