Uncategorized

Kas pada valuta.

Kas pada valuta.Kas pada valuta.

Alat likuid ini berisi uang tunai yang dipelihara oleh bank untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

  1. Giro pada Bank lain

Rekening giro pada bank lain bertujuan untuk melancarkan transaksi antar bank (transfer, inkaso, transaks L/C, dan lain-lain)

  1.  Item-item uang tunai yang masih dalam proses inkaso.

Alat likuid ini terdiri dari cek bank sentral atau bank koresponden yang belum secara efektif dikreditkan pada rekening bank pada bank sentral atau bank koresponden.

               Tujuan dari alat likuid yang termasuk ke dalam kategori primary reserve ( cadangan primer ) adalah:

  1. Memenuhi reserve requirement yang ditempatkan dalam bentuk Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia.
  2. Memenuhi keperluan operasional bank sehari-hari.
  3. Penyelesaian kliring antar bank.
  4. Memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.

               Dapat di katakana likuid apabila bank syariah dapat memelihara GWB di Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dapat memelihara giro di Bank Koresponden dengan besarnya berdasarkan saldo minimum, dapat memelihara sejumlak kas secukupnya untuk memenuhi pengambilan uang tunai.

 

Sumber :

https://menitpertama.id/

Istrumen Likuiditas Bank Syariah

Istrumen Likuiditas Bank SyariahIstrumen Likuiditas Bank Syariah

     Untuk mengatasi masalah likuiditas dalam dunia perbankan, baik itu bersifat kelebihan likuiditas ataupun kekurangan likuiditas, maka banyak sekali cara yang bisa digunakan. Ketika terjadi kelebihan likuiditas, pemerintah bisa mengatasinya dengan cara menerbitkan surat berharga islami, baik itu seperti sukuk dan lainnya.

     Adapun instrumen yang harus dilakukan bank agar senantiasa dapat tetap likuid adalah :

  1. Memiliki Primary Reserve ( Cadangan Primer )

                        yaitu dalam kas atau saldo yang ada pada Bank Indonesia atau Bank lain. Dalam dunia perbankan, primary reserve terdiri dari:

  1. Giro pada Bank Sentral atau Giro Wajib Minimum (GWM)

Selama ini Giro pada bank sentral dikenal dengan istilah yakni merupakan kewajiban setiap bank untuk menitipkan dananya di BI. Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan BI, maka besarnya GWM minimal 5% dari total dana pihak ketiga (DPK) untuk valuta rupiah dan 3% dari dana pihak ketiga untuk valuta asing, dengan ketentuan sebagai berikut:

Pertama, bagi Bank Umum Syariah yang memiliki rasio pembiayaan dalam rupiah terhadap DPK kurang dari 80%, mendapat tambahan GWM sebagai berikut:

1)   Yang memiliki DPK > Rp 1 triliun s/d Rp 10 triliun wajim memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 1% dari DPK dalam rupiah.

2)   Yang memiliki DPK > Rp 10 triliun s/d Rp 50 triliun wajib memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 2% dari DPK dalam rupiah.

3)    Yang memiliki DPK > Rp 50 triliun wajib memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 3% dari DPK dalam rupiah.  Sedangkan bagi yang memiliki rasio pembiayaan dalam rupiah terhadap DPK sebesar 80% atau lebih; dan /atau yang memiliki DPK dalam rupiah sampai dengan Rp 1 triliun tidak dikenakan tambahan GWM.

Sumber :

https://tokopediaaplikasi.id/

Oligosakarida

Oligosakarida

Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida. Sehingga oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya.

  1. Polisakarida

Polisakarida merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Polisakarida terdiri dari : Homopolisakarida ; dibentuk oleh monosakarida yang sama, misalnya molekul amilum dan glikogen. Amilum cadangan makanan pada sel tumbuhan sedangkan glikogen cadangan pada sel hewan.

Amilum ; terdiri dari amilosa dan amilopektin Glikogen ; merupakan polimer dari molekul glukosa. Pada sel hewan jumlahnya sangat sedikit. Tetapi pada mollusca, hati, otot banyak mengandung glikogen. Inulin ; zat ini banyak terdapat pada sel akar tumbuhan tertentu, polosakarida ini tergolong fruktosa yang dihidrolisis menghasilkan fruktosa. Selulosa ; adalah polimer dari sellobiosa dengan rumus kimia (C12H22O11). Sellulosa banyak terdapat pada dinding sel tumbuhan tinggi yang berfungsi sebagai pelindung sel

Pos-Pos Terbaru

Hukum Humaniter Internasional

Hukum Humaniter Internasional

Konvensi Jenewa IV tahun 1949 dan protokol yang disetujui pada tahun 1977 mengatur aturan-   aturan perlindungan  warga sipil, t ermasuk beberapa  yang  secara  spesifik  memberi  perhatian pada perli ndungan anak. Pasal  3  sebagian menetapkan bahwa  non-pasukan, termasuk  warga sipil,

“dalam  keadaan  apapun  harus  diperlakukan  secara  berperikemanusiaan  tanpa  ada perbedaan  yang  merugikan  berdasar kan  pada  ras,  warna  kulit,  agama,  kepercayaan,  jenis kelamin, kelahiran, kekayaan, atau kriteria sejenisnya.”

“Secara khusus, semua bentuk kekerasan terhadap  kehidupan  dan  pribadi, termasuk  pembunuhan,  mutilasi ,  perlakuan  kejam  dan penyiksaan, penyanderaan, dan kesewenang-wenangan terhadap mar tabat pribadi”

Termasuk kekerasan seksual, dan  pelacuran  paksa,  sangat  dilarang.  Semua negara  memiliki  kewajibanuntuk menjamin bahwa undang-undang pidana negara tersebut menghukum tindakan-tindakan yang dilarang dalam Pasal Umum 3.

Pasal 17 Konvensi IV Jenewa mempersyaratkan bahwa ketika sebuah wilayah dikepung, penguasa setempat harus mengupayakan perundingan untuk mengeluarkan anak-anak serta  mereka yang terluka, sakit,  berusia  lanjut  dan  sakit-sakitan.  Pasal 23  Konvensi  IV  Jenewa  mempersyaratkan bahwa  semua  Negara  harus  mengijinkan  masuknya  perlengkapan  medis  yang  ditujukan  bagi warga sipil, dan makanan serta pakaian bagi anak-anak.

Secara umum, anak-anak berhak atas penghormatan dan perlindungan khusus dari segala bentuk penyerangan yang brutal. Protokol Tambahan II dalam pasal 4 (3) menjelaskan hak-hak anak atas perawatan dan bantuan yang mereka perlukan, apakah karena usianya atau karena alasan lain.

Anak  yatim  (piatu)  dan  anak  yang  terpisah  dari  orangtuanya  harus  disediakan  perawatan  dan pendidikan.  Pihak-pihak  yang  berkonflik harus  mengambil  langkah-langkah  untuk  memfasilitasi penyatuan kembali keluarga yang  terpisahkan oleh konflik dan, pada khususnya, untuk menjaga identitas anak.

Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan

Pengungsi (UNHCR)  telah mengadopsi  paduan rinci mengenai perlakuan pengungsi anak–anak dan  pencari  suaka  anak-anak,  dan  menawarkan  bantuan  teknis  dan  materi  dalam  berurusan dengan masalah tersebut. Beberapa dari hak yang paling dasar dari pencari suaka dan pengungsi anak-anak adalah:

  • Hak pencari suaka anak-anak untuk hearing dengan mempertimbangkan usia dan keadaannya dan hak atas bantuan khusus untuk mengajukan permohonannya.
  • Hak  untuk  tidak  ditahan sementara  permohonannya  sedang  dipertimbangkan, kecuali  bila penahanan  dipandang sangat perlu, dan dalam  hal  apapun,  hak untuk tidak  ditahan dalam jangka waktu yang lama
  • Hak  anak-anak  yang  tidak  terdampingi  untuk  dilindungi  identitasnya  dan  untuk  disatukan kembali dengan keluarganya, bila memungkinkan.
  • Hak  untuk  dilindungi  dari  kekerasan  fi sik,  kekerasan  seksual  dan  eksploitasi  seksual, khususnya ketika tinggal di kamp pengungsi yang besar.

Reformasi Hukum

Reformasi HukumReformasi Hukum

Perundang-undangan  Pidana  hendaknya  ditelaah  kembali  dengan  tujuan  untuk  memastikan bahwa  pelanggaran  berat  hukum  humaniter  internasional  —  termasuk  eksekusi,  penyiksaan, mutilasi dan kekerasan seksual terhadap penduduk sipil dan serangan terhadap warga sipil yang disengaja—diakui  sebagai  kejahatan,  sebagaimana  dipersyaratkan  oleh  Konvensi  Jenewa  dan Protokol-protokolnya.

Perundang-undangan  mengenai  imigrasi  hendaknya  ditelaah  kembali  dengan  tujuan  untuk memastikan bahwa hak-hak berikut diakui:

  • Hak  pencari  suaka  anak-anak  atas  perlakukan  yang  berperikemanusiaan,  hukum  yang sesuai dan bantuan lainnya dan mendesak agar keputusan mengenai permohonan mereka dilakukan segera.
  • Hak pengungsi anak-anak untuk tinggal dan dirawat oleh keluarganya. Negara-negara yang  mempunyai  warga  terusir  harus  sungguh–sungguh  mempertimbangkan diberlakukannya  perundang-undangan  berdasarkan  pada  Prinsip-prinsip  Panduan  tentang Internal Placement.

Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Menjadi  bagian  dari  instrumen  hukum  regional  dan  internasional  yang  berurusan  dengan perlindungan  anak  memberikan  pesan  yang  sangat  jelas  kepada masyarakat  internasional  dan pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat domestik bahwa suatu negara berkomitmen untuk menjamin perlindungan anak, serta menjamin penerapan undang-undang, kebijakan, dan program-program untuk mencapai sasaran -sasaran itu.

Sumber :

https://intergalactictravelbureau.com/google-umumkan-dukungan-suara-untuk-30-bahasa/

Metode Pembelajaran Mata Pelajaran SKI

Metode Pembelajaran Mata Pelajaran SKI

  1. Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan.[3] Guru menyampaikan materi penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik secara lisan. Sebelumnya guru harus mempersiapkan materi penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam masa Bani Abbasiyah secara lengkap kemudian diringkas sedemikian rupa agar dalam penyampaiannya yang ditonjolkan hanya pokok-pokoknya sehingga materi bisa tersampaikan secara keseluruhan dengan memerlukan waktu yang relatif singkat.

Kelebihan metode ceramah:

  1. Merupakan metode yang murah dan mudah
  2.  Memerlukan waktu yang sedikit
  3. Tidak memerlukan persiapan yang rumit
  4.  Guru dapat mengontrol kelas
  5. Pokok-pokok dapat ditonjolkan
  6.  Dapat menyajikan materi secara luas

Kelemahan metode ceramah:

  1. Materi yang dikuasai siswa terbatas pada apa yang dikuasai guru
  2. Akan membosan jika guru kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik
  3. Sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum
  4. Diskusi

Metode diskusi adalah metode yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa serta untuk membuat suatu keputusan.[4]

Dalam metode ini, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan materi penemuan-peemuan dan tokoh-toknya pada perkembangan Islam masa Bani Abbasiyah. Siswa nanti akan mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru kemudian dianalalis sehingga siwa dapat membedakan mana tokoh-tokoh penemuan dalam bidang ilmu filsafat dengan bidang matematika begitu seterusnya.

sumber :
https://bengkelharga.com/seva-mobil-bekas/

Pengaruh Prilaku Terhadap Pengambilan Keputusan

Pengaruh Prilaku Terhadap Pengambilan Keputusan

Ada empat prilaku terhadap pengambilan keputusan,yaitu  sebagai berikut.

  1. Nilai. Nilai dianggap sebagai pedoman jika seorang menghadapi situasi dimana harus dilakukan suatu pilihan.
  2. kepribadian. Aspek kepribadian meliputi sikap, Kepercayaan dan kebutuhan individu.
  3. kecendrungan mengambil resiko. Ada yang berani dalam mengambil resiko,ada yang ditengah-tengah dan ada yang penuh pertimbangan /kurang ambil resiko.
  4. Disonasi kognif. Adanya rasa cemas pada pengambilalan keputusan terhadap akibat dari keputusan yang diambilnya.
  1. Langkah-Langkah Dalam Pengambilan Keputusan

Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut

  1. Menentukan perlunya pengambilan keputusan
  2. Mengidentifikasi kriteria keputusan
  3. Mengalokasi pembobotan terhadap criteria
  4. Mengembangkan alternative
  5. Mengevaluasi alternative
  6. Memilih alternatif terbaik

Langkah-langkah tersebut tentunya tidak mutlak berurutan, melainkan harus disesuaikan dengan bobot keputusan yang akan diambilnya. Seringkali hal-hal khusus harus dimasukan didalamnya, antara lain menyangkut asumsi-asumsi yang harus dirumuskan agar alternatif-alternatif dapat lebih banyak dimunculkan. Dengan alternative yang relative lebih banyak, kemungkinan yang dievaluasi semakin banyak pula. Pada akhirnya, keputusan dapat diambil berdasarkan berbagai alternatif yang muncul.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Cara Budidaya Tanaman Cabe Rawit

Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut:

  1. Pengolahan Tanah

Dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari.

  1. Pembuatan Bendeng
  • lebar bedeng 100 – 120 cm
  • tinggi bedeng 20 – 30 cm
  • jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm .
  1. Syarat pupuk kandang yang baik
  • Tidak berbau
  • Tidak panas
  • Berwarna kehitam hitaman , dan
  • Benar – benar sudah matang
  1. Jarak Tanaman Cabai Rawit
  • 50 x 100 cm
  • 60 x 70 cm
  • 50 x 90 cm
  1. Cara Pembuatan Jarak Tanaman
  • Pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
  • Ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
  • Buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar
  1. Pesemaian

Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :

  1. Membuat bedeng atau tempat persemaian.

Ukuran bedeng persemaian sebagai berikut :

  • Lebar bedeng 1 – 1,2 m
  • Panjang bedeng 3 – 5 m
  • Tingi bedeng 15 – 20 cm
  1. Penyemaian Benih

kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata. beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :

  • semai bebas atau ditabur merata
  • semai dalam baris
  • semai berkelompok
  1. Penanaman

bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu.

  1. Ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
  • telah berumur satu bulan
  • tidak terserang hama dan penyakit
  • pertumbuhan tanaman seragam
  1. Cara Penanaman
  • siram bibit yang akan ditanam
  • pilih bibit yangakan ditanam
  • lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
  • padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah
  1. Pemeliharaan Tanaman
  2. Penyiraman

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah.

  1. Penyiangan

Rumput liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit.

  1. Pemupukan

Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah:

  • urea = 200 kg
  • TSP = 200 kg
  • KCI = 150 kg

Sumber:

https://works.bepress.com/m-lukito/7/

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

 

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

SEOUL

Gambaran sasis Samsung Galaxy A50 telah bocor secara online. Meskipun tidak memperlihatkan komponen internal, tapi gambar yang tersedia masih menyediakan banyak informasi.

Laman GSM Arena, Kamis (31/1/2019)

Menyebutkan, bukaan di bodi belakang cukup besar untuk menampung pengaturan tiga kamera, tepat di bawahnya terdapat lubang untuk ruang lampu kilat LED. Salah satu modul kamera membawa sensor 24 MP dan yang lain kemungkinan modul 3D ToF.

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Untuk kamera depan ditempatkan di takik waterdrop. Menurut rumor, Samsung menempatkan sensor 24 MP di bagian ini. Yang hilang dari rumor selama ini adalah ruang bagi pemindai sidik jari. Diberitakan sebelumnya, handset memiliki pemindai sidik jari di layar.

Sasis Galaxy A50 Tunjukkan 3 Kamera, Tapi Tak Ada Pemindai Sidik Jari

Untuk baterai, pabrikan Korea itu akan mengemas baterai 4.000 mAh. Pengisian dayanya menggunakan port USB-C di bagian bawah. Lalu di sebelahnya ada jack headphone 3,5 mm.

Samsung Galaxy A50 akan ditenagai oleh chipset Exynos 9610 dengan 4GB atau 6 GB dan penyimpanan internal 64 GB/128 GB, plus dual SIM. Handphone akan menjalankan Android 9 Pie, tidak seperti ponsel Galaxy M yang dimulai pada Android Oreo.

 

Sumber: http://situsiphone.com/

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance atau yang biasa di sebut tata kelola perusahaan

Adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan

Dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.

 

Tata kelola perusahaan adalah

Suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntut perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkunga Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) Prinsip-prinsip GCG adalah.

 

Transparansi Keterbukaan dalam melaksanakan proses

Pengambilan keputusan dan keterbukaan dalammengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan. 2. Kemandirian Keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan danpengaruh / tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.. 3. Akuntabilitas Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaanperusahaan terlaksana secara efektif. 4. Pertanggung jawaban Kesesuaian didalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yangberlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. 5. Kewajaran Keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkanperjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Contoh kasus Good Corporate Governance di Indonesia, yaitu : PT. Freeport Indonesia di Papua PT. Lapindo Brantas di Sidoarjo.

 

Newmont di Buyat Dari sebagian kecil kasus GCG

Tersebut dapat dicerminkan banyak kasus GCG yang terjadi di Indonesia yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan secara khusus, maupun masyarakat umum . Semakin pentingnya pengungkapan CSR bagi dunia bisnis di Indonesia, maka pemerintahterdorong untuk mengeluarkan regulasi terhadap kewajiban praktik dan pengungkapan CSR melalui Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007. Pada pasal 66 ayat (2) bagian c disebutkan bahwa selain menyampaikan laporan keuangan, perusahaan juga diwajibkan melaporkan pelaksanaan tanggung jawab social dan lingkungan. Disisi lain, perusahaan yang melakukan praktik pengungkapan CSR akan memperoleh manfaat.

 

Kotler dan Lee (2005) dalam Solihin (2009)

Menyatakan bahwa perusahaan akan terdorong untuk melakukan praktik dan pengungkapan CSR, karena dapat berdampak pada peningkatan penjualan dan market share, memperkuat brand positioning, meningkatkan citra perusahaan, menurunkan biaya operasi, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor dan analis keuangan. Kiroyan (2006) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan bahwa dengan 235 menerapkan CSR, diharapkan perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan dapat memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang.

 

Hal tersebut dapat mengindikasikan perusahaan tidak lagi

Melakukan pengungkapan CSR hanya sebatas pada kepatuhan terhadap aturan namun CSR sudah merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi luas pengungkapan dalam sustainablility report perusahaan. Perusahaan yang ingin membangun citra sebagai green company akan berusaha memaksimalkan sustainability report sebagai alat untuk membangun citra perusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi luas pengungkapan CSR dengan rumusan masalah sebagai berikut. (1) Apakah karakteristik Good Corporate Governance berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? (2) Apakah Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? (3) Apakah Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap luas pengungkapan CSR di Indonesia? Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahunan tentang pengaruh variabel GCG, Ukuran Perusahaan, dan Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap CSR

Sumber : https://dosen.co.id/