Indikator Kedisiplinan Kerja

Indikator Kedisiplinan Kerja

Indikator Kedisiplinan Kerja

Beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan kerja karyawan menurut Hasibun (2007:194) yang mempengaruhi kedisiplinan kerja karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan sebagai berikut :

Tujuan dan Kemampuan 

Tujuan dan Kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan.tujuan yang dicapai harus jelas akan ditetapkan secara ideal sera cukup menentang bagi kemampuan karyawan.
Teladan Pemimpin 
Teladan Pemimpin sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan karena pimpinan dapat di jadikan teladan dan penutan bagi para bawahannya.
Balas Jasa 
Balas Jasa ikut mempengaruhi kedisiplinan karyawan karena balas jasa akan memberikan keputusan dan kecintaan karyawan terhadap perusahaan atau pekerjaan mereka akan semakin baik pula.
Keadilan 
Keadilan ikut mendorong terwujut kedisiplinan karyawan karena eho dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta di perlakukan sam dengan karyawan lainnya.
Waskat (pengawasan ketat) 
Waskat adalah tindakan nyata yang dan paling efektif dalam mewujutkan kedisiplinan karyawan prusahaan. Dengan waskat berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi prilaku, moral, sikap, gairah kerja dan prestasi kerja bawahannya.
Sanksi Hukuman 
Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan dengan sanksi hukuman yang semakin berat maka karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-peraturan organisasi
Ketegasan 
Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan perusahan. Pimpinan harus tegas dalam bertindak untuk menghukum karyawan melanggar disiplin kerja sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan.
Hubungan kemanusian 
Hubungan kemanusian yang harmonis diantara sesama karyawan akan ikut menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu prusahan.
Tujuan Pembinaan Disiplin Kerja
Sebenarnya sangat sulit menetapkan tujuan pembinaan disiplin kerja perlu dilakukan oleh manajemen, secara umum dapat disebut bahwa tujuan utama pembinaan disiplinan kerja adalah demi kelangsumgam hidup perusahaan sesuai dengan motif perusahaan. Secara khusus tujuan pembinaan kedisiplinan kerja adalah sebagai berikut :
1. Agar para tenaga kerja menepati segala peraturan dan kebijakan ketenaga kerjaan maupun peraturan perusahaan yang berlaku,baik secara tertulis maupun tidak tertulis,serta melaksanakan perintah manajemen.
2. Dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta maupun memberikan pelayanan yang maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan perusahaan.
3. Dapat menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana ,barang dan jasa perusahaan dengan sebaik-baiknya.
4. Dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku pada perusahaan.
5. Tenaga kerja mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan harapan perusahan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.