Keren, ITS Kembangkan Sensor untuk Mendeteksi Makanan Halal atau Tidak

Keren, ITS Kembangkan Sensor untuk Mendeteksi Makanan Halal atau Tidak

Keren, ITS Kembangkan Sensor untuk Mendeteksi Makanan Halal atau Tidak

Keren, ITS Kembangkan Sensor untuk Mendeteksi Makanan Halal atau Tidak
Keren, ITS Kembangkan Sensor untuk Mendeteksi Makanan Halal atau Tidak

JAKARTA – Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Fredy Kurniawan, SSi, Msi, bersama dengan timnya berhasil mengembangkan alat pendeteksi gelatin babi dalam berbagai produk makanan. Inovasi ini merupakan salah satu upaya untuk mengenali dan mengendalikan beredarnya produk halal di tengah masyarakat.

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dengancara mengekstraksikolagen hewan dan mengeringkannya. Gelatin bisa dihasilkan dari kulit, tulang, maupun jaringan ikan hewan. Inovasi ini dilatarbelakangi dari banyaknya produsen makanan yang tidak mencantumkan informasi dengan jelas pada label kemasannya. Bahan-bahan yang dicantumkan hanya bahan utama dan jarang sekali disertakan bahan tambahan.

Sebagian masyarakat selaku konsumen memiliki kekhawatiran

dengan kurangnya informasi yang diberikan oleh para produsen makanan, khususnya masyarakat muslim. Sebagian dari mereka ada yang cemas dengan kandungan gelatin babi pada produk makanan.

Baca Juga:

Peneliti Bedah Respons Imun Manusia Saat Terinfeksi Corona
Zat Senyawa Ganja Dinyakini Melemahkan Sifat Ganas Bakteri Corona

“Nah, gelatin ini bisa dari babi, bisa dari sapi, bisa dari kambing tapi

yang banyak dijual itu babi, kalau impor cenderung babi kalau lokal itu sapi, karena produk ini kan pasarnya beda, kalau luar negeri itu gelatin babi lebih murah,” kata Fredy.

Selain tidak ada informasi bahanbaku yang lengkap dalam pembuatan makanan, teknik lama pengujian glukotin menggunakan Polimerase Chain Reaction (PCR). Kekurangan dari penggunaan PCR ini adalah harganya sangat mahal sehingga kurang cocok digunakan oleh setiap orang.

“Satu sampel itu harganya sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta

, itu untuk sekali analisis. Nah, sebenarnya tidak harus, tapi kalau PCR juga sering terjadi kesalahan karena gelatin yang digunakan sangat sedikit,” katanya.

 

sumber :

https://namabayi.co.id/doom-watch-apk/