Pertanian

Pertanian

CARA MENANAM CABE MERAH KRITING 

CARA MENANAM CABE MERAH KRITING 

CARA MENANAM CABE MERAH KRITING

CARA MENANAM CABE MERAH KRITING 
CARA MENANAM CABE MERAH KRITING

A. PENGELOLAHAN LAHAN UNTUK MEDIA TANAM

lahan terlebih dahulu harus di bajak atau di cangkul
buat bedengan sesuai dengan selera dan kebutuhan
taburkan kompos atau pupuk kandang secara merata dia atas bedengan
tabur dolomit diatas bedenga secara merata tujuan menaburkan dolomit ialah untuk mengurangi tingkat keasaman dari tanah tersebut
aduklah kompos dan dolomit yang sudah di taburkan di bedengan tersebut dengan menggunakan cangkul atau alat pengaduk lain.
rapikan bedangan. lalu tutup dengan mulsa penutupan bedengan dengan mulsa

B. PENANAMAN BIBIT/PENYEMAIAN BIBIT CABE

setelah semua langkah sudah di persiapkan maka penyemaian cabe siap di lakukan. penyemaian .proses penyemaian cabe juga tidaklah mudah,perlu ketelitian dan terdapat beberapa langkah yang harus di perhatikan. berikut adalah langkah-langkah yang harus di perhatikan ;
media penanaman bibit yang sudah sisiapkan sebaiknya di siram dulu agar tanah menjadi basah dan pastikan tanah benar-benar basah secara merata.
tabur bibit diatas media semai usahakan jangan terlalu kerap/rapat
tutup dengan tanah tipis-tipis kemudian siram
tutup dengan mulsa hitam lalu diamkan sampai lima hari . tunas cabe akan bermunculan
lakukan penyiraman secara rutin setelah cabai tumbuh.

Baca Juga:

BUDIDAYA TANAMAN SAWI CEPAT PANEN TANPA PUPUK KIMIA

BUDIDAYA TANAMAN SAWI CEPAT PANEN TANPA PUPUK KIMIA

BUDIDAYA TANAMAN SAWI CEPAT PANEN TANPA PUPUK KIMIA

BUDIDAYA TANAMAN SAWI CEPAT PANEN TANPA PUPUK KIMIA
BUDIDAYA TANAMAN SAWI CEPAT PANEN TANPA PUPUK KIMIA

Tanaman Sawi merupakan sayuran daun yang tumbuh subur di daerah panas maupun sejuk. tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 1200 mdpl. untuk mendapatkan hasil yang terbaik ada beberapa cara budi daya sawi salah satunya adalah dengan menanam didaerah berketinggian antara 100-500 mdpl.
sayuran ini sangat kaya dengan kandungan pro vitamin A dan asam askrobat (vitamin C ) yang baik untuk tubuh. selain itu sawi juga murapan sayuran yang enak sebagai campuran nasi goreng nan mie ayam.

jika anda ingin membudidayakan sawi itu adalah keputusan yang sangat tepat. sebab tanaman sawi dapat di tanam sepanjang tahun, hal ini di karenakan sawi dapat bertahan di musim kemarau yang sangat panjang. bagi anda yang ingin serius menanam sawi, ada baiknya untuk mengikuti tahap-tahap cara menanam sawi

1. pembenihan bibit sawi

yang menentukan budi daya sawi anda berhasil atau tidaknya adalh dalam pemilihan bibit sawi yang baik. berikutadalah ciri-ciri bibit sawi yang baik:

bentuk bulat kecil
kulit bibit sawi berwarna coklat kehitaman
agak keras jika di pencet
permukaan bibit licin dan mengkilap
kemasan benih dalam kemasan alumunim foil utuh dan tidak rusak
dibawah ini adalah contoh gambar bibit sawi yang sangat bagus:

2. penyemaian bibit sawi

proses selanjutnya adalah melakukan penyemaian biji. penyemaian biji dapat anda lakukan dengan tahapan sebagai berikut:
siapkan media tanam benih, berupa tanah dan pupuk kandang
ayak tanah dan pupuk dengan saringan untuk memisahkan dari sampah dan batu
campur tanah,pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1
masukkan campuran tersebut ke nampan atau anda bisa gunakan plastik kecil. dan juga bisa menggunakan yang di bentuk corong
langkah seanjutnya masukkan media tanam.dengan melubangi sedikit saja kemudian urug dengan tanah tipis
siram agr tanah menjadi basah
supaya penyemaian bisa tumbuh maksimal. sebaiknya penyemaian di lakukan di tempat yang teduh ,cukup mendapatkan sinar pagi saja, setelah biji tumbuh 2-3 minggu siap di pindahkan ke lahan tanam

3. pengolahan tanah

setelah bibit unggul sawi didapat, langkah berikutnya dalam menanam sawi adalah dengan mempersiapkan lahan yang akan digunakan untuk menanam.untuk mempersiapkan lahan tanam. dapat dilakukan dengan cara:
gemburkan tanah dengan cangkul secara merata
tambahkan pupuk kandang pada saat penggemburan agar pupuk tercampur rata dengan tanah
diamkan tanah gembur tadi selama 2 bulan sebelum ditanami sawi agar racun yang di tanah terbawa angin
khusus tanah yang memiliki keasaman yang tinggi, dapat dilakukan dulu pengapuran agar PH tanah sesuai. pengapuran dapat dilakukan dengan kapur kalsit.

Sumber: www.tanam.co.id

Sejarah Atletik

Sejarah Atletik

Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon,Atlun yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan Lari,Lompat,Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman Primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup pada zaman itu adalah yang kuat;yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani.

Pada zaman Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik ini juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris Athletic, dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belanda Atletiek, dalam bahasa Jerman Athletik. Untuk dapat memahami pengertian tentang Atletik, tidaklah lengkap jika tidak diketahui sejarah atau riwayat istilah atletik serta perkembangannya sebagai salah satu cabang olahraga mulai zaman purbakala sampai zaman modern ini. Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian dan pengetahuan tetapi mengetahui dan mengikuti perkembangan atletik sejak zaman kuno sampai dengan zaman sekarang. Dengan mengetahui kejadian-kejadian pada masa lampau, dapat diambil hikmahnya untuk menentukan langkah-langkah dimasa yang akan datang.

.

2.2  Cabang-Cabang Atletik

  1. Lari
  2. Lempar
  3. Lompat
  4. Jalan

Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon,Atlun yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan Lari,Lompat,Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman Primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup pada zaman itu adalah yang kuat;yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani.

Pada zaman Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik ini juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris Athletic, dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belanda Atletiek, dalam bahasa Jerman Athletik. Untuk dapat memahami pengertian tentang Atletik, tidaklah lengkap jika tidak diketahui sejarah atau riwayat istilah atletik serta perkembangannya sebagai salah satu cabang olahraga mulai zaman purbakala sampai zaman modern ini. Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian dan pengetahuan tetapi mengetahui dan mengikuti perkembangan atletik sejak zaman kuno sampai dengan zaman sekarang. Dengan mengetahui kejadian-kejadian pada masa lampau, dapat diambil hikmahnya untuk menentukan langkah-langkah dimasa yang akan datang.

.


2.2  Cabang-Cabang Atletik

  1. Lari
  2. Lempar
  3. Lompat
  4. Jalan

sumber :

Classic Car Parking Real Driving Test 1.2 Apk for android

Aspek Produksi Cabe Rawit

Aspek Produksi Cabe Rawit

Aspek Produksi Cabe Rawit

Aspek Produksi Cabe Rawit

  1. Gambaran dari Produk

Cabai rawit (Capsicum sp.) merupakan tanaman hortikultura sayur–sayuran buah semusim untuk rempah-rempah yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Kebutuhan terhadap mata dagangan ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Selain itu, cabai rawit sebagai rempah-rempah merupakan salah satu mata dagangan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha. Karena selain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga termasuk mata dagangan yang mempunyai peluang pemasaran ekspor non migas yang sangat baik.

 

 

  1. Kecocokan Lokasi

Pada umumnya tanaman cabai rawit dapat ditanam di daerah dataran tinggi maupun di dataran rendah, yaitu lebih dari 500 – 1200 m di atas permukaan laut, yang terdapat di seluruh Indonesia terutama di Pulau Jawa. Meskipun luasan lahan yang cocok untuk cabe masih sangat luas, tetapi penanaman cabai di dataran tinggi masih sangat terbatas. Pengembangan tanaman cabai rawit, lebih diarahkan ke areal pengembangan dengan ketinggian sedikit di bawah 800 m di atas permukaan laut. Terutama pada lokasi yang air irigasinya sangat terjamin sepanjang tahun. Di Indonesia, menurut catatan terakhir tersedia lahan yang cocok untuk tanaman cabai seluas 7.570.600 ha. Dari jumlah tersebut yang telah dimanfaatkan 162.283 ha (1991), dan sampai akhir 1995 menjadi 173.161 ha, meningkat sebesar 12,5%. Peningkatan luas tanam ini tidak diikuti oleh peningkatan luas panen, sehingga jika diukur dari rata-rata luas panen cabai selama kurun 1991 sampai 1995, maka dari total luas lahan yang cocok untuk cabai, baru teroleh sebanyak 167.722 ha atau hanya sekitar 0,45% (Tabel 4).

  1. Pola Tanam

Budidaya atau usaha tani tanaman cabai rawit selama ini dilakukan secara monokultur dan pola rotasi tanaman. Pada pola rotasi tanaman. Pada pola rotasi tanaman maka pola yang lazim dianut para petani adalah dengan melakukan pergiliran tanaman pola 1 : 2 yaitu satu kali tanaman cabai rawit dan 2 – 3 kali tanaman palawija/sayuran lainnya yang tidak sama family tanamannya dengan cabai rawit. Untuk model kelayakan ini digunakan monokultur cabai merah sepanjang tahun, dengan masa lahan kosong selama 1 bulan di antara siklus tanam.

  1. Aspek Teknik Budidaya

Keberhasilan usaha produksi cabai rawit sangat ditentukan oleh aspek taknis budidaya di lapangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman cabai merah adalah sebagai berikut:

  1. Pemakaian benih cabai rawit yang unggul yang tidak terkontaminasi virus.
  2. Ketersediaan air yang cukup sepanjang periode tanam/sepanjang tahun.
  3. Pola tanaman yang baik dan sesuai dengan iklim.
  4. Pengolahan tanah yang disesuaikan dengan kemiringan lereng dan arah lereng.
  5. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman cabai merah dilaksanakan secara teratur
  6. sesuai dengan kondisi serangan hama dan penyakit
  7. Cara panen serta penanganan pasca panen cabai merah yang baik dan benar.

Keberhasilan produksi cabai rawit sangat dipengaruhi oleh dan ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan. Sifat unggul tersebut dicerminkan dari tingginya produksi. Ketahanan terhadap hama dan penyakit serta tingkat adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim. Musim tanam di daratan tinggi dilakukan antara bulan April – Mei untuk periode tanam pertama dan antara bulan September – Oktober untuk periode tanam ke dua. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai rawit yaitu lahan yang tanahnya berstruktur remah atau gembur, subur dan kaya akan bahan organik, pH tanah antara 6.0 dan 7,0. Oleh karena itu pengolahan tanah yang baik dengan menggunakan traktor atau menggunakan cangkul, harus mencapai kedalaman olah Aspek Produksi

 

  1. Luas Model dan Beban Biaya

Uraian mengenai unit luasan kebun dan biaya-biaya dalam usaha tani cabai merah ini ditentukan berdasarkan asumsi-asumsi kemampuan seorang petani dalam menangani budidaya tanaman cabai merah hibrida (hot beauty). Unit luasan lahan kebun untuk usaha tani cabai merah tersebut ditetapkan satu hektar. Bilamana diasumsikan bahwa petani rata-rata saat ini memiliki lahan seluas 0,5 ha, maka perlu menyewa 0,5 hektar lagi. Beban biaya yang diperlukan pada periode awal untuk usaha tani cabai merah seluas satu hektar tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel  Biaya Proyek per 1 Ha

No Komponen Biaya Produksi Rupiah
1 Biaya Pra Investasi 20.000
2. Biaya Investasi 5.500.000
3. Biaya Investasi modal Kerja 15.099.000
Total Biaya Proyek 20.619.000

Modal sendiri yang diasumsikan harus dimiliki petani adalah Rp. 619.000,-, sehingga besarnya permohonan pembiayaan untuk modal usaha (investasi dan modal kerja) adalah sebesar Rp. 21.019.000,-, di mana Rp. 400.000 diantaranya untuk keperluan pembayaran premi asuransi.

  1. Prasarana dan Sarana yang Diperlukan

Prasarana dan sarana yang dibutuhkan dalam usaha tani cabai rawit mencakup dua hal pokok yaitu:

  1. Investasi yang berupa tanah, peralatan dan administrasi.
  2. Alat dan Bahan produksi kerja termasuk di dalamnya bibit, mulsa plastik, pupuk, pestisida, tenaga kerja, gaji pengelola, transportasi dan traktor

Sumber:

https://works.bepress.com/m-lukito/8/

Persiapan Teknis Budidaya Cabai

Persiapan Teknis Budidaya Cabai

Persiapan Teknis Budidaya Cabai

Persiapan Teknis Budidaya Cabai
Persiapan Teknis Budidaya Cabai

Budidaya cabai merupakan pilihan agribisnis yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk itu tips menanam cabai yang benar dan tepat, Baik cara pengendalian hama penyakit maupun teknik budidaya cabai sangat menentukan keberhasilan budidaya cabai tersebut. Tips atau cara menanam cabai di sini telah di sesuaikan dengan kondisi di lapangan pada saat ini. Nah mari kita simak rangkaian sedemikian rupa sehingga tips menanam cabai tersebut sangat praktis dan mudah yang sangat di terapkan bagi anda petani Pemula. Sesuai yang telah di terapkan sebagai berikut.

Syarat-syarat Tumbuh Tanaman Cabai

  1. Tanah : Tanah tempat penanaman cabai haruslah gembur dengan kisaran pH 6,5-6,8.
  2. Air : Tanaman cabai atau cabe memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhanya. Air tersebut berfungsi sebagai pelarut unsur Hara. Pengangkut unsur hara ke organ tanaman, Pengisi cairan tanaman, Serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh Berlebih-lebihan.
  3. Iklim : Angin Sepoi-sepoi sangat cocok untuk budidaya cabai/cabe. Dan curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. intensitas sinar matahari sangat di butuhkan tanaman cabai/cabe, yang berkisar antara 10-12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai/cabe 24 derajat C-28 derajat C.

Persiapan Teknis Budidaya Cabai/Cabe

  1. Pemeliharaan Lokasi Budidaya Cabai Atau Cabe : Lokasi budidaya cabai sebaiknya di pilih yang sangat strategis, Dan Transportasi mudah, yang dekat dengan sumber air, Dan jauh dari area penanaman cabai/cabe lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk anda perhatikan, Dan yang paling baik lahan tidak di tanami tanaman cabe selama minimal 2 tahun terakhir agar di peroleh hasil yang Optimal.
  2. Pengukuran pH Tanah Budidaya Cabai/Cabe : Pengukuran pH tanah di perlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapue pertanian pada tanah masam atau pH rendah (Di bawah 6,5). Pengukuran dapat menggunakan dengan kertas Lakmus, pH meter, Atau cairan pH tester. Dan Pengambilan titik sampel bisa di lakukan secara Zigzag.
  3. Persiapan Sarana Prasarana Budidaya Cabai/Cabe Sesuai Dengan Urutan Sebagai Berikut :
  • Pengadaan tanah untuk media semai.
  • Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian.
  • Pengadaan benih mulsa PHP (Plastik hitam perak).
  • Pengadaan pestisida.
  • Pengadaan ajir, Dan bambu penjepit mulsa PHP (Plastik hitam perak) Dan tali pertanian.
  • Pengadaan Peralatan.
  • Dan persiapan tenaga kerja.

Pelaksanaan Budidaya Cabai/Cabe

Persiapan Lahan Budidaya Cabai, Sesuai Dengan Urutan Sebagai Berikut :

  • Pembajakan dan penggarutan.
  • Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, Dan tinggi mencapai 40-70 cm, Terus lebar sekitar 50-70 cm.
  • Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
  • Pemberian Pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP.
  • Pengadukan/Pencacakan bedengan agar pupuk yang telah di berikan bercampur dengan tanah. Terus rapikan bedengan tersebut.
  • Pemasangan mulsa PHP.
  • Pembuatan lubang tanam.
  • Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm, Dan musim hujan bisa di perlebar 70 cm x 70 cm. Bertujuan untuk menjaga kelembaban udara di sekitar tanaman cabai atau cabe.
  • Pemasangan Ajir.

Persiapan Pembibitan Dan Penanaman Budidaya Cabai/Cabe

  • Rumah atau sungkup pembibitan.
  • Pembuatan media semai, Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, Dan 150 g NPK Halus. Kemudian media semai di masukkan kedalam polibag semai.
  • Penyemaian benih cabai/cabe.
  • Pemeliharaan bibit, Pembukaan sungkup di mulai jam 07.00 – 09.00. Kemudian sungkup di buka lagi sekitar jam 15.00 – 17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harusdi buka penuh, Untuk penguatan tanaman. Kemudian penyiraman jangan terlalu basah, Di lakukan setiap pagi. Dan penyemprotan pestisida di lakukan pada umur 15 Hari setelah semai, Dan dosis 1/2 dari dosis dewasa.
  • Pindah tanam. Bibit cabai atau cabe berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke Lahan.

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

Langkah Mudah Budidaya Cabai Rawit

Langkah Mudah Budidaya Cabai Rawit

Langkah Mudah Budidaya Cabai Rawit

Langkah Mudah Budidaya Cabai Rawit
Langkah Mudah Budidaya Cabai Rawit

Cabe (Cabai) Dapat tumbuh baik di dataran tinggi, maupun di dataran yang rendah. Bertanam cabe rawit tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila diusakan dan bersungguh-sungguh, Jika 1 hektar tanaman cabe (cabai) rawit mampu menghasilkan (8 ton buah cabai rawit) Karena tanaman cabe rawit dapat kita usahakan selama dua setengah tahun selama musim tanam.

Pesemaian

Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik. Adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut di bawah ini :

  1. Membuat bedeng atau tempat pesemaian, Ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut :
  • Lebar bedeng : 1- 1,2 m
  • Panjang bedeng : 3-5 m
  • Tinggi bedeng : 15-20 m
  1. Penyemaian benih : Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antara 300-500 benih. Dan sebelum benih di semai atau di tabur, Tempat persemaian di siram merata terlebih dahulu, Dan beberapa cara menyemai benih cabai (Cabe) rawit sebagai berikut di bawah ini :
  • Semai bebas atau di tabur merata
  • Semai dalam baris
  • Semai berkelompok

Penanaman

Bibit tanaman cabai atau cabe yang telah berumur 1 bulan segera di tanam, dan penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu.

Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut di bawah ini :

  • Telah berumur 1 bulan
  • Tidak terserang hama dan penyakit
  • Pertumbuhan tanaman seragam

Cara penanaman

  • Siram bibit yang hendak di tanam.
  • Pilih bibit yang akan di tanam.
  • Lepaskan bumbung atau plastik dari bibit.
  • Dapatkan tanah di sekeliling tanaman bibit yang telah di masukkan kelubang agar tidak rebah.

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyiraman :Pemeliharaan tanaman di lakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah.
  2. Penyiangan : Rumpu liar yang tumbuh di sekitar tanaman harus di cabit atau di siang dengan kored atau sabit.
  3. Pemupukan : Jumlah pupuk yang di perlukan dalam 1 hektar adalah :
  4. Urea : 200 kg
  5. TSP : 200 kg
  6. KCI : 150 kg

Hama dan penyakit : Hama yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah :

  1. Tungau
  2. Kutu daun berwarna kuning
  3. Kutu gurem atau thrips

Tanda-tanda tanaman terserang :

  1. Tanaman seperti berwarna perak
  2. Tanaman tampak pucat
  3. Daun menjadi layu

Pengendalian :

  1. Cabut tanaman yang terserang berat
  2. Kumpulkan bagian tanaman yang terserang lalu di bakar

Panen

Penen merupakan kegiatan yang di Nanti-nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman, Produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai (cabe) besar, Hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu, 2-3 Tahun. sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai (cabe) besar.

Cabe rawit dapat di panen hijau atau (Muda) dan di panen merah atau telah masak. Apabila cabe rawit di panen hijau, Cabai akan kelihatan bernas dan berisi. Pemanenan cabai rawit dapat di lakukan 4-7 hari sekali atau tergantung pada situasi harga pasaran.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id

Cara Budidaya Tanaman Selada

Cara Budidaya Tanaman Selada

Cara Budidaya Tanaman Selada

Cara Budidaya Tanaman Selada
Cara Budidaya Tanaman Selada

Syarat Tumbuh

Selada yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji. Suhu optimal bagi pertumbuhan selada ialah antara 15-25 C. Jenis tanah yang disukai selada ialah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada masih toleran terhadap tanah-tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan dan pupuk organik yang memadai. Sebaiknya tanah tersebut bereaksi netral. Jika tanah asam, daun selada menjadi kuning. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam sebaiknya dilakukan pengapuran terlebih dahulu sebelum penanaman.

Teknis Budidaya

Benih Selada diperbanyak dengan biji. Bijinya yang kecil diperoleh dari tanaman yang dibiarkan berbunga dan bertiuah. Setelah tua tanaman dipetik dan diambil bijinya. Namun, sekarang benih selada banyak dijual di toko pertanian. Khusus untuk benih selada hibrida lebih baik dibeli di toko. Hal ini bertujuan agar produksi dan mutu produksinya tetap prima. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 250 g benih. Umumnya benih selada disemai terlebih dahulu: Penanaman langsung dapat saja dilakukan, namun lebih baik kalau disemaikan lebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan di dalam kotak ataupun di lahan. Bila di lahan lakukan pengolahan tanah hingga gembur. Tambahkan pasir dan pupuk kandang. Taburkan bibit secara merata. Lalu tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Setelah berumur sekitar 3 minggu bibit siap dipindahkan ke lahan. Penanaman Tanah yang hendak ditanami diolah dahulu. Tanah dicangkul sedalam 20 cm. Balu-batu kecil maupun besar dikeluarkan dari lahan. tanah yang mengeras atau berbungkah dihaluskan. Ini penting karena perakaran tanamanselada yang kecil dan dangkal sulit menembus lapisan tanah yang keras. Selada ditanam dalam bedengan-bedengan. Lebar bedengan 1-1,2 m dengan tinggi permukaan tanah sekitar 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Antarbedengan dibuat parit kecil tempat mengatur kelebihan atau kekurangan air. Sedang jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 25 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaan Ketika tanaman berumur 2 minggu sudah harus dilakukan penyiangan. Hal ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu bersaing dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Penyiangan juga berfungsi untuk menekan serangan hama-penyakit. Interval pengerjaannya adalah seminggu sekali. Pengairan pada tanaman selada patut mendapat perhatian. Apalagi di dataran rendah di mana udara lebih panas dan sering kekurangan air. Kebutuhan air mutlak dipenuhi pada awal pcnanaman, saat penyiangan pertama (umur 2 minggu), dan ketika tanaman berumur sebulan. Bila hujan tidak turun, lakukan penyiraman dengan gcmbor atau melewatkan air melalui parit pengairan. Jaga pula agar parit pengairan mampu melewatkan kelebihan air di saat turun hujan lebat. Pemupukan Kebutuhan pupuk kandang untuk tanaman selada adalah 10 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan di permukaan areal tanam. Selain pvpuk kandang, tambahkan juga pupuk kimia terutama Urea. Dosis yang dibcrikan ialah Urea 200 kg, TSP 100 kg, dan KCI 100 kg ger hektar. Pupuk diberikan dalam aluran di kiri-kanan tanaman. Pemberiannya dilakukan saat penanaman.

Hama dan Penyakit

Tanaman selada sering menjadi sasaran kutu daun. Akibat serangan hama ini daun mengerut dan mengering karena kurang cairan. Jika tanaman muda yang diserang maka pertumbuhan tanaman tidak sempurna atau kerdil. Insektisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan kutu- ini antara lain Diazinon; Bayrusil, atau Orthene 75 SP. Semprotkan dengan dosis 2 cc/l air. Hama thrips cukup merisaukan petani selada. Ciri serangan thrips ialah daun menguning, mengering, dan tcrakhir tanaman mati. Hama ini dapat dikendalikan dengan Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml/l air. Penyakit yang sering ditemui di lahan selada ialah busuk batang. Gejalanya ditandai oleh batang yang melunak dan berlendir. Penyebabnya ialah cendawan Rhizoctonia solani. Bila menyerang tanaman di persemaian, sering mengakibatkan busuk akar. Saat kondisi lahan lembap serangan penyakit bisa menghebat, Untuk pencegahannya, kebersihan lahan harus dijaga dan kelembapan lahan dikurangi. Dapat pula dilakukan penyemprotan fungisida Maneb atau Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.

Panen dan Pasca Panen

Selada dapat dipanen ketika berumur 2-3 bulan setelah tanam. Namun, bisa saja kurang dari umur tersebut tanaman sudah layak konsumsi, jadi bisa dipanen lebih cepat. Cara panen selada dengan memotong bagian tanaman di atas permukaan tanah. Bisa juga dengan mencabut semua bagian termasuk akar. Setelah akar dicuci, daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan selada berdasar ukuran. Yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yarrg kecil. Selada ini harus segera dipasarkan karena tak tahan panas dan penguapan.

Baca Artikel Lainnya: