ILMU SOSIAL YANG BERNUANSA ISLAM

ILMU SOSIAL YANG BERNUANSA ISLAM

ILMU SOSIAL YANG BERNUANSA ISLAM

Dewasa ini ilmu sosial tengah mengalami kemandekan

dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Kita butuh ilmu sosial, tetapi memecahkan secara memuaskan. Menurut kuntowijoyo kita butuh ilmu sosial profetik, yaitu ilmu sosial yang tidak hanya menjelaskan dan mengubah fenomena sosial, tetapi juga memberi petunjuk kearah mana transformasi itu di lakukan, untuk apa dan oleh siapa? Yaitu ilmu sosial yang mampu mengubah fenomena berdasarkan cita-cita etik dan fropektik tertentu. Yaitu perubahan yang didasarkan pada tiga hal. Pertama, cita- cita kemanusiaan, kedua, liberasi dan ketiga transendensi. Cita-cita profetik tersebut dapat diderivadikan dari hasil misi histori Islam sebagaimana terkandung dalam ayat surat Ali’Imran.

            Nilai-nilai kemanusiaan (humanisasi), liberasi dan transendensi yang dapat digali dari rakyat tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

Pertama, bahwa tujuan humanisasi adalah memanusiakan manusia dari proses dehumanisasi. Indusrialisasi yang kini terjadi terkadang menjadikan manusia sebagai bagian dari masyarakat abstrak tanpa wilayah kemanusiaan, mesin pasar, melihat manusia reduksionistik dengan cara parsial. Manusia telah menjadi bagian dari seksup masin kehidupan yang tidak lagi menyadari keberadaanya secara utuh.

Sementara itu liberasi tujuannya adalah pembahasaan manusia dari kungkungan teknologi, dan perasaan kehidupan, menyatu dengan orang miskin yang tergurus oleh kekuatan ekonomi raksasa dan berusaha membebaskan manusia dari belenggu yang kita buar sendiri.

Selanjutnya tujuan dari transendensi adalah menumbuhkan dimensi transendenstal dalam kebudayaan. Kita sudah banyak menyerah kepada arus hedonism, marerialisme dan budaya dekaden lainnya. Kini yang harus dilakukan adalah membersihkan diri dengan mengikatkan kembali kehidupan pada dimensi transcendentalnya. Kita ingin agar rahmat menyertai hidup kita terlepas dari dimensi ruang dan waktu pada saat kita berserah diri kepada kebesaran tuhan

Dengan ilmu sosial profetik, kita ingin melakukan reorientasi terhadap epistimologi, orientasi tehadap mode ofthought dan mode ofinquirity, yaitu suatu pandangan bahwa sumber ilmu bukan hanya berasal dari rosio dan empiri sebagaimana yang dianut dalam masyarakat barat, tetapi juga dari wahyu.

Dengan ilmu sosial yang demikian, maka ummat Islam akan dapat meluruskan gerak langkah perkembangan ilmu penngetahuan yang terjadi saat ini danjuga dapat meredam berbagai kerusuhan sosial dan tindakan kriminal lainnya yang sat ini banyak mewarnai kehidupan. Fenomena kerusuhan, tindakan kriminal, pemerkosaan, bencana kebakaran hutan, kecelakaan lalu lintas yang menelan ribuan nyawa manusia, penyalah gunaan narkotika dan obat-obat terlarang, penyimpangn sosial, tindakan nekad, perampasan hak-hak asasi manusia dan masalah sosial lainnya yang terusberkembang, secara sosiologi bukanlah masalah yang terdiri dari semua itu merupakan produk system dan pola piker, pandangan yang dekaden dan sebagainya. Pemecahan terhadap masalah tersebut salah satu alternatifnya adalah dengan memberikan nuasa keagamaan pada ilmu sosial yang oleh kuntowijoyo disebut sebagai ilmu sosial yang propetik. Dengan ilmu sosial yang demikian itulah kita siap menyongsong era globalisasi di adad XXI yang tanda-tandanya sudah tersa di kota-kota besar.


Sumber: https://ntclibya.com/follow-chess-apk/