Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional
Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan menghadapi tantangan globalisasi

. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyiapkan dua program baru, yakni kelas internasional dan program fast track.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan wacana didirikannya perguruan tinggi asing merupakan dua isu utama yang mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Untuk itu, Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, merasa ITS harus mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi tantangan tersebut ke depannya. “Untuk itu dua program baru ini akan diberlakukan ITS mulai semester depan,” jelasnya, Jumat (24/5).

Untuk kelas Internasional, lanjut Heru, program ini akan diberlakukan pada 16 program studi

(prodi) di seluruh ITS mulai tahun ajaran 2019/2020. Nantinya kelas tersebut akan berlangsung dengan pengantar keseluruhan berbahasa Inggris. Berkapasitas maksimal 30 orang, mahasiswa asing maupun lokal hanya bisa masuk kelas ini melalui seleksi jalur mandiri yang pendaftarannya mulai dibuka pada Juni 2019.

BACA JUGA – ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

Tidak hanya itu, kelas internasional ini juga digadang-gadang memiliki beberapa kelebihan lain.

Nantinya para mahasiswa akan difasilitasi untuk melakukan pertukaran pelajar ke kampus luar negeri yang telah menjalin mitra dengan ITS. Mahasiswa yang melakukan exchange yang mengambil mata kuliah di kampus tujuannya tersebut dapat melakukan transfer kredit mata kuliah yang diakui ITS. “Selain itu kelas akan didesain lebih modern, baik dari infrastrukturnya maupun metode mengajarnya,” tutur guru besar Teknik Kimia ini.

Heru pun mengaku persiapan untuk membuka kelas internasional ini telah dilakukan jauh-jauh hari. Tenaga pendidik hingga staf administrasi pun telah diberi pelatihan agar siap menghadapi perubahan ini. “SDM sendiri sudah kita persiapkan untuk menghadapi ini, termasuk staf yang telah kami kirim ke luar negeri untuk belajar,” tutur pria berkacamata tersebut.

 

Baca Juga :