Pendidikan

Pendidikan

Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen
Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

Debat Calon Presiden Mahasiswa (BEM) dan Senat mahasiswa

(SEMA) Periode 2019/2020 di Universitas Raden Rahmat, Kepanjen, Kabupaten Malang, berlangsung seru dan menarik, Senin (14/1/2019) siang.

Debat calon Presiden dan Senat Mahasiswa ini, dihelat oleh Komisi Penyelenggara Pemilu Mahasiswa (KPPM) dengan tujuan, menjadikan sarana kampanye.

Sekaligus, mengedukasi mahasiswa tentang masalah yang sedang terjadi saat ini di Kampus UNIRA.

Ada 3 calon atau Pasangan Calon (Paslon) dari BEM. Paslon pertama Irvan Cahyono

dan Sahrul Evendi. Nomer dua Ainun Nafi’a Rahman dan Wahyu Sugeng. Serta pasangan nomer tiga Ahmad Ibnu Atho’illah.

Sementara 2 paslon dari Senat Mahasiswa yakni pasangan nomer satu Maulida Ilham Azizah dan Bahri Rozi. Sedang paslon nomer dua Azwar Muhamad Amin dan Fiki nur Hidayah.

Layaknya kontestasi pemilu sebenarnya, pasangan calon yang turun dalam debat terbuka ini, juga dihadiri oleh tim sukses calon dan mahasiswa dari berbagai jurusan.

“Ini sebagai edukasi kita selama menimba ilmu di kampus. Ada 200 mahasiswa yang menghadiri acara debat tersebut. Sementara tema debat yang kami angkat yakni Tri Darma Perguruan Tinggi dan Mewujudkan Tujuan Universitas,” ungkap Ketua KPPM UNIRA, Rudi Dwi Cahyono, Senin (14/1/2019) siang.

Kata Rudi, debat terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama pemaparan visi dan misi

dengan durasi waktu 10 menit. sesi kedua yakni debat antara panelis dengan semua paslon.

“Dalam sesi ini, para paslon diberi pertanyaan dari masing-masing panelis sesuai dengan tema,” beber Rudi.

Rudi melanjutkan, sesi ketiga debat antar paslon yakni dengan mengajukan pertanyaan kepada paslon lain dengan ketentuan harus sesuai dengan tema. Sesi terakhir yakni debat antara calon dengan mahasiswa. Dalam setiap pertanyaan yang diberikan mahasiswa, masing masing paslon diberi waktu dua menit untuk mengungkapkan jawabannya.

“Kami berharap kegiatan debat ini dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi semua mahasiswa dan membantu mahasiswa Unira untuk mengenal lebih jauh wawasan yang dimiliki para paslon Presiden mahasiswa dan senat mahasiswa,” terang Rudi.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

Ki Taka Naskah Jawa Kuno Mengandung Makna Keislaman

Ki Taka: Naskah Jawa Kuno Mengandung Makna Keislaman

Ki Taka: Naskah Jawa Kuno Mengandung Makna Keislaman

Ki Taka Naskah Jawa Kuno Mengandung Makna Keislaman
Ki Taka Naskah Jawa Kuno Mengandung Makna Keislaman

Tiga narasumber berbeda menggembleng para santri putri dan alumni dengan materi Ngaji Sejarah

dan Manuskrip yang digelar di halaman madrasah putri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Minggu (13/1/2019).

Ketiga pemateri tersebut masing-masing Ketua Kelompok Manuskrip Jawa, Ki Tarka, Pemerhati Sejarah Madura, Ilzamuddin, dan Penulis Buku Buju’ Raba, Abd Hamid. Ketiganya mengisi materi dengan tema ‘Pelestarian Manuskrip Kuno dalam Menjaga Otentitas Keilmuan’.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga narasumber menyampaikan materi sesuai dengan keahlian masing-masing

sesuai dengan pentunjuk tema dan bahasan yang sudah disiapkan panitia pelaksana.
Baca Juga:

Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri
Ratusan Handphone Dibakar
Innalillah, Mantan Ketua Suporter Trendi Meninggal Dunia
Bupati Pamekasan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Bahkan di sela-sela kegiatan Ngaji Sejarah dan Manuskrip, peserta juga diajak berinteraksi langsung oleh Ki Tarka, melalui sebuah tembang Jawa Kuno. Bahkan para peserta pun terlihat cukup menikmati sajian materi sekalipun dalam durasi waktu yang cukup panjang.

Tidak hanya itu, Ki Tarka juga memberikan sedikit wejangan mempuni seputar materi sejarah khususnya manuskrip.

“Jika ada orang yang beranggapan bahwa membaca naskah Jawa Kuno adalah hal musyrik, itu salah besar,” kata Ki Tarka.

Hal itu bukan tanpa alasan mendasar, sebab dirinya dengan komunitasnya juga sudah beberapa kali menelaah berbagai jenis manuskrip, khususnya naskah Jawa Kuno. “Naskah Jawa Kuno sebenarnya banyak mengandung makna keislaman,” ungkapnya.

Dalam momentum tahunan bertaraf internasional tersebut, para santri, alumni hingga masyarakat bakal dimanjakan dengan suguhan materi berbeda dari berbagai bidang keilmuan. Terlebih para narasumber yang dihadirkan juga ahli di bidangnya.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Baku     Tidak Baku
1. Abstrak = abstrac
2. Aktif = aktip, aktive
3. Aktivitas = aktifitas
4. Akuarium = aquarium
5. Alquran = Al-Quran, Al-Qur’an, Al Qur’an
6. Amfibi = amphibi
7. Analisis = analisa
8. Antarnegara = antar negara
9. Asas = azas
10. Asasi = azasi
11. Atlet = atlit
12. Atmosfer = atmosfir, atmosphere
13. Azan = adzan
14. Berpikir = berfikir
15. Cabai = cabe, cabay
16. Cenderamata = cinderamata
17. Daftar = daptar
18. Dekret = dekrit
19. Detail = detil
20. Direktur = director
21. Doa = do’a
22. Efektif = efektip, efektive, epektip, epektif
23. Efektivitas = efektifitas
24. Ekstrem = ekstrim, extrim
25. Elite = elit
26. Februari = Pebruari, February
27. Foto = photo
28. Fotokopi = foto copy, photo copy, photo kopi
29. Grup = group
30. Hakikat = hakekat
31. Hipotesis = hipotesa
32. Ijazah = ijasah, izajah
33. Imbau = himbau
34. Jadwal = jadual
35. Jumat = jum’at
36. Kaidah = kaedah
37. Karena = karna
38. Karisma = kharisma
39. Kategori = katagori
40. Komplet = komplit, kumplit
41. Kongres = konggres
42. Konkret = konkrit
43. Kreatif = kreatip, kreative
44. Kreativitas = kreatifitas
45. Kredit = kridit
46. Kualitas = kwalitas
47. Kuantitas = kwantitas
48. Kuitansi = kwitansi
49. Kultur = culture
50. Kuota = kwota
51. Laknat = la’nat
52. Lembap = lembab
53. Lesung pipi = lesung pipit
54. Lubang = lobang
55. Maaf = ma’af
56. Makhluk = mahluk
57. Masyhur = mashur
58. Muazin = muadzin
59. Mukjizat = mu’jizat
60. Napas = nafas
61. Nasihat = nasehat
62. Negeri = negri
63. Nikmat = ni’mat
64. November = nopember
65. Objek = obyek
66. Pasif = pasip, pasive, fasip
67. Penasihat = penasehat
68. Pengkreditan = pengreditan
69. Petai = pete, petay
70. Pihak = fihak
71. Proklamasi = proklamir
72. Provinsi = propinsi, profinsi
73. Proyek = projek, project
74. Rakaat = raka’at
75. Risiko = resiko
76. Rizki = rezeki, rejeki, riski, rizqi
77. Rubuh = roboh
78. Sekadar = sekedar
79. Sintesis = sintesa
80. Sistem = sistim, system
81. Stroberi = strawberi, strawbery
82. Subjek = subyek
83. Surga = syurga, sorga
84. Saraf = syaraf, sarap
85. Takwa = taqwa
86. Taoge = tauge, toge
87. Teater = theatre
88. Teknik = tehnik, tekhnik
89. Teknologi = tekhnologi, tehnologi
90. Teladan = tauladan
91. Telepon = telpon, telfon, telefon, telephone
92. Telur = telor
93. Tobat = taubat
94. Ubah = rubah, robah
95. Ustaz = ustadz, ustad
96. Ustazah = ustadzah
97. Utang = hutang
98. Zaman = jaman
99. Zikir = dzikir
100. Zuhur = dzuhur, dhuhur, zhuhur

Baca Juga :

Karangan Argumentasi BAHASA

Karangan Argumentasi BAHASA

Karangan Argumentasi BAHASA

Karangan Argumentasi BAHASA
Karangan Argumentasi BAHASA
  Bahasa merupakan suatu alat untuk komunikasi atau bisa dikatakan sebagai alat untuk percakapan kepada sesama manusia yang mempunyai tata bentuk, tata pola kata, dan tata kalimat. Ada berbagai macam bahasa di dunia, bahasa inggris, prancis, jepang, mandarin, Indonesia yang kita pakai di Negara Indonesia ini, dan bahasa lainnya sesuai dengan negara tersebut yang mempunai bahasanya masing-masing. Berfungsi sebagai alat komunikasi antar manusia, alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia, dan juga sebagai alat untuk mengindentifikasi diri. Agar komunikasi tersebut berjalan dengan baik. penerima dan pengirim bahasa harus benar-benar menguasai bahasanya. Bahasa sebagai alat komunikasai yang paling efektif, mutlak diperlukan setiap bangsa. Tanpa bahasa bangsa atau negara tersebut tidak akan mungkin dapat berkembang, bangsa pun tidak mungkin dapat menggambarkan dan menunjukkan dirinya secara utuh dalam dunia pergaulan dengan bangsa atau negara lain. Akibanya bangsa tersebut akhirnya akan lenyap ditelan masa atau jaman. Jadi, bahasa menunjukan identitas suatu bangsa atau negara tersebut, dan bahasa sebagai bagian kebudayaan yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya kebudayaan bangsa. Bahasa pun akan menggambarkan sudah sampai seberapa jauh kemajuan yang telah dicapai oleh suatu bangsa atau negara tersebut.
Bahasa yang digunakan oleh Negara Republik Indonesia adalah Bahasa Indonesia yang mana telah disahkan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang juga diperkuat dengan adanya sumpah pemuda, dimana Bahasa Indonesia ini digunakan sebagai alat pemersatu bangsa. Tetapi dikarenakan Negara Indonesia ini terdiri dari beragam suku, ras, kebudayaan, adat istiadat, dan agama, maka sekarang ini sudah banyak daerah-daerah / suku tersebut yang menggunakan bahasa lain selain bahasa Indonesia seperti, bahasa Sunda, bahasa Melayu, Bahasa Jawa, dan sebagainya. Walaupun demikian kita harus tetap menggunakan bahasa Indonesia itu dengan baik dan kita semua pun bisa menggunakannya sebagai alat komunikasi antar sesama walaupun berbeda suku, kebudayaan, adapt istiadat, ras, dan agama. Bahasa Indonesia ini telah mengalami banyak perubahan sesuai dengan jamannya, seharusnya walaupun begitu kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan atau mengabaikan bahasa Indonesia ini dengan bahasa-bahasa lain.
Bahasa Indonesia ini merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang pun selalu menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa asing. Bahasa Indonesia ini juga awalnya berasal dari bahasa melayu, sama halnya dengan saat ini, dimana para remaja sudah banyak yang melupakan atau mengabaikan tata cara penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, bahkan mereka kurang lebih menggunakan bahasa yang sering mereka katakan itu sebagai bahasa gaul, artinya mereka beranggapan bahasa tersebut bahasa yang mengikuti perkembangan jaman atau bisa menempatkan posisi bahasa tersebut dalam kehidupan remaja mereka saat ini, tetapi seharusnya para remaja saat ini harus berusaha bagaimana caranya agar bahasa Indonesia yang kita ketahui tersebut sebagai bahasa resmi Negara Republik Indonesia tidak musnah dari perkembangan jaman saat ini, kita sebagai penerus bangsa ini seharusnya bangga terhadap bahasa Indonesia, dimana bahasa ini bahasa yang bisa dikatakan mudah untuk dipelajari bahkan untuk di ucapkan, jika dibandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa negara lainnya, bahasa Indonesia ini lebih mudah dipelajari dan diingat tidak rumit seperti, bahasa-bahasa lain yang memiliki banyak tata bahasa yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat lebih sulit atau rumit untuk dipelajari dan dipahami bagi seseorang yang ingin mempelajarinya ataupun mengucapkannya.
     Bahasa Indonesia mempunyai ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok tertentu yang dapat membedakan bahasa Indonesia dengan bahasa lainnya di dunia ini, baik bahasa asing maupun bahasa daerah, oleh karena itu ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok tersebut merupakan jati diri dari bahasa Indonesia. Ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok tersebut seperti, bentuk kata. Misalnya pada bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata untuk menyatakan jenis kelamin, cukup diberikan kata keterangan penunjuk jenis kelamin baik untuk manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Bentuk jamak, bahasa Indonesia menggunakan kata tertentu untuk menunjukkan jamak. Artinya, bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata yang menunjukkan jamak. Sistem inilah yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa asing lainnya seperti, bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa lain.
Kedudukan bahasa Indonesia sampai saat ini kita ketahui yaitu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi, kita juga seharusnya bangga karena jika dilihat dan diamati bahasa Indonesia ini sangat mengikuti perkembangan jaman dan berhasil mendudukkan diri sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu. Dan juga bahasa Indonesia telah menjalankan kedudukannya sebagai bahasa budaya, di samping itu pula dalam kedudukannya sebagai bahasa ilmu, bahasa Indonesia sebagai pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita kenal dengan nama IPTEK untuk kepentingan pembangunan nasional. Penyebarluasan iptek dan pemanfaatannya kepada perencanaan dan pelaksanaan pembangunan negara dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Adapun dengan penulisan dan penerjemahan buku-buku teks serta penyajian pembelajaran dan perkuliahan di lembaga-lembaga pendidikan untuk masyarakat umum dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dengan demikian, seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada bahasa-bahasa asing. Walaupun dalam kenyataannya sekarang ini terkadang bahasa Indonesia selalu seperti nomor duakan oleh bahasa-bahasa asing lainnya, dikarenakan negara Indonesia banyak menjalin kerjasama dengan negara-negara lain yang rata-rata menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris, karena bahasa inggris merupakan bahasa dunia, akan tetapi kita tidak seharusnya mengikuti bahasa mereka, kita seharusnya tetap menggunakan bahasa Indonesia tersebut karena agar negara lain lebih mengenal lagi bahasa yang digunakan oleh negara Republik Indonesia ini yaitu bahasa Indonesia.
Bangsa Indonesia, sebagai pemakai bahasa Indonesia, seharusnya bangga terhadap bahasa Indonesia sebagai alat komuikasi. Dengan bahasa Indonesia kita sebagai bangsa Indonesia bisa menyampaikan pikiran dan perasaan kita dengan sempurna dan lengkap terhadap orang lain. Namun pada kenyataannya yang terjadi tidaklah demikian, terkadang mereka lebih bangga menggunakan bahasa asing, rasa bangga bangsa Indonesia terhadap bahasa Indonesia belum lagi tertanam.terkadang mereka menganggap bahasa asing lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan bahasa Indonesia pada umumnya, bahkan mungkin mereka seolah-olah mengabaika perkembangan bahasa Indonesia. Sekarang banyak orang Indonesia yang memperlihatkan dengan bangga kemahirannya dalam menggunakan bahasa inggris , walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik, kemudian ada sebagian yang terkadang malu karena tidak menguasai bahasa inggris, tetapi tidak pernah malu apabila tidak menguasai bahasa Indonesia, anggapan seperti ini dikarenakan mereka menganggap bahwa telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik.
Tanpa kita sadari perubahan atau sikap seperti itu dapat berdampak negatif terhadap perkembangan bangsa Indonesia,bahkan dapat berdampak sebagian besar pemakai bahasa Indonesia akan menjadi pesimis, menganggap rendah, dan tidak percaya pada kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara lengkap, jelas dan sempurna. Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang tentu saja tidak pernah kita inginkan sebagai bangsa Indonesia, karena jika tidak diperbaiki akan berdampak pada terhambatnya perkembangan bahasa Indonesia. Seharusnya sebagai warga negara Indonesia yang baik, sepantasnyalah bahasa Indonesia itu dicintai dan dijaga. Bahasa Indonesia harus dibina dan dikembangkan dengan baik karena bahasa Indonesia itu merupakan salah satu identitas atau jatidiri bangsa Indonesia, dan juda setiap orang mestilah berusaha agar selalu cermat dan teratur dalam menggunakkan bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya setiap orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, teratur, bersistem, dan benar agar jalan pikiran bangsa Indonesia (sebagai pemilik bahasa Indonesia) juga teratur agar mudah dipahami oleh orang lain. Dalam era globalisasi ini jati diri bahasa Indonesia merupakan cirri bangsa Indonesia yang perlu diperhtahankan. Pergaulan antar bangsa merupakan alat komunikasi yang sederhana, mudah dipahami, dan mampu menyampaikan pikirannya dengan lengkap. Sehingga, bahasa Indonesia harus terus dibina dan dikembangkan sedemikian rupa agar menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia dalam pergaulan atau kerja sama antar bangsa pada era globalisasi saat ini.

Lulusan Poltekpel Diminati Banyak Industri

Lulusan Poltekpel Diminati Banyak Industri

Lulusan Poltekpel Diminati Banyak Industri

Lulusan Poltekpel Diminati Banyak Industri
Lulusan Poltekpel Diminati Banyak Industri

Ada yang berbeda dari prosesi wisuda Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya dibanding kampus lainnya.

Sebelum prosesi pelantikan 230 perwira Politeknik Pelayaran ini akan dicari orangtua mereka untuk memberikan karangan bunga dan selamat atas kesuksesan anak mereka menyelesaikan studinya.

Suasana haru pun tak tertahankan saat rombongan orangtua datang mencari anak mereka yang berada di tengah lapangan Politeknik Pelayaran Surabaya yang cukup terik itu. Beberapa orangtua tampak meneteskan air mata dan memeluk anak mereka yang baru saja lulus dan di wisuda itu.

Proses sakral ini menjadi bagian dari budaya wisuda para perwira yang menuntut ilmu di Politeknik Pelayaran Surabaya. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan sebab usai lulus biasanya mereka pun tak bisa berlama-lama di rumah bersama orangtua mereka. Sebab mereka harus kembali meninggalkan rumah memasuki dunia kerja.

“Saat ini kebutuhan SDM di bidang pelayaran sangat tinggi. Bahkan, daya serap bisa lebih dari 90 persen. Karena lulusan politek pelayaran ini tidak hanya bisa bekerja untuk urusan di laut tapi juga di darat,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti, disela acara kelulusan yang ke-40 Poltekpel yang digelar di kampus Poltekpel Surabaya kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (04/04/2019).

Para perwira itu berasal dari Diploma III sebanyak 169 terdiri dari jurusan Nautika 81 perwira, jurusan Teknika 82 perwira

, dan jurusan Elektro Pelayaran enam lulusan.

Dari Diploma III Pembentukan terdiri dari jurusan Nautika 34 perwira dan jurusan Teknika 27 perwira.

Ditambahkan, pelantikan ini penting bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang pelayaran. Dan sebelum lulusa saja banyak industri yang sudah pesan lulusan dari Poltekpel ini.

Direktur Poltekpel Surabaya, Heru Susanto menambahkan selama ini lulusan dari Politek

Pelayaran ini terserap di dunia industri dengan baik.

“Harapan kita begitu beberapa perusahaan sudah meminta bahkan ketika taruna masih menempuh pendidikan,” ujarnya.

Tingginya permintaan itu, Poltekpel Surabaya akan membuka program Diploma IV. Program ini akan ada empat jurusan yang nantinya setiap taruna yang menempuh pendidikan ini akan dibiayai negara.

“Mereka setelah lulus nantinya akan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) ,” tandas

 

Baca Juga :

Bahas Kesiapan Kendaraan Listrik di Desa, ITS Gelar FGD

Bahas Kesiapan Kendaraan Listrik di Desa, ITS Gelar FGD

Bahas Kesiapan Kendaraan Listrik di Desa, ITS Gelar FGD

Bahas Kesiapan Kendaraan Listrik di Desa, ITS Gelar FGD
Bahas Kesiapan Kendaraan Listrik di Desa, ITS Gelar FGD

Meninjau perkembangan teknologi yang semakin pesat di wilayah perkotaan

, membuat sebagian besar desa di Indonesia mengalami kesenjangan dalam hal teknologi. Oleh karena itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menggelar sebuah Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas masalah tersebut, Selasa (2/4/2019).

Berlangsung di Ruang Sidang Gedung Rektorat ITS, FGD ini juga mengundang perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Perindustrian, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan berbagai pihak yang terkait.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perdesaan KEIN, Aries Muftie menyebutkan

, ketika suatu desa sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi, maka dampak yang akan muncul pasti berpengaruh dalam berbagai hal. “Kendaraan listrik merupakan salah satu teknologi yang harus segera diterapkan pada area perdesaan saat ini,” ujarnya.

Hal ini, menurut Aries, karena teknologi tersebut pasti nantinya akan membantu meningkatkan perekonomian yang ada di daerah itu. ”Bahkan saat ini, sudah terdapat dua dusun yang sudah tidak ada lagi yang miskin karena itu,” ungkap Aries membeberkan fakta yang diketahuinya di depan peserta FGD.

Aries mencontohkan bahwa terbentuknya desa pariwisata bisa meningkatkan

pendapatan desa sendiri yang besarnya mencapai tiga kali lipat. Namun hal itu juga harus diiringi dengan peningkatan infrastruktur di desa. Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk memberikan dana desa yang cukup besar diharapkan dapat dialokasikan dalam peningkatan infrastruktur. “Jangan malah digunakan untuk kegiatan yang konsumtif tanpa memikirkan kelanjutannya,” tuturnya mengingatkan.

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md

Sebanyak 25.852 Siswa Akan Ikuti UTBK di UNAIR

Sebanyak 25.852 Siswa Akan Ikuti UTBK di UNAIR

Sebanyak 25.852 Siswa Akan Ikuti UTBK di UNAIR

Sebanyak 25.852 Siswa Akan Ikuti UTBK di UNAIR
Sebanyak 25.852 Siswa Akan Ikuti UTBK di UNAIR

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai syarat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri

(SBMPTN) 2019 akan dimulai pada 13 April nanti. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Universitas Airlangga. Termasuk, kesiapan SDM dan Personal Computer (PC) sebagai alat untuk melaksanakan ujian.

Mengenai hal itu, Rektor UNAIR Prof. Nasih didampingi Ketua Pelaksana UTBK UNAIR Junaidi Khotib Ph.D., memberikan paparan kepada awak media. Berikut keterangan pers Rektor Prof Moh Nasih soal kesiapan Universitas Airlangga dalam rangka UTBK sebagai persyaratan untuk bisa mengikuti SBMPTN.

Tes awal UTBK akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 13 April 2019, sesi pagi dan sesi siang.

Untuk kemudian akan dilaksanakan tes secara berkala hingga akhir bulan Mei.

Ada dua gelombang tes UTBK. Gelombang pertama akan diikuti oleh sebanyak 13.856 peserta, gelombang kedua sebanyak 11.996 peserta. Totalnya ada sebanyak 25.852 peserta yang akan ikut UTBK di UNAIR.

Pada gelombang pertama kapasitas yang disediakan UNAIR terpenuhi 99,83 persen, hanya ada 1-2 kursi yang tidak terpakai.

Pada gelombang kedua, dari kapasitas yang disediakan terpakai 82,72 persen.

“Dalam prosesnya kami sudah siapkan semua server. Insha Allah tidak ada masalah. Kita libatkan banyak pihak dan semua sudah kita cek,” ujar Prof. Nasih.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14

105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis

105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis

105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis

105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis
105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, tahun 2018 lalu jumlah warga

yang terdeteksi hepatitis cukup tinggi. Ada sebanyak 358 warga dari 18 kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langir Kresna Janitra mengatakan, pada periode Januari-Juni 2019 ini, jumlah penderita hepatitis sudah menyentuh 105 orang.

“Tidak menutup kemungkinan angka tersebut masih bisa bertambah.

Sehingga petugas dari Dinkes Kabupaten Mojokerto melakukan penelusuran untuk mencari pasien baru,” ungkapnya, Senin (8/7/2019).
Baca Juga:

Dinkes Kabupaten Mojokerto Ingatkan Soal Penularan Penyakit Hepatitis
Penderita Hepatitis A di Pacitan Tembus 877 Orang
Cegah Penyebaran Hepatitis, Dinkes Kabupaten Mojokerto Telusuri RS dan Klinik
Cegah Hepatitis B Sejak Dini dengan Skrining dan Imunisasi

Petugas menelusuri adanya warga yang terjangkit ke rumah sakit umum daerah

(RSUD) maupun RS swasta yang ada di Kabupaten Mojokerto. Maupun fasilitas kesehatan (faskes) lainnya seperti klinik rawat jalan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Karena laporan data tersebut hanya terdeteksi dari jumlah bayi baru lahir dari ibu hamil yang terdiagnosis hepatitis. Itu diketahui setelah bumil (ibu hamil) melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) pada masa kehamilan sehingga kita juga akan cari ke seluruh RS,” katanya.

Wabah hepatitis A yang terjadi di wilayah Pacitan dan Trenggalek membuat daerah di sekitarnya waspada. Tak terkecuali dengan Dinkes Kabupaten Mojokerto

 

Baca Juga :

Universitas Islam Jember Adakan Seminar Internasional

Universitas Islam Jember Adakan Seminar Internasional

Universitas Islam Jember Adakan Seminar Internasional

Universitas Islam Jember Adakan Seminar Internasional
Universitas Islam Jember Adakan Seminar Internasional

Universitas Islam Jember adakan Seminar Internasional Karakter Beredukasi Era Revolusi Industri 4.0.

Seminar mengangkat tema “Building Creative Character Through Education in Industrial Revolution 4.0 Era”.

Berbeda dengan acara seminar di Universitas lain pada umumnya, seminar yang diadakan

di auditorium kampus siang tadi dimulai dengan acara seremonial ala Universitas Islam, yakni diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut lagu Yalal Wathan.

Selanjutnya KH. Abdullah Syamsul Arifin (43) atau yang kerap disapa dengan nama panggilan Gus Aab

, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember berdiri memberi kata sambutan. Gus Aab berbicara tentang kiat membangun pribadi yang kreatif melalui pendidikan di era revolusi industri 4.0 ini.

“Agar bisa bertahan di era industri modern ini, mahasiswa musti memiliki daya saing yang kuat (competitive adventage)” tutur Gus Aab, Jumat (05/07/2019).

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?MerekTerbaik

Film Mahasiswa Universitas Jember Tayang di Cinema Mall

Film Mahasiswa Universitas Jember Tayang di Cinema Mall

Film Mahasiswa Universitas Jember Tayang di Cinema Mall

Film Mahasiswa Universitas Jember Tayang di Cinema Mall
Film Mahasiswa Universitas Jember Tayang di Cinema Mall

Sebuah film berjudul “Bhàko, The Golden Leaf” karya tiga mahasiswa Program Studi Televisi dan Film

(PSTF) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember tayang perdana di bioskop Kota Cinema Mall, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu malam (10/7/2019).

Film ini karya Alif Septian sebagai sutradara, Daris Zulfikar sebagai penata kamera dan M. Ariyanto

selaku penyunting gambar. Penayangan perdana film Bhàko dihadiri oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember bersama jajaran dekanat Fakultas Ilmu Budaya dan PSTF. Hadir pula mahasiswa Kampus Tegalboto, pegiat seni dan film di Jember, kru pembuatan film dan masyarakat umum.

Bhàko menggunakan Bahasa Madura sesuai dengan lokasi film dibuat.

Film ini bercerita tentang Fauzi, sarjana anak Haji Imam ingin segera menikah, Yoyon si buruh tani berniat mengobati istrinya, dan Pak Mul si tengkulak ingin membayar hutang-hutangnya.

Alif punya alasan mengangkat tembakau dalam sinema. “Saya ingin menyampaikan kepada khalayak luas mengenai sisi lain dari usaha tembakau yang mungkin belum banyak diketahui orang,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Kamis (11/7/2019).

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?blku