Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Balada

Balada yakni jenis puisi gres yang berisi kisah dan dongeng tertentu. Balada terdiri atas 3 bait dengan tiap bait terdiri atas 8 baris dan berima a-b-a-b-c-c-b kemudian beralih jadi berima a-b-a-b-b-c-c-b-c. Berikut ini pola Balada:

Balada Ibu yang dibunuh
karya WS Rendra

Ibu musang di lindung pohon renta meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.
Burung kolik menyanyikan informasi panas dendam warga desa
Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik hingga mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
Lalu satu saat di pohon renta meliang
Matilah belum dewasa musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya semua peristiwa
Tanpa pinjaman satu dosa, tanpa.

Hymne

Hymne yakni jenis puisi gres yang berisi kebanggaan untuk tuhan, dewa, pahlawan, tanah air atau almamater dalam dunia sastra. Namun kini, hymne menjadi puisi yang dinyanyikan. Berikut ini yakni pola Hymne (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)

Ya Tuhan kami
Kami telah terpuruk dalam lautan dosa
Detik menit jam kami terendam dalam dosa
Pikiran yang mendua
Hati yang beku
Ampunilah kami

Ya Tuhan kami
Ya Tuhan
Telah kotor setiap inci daging ini
Telah hina diri ini
Menyalahgunakan karunia-Mu
Mengkufurkan nikmat-Mu
Semoga Kau tuntun kami kembali
Ke jalan kebenaran-Mu
Ke jalan lurus-Mu
Sebelum Kau panggil kami kembali
Ke alam kekal-Mu
Amin

Ode

Ode yakni jenis puisi yang berisi wacana sanjungan atau pujian. Kata-kata yang dipakai elok namun resmi. Berikut ini pola ode:

Guruku…
Cahaya dalam kegelapanku
Pengisi semua kekosonganku
Penyejuk kelayuan hatiku
Kau sirnakan segala kebodohan
Kau terangi setiap sisi jiwa
Kau terjang segala pandang negatif
Sungguh mulia hatimu
Sungguh besar pengorbananmu
Sungguh tak ternilai keikhlasanmu
Jasamu bagai emas mulia
Tak kan terganti hingga ajal menjemput
Tak kan tertutup oleh keburukan dunia
Guruku…
Terima kasihku dari dalam lubuk hatiku

Epigram

Epigram yakni puisi yang berisi wacana tuntunan dalam hidup. Berikut ini pola epigram:

Hari itu tak ada kawasan berlari
Tak ada kawasan bersembunyi
Tak ada memohon belas kasih
Semua sudah menyatu
Amal satu-satunya penolong
Amal satu-satunya cahaya
Merintih tiada berarti
Menyesal tiada berguna
Barulah sadar dunia yang fana

Epigram diatas berisi wacana pengingat untuk bersedekah selagi masih hidup.

Romansa

Romansa yakni salah satu jenis puisi gres yang berisi wacana luapan rasa cinta dan kasih. Berikut ini yakni pola romansa:

Kisah ini hanya kau dan aku
Tak ada ketiga, keempat, kelima
Aku yakni kau
Kau yakni aku
Senyummu yakni bahagiaku
Tangismu yakni laraku
Citamu yakni wajibku
Karena kau…
Adalah tulang rusukku

Elegi

Elegi yakni jenis pusisi gres yang berisi wacana luapan perasaan kesedihan. Puisis ini bertujuan untuk mengungkapkan perasaan murung cita, sedih, rindu terutama alasannya yakni kepergian seseorang atau penyesalan dimasa lalu. Berikut ini pola elegi:

Dalam erangan jiwa
Aku menangis mengingat-Mu
Dalam pilunya hati
Aku bersujud kepada-Mu
Dalam ratap tangisku
Aku berserah kepada-Mu
Renungi semua dosa dan khilaf
Takutku dan sesalku
Merangkai doa selalu kupanjatkan
Ya Tuhan…
Ampunilah dosaku
Ampunilah khilafku

Satire

Satire yakni jenis puisi gres yang isinya memuat wacana sindiran kepada penguasa/orang yang mempunyai posisi/jabatan. Salah satu sastrawan yang populer dengan sarirenya yaitu WS Rendra. Berikut ini pola Satire :

Lihatlah kami
Peluh dan keringat yakni mitra kami
Banting tulang yakni kesetiaan kami
Kekurangan yakni kelebihan kami
Penderitaan yakni keseharian kami
Tapi lihatlah dirimu
Tertawa di atas peluh keringat kami
Bersantai di atas remuknya tulang kami
Berfoya di atas kekurangan kami
Kau curi semua hak kami
Kau curi sesuap nasi kami
Kau berlimpah harta atas nama kami
Kau berjanji atas nama kami
Kami hanya cukup diam
Di atas sajadah kami
Semoga Tuhan membalas kezhaliman ini