Kebutuhan Dasar Anak Remaja

Kebutuhan Dasar Anak Remaja

Kebutuhan Dasar Anak Remaja
kebutuhan umum manusia baik anak-anak, orang dewasa, maupun para remaja merasakan kebutuhanuntuk mencintai dan di cintai, ingin memiliki pengalaman-pengalaman baru, ingin memperoleh pengenalan, atau pengakuaningin menjadi seseorang yang berdiri sendiri, dan ingin memuaskan kebutuhan ini lebih intensif. Para remaja membutuhkan pengalaman-pengalaman baru pada masa kanak-kanak, pengalaman baru ini di peroleh dalam keluarga atau dari tetangga. Sewaktu mereka meningkatmenjadi remaja, mereka mencari pengalaman baru di luar rumah dan tetangga. Mereka masih membutuhkan juga pengakuan dari orang tua dan tetangganya, tetapi kebutuhan untuk di akui oleh teman sebayanya lebih kuat pengaruhnya.
Menurut penelitian Ericson,Eisenberg, Glasser, Mead, Shore, dan Massimo, identitas merupakan kebutuhan yang sangat besar pada para remaja. Mereka ingin memilikisesuatu, ingin berbeda, ingin di kenal, dan ingin merasakan kehadirannya. Banyak perasaan tidak berharga yang di rasakan para remaja dapat di gindarkan dengan cara memberi mereka tanggung jawab tertentu sehingga mereka merasa dirinya penting.
Kebutuhan akan bantuan orang dewasa. Pertumbuhan berciri kemajuan dan kemunduran pada suatu saat para remaja ingin mempertahankan haknya untuk bertindak berdasarkan keputusannya sendiri tanpa campur tangan orang dewasa. Pada saat lain mereka membutuhkan nasehatserta bimbingan dan penyuluhan orang dewasa. Beberapa orang tua ada yang sabar dan cukup mengerti terhadap sikap remaja yang tidak konsisten ini. Para guru akan berusaha untuk menghindari sikap dogmatism dan otoriter dalam menghadapi para remaja andaikata mereka menyadari bahwa sikap yang tidak konsisten ini adalah suatu aspek yang wajar dari mereka yang sedang menuju kematangan.
Banyak program remaja yang gagal sebelum di mulai karena program tersebut direncanakan dan di organisasi oleh para ahli, lalu di desakkan para remaja. Kemampuan untuk mengarahkan diri secara bijaksana tumbuh melalui praktek. Hendaknya di sadari benar bahwa keputusan-keputusan para remaja tidak terlalu harus sesuai dengan pandangan orang dewasa. (Kelly).
Orang dewasa dapat membantu para remaja dengan baik, dengan cara memahami sumber-sumber yang menyebabkan kekacauan pada mereka. Misalnya dengan jalan mengajak mereka berbicara (bukan member khotbah) tentang perilaku serta konsekuensi-konsekuensinya dalam jangka panjang. Berilah mereka kasih saying yang beresumber dari pengertian, dan bantulah mereka dalam menetapkan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

 Remaja dalam Lingkungan Belajar Mengajar

Pertumbuhan mental dan pengukuran potensi. Selama ini ada anggapan bahwa pertumbuhan inteligensi berhenti pada usia 16 tahun. Pengertian ini di rumuskan apabila rata-rata individu berhenti sekolah pada kelas delapan. Terman dan Merrill dalam merevisi manual untuk Skala Inteligensi Stanford-Binet mengadakan penyesuaian table-tabel usia berdasarkan asumsi bahwa menurut penemuan akhir-akhir ini, pertumbuhan mental meluas diatas usia 15 tahun.penelitian terhadap penduduk di Amerika Serikat pada tahun 1960 menunjukkan bahwa mereka rata-rata mencapai pendidikan kelas 12. Menurut penelitian Owens terdapat bukti-bukti yang menunjuk kepada suatu kesimpulan bahwa inteligensi itu harus tumbuh atau berhenti, bergantung kepada apakah kapasitas individu untuk perkembangan mentalnya di latih atau tidak. Dan ini meluas sampai usia 50 tahun atau lebih.

baca juga :