Bosda SMA, SMK, dan SLB Swasta di Jateng Ditambah

Bosda SMA, SMK, dan SLB Swasta di Jateng Ditambah

Bosda SMA, SMK, dan SLB Swasta di Jateng Ditambah

Bosda SMA, SMK, dan SLB Swasta di Jateng Ditambah
Bosda SMA, SMK, dan SLB Swasta di Jateng Ditambah

Panitia khusus (pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

DPRD Jawa Tengah menyepakati penambahan Bosda SMA,SMK dan SLB swasta se-Jateng. Dari Rp 150 ribu menjadi Rp 500 ribu per siswa/tahun dan dimulai tahun 2020 besok.

Keputusan ini diambil melalui rapat paripurna perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2018-2023 menjadi Perda, Senin (18/2) kemarin. Dalam hal ini, Ketua Pansus RPJMD DPRD Jateng, Abdul Aziz menyampaikan bahwa DPRD mendukung visi misi kebijakan pemprov meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jateng.

Mulanya, yang disepakati adalah keberlanjutan Bantuan Operasional

Pendidikan (BOP) sebesar Rp 1 juta per siswa/tahun untuk SMAN, SMKN dan SLB se-Jateng. Dengan jumlah murid berdasar basis data 2019 adalah sebanyak 577 ribu siswa.

“Kami turut sepakat pemberikan Bosda kepada siswa Madrasah Aliyah se-Jateng Rp 500 ribu per siswa/tahun dimulai pada 2020. Selain itu memberikan bantuan kepada guru pengajar keagamaan sebesar Rp 100 ribu per bulan. Minimal untuk 200 ribu guru,” kata Aziz, Rabu (20/2).

Dengan membawa maksud peningkatan SDM itu tadi, maka menurut Aziz,

peningkatan anggaran pendidikan sangat bisa dikata sebagai kunci keberhasilannya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, prioritas pemerintah saat ini adalah peningkatan SDM. Berpegang RPJMD ini, pihaknya mengalokasikan anggaran di sektor pendidikan. Baik negeri maupun swasta, formal serta informal.

“Kita mulai bantu ponpes dan madin agar dapat perhatian. Itu menjadi kesepakatan dengan Gus Yasin lima tahun ke depan. Kita mulai dari tahun ini terus kita jalankan,” katanya.

Tiap tahun, katanya, akan ada peningkatan anggaran untuk pembinaan SDM ini. Soal jumlah akan dilihat kebutuhan setiap tahunnya. “Pembangunan SDM kita dorong lebih cepat sehingga potensi SDM yang bagus kita harapkan akan meningkatan produktivitas,” tutupnya.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/contoh-wawancara/