Validitas

Validitas

Pendidikan

Validitas Validitas adalah ketepatan mengukur konstruk, menyangkut: “what the test measure and how well it does” (Anastasi, 1990), atau “apakah alat tes memenuhi fungsinya sebagai alat ukur psikologis?” (Nunnaly, 1978). Prosedur validitas Criterion-related validation: memprediksi dan mendiagnosa. Criterion-related melihat validitas tes dalam memprediksi suatu tingkah laku. Criteria adalah tingkah laku yang hendak diramalkan. Jenis validitas ini

Reliabilitas

Reliabilitas

Pendidikan

Reliabilitas Reliabilitas adalah konsistensi alat tes yang dilihat dari skor dan z-score. Mengapa diperlukan kekonsistenan? Karena adanya perubahan-perubahan pada skor dan z-score yang disebabkan oleh ERROR. Terdapat dua macam error yaitu: systematic dan unsystematic error. Prosedur reliabilitas Pengujian reliabilitas dengan satu kali administrasi Split half; Pengukuran reliabilitas alat ukur dilakukan dengan cara membelah alat tes tersebut menjadi dua

Analisis item

Analisis item

Pendidikan

Analisis item Analisis item adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menganalisis apakah item-item pada suatu alat tes telah memenuhi fungsinya, yaitu: Mewakili domain tingkah laku Memiliki derajat kesulitan yang tepat Memiliki daya diskriminasi yang maksimal Menurut Kaplan & Saccuzzo (2005), analisis item adalah kegiatan mengevaluasi item-item alat tes. Dari kegiatan ini diharapkan didesain sebuah alat

Cara Pengendalian Sosial Formal dan Informal

Cara Pengendalian Sosial Formal dan Informal

Pendidikan

Cara Pengendalian Sosial Formal dan Informal Cara pengendalian formal menurut Horton dan Hunt adalah cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang juga memiliki peraturan-peraturan resmi, seperti perusahaan, perkumpulan serikat kerja, atau lembaga peradilan. Peraturan-peraturan yang dihasilkan lembaga-lembaga ini umumnya tertulis dan sudah distandardisasi. Contoh, sebuah perusahaan sudah membuat aturan mengenai kenaikan pangkat, gaji,

Cara pengendalian sosial

Cara pengendalian sosial

Pendidikan

Cara pengendalian sosial Cara-cara seperti apa yang dilakukan masyarakat dalam pengendalian sosial? Ada dua sifat pengendalian sosial, yaitu preventif dan represif. Preventif adalah pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran. Contoh, pesan orang tua pada anaknya ketika hendak berangkat ke sekolah. Anak tersebut dinasihati agar tidak melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab, seperti duduk-duduk di

Faktor Pembentukan Kepribadian

Faktor Pembentukan Kepribadian

Pendidikan

Faktor Pembentukan Kepribadian Setiap orang mempunyai kepribadian. Hanya saja kepribadian orang yang satu berbeda dengan kepribadian orang yang lain. Hal ini dipengaruhi oleh faktor warisan biologis, lingkungan fisik, kebudayaan, pengalaman kelompok, dan pengalaman unik seseorang. Warisan Biologis (Keturunan) Faktor keturunan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Warisan biologis menyediakan bahan mentah kepribadian dan bahan mentah ini dapat

Faktor-faktor pembentuk

Faktor-faktor pembentuk

Pendidikan

Faktor-faktor pembentuk Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan. Kedekatan Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok

Kelompok-kelompok Sosial

Kelompok-kelompok Sosial

Pendidikan

Kelompok-kelompok Sosial Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Macam-macam Kelompok Sosial Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok

Pengertian Kebudayaan dan Masyarakat

Pengertian Kebudayaan dan Masyarakat

Pendidikan

Pengertian Kebudayaan dan Masyarakat Kebudayaan Kebudayaan “cultuur” (bahasa Belanda), “culture” (Bahasa Inggris), berasal dari perkataan latin “colere” yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai segala daya dan aktivitet manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Dilihat dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari

Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)

Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)

Pendidikan

Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory) Penganjur teori ini adalah ahli sosiologi organisasi Amitai Etzioni. Etzioni setuju terhadap kritik-kritik para teoritisi inkremental yang diarahkan pada teori rasional komprehensif, akan tetapi ia juga menunjukkan adanya beberapa kelemahan yang terdapat pada teori inkremental. Misalnya, keputusan-keputusan yang dibuat oleh pembuat keputusan penganut model inkremental akan lebih mewakili atau