Kesulitan Ekonomi Tak Pupuskan Langkah Lia Raih Bangku Kuliah

Kesulitan Ekonomi Tak Pupuskan Langkah Lia Raih Bangku Kuliah

Kesulitan Ekonomi Tak Pupuskan Langkah Lia Raih Bangku Kuliah

Kesulitan Ekonomi Tak Pupuskan Langkah Lia Raih Bangku Kuliah
Kesulitan Ekonomi Tak Pupuskan Langkah Lia Raih Bangku Kuliah

Keterbatasan biaya tak menyurutkan langkah Usholia dalam menempuh pendidikan tinggi. Meski sempat dilarang melanjutkan kuliah oleh orang tuanya, namun dia berhasil masuk ke UPN Veteran Jogja melalui jalur Bidikmisi dan kini menjadi mahasiswa berprestasi di kampus tersebut pada 2016 silam.

Lia menceritakan, usai lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantul pada 2015,

saat itu ia belum terlintas untuk kuliah karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.

Kedua orangtuanya bahkan melarang untuk melanjutkan kuliah dan disarankan langsung mencari kerja. “Waktu itu (orang tua) berpikir kalau kuliah biayanya dari mana,” ungkapnya, seperti dilansir dari Harian Jogja, Jumat (28/7/2017).

Ketika itu, Lia menuruti perintah kedua orangtuanya. Dia pun mencari pekerjaan dan akhirnya

diterima sebagai staf administrasi di salah satu tempat usaha yang lokasinya masih bisa dijangkau dari tempat tinggalnya. Ketika itu, dia dipercaya untuk menangani pembukuan, baik pembukuan keuangan, stok barang maupun penjualan dengan gaji Rp750.000 per bulan.

Selama bekerja, niat tulus Lia untuk kuliah masih mengucur deras. Hingga kemudian muncul ide untuk mencari peruntungan melalui jalur Bidikmisi yang dananya sudah ditanggung oleh pemerintah. Gaji yang dimiliki sebagian pun disisihkan untuk membeli berbagai referensi buku dan soal latihan SBMPTN 2016.

“Sembari bekerja menyempatkan untuk baca-baca, belajar,” ujar dia.

Setelah mendaftar SBMPTN melalui jalur Bidikmisi dan diterima di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UPN

Veteran di 2016. Selama proses perkulihan pun dapat mengikutinya dengan baik, hingga tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di kampusnya.

Kepala Sub Bagian Kerja Sama dan Humas UPN Veteran Jogja, Markus Kusnardiyanto, menyatakan Lia termasuk mahasiswa berprestasi di kampusnya. Indeks prestasinya nyaris sempurna di angka 3,95.

Rupanya, bakat kemampuan di bidang ekonomi telah dimiliki sejak duduk di bangku SMK karena beberapa kali mendapat juara saat lomba perpajakan.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi