Karangan Argumentasi SISTEM INFORMASI

Karangan Argumentasi SISTEM INFORMASI

Karangan Argumentasi SISTEM INFORMASI
Karangan Argumentasi SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi dibagi menjadi dua bagaian yaitu sitem dan informasi, yang masing-masing memiliki pengertian yang berbeda-beda. Sistem merupakan kumpulan terdiri dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan informasi merupakan data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagai penerima dan dapat berupa fakta, dan juga bermanfaat mempunyai banyak pengertian atau definisi antara lain yang seperti kita ketahui adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu, karena tentu kita sebagai manusia membutuhkan banyak informasi pada suatu bidang tertentu. Terkadang orang mempunyai pengertian yang salah terhadap sistem informasi, mereka seolah berfikirr sistem informasi dengan sistem. Jika dilihat dari definisi dan pengertiannya kita mengetahui jika sebuah sistem tentu mempunyai atau terdiri dari berbagai komponen yang mendukung yang saling berinteraksi, bekerjasama, dan membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dalam system tersebut dapat berupa suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sistem. Sistem tersebut pun tidak memperdulikan berapa besar kecilnya suatu sistem, selalu mempunyai komponen dan subsistem atau bagian-bagian dari sistem yang mendukung. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan dapat mempengaruhi kerja fungsi sistem tersebut secara keseluruhan. Jika kita lihat dalam pengertiannya , dalam suatu sistem pasti terdapat sistem yang lebih besar diantara sistem laiinya yang bisa dikatakan sebagai supra sistem, kita mengambil contoh dalam suatu perusahaan bisa katakan perusahaan tersebut sebagai supra sistem, sedangkan industri-industri kecil, menengah, ataupun besar, merupakan subsistem dari sebuah perusahaan tersebut.
Sebuah informasi harus akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan banyak pihak. Akurat pun dapat kita artikan juga berarti informasi tersebut juga harus jelas mencerminkan maksudnya atau maksud dari data yang akan kita informasikan kepada pihak lain. Tepat pada waktunya, berarti informasi tersebut harus datang tepat pada waktunya, berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat, dan juga informasi tersebut harus relevan, artinya informasi atau data yang diperoleh tersebut memiliki manfaat untuk pemakainya atau penerima informasi tersebut, tetapi terkadang relevansi yang didapat oleh tiap-tiap orang satu sama lain berbeda.Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dan sebagainya.
Kita sudah mengetahui bahwa kegunaan sistem dan informasi tersebut bermanfaat untuk apa, sehngga kita dapat mengetahui dan juga dapat menguraikan bagaimana sistem informasi tersebut. Terdapat berbagai komponen-komponen yang berada pada sistem informasi, input data yang akan masuk kedalam sistem informasi dikatakan sebagai komponen input, sesudah data tersebut dimasukkan kedalam suatu sistem informasi, data tersebut akan diproses dengan cara yang sudah ditentukkan untukl menghasilkan suatu keluaran tau sering kita sebut sebagai output yang merupakan komponen model, keluaran atau output tersebut akan menghasilkan suatu informasi yang berkualitas dan juga berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem tersebut, jika kita lihat mustahil jika dalam sebuah sistem tidak memiliki alat pendukung atau bisa dikatakan sebagai teknologi, teknologi tersebut digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran atau otput, dan membantu dalam pengendalian sistem tersebut. Data yang saling berhubungan tersebut akan tersimpan didalalam computer dengan menggunakan software atau perangkat lunak database, adapun komponen control dalam sistem informasi, yaitu system pengandali yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja sistem tersebut dalam sistemn informasi dan juga untuk menanggulangi jika terdapat gangguan terhadap sistem informasi tersebut.
Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut, misalnya untuk bagian input, proses dan output. Jika kita mengambil contoh pada kehidupan sehari-hari atu berhubungan dengan pekerjaan seseorang yaitu pada seorang salesmen yang memasukkan data penjualan bulan ini, maka disanalah terdapat manusia yang sedang melakukan input, dengan menggunakan hardware (perangkat keras) keyboard, dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah disediakan oleh sistem informasi tersebut. Terdapat pula ruang lingkup yang berada pada system informasi, yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya,maksud dan tujuan terdapatnya sistem informasi tersebut adalah jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan tentu bisa dikatakan kita berhasil, sama halnya dengan sistem informasi sebuah sistem informasi dikatakan berhasil apabila dapat mencapai suatu tujuan tertentu, ruang lingkup yang sejak dari awal telah ditentukkan pembuatannya, merupakan garis batas ruang lingkup kerja sistem tersebut., hal-hal yang berhubungan atu berkaitan dengan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada di luar lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat awal atau pada saat perencanaan sistem informasi.
Sistem informasi memiliki banyak pengertian, semua pengertian atau definisi tersebut semuanya itu mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer, yang dirancang untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi. Terdapat pula komponen fisik pendukung, jika pada perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer antara lain sistem operasi dan utilitinya, perangkat umum aplikasi atau bisa kita sebut sebagai bahasa pemrograman, dan perangkat lunak aplikasi. Terdapat pula basis data dalam sistem informasi yang berguna untuk penyimpanan data pada media penyimpanan komputer.
Dalam sistem informasi tersebut juga mempunyai pengelola, antara lain terkait antara hunbungan pengelola dengan suatu sistem informasi, di awal tadi kita sudah menjelaskan dan menyebutkan bahwa suatu sistem informasi tersebut mempunyai komponen-komponen yaitu pengelola (sub sistem) sebagai pengelola sistem informasi. Pengelola sistem informasi teroganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu, bentuk sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya. Adapun penerapan system informasi dalam aktivitas manusia, contoh pada sistem reservasi pesawat terbang, digunakkan untuk melayani pemesanan, dan pembelian tiket pesawat terbang. Sistem biometric yang kita ketahui dapat mencegah orang tidak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata. Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar dan jembatan rel kereta api. Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dan lain-lain. dari keseluruhan penjelasan tersebut dapat dikatakan dan disimpulkan bahwa suatu sitstem informasi akan berjalan dengan baik jika sistem tersebut sudah terorganisasi dengan baik, dan mendapatkan suatu informasi yang lebih akurat, tepat, dan relevan untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang baik, dan juga untuk mencapai tujuan tertentu.

Sumber : http://pokergratisweb.com/we-all-learn-best-through-passion/