Pendidikan

Pendidikan

Al Hadis

Al Hadis

Al Hadis

Al Hadis

1)      Dari Shalib bin Suaib radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah S.A.W bersabda, “Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkahan yaitu: jual beli secara tangguh, muqharadah (mudharabah), dan mencampuradukkan dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual”. (Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala)

2)      “Abbas bin Abdul Muthalib jika menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada pengelola dananya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (pengelola dana) harus menanggung risikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas didengar Rasulullah S.A.W beliau membenarkannya”. (Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Art-Thabrani Rahimahullahu Ta’ala dari Abdullah bin Abbas Radiyallahua’anhu).

  1. c)Ijma

Imam Zailai telah menyatakan bahwa para sahabat telah berkonsensus terhadap legitimasi pengelolaan harta yatim secara mudharabah.

Hikmah disyariatkannya sistem mudharabah adalah memberikan keringanan kepada manusia. Ada sebagian orang yang mempunyai harta, namun tidak mampu untuk membuatnya menjadi produktif. Ada sebagian orang lain yang mempunyai kemampuan atau keahlian namun tidak mempunyai harta untuk dikelola. Dengan akad mudharabah, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pemilik harta dan orang yang memiliki keahlian. Dengan demikian, tercipta kerjasama antara modal dan kerja, sehingga dapat tercipta kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Adapun skema mudharabah sebagai berikut:

sumber :
https://www.malinoputra.co.id/forsaken-souls-i-apk/

 Pengertian Mudharabah

 Pengertian Mudharabah

 Pengertian Mudharabah

 Pengertian Mudharabah

Mudharabah baerasal dari kata dharb, yang berarti memukul atau berjalan.[1] Memukul atau berjalan dalam artian adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan suatu usaha. Disebut juga qiradh yang berasal dari kata al-qadhu yang berarti potongan, karena pemilik memotong hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan. Sedangkan menurut ahli fiqih mudharabah merupakan suatu perjanjian dimana seseorang member hartanya kepada orang lain berdasarkan prinsip dagang dimana keuntungan yang diperoleh akan dibagi berdasarkan propporsi yang telah disepakati, seperti ½ dari keuntungan atau ¼  dan sebagainya.[2] Secara teknis mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara pemilik dana dan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha, laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil menurut kesepakatan kedua belah pihak, sedangkan bila terjadi kerugian akan ditanggung oleh si pemilik dana kecuali disebabkan oleh misconduct, negligence, dan violation oleh pengelola dana. Akad mudharabah merupakan suatu transaksi pendanaan atau investasi yang berdasarkan kepercayaan, yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana. Pemilik dana dalam akad mudharabah tidak boleh ikut campur dalam manajemen perusahaan atau proyek yang dibiayai dengan pemilik dana tersebut, kecuali sebatas memberikan saran dan melakukan pengawasan pada pengelola dana. Pemilik dana juga tidak boleh mensyaratkan sejumlah tertentu untuk bagiannya karena dapat dipersamakan dengan riba yaitu meminta kelebihan atau imbalan tanpa ada faktor penyeimbang yang diperbolehkan syariah. Keuntungan yang dibagikan pun tidak boleh menggunakan nilai proyeksi, akan tetapi harus menggunakan nilai realisasi keuntungan, yang mengacu pada laporan hasil usaha yang secara periodik disusun oleh pengelola dana dan diserahkan kepada pemilik dana.

Pada prinsipnya mudharabah tidak boleh ada jaminan atas modal, namun demikian agar pengelola dana tidak melakukan penyimpangan, pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga. Tentu saja jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan kesalahan yang disengaja, lalai, atau melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang disepakati bersama dalam akad. Hikmah dari sistem mudharabah adalah dapat memberikan keringanan kepada manusia. Terkadang ada sebagian orang yang memiliki harta, tetapi tidak mampu untuk membuatnya menjadi produktif atau sebaliknya.

Dengan akad mudharabah, kedua belah pihak dapat mengambil manfaat dari kerjasama yang terbentuk. Agar tidak terjadi perselisihan dikemudian hari maka akad/perjanjian/kontrak sebaiknya dituangkan secara tertulis dan dihadiri para saksi. Dalam perjanjian harus mencakup berbagai aspek antara lain tujuan mudharabah, nisbah pembagian keuntungan, periode pembagian keuntungan, biaya-biaya yang boleh dikurangkan dari pendapatan, ketentuan pengambilan modal, hal-hal yang dianggap sebagai kelalaian pengelola dana dan sebagainya.  Apabila terjadi perselisihan diantara dua belah pihak maka dapat diselesaikan secara musyawarah oleh mereka berdua atau melalui Badan Arbitrase Syariah. Dalam Rukunmudharabah terpenuhi sempurna apabila ada mudharib (pemilik dana, ada usaha yang akan dibagi hasilkan, ada nisbah, dan ijab Kabul).[3] Adapun syaratmudharabah adalah yang pertama orang yang terkait dalam akad cakap hukum. Kedua syarat modal yang digunakan harus berbentuk uang, jelas jumlahnya, tunai, langsung diserahkan kepada mudharib. Ketiga pembagian keuntungan harus jelas dan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.

  1. Landasan Syari’ah

Menurut Ijmak Ulama, mudharabah hukumnya jaiz (boleh). Hal ini dapat diambil dari kisah Rasulullah yang pernah melakukan mudharabah dengan Siti Khadijah. Siti Khadijah bertindak sebagai pemilik dana dan Rasulullah sebagai pengelola dana. Beberapa dalil yang menjelaskan tentang bolehnya akad mudharabah dari Al-Qur’an dan Al-Hadis adalah:

  1. a)Al Qur’an

Beberapa dalil yang berasal dari ayat-ayat Al qur’an yang membolehkan akad mudharabah diantaranya adalah:

1)      Al Qur’an Surah Al-Jumu’ah ayat 10, yang artinya:

 “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah SWT.”

2)      Al Qur’an Surah al-Muzzammil ayat 20,

 

sumber :
https://www.makassartv.co.id/hotel-transylvania-2-apk/

Cara Mengetahui Kemampuan Menulis

Cara Mengetahui Kemampuan Menulis

Cara Mengetahui Kemampuan Menulis

Cara Mengetahui Kemampuan Menulis
Cara Mengetahui Kemampuan Menulis

Apakah menulis menjadi salah satu hobi yang sedang kamu minati saat ini? Saking tertariknya, hal ini sampai menyita perhatian kamu dan menjadi sama pentingnya dengan rutinitas merawat wajah dan cara menghilangkan minyak berlebih pada wajah? Jika demikian, terus asah hobi ini ya, Girls, karena menulis itu memiliki banyak manfaat. Nggak cuma jadi cara menuangkan gagasan dan pikiran, menulis juga bisa jadi cara mengekspresikan emosi dan sarana terapi diri. Bahkan bukan tidak mungkin kalau hobi ini bisa jadi sumber penghasilan tambahan jika digeluti dengan baik dan benar. Oleh karena itu, yuk mulai asah dan kembangkan kemampuan menulis kamu, Girls. Simak beberapa poin  yang bisa kamu lakukan agar tulisanmu makin oke dari waktu ke waktu! Berikut selengkapnya:

 

Rajin Membaca

Agar tulisan kamu lebih informatif dan kaya, kamu perlu punya banyak referensi. Nggak cuma membuat ulasanmu lebih dalam karena mengandung banyak fakta dan data, referensi yang beragam juga memungkinkan kamu menemukan banyak ide cerita berbeda.   Untuk itu, kamu perlu rajin membaca. Bacaan yang kamu pilih pun bisa bermacam-macam, mulai dari novel, biografi, buku kumpulan puisi, koran, hingga jurnal-jurnal yang memuat beragam fakta dan penemuan ilmiah terbaru.

Supaya nggak merasa terbebani, kamu bisa memulainya dengan membaca jenis buku yang kamu suka. Tapi ingat ya, hindari membaca hingga lupa waktu, terlebih bila kamu membaca di ruang ber-AC. Terlalu lama berada di ruang ber-AC bisa membuat kulit jadi kering lho! Jadi, kalau kira-kira kamu akan membaca dalam waktu yang cukup lama di kamar ber-AC, jangan lupa aplikasikan CLEAN & CLEAR® Oil-Free Moisturizer sebagai pelembap wajah untuk kulit kering dan kusam serta body lotion agar kelembapan kulit senantiasa terjaga.

 

Catat Tiap Ide yang Muncul

Makin banyak sumber referensi, biasanya makin banyak pula ide yang akan terlintas di benakmu. Ide-ide ini bisa pun muncul di saat yang tak terduga. Misalnya, ketika kamu sedang sibuk mencari tahu cara menghilangkan minyak berlebih pada wajah via internet, bisa saja kamu terpikir untuk membuat cerita tentang seorang cewek yang nggak pede dengan kondisi wajahnya karena minyak berlebih. Daripada ide ini menguap dan hilang begitu saja, segera catat ide ini di buku khusus atau fitur NOTES pada ponsel kamu. Siapa tahu kumpulan ide tersebut nantinya bisa dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lebih dalam.

 

Menulislah Tanpa Beban

Saat berkarya, setiap orang, termasuk kamu, tentu ingin menghasilkan karya yang bisa dibanggakan. Hal ini wajar  kok, Girls. Namun, alangkah baiknya kalau kamu bisa melupakan hal ini sejenak agar kamu tidak merasa terbebani saat menuangkan ide. Cara ini bisa memicu kamu untuk lebih bebas saat menulis. Sebab, makin kamu terobsesi menghasilkan tulisan yang memukau, pikiranmu bisa jadi malah sulit fokus pada inti tulisan.

 

Jangan Malas Review dan Edit Hasil Tulisanmu

Tips berikutnya yang tak kalah penting, jangan malas untuk membaca ulang tulisanmu bila sudah selesai. Hal ini bertujuan untuk memastikan nggak ada poin penting yang terlewat atau lupa dimasukkan. Begitu tahap ini selesai, kamu boleh beristirahat sejenak dari tulisanmu, Girls.

Ya, ketimbang terburu-buru masuk tahap editing, kamu justru disarankan rihat sejenak dari proses tulis-menulis setelah review pertama selesai agar saat proses editing nanti kamu bisa melakukannya dengan pikiran yang jernih. Terkait hal ini, kamu bisa mencontoh Ernest Hermingway, seorang praktisi dan penulis ternama. Salah satu quote-nya yang terkenal soal menulis, adalah “Write drunk, edit sober.” Menurut Ernest, kamu boleh saja menulis seperti orang yang sedang mabuk, namun pastikan tubuh dan pikiranmu benar-benar jernih saat masuk proses editing tulisan.

Seperti aktivitas lainnya, menulis, berpikir, dan serangkaian proses kreatif di dalamnya juga memungkinkan kamu berkeringat sehingga kulit jadi berminyak. Oleh sebab itu, kamu perlu menerapkan cara mengurangi minyak berlebih di kulit wajah yang efektif sebelum mulai menulis. Salah satunya adalah dengan mencuci muka menggunakan sabun pembersih wajah yang diformulasi khusus untuk membersihkan dan mengontrol kadar minyak di kulit wajah, misalnya dengan CLEAN & CLEAR® FOAMING Facial Wash.

Mengandung Salicylic Acid, sabun pembersih wajah dari CLEAN & CLEAR® ini siap membantumu membersihkan minyak berlebih di kulit wajah serta mengontrolnya hingga delapan jam tanpa menyebabkan kulit menjadi kering. Kulitmu pun bisa #SiapTerus meski kamu asyik menulis hingga berjam-jam.


Baca Juga : 

Pertumbuhan Anak Dipengaruhi Genetika dan Lingkungan

Pertumbuhan Anak Dipengaruhi Genetika dan Lingkungan

Pertumbuhan Anak Dipengaruhi Genetika dan Lingkungan

 

Pertumbuhan Anak Dipengaruhi Genetika dan Lingkungan

Genetika

Genetika dan lingkungan adalah dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Faktor genetika diantaranya asupan makanan dan keturunan. Sementara itu faktor lingkungan diantaranya keluarga, sekolah dan masyarakat.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan kedua faktor itu secara maksimal. Asupan gizi yang baik, fasilitas kesehatan yang baik dan lingkungan yang baik,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya usai Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 Tingkat Kota Bogor di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (31/10/2018).

Faktor lingkungan

Bima membaginya menjadi dua, yakni luar dan dalam rumah. Untuk lingkungan diluar rumah menjadi tanggung jawab bersama, sementara untuk lingkungan di dalam rumah peranan keluarga menjadi hal yang dominan.

Rumah Tidak Layak Huni

Keberadaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program dokter keluarga, program sekolah ibu, beasiswa, fasilitas ruang publik ditujukan untuk mendukung komitmen Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak.

Mengenai kasus kekerasan pada anak pihaknya berusaha membangun sistem monitoring atau laporan, sehingga bisa cepat dilaporkan ke KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) Kota Bogor dan segera ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Jadi proses hukumnya harus tegas dan jelas,” ujar Bima.

Berkaitan informasi penculikan anak yang belakangan ini ramai diperbincangkan hingga menjadi viral di media sosial, menurutnya itu berita hoax (bohong). Dirinya menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuat kekisruhan di tengah masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Menyebarkan berita bohong itu sangat kejam dan keji karena menimbulkan kekhawatiran warga,” tegasnya.

Tema Hari Anak Nasional Tahun 2018 mengusung GENIUS yang merupakan singkatan Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat. Untuk itu, Bima meminta agar semua pihak fokus pada keempat aspek tersebut dalam memberikan hak-hak anak.


Sumber: http://journals.sbmu.ac.ir/en-me/comment/view/20841/15799/111705

Sosialisasi Hak Anak Harus Lebih Digiatkan

Sosialisasi Hak Anak Harus Lebih Digiatkan

Sosialisasi Hak Anak Harus Lebih Digiatkan

 

Sosialisasi Hak Anak Harus Lebih Digiatkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Yanar mengatakan, pada dasarnya anak memiliki hak yang harus dipenuhi. Minimal ada empat hak mendasar anak yang harus dipenuhi, diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak berpartisipasi.

“Kami sudah menyosialisasikan hak-hak anak yang totalnya ada 31 hak anak kepada para orang tua, sekolah, masyarakat termasuk anak-anaknya,” kata Artiana saat perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2018 Tingkat Kota Bogor di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor, Rabu (31/10/2018).

Forum Anak

Dia berharap bersama Forum Anak dan pihak lain dengan peranannya masing-masing agar lebih giat lagi dalam menyosialisasikan hak-hak tersebut. Artiana mengakui pemenuhan hak-hak anak di Kota Bogor belum sepenuhnya secara maksimal dilaksanakan, menurutnya hal ini dapat digambarkan dengan raihan Kota Bogor sebagai kota layak anak dengan kategori Madya,

“Semoga tahun berikutnya ada peningkatan,” harapnya.

Bukan tanpa alasan jika pelaksanaan hak anak di Kota Bogor belum maksimal diterapkan. Ada empat komponen yang harus terlibat dalam pelaksanaannya, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media.

Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata

Berbicara data kasus mengenai anak di Kota Bogor saat ini mengalami penurunan walaupun belum signifikan. Bukan pada jumlah kasus tetapi sinergitas semua pihak dalam memperhatikan hak anak dapat berjalan,” bebernya.

Tidak hanya sinergitas, integritas dan kerjasama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, namun keterlibatan unsur Muspida serta pihak-pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak harus lebih ditingkatkan.


Sumber: http://journal.human.cmu.ac.th/ojs/index.php/human/comment/view/231/0/179627

Kehidupan Politik Pada Masa Orde Baru

Kehidupan Politik Pada Masa Orde Baru

Kehidupan Politik Pada Masa Orde Baru

Kehidupan Politik Pada Masa Orde Baru

  1. Penataan politik dalam negeri
  2. Pembentukan Kabinet Pembangunan

    Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional.

Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan.
  2. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968.
  3. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan  nasional.
  4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.
  5. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida, yang meliputi :
  6. a)Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi
  7. b)Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama
  8. c)Pelaksanaan Pemilihan Umum
  9. d)Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 30 September
  10. e)Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI.
  1. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya

Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan, ketenangan, serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan :

  • Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. IX Tahun 1966..
  • Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia.
  • Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965.

Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

  1. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik

Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik, yaitu :

  1. a)Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU, Parmusi, PSII, dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam)
  2. b)Partai Demokrasi Indonesia (PDI), merupakan fusi dari PNI, Partai Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis).
  3. c)Golongan Karya (Golkar)

baca juga :

Pengertian Masa Pemerintahan Orde Baru

Pengertian Masa Pemerintahan Orde Baru

Orde Baru adalah suatu tatanan seluruh perikehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dengan kata lain, Orde Baru adalah suatu orde yang mempunyai sikap dan tekad untuk mengabdi pada kepentingan rakyat dan nasional dengan dilandasi oleh semangat dan jiwa Pancasila serta UUD 1945.

  1. Latar Belakang Lahirnya Masa Pemerintahan Orde Baru

  2. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.
  3. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.
  4. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.
  5. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili.
  6. Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.
  7. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi :
    – Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya

    – Pembersihan Kabinet Dwikora

    – Penurunan Harga-harga barang.

  1. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
  2. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).
  3. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.

sumber :
https://minerva.co.id/2020/06/seva-mobil-bekas/

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Persekongkolan Kolega dan Terapinya

Interaksi dan reaksi jaringan dalam keprofesian atau kolega sangat akrab terutama dalam interaksi dan bereaksi terhadap persekongkolan. Interaksi dan reaksi dari sekelompok manusia yang tujuannya memperoleh suatu manfaat tetapi berdampak negative dalam arti merugikan kelompok manusia lain ataupun organisasinya dikategorikan sebagai patologi persekongkolan kolega. Persekongkolan kolega senantiasa menggunakan “life skill” namun pemanfaatannya seringkali merugikan orang lain. Pemanfaatan life skill dalam kehidupan antara lain:

  1. Kecakapan individu (individual skill)
  2. Kecakapan kelompok (group skill)
  3. Kecakapan social (social skill)
  4. Kecakapan akademik (academic skill)
  5. Kecakapan aktualisasi (actualitation skill)
  6. Kecakapan emosional (emotional skill)
  7. Kecakapan intelegensi (intelligence skill)
  8. Persekongkolan Keluarga dan Terapinya

Menanggulangi patologi persekongkolan keluarga dalam kehidupan administrasi, hal ini dapat dijelaskan bahwa dalam kehidupan administrasi terdiri atas beberapa pandangan terhadap anggota keluarga:

  1. Anggota keluarga dengan hubungan darah

Administrasi sebagai proses kerjasama memungkinkan terjadi adanya anggota memiliki hubungan darah seperti anak, saudara dll. Hal ini akan menciptakan hubungan emosional, saling melindungi, saling mendukung dalam tindakan sehingga akan menimbulkan patologi persekongkolan keluarga. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan kesadaran dan penentuan ketentuan yang tegas.

  1. Anggota keluarga bukan hubungan darah

Untuk mencegah hal ini adalah penegakan hukum, konsistensi dalam penerapan kebijakan dan perlakuan adil pada semua anggota dalam birokrasi.

  1. Anggota keluarga dalam arti luas

Adalah semua anggota ikatan kerjasama dari seluruh tingkatan kedudukan yang tergolong dalam anggota keluarga birokrasi. Untuk mencegah terjadinya patologi perlu menciptakan kondisi bangunan yang berwawasan kekeluargaan dan kebersamaan serta menegakkan kebenaran.

  1. Anggota keluarga dalam arti sempit

Adalah sebagian kecil anggota birokrasi yang mengadakan kesepakatan dalam persekongkolan karena memiliki tujuan yang sama dan menindas pada orang yang sama pula. Untuk menerapinya, dengan memberikan pemahaman dalam kebersamaan dari seluruh anggota birokrasi yang diikat dalam bentuk kerjasama.

  1. Persekongkolan Pertemanan dan Terapinya

Persekongkolan pertemanan merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh beberapa orang yang diikat rasa pertemanan untuk mencapai maksud dan tujuan yang mereka telah disepakati dan bertentangan maksud dengan tujuan birokrasi itu sendiri. Persekongkolan pertemanan merupakan fenomena sosial yang sulit dicegah karena persekongkolan pertemanan ini suatu kebutuhan baik individu, kelompok, birokrasi, organisasi, bahkan kebutuhan sosial. Oleh karena itu jangan berpikir untuk menghilangkan persekongkolan pertemanan tetapi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana persekongkolan tersebut senantiasa dilakukan secara positif dalam kehidupan birokrasi.

sumber :
https://klubradio.co.id/seva-mobil-bekas/

Strategi Pembelajaran SKI

Strategi Pembelajaran SKI

Strategi Pembelajaran SKI

Strategi Pembelajaran SKI

Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang disesain termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan.[1]

Penulis menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran SKI adalah perencanaan pembelajaran SKI yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang disesain termasuk penggunaan metode, pemanfaatan sumber daya, materi, media  untuk mencapai tujuan pembelajaran SKI secara efektif dan efisien.

  1. Implementasi Mata Pelajaran SKI

Mata Pelajaran                        : Sejarah Kebudayaan Islam

Kelas/Semester                        : XII/Ganjil

Alokasi Waktu                        : 2×45 menit

  1. Standar Kompetensi:
  2. Memahami perkembangan Islam periode klasik (zaman keemasan) tahun 650 M – 1250 M
  3. Kompetensi Dasar:

3.4 Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam pada periode klasik

  1. Indikator:

3.4.1        Menyebutkan penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik

3.4.2        Menganalisis penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik

3.4.3        Menjelaskan latar belakang tokoh-tokoh penemuan pada perkembangan Islam periode klasik

  1. Tujuan:
  2. Melalui studi pustaka, siswa mampu menyebutkan penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik
  3. Melalui diskusi, siswa mampu menganalisis penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam periode klasik
  4. Melalui studi pustaka, siswa mampu menjelaskan latar belakang tokoh-tokoh penemuan pada perkembangan Islam periode klasik
  5. Materi:

Penemuan-penemuan dan tokoh-tokohnya pada perkembangan Islam masa Bani Abbasiyah:[2]

  1. Ilmu Filsafat
  • Al Kindi (185-260 H / 801-873 M)
  • Abu Nasr Al Farabi (258-339 H / 870-950 M). Orang Eropa menyebutnya dengan Al Pharabius.
  • Ibnu Bajah (wafat tahun 533 H/1138 M)
  • Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H/1186 M)
  • Ibnu Shina (370-428 H / 980-1037 M). Orang Eropa menyebutnya dengan Avicena. Kitabnya yang terkenal Qanun Fi Al-Thib.
  • Al Ghazali (tahun 1059-1111 M). Ia degelari sebagai Hujjatul Islam.
  • Ibnu Rusyd (520-595 H / 1126-1196 M). Orang Eropa menyebutnya dengan Averoes.
  1. Bidang Kedokteran

Ada beberapa perguruan tinggi kedokteran yang terkenal, antara lain:

  • Sekolah Tinggi Kedokteran di Yunde Shapur (Iran)
  • Sekolah Tinggi Kedokteran di Harron, Syria
  • Sekolah Tinggi Kedokteran di Baghdad

Para dokter dan ahli kedokteran Islam yang terkenal antara lain:

  • Jabir bin Hayyan (wafat tahun 161 H / 778 M) dianggap sebagai bapak ilmu kimia
  • Hunain bin Ishaq (194-264 H / 810-878 M) ahli mata yang terkenal
  • Thabib bin Qurra (221-228 H / 836-901 M)
  • Al Razi (251-313 H / 809-873 M)
  1. Bidang Matematika
  • Umar Al Farukhan, insinyur arsitek pembangunan kota Baghdad.
  • Al Khawarizmi, pengarang kitab Al Gebra (Al Jabar) ahli matematika yang terkenal, juga penemu angka nol, sedangkan angka 1-9 dari India, namun dikembangkan olehnya yang terkenal dengan nomor Arab (Arabic Numeric).
  • Banu Nusa, menulis banyak buku dan ilmu ukur.
  1. Bidang astronomi
  • Al Fazari, seorang pencipta astrolabe, yaitu alat pengukur tinggi dan jarak bintang-bintang.
  • Al Battani, lebih dikenal dibanding dengan Al Khawarizmi dalam ilmu perbintangan.
  • Al farghoni, membangun beberapa observatorium di Baghdad maupun di Yunde Shapur.
  • Farmasi dan Kimia
  • Ibnu Baithar, ahli obata-obatan, makanan atau gizi.
  1. Ilmu Tafsir

Ilmu tafsir pada masa ini terddiri dari:

1.)    Tafsir bil Ma’tsur, yaitu Al Qur’an yang ditafsirkan dengan hadits-hadits. Para ahli tafsir ini antara lain:

  • Ibnu Jarir Al Thabari
  • Ibnu ‘Athiyah Al Andalusi
  • Al Sudai mendasarkan tafsirnya kepada Ibnu Abas dan Ibnu Mas’ud
  • Muqotil Ibnu Sulaiman

2.)    Tafsir bil Ro’yi, yaitu tafsir Al Qur’an dengan menggunakan akal pikiran. Para ahli tafsir ini antara lain:

  • Abu Bakar Asam
  • Abu Muslim Muhammad Ibnu Bahar Isthani
  • Ibnu Jaru Al Asadi
  • Abu Yunus Abdussalam

sumber :

https://ngegas.com/seva-mobil-bekas/

Keluarga Berencana

Keluarga Berencana

Yang menarik dari putusan yang diambil Majelis Tarjih Muhammadiyah mengenai hukum mengikuti program keluarga berencana adalah bahwa meskipun pada dasarnya menjarangkan atau membatasi kelahiran itu tidak dibenarkan, namun dalam keadaan darurat tindakan itu dapat dibenarkan. Apa kriteria darurat yang dimajukan? Kelihatannya dalam membuat kriteria darurat Muhammadiyah mencoba menghubungkan dengan maqâsid al-syari’at, yaitu demi kemaslahatan manusia. Bagi Muhammadiyah, darurat yang dijadikan dasar bolehnya melakukan penjarangan dan penundaan kehamilan dalam mengikuti program KB adalah:

1.Mengkhawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu karena mengandung atau melahirkan, bila hal itu diketahui dengan keterangan dokter yang dapat di percaya.

  1. Mengkhawatirkan keselamatan agama, akibat faktor-faktor kesempitan penghidupan seperti terseret menerima hal-hal yang haram.
  2. Menghkhawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran terlalu dekat[20].

Jika dihubungkan dengan maqâsid al-syari’at seperti yang telah dijelaskan maka kriteria darurat sejalan dengan pemahaman ahli ushul fiqhi.

b.Sterilisasi

Yang dimaksud dengan sterilisasi adalah proses pemandulan laki-laki atau wanita dengan alan operasi agar tidak mendapatkan keturunan.caranya adalah saluran mani di potong kemudian kedua ujungnya di ikatsehingga sel sperma tidak dapat mengalir keluar penis. Sedangkan bagi wanita disebut tubektomi dimana sel telur dipotong dan keduanya ditutup, sehingga sel telur tidak dapat keluar dan sperma pun tidak dapat masuk untuk bertemu dengan sel telur.

Muhammadiyah berpendapat, bahwa sterilisasi tidak dibenarkan oleh ajaran Islam . Pernyataan ini dapat dipahami dari penjelasannya tentang KB sebagai berikut: pencegahan kehamilan yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam ialah sikap dan tindakan dalam perkawinan yang dijiwai oleh niat segan mempunyai keturunan atau dengan cara merubah organisme yang bersangkutan, seperti memotong dan mengikat daln lain-lain.Muhammadiyah mengharamkan sterilisasi secara mutlak alasannya bahwa memperoleh keturunan merupakan tujuan utama disyari’atkan nikah dalam Islam seperti digariskan dalam al-Qur’an dan Sunnah.

baca juga :