rumahbagus

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

  1. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

  1. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

sumber :

https://galleta.co.id/device-id-changer-pro-apk/

Tahapan Pengumpulan Data

Tahapan Pengumpulan Data

Di dalam setiap penelitian, khususnya dalam pengumpulan data, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh si peneliti, baik penelitian itu berupa penelitian lapangan atau penelitian kepustakaan. Beberapa tahap dalam penelitian dan pengumpulan data itu adalah tahap orientasi, eksplorasi, dan analisis data.

a.       Tahap orientasi, yaitu tahap peninjauan dan pengumpulan data secara umum berkenaan dengan masalah yang diteliti. Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang selanjutnya akan dianalisis untuk mendapatkan hal-hal yang menarik, penting dan dianggap berguna untuk diteliti lebih lanjut.

b.      Tahap eksplorasi, yaitu tahap pencarian data yang dilakukan secara terstruktur dan mendalam, sehingga diperoleh data atau informasi yang lebih terarah dan spesifik.

c.       Tahap analisis data, yaitu tahap pengorganisasian data. Dengan kata lain, semua informasi yang telah diperoleh langsung dituangkan dalam bentuk laporan penelitian. Pada tahap ini masih ada peluang untuk dilakukan perbaikan-perbaikan atau pelurusan informasi yang menurut responden kurang tepat.[2]

3.      Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kualitatif, manusia (peneliti) menjadi instrument penelitian. Ciri khas penelitian ini tidak dapat dipisahkan dari pengamatan berperan serta.[3]Maka peneliti dalam menggali data penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data.

Pertama, obeservasi (pengamatan) baik pengamatan berperan serta dan pengamatan tanpa peran serta.[4] Dengan pengamatan akan diperoleh data yang benar-benar asli yang berasal dari spontanitas tindakan dan kewajaran dari sikap aktor.[5]

Kedua, wawancara dengan beberapa sample yang telah ditetapkan. Untuk wawancara yang akan digunakan peneliti adalah wawancara terstruktur dan wawancara yang tidak terstruktur.

Ketiga, dokumentasi yakni pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.[6] Setelah dokumen itu diperoleh, maka peneliti akan melakukan kajian isi terhadap dokumen-dokumen tersebut. Kajian isi yang dimaksudkan di sini, sebagaimana pendapat Weber, adalah metodologi penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen.[7]

4.      Metode Pengolahan Data

a.      Editing, yaitu pemeriksaan kembali data yang didapat dengan cermat dan teliti, terutama dari segi kelengkapan, kejelasan makna, kesesuaian, relevansi dan keseragaman antara yang satu dengan yang lainnya.

b.      Organizing, yaitu pengorganisasian data dengan cara menyusun dan mensistematisasikan serta mengklasifikasikan data yang didapat.

Analisis data, yaitu mengadakan analisis lanjutan terhadap hasil pengorganisasian data yang menggunakan kaidah-kaidah dan teori serta dalil yang berkenaan dengan masalah yang peneliti susun. Dalam menganalisis sejumlah data, peneliti akan mengambil keputusan dan verifikasi. Dalam upaya mengambil keputusan ini, peneliti berusaha untuk mencari pola, tema, hubungan, hipotesis dan sebagainya. Jadi, sebelum mengambil keputusan, peneliti menyusun seluruh data dalam satuan-satuan. Satuan-satuan data itu kemudian dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Setelah itu baru peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data guna diambil suatu kesimpulan.

10.  Sistematika Pembahasan

Sistematika penulisan skripsi ini secara keseluruhan terdiri dari lima bab dan beberapa sub bab, yang tersusun sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan. Bab ini merupakan introduksi dari seluruh informasi yang ada di dalam skripsi ini. Sedangkan penulisan bab I ini tersusun dari sepuluh sub bab sebagai berikut: Latar Belakang Masalah, , identifikasi masalah, batasan masalah, Rumusan masalah, Kajian Pustaka, Tujuan Penelitian, Manfaat Hasil Penelitian, Definisi Operasional, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan.

Bab II Kerangka Teori. Bab ini terdiri dari satu satu bab, yaitu pelaksanaan suscatin berdasarkan aturan Depag melalui Peraturan direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam tentang Kursus Calon Pengantin Nomor DJ.II/491 Tahun 2009 tanggal 10 Desember 2009.

 

sumber :

Pos-pos Terbaru

Tinjauan Hukum Asuransi Syariah

Tinjauan Hukum Asuransi Syariah

Tinjauan hukum asuransi syari’ah bepedoman pada Al-Qur’an dan Hadits, namun secara tersurat tidak diketemukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan akan transaksi asuransi, berbeda dengan transkasi jual beli yang didalam Al-Qur’an dinyatakan dengan jelas. Untuk itu dalam menggali hukum tentang asuransi maka dapat dipelajari secara ekplisit yang mempunyai makna secara kontekstual yang itu bisa menjadikan sebagai dasar asuransi. Secara prinsip akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru’ dan ta’wun, didalam Al-Qur’an kata ta’wanu secara umum terulang sebanyak tiga kali namun dari ketiga ayat tersebut yang dianggap paling cocok sebagai bentuk dasar hukum dari asuransi takaful yaitu surat Al-Ma’idah ayat 2. Akad tabarru’ digunakan untuk tujuan saling menolong tanpa mengharapkan balasan kecuali dari Allah SWT jadi dengan demikian pihak yang terlibat tidak dapat mengambil keuntungan dari jenis ini.[19]  Dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) menetapkan sebagai bentuk akad yang digunakan dalam asuransi takaful, berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional akad yang dilaksnakan dalam perusahaan asuransi takaful adalah akad tijarah dan/ atau akad tabarru’. Akad tijarah adalah mudharabah dan akad tabarru’ adalah hibah, hal ini berdasarkan fatwa DSN no. 21. sedangkan dalam fatwa DSN no. 53 akad tabarru’  merupakan akad yang harus melekat pada semua produk asuransi.

Berkenaan dengan usaha asuransi syari’ah maka terlepas dari usaha asuransi yang lainnya maka asuransi syari’ah sendiri masih menghadapi polemic masalah tentang kepastian hukum untuk itu dikalangan ada beberapa perdebatan yang masih menjadikan masalah asuransi sebagai kegiatan yang melanggar aturan syari’ah, namun disisi lain ada pula yang menganggap asuransi yang jika dilakukan atau didasarkan atas nilai-nilai serta aturan dalam islam maka asuransi itu boleh. Untuk mengetahui apa alasan mereka yang menyatakan bahwa asuransi itu merupakan pratik yang betentangan dengan syari’at islam, dengan pendapat mereka yang menyatakan bahwa asuransi syari’ah tidak bertentangan dengan syari’ah islam.

Dalam asuransi syariah ada yang menyatakan bahwa akad yang di gunakan dalam transaksi syariah adalah akad yang ghairu musamma (akad yang belum ada penamaannya) dan termasuk akad yang baru dalam literature fiqh[20].  Pada dasarnya praktek asuransi syariah adalah bentuk kegiatan yang didalamnya menerapkan azas saling tolong menolong.

“sebagai makhluk yang lemah, manusia harus senantiasa sadar bahwa keberadaannya tidak akan mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain atau sesamanya, solusinya adalah firman Allah dalam Al-Qur’an al-maidah ayat 2 : “…tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

sumber :

https://hermo.co.id/wire-private-messenger-apk/

Jenis-jenis Asuransi

Jenis-jenis Asuransi

Jenis-jenis asuransi kovensional dibedakan atas beberapa bagian macam berdasarkan prinsip asuransi yakni diantaranya :

1.      Asuransi Kebakaran (fire insurance), tujuan dari asuransi kebakaran adalah untuk mengganti kerugian akibat kebakaran. Dalam asuransi terdapat kontrak syarat yang diantaranya :

a.       Insuring Clause yakni syarat yang hanya menjamin semua kerusakan atau keruguan atas semua hak milik.

b.      Stipulation conditions yakni syarat yang hanya menjamin mengenai tempat atau lokasinya.

c.       Form of Contracts yakni syarat yang ditujukan untuk jenis atau kontrak yang digunakan.[13]

2.      Asuransi Jiwa (life insurance), tujuan dari asuransi ini adalah menanggung seseorang terhadap kerugian financial yang tak terduga akibat meninggal cepat atau terlalu lama. Resiko dari asuransi jiwa ada dua yaitu : kematian dan hidup orang terlalu lama.[14]

3.      Asuransi Laut (Ocean marine insurance), tujuan dari asuransi ini adalah untuk mengganti kerugian yang terjadi akibat kecelakaan yang terjadi dilaut.[15]

4.      Asuransi Angkutan Udara, tujuan dari asuransi ini adalah untuk mengganti kerugian dari pada pesawat dan muatannya baik barang serta penumpamnya terhadap bahaya yang terjadi di bandara atau pada saat terbang.

5.      Asuransi Angkutan Darat , objek dari asuransi ini adalah penumpang, barang yang diangkut, dan kendaraan pengangkut.

6.      Asuransi Kredit

7.      Asuransi Kesehatan, jenis asuransi ini adalah kecelakaan dan penyakit

8.      Asuransi Tanggung Gugat, tujuannya adalah melindungi tergugat terhadap kerugian yang timbul dari gugatan pihak ketiga karena kelalaian.

Sedangkan jenis-jenis asuransi syariah, yang sebagaimana diatur dalam UU no. 2 / 1992 tentang Usaha Perasuransian  maka asuransi takaful terdiri atas dua jenis yaitu :

1.      Takaful Keluarga (asuransi jiwa), adalah bentuk asuransi syari’ah yang memberikan pelindungan dalam menghadapi musibah kematian dan kecelakaan atas diri peserta asuransi takaful(lihat Antonio, perbankan syariah, h.150)  prodak takaful keluarga meliputi :

a.       Takaful berencana.

b.      Takaful pembiayaan.

c.       Takaful pendidikan.

d.      Takaful dana haji.

e.       Takaful berjangka.

2.      Takaful Umum (asuransi kerugian), adalah bentuk asuransi syariah yang memberikan perlindungan financial dalam menghadapi bencana atau kecelakaan atas harta benda milik peserta asuransi. Prodak takaful umum meliputi :

a.       Takaful kendaraan bermotor.

b.      Takaful kebakaran.

c.       Takaful kecelakaan diri.

d.      Takaful pengangkutan laut.

e.       Takaful rekayasa.

Mekanisme Operasional Asuransi Syari’ah

Mekanisme pengelolaan dana takaful keluarga dilakukan sebagai berikut

sumber :

Power Media Player 6.0.2 Apk for android

Java dan .NET Kini Sulit Dihindari

Java dan .NET Kini Sulit Dihindari

Java dan .NET Kini Sulit Dihindari

Java dan .NET Kini Sulit Dihindari
Java dan .NET Kini Sulit Dihindari

Kini, pengembang aplikasi sulit untuk menghindari Java dan .NET sebagai tools yang digunakan untuk pengembangan atau pun tools yang digunakan untuk membantu dalam proses pengembangan.

Sebelumnya kita dapat menghindar, tidak perlu menggunakan program yang dihasilkan dengan menggunakan Java atau pun .NET. Apalagi Java yang kini telah mulai merambah ke dalam dunia open source; sedangkan .NET baru pada produk-produk yang dihasilkannya saja.

Saya sering terpaksa menghindari Java dan .NET, karena alasan ekonomi saja. Tidak memiliki resource komputer yang besar, terutama memori komputer. Java dan .NET membutuhkan resource komputer yang besar, terutama memori. 1GB adalah ukuran minimum memori yang harus dimiliki oleh komputer kita, untuk kita bisa nyaman bekerja dengan Java dan .NET. Walaupun secara spesifikasi sering dinyatakan bahwa RAM 512MB pun bisa digunakan. Tapi apa yang terjadi, kita sering sekali bekerja dengan ada delay waktu untuk menunggu suatu proses sederhana selesai. Bisa dihitung, jika kita sering mendapatkan delay beberapa detik untuk bergerak di dalam aplikasi, jika dikalikan dengan jumlah gerakan, maka waktu kita habis untuk menunggu. Terlalu banyak waktu yang harus dikorbankan dengan spesifikasi yang terlalu minimum.

Sebelum tahun 2007 ini, harga memori masih termasuk mahal, untuk pengembang seperti saya. Tapi kini harga memori sudah bisa dikatakan murah sekali, karena nilainya sudah di bawah Rp. 500 ribu per 1 GB. Jadi untuk memiliki komputer dengan memori 1GB sudah bisa dipenuhi dengan uang Rp 500 ribu, jika dirata-rata maka harga memori per 1MB hanya Rp 500. Sudah sangat ekonomis.

Selain dari harga perangkat keras yang sudah ekonomis, produk-produk software yang open source pun sudah banyak yang dikembangkan dengan menggunakan Java dan .NET. Produknya banyak yang berkualitas dan sangat dapat digunakan untuk membantu kita dalam proses pengembangan software; yang memaksa kita untuk menggunakannya, karena akan lebih mempermudah dan mempercepat kerja.

Salah satu contoh produk software yang untuk saya sangat penting adalah produk untuk perancangan database. Sebelumnya saya harus menggunakan software evaluasi, yangs etiap 45 hari harus diinstall ulang, dan yang menjadi masalah juga adalah hanya ada di sistem operasi Windows. Kini saya telah memiliki alternatif untuk program perancangan database, yaitu: Power Architect for Windows, yang bisa diperoleh dari : http://download.sqlpower.ca/architect/current.html.

Mengapa software perancangan database sangat diperlukan? Karena di dalam software untuk perancangan database, dapat membantu kita untuk memodelkan dan menghasilkan perintah untuk membuat database secara fisik. Jika kita menggunakan software perancangan untuk database relasional, maka kita akan dengan mudah mendapatkan perintah SQL untuk membuat tabel dan relasi antar tabelnya; tidak harus kita membuat sendiri secara manual.

Walaupun berbasis Java dan perancangan database pada level fisik, untuk menghindari ‘keterpaksaan’ menggunakan produk komersial secara ilegal, maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, sudah saatnya saya harus mengadopsi untuk menggunakannya. Dan yang lebih menarik adalah software ini free untuk digunakan dan open source.

Sumber : https://dolanyok.com/seva-mobil-bekas/

Backup Berhistori

Backup Berhistori

Backup Berhistori

Backup Berhistori
Backup Berhistori

Backup berhistori adalah istilah tentang backup yang perlu memiliki riwayat. Backup harus dilakukan oleh setiap pengguna  komputer, untuk berjaga-jaga agar file hasil kerja tidak hilang karena kerusakan media tempat penyimpanannya.

Backup harus dilakukan dengan menggunakan banyak media. Jangan melakukan backup pada media yang sama, pada direktori yang sama dengan nama yang berbeda atau pada direktori yang berbeda, tetapi media yang sama (atau harddisk yang sama). Jika backup dilakukan pada media yang sama, maka dikhawatirkan pekerjaan membuat backup menjadi sia-sia. Mengapa? Karena apabila media (misalnya harddisk) secara fisik sudah tidak bisa diakses sama sekali, maka data yang ada di dalamnya, bisa jadi tidak dapat diselamatkan. Kita tidak memiliki backup sama sekali.

Selain kita harus melakukan backup pada media yang berbeda, maka kita harus juga memiliki catatan tentang kondisi terakhir dari file data tersebut. Secara default, sistem telah menyimpankan data tanggal terakhir dari file yang dibackup tersebut. Tetapi sering kali informasi tanggal terakhir dari setiap file tidak bisa diandalkan. Mengapa? Karena bisa jadi telah terjadi perubahan yang sangat penting dan banyak pada backup tersebut, yang perlu diketahui dengan cepat.

Pada organisasi yang telah cukup mapan, maka umumnya organisasi memiliki komputer sendiri yang berfungsi sebagai server file dan server backup. Server file adalah sebuah komputer yang dikhususkan untuk menjadi pusat penyimpanan file; sedangkan server backup adalah sebuah komputer yang digunakan untuk menjadi backup (salinan) seluruh data dari file server. Setiap kali ada perubahan pada file server, maka akan secara otomatis akan disalinkan juga ke dalam server backup.

Setiap pengguna komputer harus selalu menyimpankan semua file yang dimilikinya ke dalam server file. Server file adalah tempat menyimpan salinan (backup) dari file yang dimiliki oleh setiap penggunanya. Setiap kali pengguna memiliki sebuah file baru atau mengubah suatu file, maka hasil kerjanya harus disimpankan ke dalam server file.

Backup harus dilakukan secara berlapis, tidak hanya satu backup saja, tetapi sangat disarankan untuk lebih dari satu. Server file dan server backup adalah salah satu solusi yang disediakan perusahaan, agar operasional kerja tidak terganggu. Solusi ini adalah solusi online. Secara offline, perusahaan umumnya memiliki operator yang bertugas untuk melakukan backup ke dalam media lain, seperti ke dalam tape, CD, atau DVD.

Kini mekanisme backup, terutama untuk backup file tidaklah cukup dengan menggunakan server file dan server backup, tetapi juga harus bisa memberikan informasi tentang perubahan dari setiap file yang dibackup. Histori isi dari file dan siapa yang melakukan perubahan file ini harus dapat diketahui dengan cepat dan mudah.

Mekanisme backup dapat dilakukan dengan menggunakan perintah copy biasa atau menggunakan utilitas backup yang disediakan untuk memudahkan pekerjaan.

Agar kita dapat memiliki suatu backup yang berhistori, maka kita harus menggunakan tools tambahan yang dapat digunakan untuk melakukan proses backup yang lebih mudah. Tools yang harus digunakan berupa software untuk melakukan pengendalian versi software dan tools clientnya. Software yang disarankan untuk melakukan pengendalian versi software saat ini adalah subversion, dengan tortoise sebagai software yang akan digunakan oleh penggunanya. Subversion harus dipasang pada server file, sebagai penunjang dari keberadaan server file itu sendiri.

Software subversion lebih banyak dikenal dalam kerangka bagaimana agar membuat suatu proses pengembangan aplikasi dapat memiliki histori pengembangan yang lengkap. Dari versi awal pengembangan sampai dengan versi terakhir dapat direkonstruksi dengan mudah. Karena kemampuan software subversion ini, yang bisa membuat histori dan rekonstruksi dengan mudah dari suatu pengembangan software, penulis pilih untuk menjadi solusi untuk proses backup file dari pengguna, dengan memanfaatkan sebagian kecil dari kemampuan subversion.

Dengan memiliki sistem yang memungkinkan backup berhistori, maka pengguna dapat dengan leluasa untuk melakukan perubahan tanpa harus khawatir dengan adanya kesalahan atau kehilangan file atau pun data kerja. Kunci kesuksesan agar memiliki backup berhistori adalah ‘harus berdisiplin untuk menjalankan prosedur backup’.

Sumber : https://newsinfilm.com/seva-mobil-bekas/

CARA MERAWAT BUSANA KAIN MAXMARA

CARA MERAWAT BUSANA KAIN MAXMARA

CARA MERAWAT BUSANA KAIN MAXMARA

CARA MERAWAT BUSANA KAIN MAXMARA

Nah, kali ini kami akan berbagi tips tentang bagaimana cara merawat busana dengan bahan kain maxmara yang baik dan benar.

• MEMISAHKAN PAKAIAN

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memisahkan pakaian dengan bahan maxmara dengan jenis pakaian lain. Hal itu untuk menghindari pakaian dari kain maxmara menjadi sobek, karena gesekan- gesekan jenis pakaian lain yang lebih kasar.

• MENCUCI MENGGUNAKAN TANGAN

Mencuci pakaian yang terbuat dari bahan maxmara sebaiknya menggunakan tangan dan hindari penggunaa mesin cuci. Ketika Anda merendam pakaian ini juga tidak boleh lebih dari 5 menit, agar warna pakaian tidak cepat rusak dan pudar.

Pada saat mengucek pakaian, sebaiknya kucek secara lembut saja dan hindari cara menggilas karena dapat menyebabkan kain menjadi cepat rusak.

• HILANGKAN NODA TERLEBIH DAHULU

Jika pakaian tekena noda, maka Anda bersihkan noda terlebih dahulu dengan menggunakan atau menggunakan spon yang diberi deterjen dengan menggosoknya secara perlahan saja, kemudian baru di cuci seperti biasa.

• MENGGUNAKAN SABUN CAIR

Untuk mencuci pakaian dengan bahan maxmara, sebaiknya menggunakan deterjen cair yang mengandung pelembut.

• HINDARI MENGERINGKAN DENGAN MESIN CUCI

Jangan menggunakan mesin pengering, menjemur pakaian dari bahan maxmara cukup di angin- anginkan saja di tempat yang sejuk dan hindari terkena sinar matahari langsung.

• JANGAN MEMERAS

Sebelum Anda menjemur, sebaiknya pakaian dengan bahan maxmara janga di peras. Supaya bahan kain tidak cepat rusak dan kusut.

• HINDARI SUHU PANAS SAAT MENYETRIKA

Menyetrika pakaian dengan bahan maxmara, Anda cukup menggunakan suhu yang sedang saja. Hal itu untuk menghindari bahan kain menjadi cepat rusak. Bahkan ada beberapa jenis kain maxmara yang tidak perlu di setrika, karena jenis bahannya memang tidak mudah kusut. Jadi setelah kering, Baju cukup digantung dan disimpan dalam almari pakaian.


Baca Juga :

JENIS JENIS KAIN MAXMARA

JENIS JENIS KAIN MAXMARA

JENIS JENIS KAIN MAXMARA

JENIS JENIS KAIN MAXMARA

Berikut ini penjelasan lengkap dari masing- masing jenis maxmara di atas:

• MAXMARA LUX

Kain maxmara lux, jenis kainnya tergolong yang paling adem, paling lembut dan bahannya juga paling jatuh dibanding dengan jenis maxmara lainnya. Selain itu, maxmara lux dilihat dari warnanya paling doff. Kain maxmara lux memang memiliki banyak perbedaan yang mencolok dari semua jenis maxmara.

Dengan segala kelebihannya, maxmara jika kita perhatikan lebih jelas lagi maka serat kain lebih terlihat dengan jelas. Hal inilah yang sangat membedakan dari kedua jenis kain maxmara midi dan maxmara galaxy.

• MAXMARA GALAXI

Dibanding dengan maxmara lux, maxamara galaxy memiliki jenis kain yang lebh sedikit berkilau. Namun kain maxmara galaxy jika dilihat secara sepintas hampir sama dengan kain maxmara lux, hanya yang membedakan adalah serat kainnya yang hampir tidak terlihat.

• MAXMARA POLOS

Sebagai informasi tambahan untuk Anda, bahwa kain maxamara polos memiliki perbandingan kelas dibanding maxmara motif. Pada bahan kain maxmara polos memiliki grade yang hampir sama dengan kain maxmara lux atau bisa dikatakan sama. Namun kain maxmara polos memiliki kualitas di atas maxmara galaxy.

Kain maxmara polos jenis kainnya lebih mengkilap.Selain itu, serat kainnya juga terlihat lebih halus dan hampir sama seperti maxmara lux. Sifat kain maxmara juga jatuh, berbeda dengan maxmara galaxy yang agak kaku

• MAXMARA MIDI

Dibanding dengan maxmara lux dan maxmara galaxy, kain maxmara midi cenderung memiliki jenis kain yanglebih kaki dan paling kilau. Jika di raba lebih kasar pada bagian dalam kain, namun pada ke dua sisi kain agak kaku.

Maxmara midi ini bagaikan permukaan lilin, Jika dicermati jenis kainnya tampak licin, namun serat kain hampir tidak terlihat.


Sumber: https://obatpenggemukbadan.id/evolvesms-apk/

KELEBIHAN KAIN MAXMARA

KELEBIHAN KAIN MAXMARA

KELEBIHAN KAIN MAXMARA

KELEBIHAN KAIN MAXMARA

Kain maxmara memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

• TEKTUR KAINNYA LEMBUT

Kain satu ini memiliki tekstur kain yang lembut, adem dan nyaman di pakai. Ketika diraba, bahan kain ini terasa lembut.

• KAIN TIDAK PANAS

Kain maxmara cocok digunakan untuk semua jenis cuaca, bahkan cuaca panas sekalipun. Dengan memakai pakaian dengan kain ini, Anda tidak akan merasa kegerahan. Akan tetapi kalau dari segi kenyaman saat di pakai masih kalah dengan bahan katun jepang yang memang sudah terbukti kenyamananya bagi para penggunanya.

• KAIN MAXMARA SIFAT KAINNYA JATUH

Kain ini termasuk kain yang jatuh, licin, ringan dan tipis. Namun, walaupun bahan maxmara tipis tetapi tidak transparan atau menerawang. Jika kita cermati, bahwa kain maxmara ini memiliki serat kain yang lebih baik dibanding kain satin. Oleh karena itu karena bahannya lebih berkualitas, maka harganya juga di atas kain satin.

• KAIN MAXMARA LEBIH BERKILAU

Kain maxmara memiliki bahan kain yang berkilau, namun tidak glossy dan berkesan lebih doff. Mengkilapnya bahan tersebut sangat enak di pandang.

• BANYAK PILIHAN WARNANYA

kain maxmara memiliki banyak pilihan warna dan motif. Bahan kain maxmara terdiri dari warna polos dan juga berbagai macam motif, sehingga Anda dapat memilih sesuai dengan keinginan Anda.

Karena dengan bahan kain maxmara, maka Anda dapat tampil mewah dan terlihat glamour. Pakaian dengan bahan kain maxmara cocok untuk menghadiri acara formal, misalnya hadir ke sebuah pesta.


Sumber: https://obatpenggemukbadan.id/my-town-farm-apk/

 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

Secara umum faktor yang memengaruhi belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang saling memengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.

1.      Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.

a.       Faktor fisiologis

Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam yaitu:

§  Keadaan tonus jasmani.

Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terha­dap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.

§  Keadaan fungsi jasmani/fisiologis.

Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologi pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama pancaindra. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa perlu menjaga pancaindra dengan baik, baik secara preventif maupun yang,bersifat kuratif, dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan, memeriksakan kesehat­an fungsi mata dan telinga secara periodik, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan lain sebagainya.

b.      Faktor psikologis

Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Bebera­pa faktor psikologis yang utama memengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, bakat dan percaya diri.

§  Kecerdasan/intelegensi siswa

Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena itu menenentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi tingkat inteli­gensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat inteligensi individu, semakin sulit indivi­du itu mencapai kesuksesan belajar. Oleh karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, seperti guru, orangtua, dan lain sebagainya. Sebagai faktor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar, maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru atau guru profesional, sehingga mereka dapat memahami tingkat kecerdasan siswanya.

sumber :