Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Distikon

Distikon yakni jenis puisi yang terdiri atas dua baris dalam tiap baitnya.berikut pola distikon:

Pandanglah mata ibumu
Sayu namun penuh kasih sayang
Pandanglah mata ayahmu
Tegas namun penuh kasih sayang
Untukmu…mereka berjuang
Agar kelak kau sukses dunia akhirat

Terzina

Terzina yakni jenis puisi yang terdiri atas tiga baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola terzina:

Ayah…
Tajamnya matamu menyiratkan kekuatan
Dalam mendidik kami untuk tegap
Ayah..
Otot tanganmu tak pernah lelah
Membimbing kau selalu maju ke depan
Terima kasih slalu kuucapkan
Atas semua pengorbanan dan letihmu
Semoga Tuhan selalu menjagamu

Quatrain

Quatrain yakni jenis puisi yang terdiri atas empat baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola Quatrain:

Mulai menyeruak pelan
Kenangan masa kecil dulu
Mulai teringat pasti
Peluhmu untuk tawaku
Kini semua tak serupa
Tawamu bahkan tak sanggup kuperjuangkan
Tawamu tak sanggup kepandang
Oh Ibuku tersayang

Kuint

Kuint yakni jenis puisi yang terdiri atas lima baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola Kuint:

Detak jantungmu mengubah hidupku
Gerakan halusmu menyeruak jiwaku
Tendangan kencangmu menengok dunia
Selamat datang..
Putri kecilku

Sektet

Sektet yakni jenis puisi yang terdiri atas enam baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola Sektet:

Bangunan reot kayu tua
Atap jerami yang mulai tertembus
Pintu yang tak lagi rapat
Tanpa jendela melihat dunia
Rintikan hujan tak lagi sanggup dibendung
Rumahku kenanganku

Septime

Septime yakni jenis puisi yang terdiri atas tujuh baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola Septime:

Akankah datang…
Pagi esok dengan embun di atas daun
Sapaan halus dari bibir kecilmu
Rengkuhan manja dari tangan kecilmu
Langkah terhuyung namun semangat
Suaramu yang selalu memanggilku
Ibu..

Oktaf/Stanza

Oktaf/stanza yakni jenis puisi yang terdiri atas delapan baris dalam tiap baitnya. Berikut ini pola Oktaf/stanza:

Selama langit masih biru
Selama awan masih putih
Selama matahari masih bersinar
Selama siang berganti malam
Selama bintang bersama bulan
Kupanjatkan selalu doaku
Semoga kau sehat selalu
Oh Ayah Ibu.. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)

Soneta

Soneta adalahjenis puisi yang terdiri atas empat belas baris dan terbagi menjadi dua. Dua bait pertama berisi empat baris, dan dua bait kedua berisi tiga baris. Soneta berbeda dengan puisi gres lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada ketidakbebasannya dalam hal rima. Rima bait pertama sama dengan rima bait kedua. Sedangkan pola rima bait ketiga sama dengan rima bait keempat. Berikut ini pola soneta:

Siapa saya ini (a)
Hamba yang tak rajin sembahyang (b)
Tapi menuntut berumur panjang (b)
Tak tahu aib diri ini (a)
Ingin sanggup selalu bangun (a)
Ingin selalu dipandang orang (b)
Banyak rizki tanpa jauh dari sangkar (b)
Ingin semua serba niscaya (a)
Siapa saya ini (a)
Tanpa ada lapang dada hati (a)
Dan berserah diri (a)
Ampunilah saya Ya Tuhan (c)
Hamba yang selalu meminta kelebihan (c)
Tanpa ada dalam diri suatu kebaikan (c)