Beberapa Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

Beberapa Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

Beberapa Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

Beberapa Poin Yang Dapat Meruntuhkan Anggapan Bahwa Jenglot Adalah Mahkluk Hidup

Berikut ini beberapa poin yang dapat meruntuhkan anggapan bahwa jenglot adalah mahkluk hidup. Tetapi apakah memang benda berukur belasan centimeter itu benar-benar hidup?

Poin Pertama : Jenglot berusia ribuan tahun

Dari hasil pengkuran usia diketahui bahwa jenglot berusia ribuan tahun dengan yang tertua 3112 tahun, lalu pada masa itulah yang namanya animisme berkembang, jadi wajar jika manusia pada jaman dahulu membuat benda seperti ini sebagai media ritual

Poin Kedua : Bukti Antropologi

Jenglot tak hanya ada di indonesia dan malaysia saja, tetapi di thailand juga ada benda serupa yang disebut gumam thong.secara singkatnya dengan prinsip yang hampir sama, gumam thong dan jenglot adalah sama sama untuk tujuan spiritual.

Cerita yang menyertai jenglot adalah menceritakan jenglot itu dulunya adalah seorang yang sakti dan ketika mati tubuhnya menjadi mumi hingga mengecil hingga ukuran belasan centimeter itu. Memang proses mumifikasi seperti itu ada, tetapi seperti mumi dende di toraja hanya mampu mengerutkannya hingga mencapai ukuran 90cm saja. Karena kerangkanya tak dapat dikerutkan.

Poin ketiga : Proses Mumifikasi

Manusia terdiri dari 80% air dan cairan, saat mati cairan cairan itu akan terus berkurang dan membuat tubuh mengerut, tetapi tidak dengan rangkanya.

Sekarang mungkinkah mengecilkan mayat dapat dilakukan? Hal itu dapat dilakukan tetapi tentu saja dengan proses yang sangat rumit, seluruh tulangnya harus dibuang, dengan cara ini paling tidak ukuran dewasa dapat dikecilkan hingga ukuran 26inch / 78 cm, masih jauh dari ukuran belasan centi.

Poin Keempat : Tidak ada bentuk transisi

Di Mesir selain manusia juga ada mumi hewan, di peru juga ditemukan kepala yang dikecilkan. Ada transisi tingkat kesulitan, jika jenglot adalah mumi bayi, anak kecil maupun orang kerdil yang dimumikan, maka mana transisinya, usaha untuk membuat benda kecil dengan detail pemumian bukanlah hal yang bisa langsung jadi, harusnya orang memulai dulu dengan objek manusia yang lebih besar. Tetapi hingga saat ini bukti seperti ini tidak ditemukan.

Bagaimana dengan praktek membuat mumi di daerah lain seperti di toraja dan papua? Mumi disana dibuat dengan cara yang sederhana, ukuranya juga tidak jauh dengan ukuran aslinya, ia hanya menyusut karena dehidrasi. Praktek kimia yang dilakukan pada mumi juga hanya berttjuan untuk mengawetkannya, bukan menyusutkannya.

Nah Sobat setelah dipaparkan di atas, giliran Anda untuk membuat analisis sendiri. Apakah dilanjutkan untuk percaya terhadap semua hal yang berkaitan dengan kemistisannya, atau lebih mengkaji secara logika semua yang terjadi disekitar anda.

Baca juga artikel: