Alasan Mengapa Saya Senang Menulis

Alasan Mengapa Saya Senang Menulis

Alasan Mengapa Saya Senang Menulis

Alasan Mengapa Saya Senang Menulis
Alasan Mengapa Saya Senang Menulis

Maksud saya menulis disini adalah menuangkan isi pikiran dengan cara menggoreskan pola-pola kedalam sebuah medium sehingga meninggalkan berkas yang dapat dimengerti oleh pikiran orang lain, dan secara umum saya menggunakan standar berupa kode-kode tertentu yang sering disebut dengan huruf dan simbol. Mengkonversi isi pikiran ini kedalam bentuk kode memang sulit, kesulitannya berada diproses enkode dan dekode tulisan tersebut menjadi suatu informasi yang terkandung agar dapat dimengerti oleh orang lain. Dan kebanyakan apa yang saya tulis gagal di proses enkode dan dekodenya- Tulisan saya tidak dapat dipahami oleh orang lain. Akibatnya tulisan yang saya buat akan gagal untuk bisa dicerna, selanjutnya tulisan saya tidak akan diminati dan di baca lagi oleh orang lain.

Lalu mengapa kendatipun tulisan-tulisan yang saya buat tidak ada yang membaca, saya masih saja senang menulis, menulis dan terus menulis?. Mungkin anda ingin mengetahui alasan saya dibalik semua itu, berikut alasannya.

1. Saya orang bodoh

Alasan saya menulis yang paling utama adalah karena saya adalah seorang yang bodoh. Karena saya tahu bahwa diri saya bodoh dan sulit untuk memahami sesuatu, maka saya mencoba mencari cara yang baik untuk dapat memahami hal tersebut. Menulis bagi saya adalah hal yang sangat baik, mengapa?. Karena ternyata apa yang saya tuliskan adalah apa yang saya pahami, maka dengan menulis saya dapat menilai sejauh mana hal-hal yang telah saya pahami. Hanya dengan menulis saya dapat mengetahui secara jujur kemampuan saya dalam memahami sesuatu tersebut. Selanjutnya apabila ternyata saya tidak dapat menuliskan sesuatu yang ingin saya pahami, itu berarti saya belum dapat memahami hal yang saya ingin pahami tersebut. Maka apa yang akan dilakukan selanjutnya adalah saya akan terus mencoba memahami kembali apa yang ingin saya pahami dan berusaha untuk dapat menuliskannya.

Saya juga sangat bodoh apabila menyampaikan sesuatu melalui lisan, kemampaun lisan/berbicara saya buruk. Saya lebih nyaman menyampaikan sesuatu dengan menggunakan tulisan, alasannya tulisan memungkinkan kepada kita untuk dapat menkoreksi dan memeriksa secara berulang-ulang terlebih dahulu isi informasi dan  maksud yang ingin disampaikan (contohnya tulisan ini, saya menulis tulisan ini dengan memeriksa dan menkoreksinya secara berulang-ulang dan membutuhkan waktu selama 3 jam agar tulisan ini dapat tersusun dengan baik). Berbeda dengan lisan yang sulit untuk dikoreksi dan kemungkinan menyampaikan sesuatu yang kurang baik menjadi lebih besar.

 

2. Saya memiliki ingatan yang buruk

Alasan kedua mengapa saya senang menulis adalah karena saya memiliki daya retensi atau ingatan yang sangat buruk. Untuk dapat mengingat sesuatu (tentunya sesuatu yang tidak berhubungan denagn emosional keseharian) saya harus mencoba berulang kali dan berusaha mengingat lebih keras daripada orang lain. Dan jika saya telah berhasil mengingat sesuatu, biasanya ingatan itu tidak dapat bertahan lama. Sekitar 1 minggu berikutnya pasti saya akan sudah melupakan sesuatu yang saya ingat tersebut apabila tidak saya ulangi untuk diingat kembali. Dengan menulis saya dapat dengan mudah mengulang dan mencoba mengingat kembali apa yang ingin saya ingat, karena tinggal saya baca saja tulisan yang berisi informasi tentang sesuatu yang harus diingat tersebut.

Oh iya, Hal yang paling penting adalah soal ide. Karena ide itu terkadang datang tidak diundang dan pergi tanpa disuruh, maka dari itu saya mencoba menuliskan ide-ide yang datang tersebut, agar jika suatu saat pergi, saya tidak akan kehilangan ide itu. Tidak akan hilang, dan bahkan ketika suatu saat saya sudah mati sekalipun.

 

3. Saya orang yang tidak berguna

Alasan berikutnya adalah karena saya adalah orang yang tidak berguna. Karena saya menginginkan sekali agar dapat menjadi orang yang berguna, maka saya mencoba untuk membuat suatu tulisan-tulisan yang dapat berguna bagi orang lain.

 

4. Saya seorang pengangguran

Saya menulis karena saya memiliki waktu luang. Dengan menulis saya menjadi memiliki suatu pekerjaan, ya walaupun saya belum menghasilkan uang dari menulis untuk saat ini. Saya yakin mungkin suatu saat nanti saya dapat memperoleh uang dari menulis. Dan mungkin apabila ternyata saya tidak akan pernah dapat memperoleh uang dari menulis,  Setidaknya saya sudah mengisi waktu dengan hal baik dan terhindar dari hal yang tidak bermanfaat.

 

5. Saya tidak bisa menulis

“Jika anda ingin pintar menulis, maka sering-seringlah menulis”. Karena saya tidak bisa menulis, maka saya terus melatih diri dengan menulis agar bisa menulis.

 

6. Saya menulis karena Tuhan

Saya ada didunia ini karena Tuhan telah menciptakan dan mengirimkan saya  kedunia. Maka saya menulis adalah karena Tuhan. Ya, karena Tuhan yang telah menciptakan saya. Dan saya bersyukur terlahir kedunia ini serta ditakdirkan untuk diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menulis.

Sumber : https://filehippo.co.id/