Keterampilan Dasar Pemberian Variasi

Keterampilan Dasar Pemberian Variasi

Keterampilan Dasar Pemberian Variasi

Dalam kegiatan proses belajar mengajar suatu saat baik guru dan terutama siswa akan merasakan kejenuhan atau kebosanan. Dampak yang terjadi pada siswa yaitu mulai dari kurangnnya perhatian, mengantuk, mengobrol, melakukan aktivitas sendiri, mencari perhatian bahkan tak terhindari ada siswa yang mencoba mengganggu teman lainnya. Bila hal ini terjadi guru harus mengadakan variasi dalam mengajar. Variasi dalam mengajar adalah salah satu keterampilan guru dalam proses interaksi belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi tingkat kebosanan belajar siswa, sehingga siswa menunjukkan kembali ketekunan, kegairahan serta partisipasi dalam proses pembelajaran.

Tujuan Variasi Pengajaran

1. Membangkitkan, meningkatkan serta memelihara perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya terhadap hal-hal yang baru.
3. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi belajar siswa.
4. Memberi kesempatna kepada sisiwa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.
5. Memupuk dan membentuk sikap posisitf siswa terhada guru di sekolah.
6. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya.
7. Memberikan kemungkinan kesempatan belajar secara individual.
8. Menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar.

Komponen Variasi Pengajaran

Komponen-komponen variasi mengajar antara lain :

Variasi gaya mengajar

Variasi gaya mengajar yang dapat dikembangkan meliputi :

1) Variasi suara (rendah, tinggi, besar, kecil)
2) Pemusatan dan penekatan perhatian siswa.
3) Membuat kesenyapan, kebisuan, dan selingandiam sebentar.
4) Mengadakan kontak pandang dengan siswa.
5) Penggunaan bahsa tubuh atau gerakan anggota badan.
6) Perubahan posisi grur dari depan ke belakang atau dari kiri ke kanan.

Variasi dalam penggunaan alat, media, dan sumber belajar

1) Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat dilihat (grafik, bagan, poster, diorama, specimen, gamabar, film, slide)
2) Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat didengar (tape recoder, suara tape, puisitasi, dll.)
3) Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat dilihat dan didengar (televise, LCD, internet,dll.)
4) Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat diraba, dimanipulasi dan digerakkan (model, topeng, patung, dll.)
5) Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (film, televise, slide proyektor,dll.)

Baca juga: Teks Proklamasi

c. Variasi dalam pola interaksi belajar-mengajar

1) Interaksi satu arah yaitu interaksi antara guru dan siswa, dimana guru menempatkan diri sebagaipusat interaksi terhadap seluruh siswa.
2) Interaksi Dua arah, yaitu merupakan interaksi yang dikembangkan dari guru kepada siswa dan juga memberikan kesempatan kepada sisiwa untuk berinteraksi kepada siswa.
3) Interaksi Multi arah yaitu pola interaksi yang dikembangkan antara guru dengan siswa dan siswa dengan guru dan juga interaksi antara siswa sendiri secara bergantian.