Peternak

cara budidaya ikan koi di kolam terpal

Cara Budidaya Ikan Koi Blitar Dan Tahapan Ala Blitar Jawa Timur

Cara Budidaya Ikan Koi Blitar Dan Tahapan Ala Blitar Jawa Timur

cara budidaya ikan koi di kolam terpal

 

Cara budidaya ikan koi Blitar – Saat sebelum menjawab pertanyaan ini, kita bakal bahas sedikit tentang ikan koi. Ikan koi yaitu sejenis ikan karper atau ikan mas dengan nama ilmiah cyprinus caprio. Dihasilkan berdasar pada perkawinan silang pada beragam jenis model ikan mas. Untuk Ikan koi sendiri pertama kalinya dipopulerkan di negara Jepang. Untuk di Indonesia sendiri, ikan ini telah popular mulai th. 1960. Meskipun saat ini banyak yang menyangsikan kwalitas ikan koi lokal, tetapi perubahan usaha budidaya ikan koi Blitar makin berkembang cepat. Terutama di daerah tersebut, yaitu Blitar Jawa Timur.
ebook teknik budidaya ikan koi,budidaya ikan koi di kolam beton,budidaya ikan koi dan pemasarannya,memelihara ikan koi dalam aquarium,memelihara ikan koi kolam terpal,memelihara ikan koi di bak mandi,
Cara budidaya ikan koi Blitar
Budidaya ikan koi Blitar ini sesungguhnya tidak sedemikiansusah buat di kerjakan. Tahapan yang dilakukan juga sama dengan waktu membudidayakan sejenis ikan mas. Terdapat banyak tahapan cara budidaya Blitar yang dapat Anda kerjakan seperti dibawah ini :

Pertama Penentuan Indukan Koi

Terutama Dulu Untuk memperoleh product ikan koi yang berkwalitas dari turunan indukannya, pasti kita harus pilih indukan yang berkwalitas juga. Umumnya indukan ikan yang berkwalitas dipunyai tiap-tiap penghobi maupun penangkar ikan. Bila Anda terasa kebingungan pilih indukan ikan ini, terdapat banyak ciri yang harus dipenuhi oleh indukan ikan koi yang bakal Anda budidayakan, sebagai berikut ini :

ebook teknik budidaya ikan koi,budidaya ikan koi di kolam beton,budidaya ikan koi dan pemasarannya,memelihara ikan koi dalam aquarium,memelihara ikan koi kolam terpal,memelihara ikan koi di bak mandi,
  • Ciri-ciri Indukan Ikan Koi Yang Bagus

  1. Mempunyai model berenang yang seimbang serta tenang.
  2. Ikan telah berumur cukup matang, yaitu berumur 2 th. lebih.
  3. Bentuk badan ikan ideal, dari mulai atas yang tampak seperti torpedo.
  4. Memiliki model yang mendekati atau sama, misalnya model kohaku dengan model kohaku lagi.
  5. Mempunyai warna yang kontras serta cemerlang.
  6. Indukan tampak sehat dengan gerakannya yang demikian gesit.
  7. Indukan betina koi serta jantan telah matang gonad.

Pemeliharaan Indukan Koi

ebook teknik budidaya ikan koi,budidaya ikan koi di kolam beton,budidaya ikan koi dan pemasarannya,memelihara ikan koi dalam aquarium,memelihara ikan koi kolam terpal,memelihara ikan koi di bak mandi,
Bagian dari cara budidaya ikan koi Blitar selanjutnya yaitu dengan pelihara indukan koi. Mengenai calon indukan yang akan dipelihara baiknya di masukkan pada kolam spesial. Kolam yang dipakai sendiri memiliki ukuran kurang lebih 150 cm dengan kepadatan yang sesuai. Buat kolam yang mempunyai ukuran 4×5 m selanjutnya Anda dapat isi kira-kira optimal 40 ekor untuk indukan jantan serta 20 ekor untuk indukan betina. Yakinkan indukan jantan serta betina dipelihara pada model kolam berbeda. Pakan yang Anda tambahkan dapat berupa pelet yang memiliki ukuran sebesar 8 mm. Mengenai jumlah pakan kira-kira 3 hingga 5 persen yang didapatkan dari berat badan ikan sepanjang 1 hari. Dengan frekwensi pemberian sejumlah 2-4 kali.

Bagian Pemijahan Indukan Ikan Koi

Langkah budidaya ikan koi Blitar setelah itu yaitu lewat langkah pemijahan. Ada banyak hal utama yang harus Anda cermati pada bagian pemijahan ini, dari mulai tempat pemijahan, sistem pemijahan, penetasan larva serta pendederan.

Penyortiran Ikan Calon Bibit

Bagian paling akhir yakni adalah bagian penyortiran ikan untuk mengambil keputusan nilai jual ikan koi. Dimana, bila ikan itu mempunyai kwalitas baik jadi Anda dapat jual dengan harga yang lebih tinggi. Langkah penyortiran ini bisa dikerjakan saat ikan berumur 1 bln.. Bila Anda mau supaya lebih aman lagi, maka Anda dapat mengerjakannya waktu berumur 3 bln.

Tersebut diatas tahapan-tahapan utama dalam cara budidaya ikan koi Blitar untuk membuahkan koi berkwalitas Baik! Bagai mana? Apakah Anda tertarik untuk Melakukannya?


cara budidaya ikan komet

Trik Dan Cara Budidaya Ikan Hias Komet Yang Menguntungkan

Trik Dan Cara Budidaya Ikan Hias Komet Yang Menguntungkan

cara budidaya ikan komet

Cara budidaya ikan hias komet memanglah membutuhkan trick spesial dalam pemeliharaannya. Ikan mas komet atau umum dimaksud dengan juga ikan komet mempunyai ciri khas yang demikian khas serta unik dibanding model ikan yang lain. Seluruhnya badan dari ikan komet ini hampir tertutupi oleh sisiknya. Ikan yang mempunyai postur badan ramping yang satu ini dibudidayakan pertama kalinya oleh masyarakat di negeri tirai bambu. Ikan komet awalannya berupa sama dengan ikan mas koki.
cara memelihara ikan komet di kolam,cara memelihara ikan komet dalam aquarium,budidaya ikan komet di aquarium,budidaya ikan hias komet,cara budidaya ikan komet di akuarium,
Cara budidaya ikan hias komet

Cara Persiapan Wadah Untuk Pembenihan

Wadah yang ditunaikan untuk budidaya ikan hias komet ini dapat berbentuk akuarium dengan dimensi ukuran 60x40x40 cm yang berupa persegi panjang. Saat sebelum dipakai, baiknya bersihkan akuarium terlebih dulu menggunakan sabun selanjutnya basuh memakai air serta setelah itu jemur akuarium supaya bakteri serta jamur tak melekat. Untuk pengisian air, baiknya siapkan air bersih serta steril. Anda bisa menggunakan air sumur yang pada awal mulanya telah diendapkan sepanjang 1 hari, untuk menyingkirkan kandungan zat beracun di dalamnya. Kemudian, isi air sampai ketinggian sebesar 30 cm selanjutnya kerjakan aerasi. Untuk media penempelan telur sang induk baiknya berikanlah tanaman air, berbentuk enceng gondok. Dikarenakan dalam bagian budidaya ikan hias komet, sang induk komet tidak bakal pelihara telurnya sendiri.
cara memelihara ikan komet di kolam,cara memelihara ikan komet dalam aquarium,budidaya ikan komet di aquarium,budidaya ikan hias komet,cara budidaya ikan komet di akuarium,

Penentuan Indukan Ikan Hias Komet

Cara Budidaya ikan hias komet langkah ke-2 yaitu penentuan induk. Penentuan induk komet yang telah masak gonad adalah trick yang paling pas dalam penentuan induk ikan komet tersebut. Sesaat untuk membedakan pada induk betina serta induk jantan sendiri, Anda dapat lihat ciri-cirinya dibawah ini :

Ciri-Ciri Induk Betina Ikan Komet

Induk betina mempunyai bintik-bintik dibagian sirip dada dengan struktur yang halus saat di raba. Bila dikerjakan pemijatan, pada induk betina ini bakal keluar cairan berwarna kuning yang bening. Untuk induk betina yang sudah masak, perut biasanya bakal merasa lembek serta sisi lubang genital sendiri berwarna kemerah-merahan.

Ciri-Ciri Induk jantan Komet

Dibagian sirip dada induk jantan, umumnya ada bintik yang berupa bulat menonjol dengan struktur kasar waktu diraba. Bila di urut, induk jantan ini bakal keluar cairan yang berwarna putih.

Bagian Pemijahan Indukan

cara memelihara ikan komet di kolam,cara memelihara ikan komet dalam aquarium,budidaya ikan komet di aquarium,budidaya ikan hias komet,cara budidaya ikan komet di akuarium,
Mengenai induk yang dipakai pada bagian pemijahan ini, dapat memakai rasio 1 : 2. Dimana, jumlah induk jantan komet sejumlah 1 yang mempunyai bobot 93, 28 gr. Sesaat induk betina sejumlah 2 ekor yang namanya juga sebagai ikan komet, di mana bobot betina pertama sebesar 72, 96 gr sedang bobot ikan betina ke-2 42, 97 gr. Pada bagian budidaya ikan hias komet ini masukkan induk pada akuarium yang telah di isi air lantas tempatkan enceng gondok pada akuarium ini juga sebagai substrat. Saat pemijahan umumnya berjalan saat malam hari sampai pagi hari. DI mana, induk mulai di masukkan di sore hari.

Penetasan Telur Ikan Komet

Umumnya penetasan telur sendiri bakal kelihatan waktu telur-telur telah menempel pada tanaman enceng gondok. Nah, karena ikan komet ini termasuk juga ikan hias yang tidak sukai menjaga telurnya, baiknya angkat telur-telur tadi sesudah menetas yaitu setelah 2-3 hari dari bagian pemijahan. Nah, tersebut sebagian bagian budidaya ikan hias komet yang menguntungkan untuk Anda

Budidaya Tikus Putih

Budidaya Tikus Putih

Budidaya Tikus Putih

Latar Belakang Tikus Putih

Tikus putih adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat, termasuk dalam keluarga rodentia, sehingga masih termasuk kerabat dengan hamster, gerbil, tupai, dan mahluk pengerat lainnya. Tikus (mus musculus) merupakan makanan yang paling digemari oleh reptilia karena kandungan gizinya lebih banyak dari pada katak. Makanan tikus putih adalah biji-bijian, akar berdaging, daun, batang dan serangga.

Tikus putih sering digunakan sebagai sarana penelitian biomedis, pengujian dan pendidikan.

Kaitannya dengan biomedis, tikus putih digunakan sebagai model penyakit manusia dalam hal genetika. Hal tersebut karena kelengkapan organ, kebutuhan nutrisi, metabolisme, dan bio-kimia-nya cukup dekat dengan manusia. Tikus putih yang dimaksud adalah seekor tikus dengan seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ekor serba putih, sedangkan matanya berwarna merah jambu. Selain tikus putih, jenis tikus yang sering digunakan untuk penelitian tikus putih besar (rattus norvegicus). Dilihat dari struktur anatomisnya, tikus putih memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada dan leher. paru-paru kiri terdiri dari satu lobus, sedangkan paru kanan terdiri dari empat lobus.

Ternyata tikus putih alias mencit ini tidak hanya untuk pakan reptil saja.

Tikus yang untuk pakan reptil adalah tikus putih biasa atau tikus afkiran. Tikus putih juga biasa digunakan untuk penelitian. Banyak mahasiswa STIKES atau mahasiswa Kedokteran dan Farmasi yang memanfaatkan tikus putih sebagai objek penelitian.
Harga tikus putih untuk penelitian tentu saja jauh lebih tinggi daripada tikus untuk pakan. Karena tikus-tikus untuk penelitian biasanya memerlukan persyaratan khusus. Misalnya: keseragaman galur, umur, dan bobot tubuh. Cara pemeliharaannya pun juga sedikit berbeda, lebih diperhatikan masalah kebersihan dan pakannya.
Permintaan tikus putih untuk penelitian ada spesifikasinya. Jenis tikus yang biasa untuk penelitian selain mencit (Mus musculus) adalah tikus putih besar (Rat) dari spesies Rattus norvegicus. Tetapi sekali lagi bukan sembarang Rattus norvegicus yang diminta untuk penelitian. Galur/strain Rattus norvegicus yang biasa diminta untuk penelitian dari galur Wistar dan Sprague Dawley (SD).

Umunnya penelitian mahasiswa di Indonesia menggunakan galur Wistar.

Sekarang ini, usaha untuk mengembangbiakkan tikus putih sudah mulai marah. Hal ini dikarenakan fungsi tikus putih yang beraneka ragam, serta harganya yang semakin mahal. Baca Juga: Cara Ternak Burung Lovebird Usaha untuk mengembangbiakkan tikus putih bisa melalui perusahaan besar yang bertugas mensuplai kebutuhan laboratorium sebuah institusi pendidikan, serta dari usaha perorangan yang melihat bisnis budidaya tikus putih adalah sebuah bisnis yang menjanjikan. Langkah pertama dalam budidaya tikus putih adalah menyiapkan indukan. Indukan yang baik dan sehat, kemungkinan besar akan menghasilkan keturunan yang baik dan sehat. Untuk membudidayakan tikus putih tidak perlu menggunakan tempat khusus. Tikus putih hanya perlu ditempatkan di bak-bak plastik sederhana, dengan tetap memperhatikan sirkulasi udaranya. Tidak ada makanan khusus yang harus disediakan untuk budidaya tikus putih. Tetapi ada sebuah pengalaman dari seorang pakar yang telah berhasil membudidayakan tikus putih selama bertahun-tahun bahwa : taoge merupakan makanan yang bisa dikonsumsi oleh tikus putih untuk memperbanyak anakan tikus. Indukan yang diberi makanan taoge biasanya akan menghasilkan anakan yang sangat banyak. Rata-rata periode kehamilan tikus putih adalah duapuluh hari. Pada masa itu, tikus putih yang sedang hamil harus dipisahkan dari tikus yang lain. Tujuannya adalah menghindari terjadinya stress pada tikus yang sedang hamil. Setelah beberapa hari, indukan tikus akan segera melahirkan anaknya yang berwarna merah. Untuk tikus muda, sekali melahirkan bisa menghasilkan empat ekor anakan, dan untuk tikus dewasa bisa menghasilkan sepuluh ekor anakan. Pada masa-masa itu, seorang peternak tikus putih harus selalu memperhatikan makanan bagi indukan tikus supaya gizinya terpenuhi. Bisa dibayangkan jika seekor tikus untuk sekali melahirkan mampu menghasilkan empat sampai dengan sepuluh ekor anakan, serta hanya memerlukan waktu duapuluh hari untuk masa kehamilannya, usaha budidaya tikus putih akan berkembang dengan sangat cepat. Dan dengan pertimbangan kebutuhan tikus putih yang semakin lama semakin meningkat, menjadikan peternak tikus putih semakin antusias untuk mengembangkan usahanya.

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal

Cara Ternak Kacer Praktis Hasil Maksimal

Bagaimana kacer operasi ternak hasil yang maksimal

Burung biasanya digunakan burung hias dan suara terutama perdengarkan. Nama latin dari murai burung robin dua spesies yang populer di Indonesia, kacer kacer Jawa dan Sumatera.
Secara umum, sejauh kacer Java atau kacer hitam kurang mendominasi pasar kehilangan dalam hal kualitas suara dibandingkan kacer atau kecer jar Sumatera. Tidak heran jika kacer jar kemudian sering menjadi pahlawan dalam kompetisi kicau burung. Kacer pot itu sendiri tidak jauh berbeda dari kacer hitam, tapi kacer poci suaranya lebih tinggi dari yang sangat jelas kemerduan suara dan udara penggerebekan terdengar. Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang cara kacer ternak untuk memaksimalkan hasil.

Bagaimana kacer ternak praktis hasil yang maksimal

kandang kacer

  • lebih baik ukuran 90×90 cm, tinggi 180 untuk meminta lampiran upaya dari paket atau jenis kayu yang sulit untuk menghindari rayap. pangkringan dibuat di dalam, Glodok Sarang, di mana makanan dan minuman, (dan bisa diakali dengan secangkir lumpur atau loyang) pengumpulan mandi burung, tumbuhan dan tulang cumi-cumi.

kacer pemilihan primer

  • indukannya mencoba berkualitas baik karena dapat mempengaruhi kualitas anakannya nanti. Dengan sifat fisik non-cacat panjang tubuh besar dan gerakan, anggun dan energik, mata tajam, kicau pekerja keras, dan berusia 10 bulan ke atas sebagai memasuki periode berahi. Jika mungkin mencoba untuk menjinakkan. Untuk makan sambil mengenakan Pelabuhan saja.

pasangan

  • memasuki burung jantan di kandang ternak, sementara perempuan tidak harus dicampur dengan laki-laki. Betina dapat dimasukkan ke dalam kandang untuk burung kecil dan menempatkan mereka di kandang. Setelah sinyal sepanjang burung biasanya laki-laki atau perempuan berkicau terus teras di bagian bawah kandang sementara ngleper-ngleper. Nah, baru akan dirilis dan dicampur dengan laki-laki di dalam kandang.

transplantasi

  • Selain itu, langkah keempat Anda hanya memperhatikan proses alami yang dilakukan burung. Rasa waktu bertelur, inkubasi dan menetas. Biasanya ketika laki-laki dan perempuan sudah mendapatkan bersama dan dicampur bersama di kandang ternak, segera pasti menelurkan, umumnya burung kacer bertelur 2-3 telur dan inkubasi berlangsung 14 hari, dan setelah itu biasanya dibuang Slot bersama dengan kulit telur sarang.
  • Anda perlu mempertimbangkan sebelum 14 hari untuk menetas 0,10 hari setidaknya Anda selalu memeriksa setiap pagi dan sore. Jika Anda pernah melihat kulit telur harus memberikan jangkrik pakan, belalang dan ulat, atau kroto. Dalam rangka untuk meloloh anakannya setiap pagi, siang, dan malam. Sampai anak dari glodokan atau sarang dan feed dirinya. Umumnya tidak sekitar usia 3 minggu.

pakan kacer

  • Langkah terakhir hanya memperhatikan gizi, karena setelah memasuki anak belajar untuk makan sendiri perlu makan konstan, jangan terlambat. Biasanya sekitar 4-5 minggu, anakannya up makan pecking indukannya untuk memberikan. Setelah memungkinkan sehingga dalam waktu 2-3 hari dan kemudian membagi anakannya, karena peternak biasanya akan bertelur lagi. Memberikan umpan Kroto dan Pelabuhan indah pagi dan sore

kesimpulan :

terutama mengingat kacer loyalis harga masih relatif murah sangat tidak populer dalam upaya ini. Satu akan dibanderol dengan harga Rs. 300000 – Rs. 400000 bawah kandang. Akibatnya, peluang bisnis burung kacer sebagai sangat baik dengan sejumlah pesaing masih sedikit. Namun demkian mengakui bahwa burung penangkaran kacer tidak semudah mempertahankan burung lainnya. Ada banyak hal yang membuat mereka lebih berat kacer ternak:
1. wanita yang tidak akan bertelur atau kawin
2. telur yang tidak ingin menetas
3. lingkungan yang sangat ramai
4. loyalis pilihan yang salah.
karena akan lebih baik jika Anda belajar tentang bagaimana kacer menangkar dari beberapa peternak yang mencapai sukses tidak hanya dari membaca karena hasilnya akan sangat berbeda. Selain dari semua itu, kacer ternak masih sangat mungkin bagi peluang bisnis karena masih ada sejumlah kecil petani ketika permintaan untuk pecinta burung kicau kacer banyak. Selain itu, jumlah burung kicau menurun jenis kacer di alam karena penangkapan yang berlebihan.

Budidaya Ikan Patin

Budidaya Ikan Patin

Budidaya Ikan Patin

 

Budidaya Ikan Patin

 

SEJARAH SINGKAT

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjangberwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengankandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini. Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

 

SENTRA PERIKANAN

Penangkaran ikan patin banyak terdapat di Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan.

 

JENIS

Klasifikasi ikan patin adalah sebagai berikut:

Ordo : Ostarioplaysi.

Subordo : Siluriodea.

Famili : Pangasidae.

Genus : Pangasius.

Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.

Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak, diantaranya:

  1. a) Pangasius polyuranodo (ikan juaro)
  2. b) Pangasius macronema
  3. c) Pangasius micronemus
  4. d) Pangasius nasutus
  5. e) Pangasius nieuwenhuisii

 

MANFAAT

1) Sebagai sumber penyediaan protein hewani.

2) Sebagai ikan hias.

 

PERSYARATAN LOKASI

1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.

2) Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

3) Apabila pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.

4) Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlalu keruhdan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).

5) Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 26–28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.

6) Keasaman air berkisar antara: 6,5–7.

 

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan, secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu pembenihan dan pembesaran. Kedua jenis kegiatan ini umumnya belum populer dilakukan oleh masyarakat, karena umumnya masih mengandalkan kegiatan penangkapan di alam (sungai, situ, waduk, dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan akan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih selepas masa pendederan. Benih ikan patin dapat diperoleh dari hasil tangkapan di perairan umum. Biasanya menjelang musim kemarau pada pagi hari dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Benih dapat juga dibeli dari Balai Pemeliharaan Air Tawar di Jawa Barat. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah, dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera diganti dengan air bersih, dan usahakan terhindar dari sengatan matahari. Sebelum benih ditebar, dipelihara dulu dalam jaring selama 1 bulan, selanjutnya dipindahkan ke dalam hampang yang sudah disiapkan.

Pada usaha budidaya yang semakin berkembang, tempat pembenihan dan pembesaran sering kali dipisahkan dengan jarak yang agak jauh. Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus agar benih selamat. Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik maupun kimia air, terutama menyangkut oksigen terlarut, NH3, CO2 , pH, dan suhu air.

 

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

1) Kolam pemeliharaan induk

Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

2) Kolam pemijahan

Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untukmenjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

3) Kolam pendederan

Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.

 

Pembibitan

1) Menyiapkan Bibit

Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolam sejak kecil atau hasil tangkapan dialam ketika musim pemijahan tiba. Induk yang ideal adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang benar-benar berkualitas baik.

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit

Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein. Upaya untuk memperoleh induk matang telur yang pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad.

 

Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :

  1. Induk betina

– Umur tiga tahun.

– Ukuran 1,5–2 kg.

– Perut membesar ke arah anus.

– Perut terasa empuk dan halus bila di raba.

– Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.

– Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.

– kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang

bentuknya bundar dan besarnya seragam.

  1. Induk jantan

– Umur dua tahun.

– Ukuran 1,5–2 kg.

– Kulit perut lembek dan tipis.

– Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.

– Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.

Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor perakuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karenamasih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk. Pembesaran ikan patin dapat dilakukan di kolam, di jala apung, melalui sistem pen dan dalam karamba.

  1. a) Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem

monokultur maupun polikultur.

  1. b) Pada pembesaran ikan patin di jala apung, hal-hal yang perlu diperhatikan

adalah: lokasi pemeliharaan, bagaimana cara menggunakan jala apung,

bagaimana kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses

pembesarannya.

  1. c) Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan

lokasi, kualitas air, bagaimana penerapan sistem tersebut, penebaran

benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.

  1. d) Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah:

pemilihan lokasi, penebaran benih, pemberian pakan tambahan,

pengontrolan dan pemanenan.

Hampang dapat terbuat dari jaring, karet, bambu atau ram kawat yang dilengkapi dengan tiang atau tunggak yang ditancapkan ke dasar perairan. Lokasi yang cocok untuk pemasangan hampang : kedalaman air ± 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar dandasarnya sedikit berlumpur. Terhindar dari gelombang dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untukmembantu mengencangkan jaring. Jarak antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1 m.

 

Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan

Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyakbanyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m2

2) Pemberian Pakan

Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (smpel).

3) Pemeliharaan Kolam dan Tambak

Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk perangsang nafsu makannya

 

HAMA DAN PENYAKIT

Hama

Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Hama serupa juga terdapat pada usaha pembesaran patin sistem hampang (pen) dan karamba. Karamba yang ditanam di dasar perairan relatif aman dari serangan hama. Pada pembesaran ikan patin di jala apung (sistem sangkar ada hama berupa ikan buntal (Tetraodon sp.) yang merusak jala dan memangsa ikan. Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang, dan seluang (Rasbora). Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Untuk menghindari serangan hama pada pembesaran di jala apung (rakit) sebaiknya ditempatkan jauh dari pantai. Biasanya pinggiran waduk atau danau merupakan markas tempat bersarangnya hama, karena itu sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar lokasi dibersihkan secara rutin. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Lepto-tilus javanicus), pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis), blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas wadah budi daya dengan lembararan jaring dan memasang kantong jaring tambahan di luar kantong jaring budi daya. Mata jaring dari kantong jaring bagian luar ini dibuat lebih besar. Cara ini berfungsi ganda, selain burung tidak dapat masuk, ikan patin juga tidak akan berlompatan keluar.

 

Penyakit

Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit noninfeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.

1) Penyakit akibat infeksi

Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.

  1. Penyakit parasit

Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% (satu gram metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.

  1. Penyakit jamur

Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan patin. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai tiga hari berturut- turut.

  1. Penyakit bakteri

Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip. Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang

ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas

  1. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain: (1) Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit, (2) Merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam, atau (3) merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.

2) Penyakit non-infeksi

Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi.Keracunan disebabkan oleh banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran lingkungan perairan.Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan.

– Ikan akan lemah, berenang megap-megap dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati. Pada kasus kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal.

– Kendala yang sering dihadapi adalah serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) mengakibatkan banyak benih mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan.

– Penyakit ini dapat membunuh ikan dalam waktu singkat.

– Organisme ini menempel pada tubuh ikan secara bergerombol sampai ratusan jumlahnya sehingga akan terlihat seperti bintik-bintik putih.

– Tempat yang disukai adalah di bawah selaput lendir sekaligus merusak selaput lendir tersebut.

 

PANEN

Penangkapan

Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari.

 

 Pembersihan

Ikan patin yang dipelihara dalam hampang dapat dipanen setelah 6 bulan. Untuk melihat hasil yang diperoleh, dari benih yang ditebarkan pada waktu awal dengan berat 8-12 gram/ekor, setelah 6 bulan dapat mencapai 600-700 gram/ekor. Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan menggunakan jala sebanyak 2-3 buah dan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 2-3 orang. Ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.

 

PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

1) Penanganan ikan hidup

Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:

  1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat
  1. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
  2. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

2) Penanganan ikan segar

Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:

  1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
  2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
  3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak

dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.

  1. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C.

Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.

3) Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah

sebagai berikut:

  1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
  1. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama

dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan

air sumur yang telah diaerasi semalam.

  1. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
  1. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi

menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Sistem terbuka

Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.

  1. Sistem tertutup

Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik: (1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih; (3) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air; (3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:1); (4) kantong plastik lalu diikat. (5) kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

– Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).

– Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong

plastik terjadi perlahan-lahan.

– Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.

– Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.

– Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya. Pengemasan benih harus dapat menjamin keselamatan benih selama pengangkutan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan benih ikan patin yaitu:

– Sediakan kantong plastik sesuai kebutuhan. Setiap kantong dibuat rangkap untuk menghindari kebocoran. Sediakan karet gelang untuk simpul sederhana. Masing-masing kantong diisi air sumur yang telah diaerasi selama 24 jam.

– Benih ikan yang telah dipuasakan selama 18 jam ditangkap dengan serokan halus kemudian dimasukan kedalam kantong plastik tadi.

– Satu persatu kantong diisi dengan oksigen murni (perbandingan air:oksigen = 1:2). Setelah itu segera diikat dengan karet gelang rangkap.

– Kantong-kantong plastik berisi benih dimasukkan kedalam kardus.

– Lama pengangkutan. Benih ikan patin dapat diangkut selama 10 jam dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98,67%. Jika jarak yang hendak ditempuh memerlukan waktu yang lama maka satu- satunya cara untuk menjamin agar ikan tersebut selamat adalah dengan mengurangi jumlah benih ikan di dalam setiap kantong plastik. Berdasarkan penelitian terbukti bahwa benih patin masih aman diangkut selama 14 jam dengan kapadatan 300 ekor per liter.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

CARA AGAR BURUNG PLECI CEPAT BUKA PARUH

CARA AGAR BURUNG PLECI CEPAT BUKA PARUH

CARA AGAR BURUNG PLECI CEPAT BUKA PARUH

CARA AGAR BURUNG PLECI CEPAT BUKA PARUH
CARA AGAR BURUNG PLECI CEPAT BUKA PARUH
Namun tahukah Anda jika untuk mendapatkan pleci yang gacor ngeroll itu butuh waktu yang tidak sebentar? Belum lagi jika harus membeli pleci yang sudah berkarakter, pastinya harga burung pleci bisa menjadi sangat mahal dipasaran. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatuur, sebenarnya ada trik-trik khusus yang bisa Anda coba agar burung pleci cepat buka paruh. Ingin tahu caranya? Berikut, tips agar burung pleci cepat buka paruh dan ngeroll.

Pilih bakalan atau ombyokan pleci jantan

Anda bisa membelinya di pasar burungatau datang langsung kepeternak. Lebih bagus lagi jika burung tersebut berasal dari trah jawara, karena akan lebih mudah untuk dilatih.

Hentikan pemberian pakan voer dan buah

Sebagai gantinya Anda bisa memberikan ef berupa ulat kandang, dengan dosis 1/2 cepuk (tempat makan). Selain itu beri juga susu kental manis di siang harinya.

Lakukan penjemuran

pada tempat yang tak terlalu terkena sinar matahari langsung, seperti dibawah pepohonan, Jemur burung mulai dari jam 5 sampai jam 9 pagi. Dan selama penjemuran Anda bisa memaster burung pleci dengan suara-suara dari burung kicauan lainnya atau menggunakan mp3 suara burung (audio) selama kurang lebih 1 jam.

Untuk malam hari nya

saat burung akan tidur, pastikan bahwa sangkar tidak dalam kondisi di krodong, dan gantung di tempat yang tinggi. Dan lakukan hal tersebut secara berulang setiap harinya.

Jika burung pleci mulai buka paruh

lalu ubah menu makanannya dengan buah pisan, susu (siang hari) dan madu (malam hari), serta berikan ef berupa ulat kandang 1 sendok teh.

Baca Artikel Lainnya: