Bulan: November 2020

Panduan Menulis Skripsi dengan OpenOffice.org/LibreOffice

Panduan Menulis Skripsi dengan OpenOffice.org/LibreOffice

Panduan Menulis Skripsi dengan OpenOffice.org/LibreOffice

Panduan Menulis Skripsi dengan OpenOffice.org/LibreOffice
Panduan Menulis Skripsi dengan OpenOffice.org/LibreOffice

Skripsi/Tugas akhir merupakan

momok bagi sebagian mahasiswa. Bukan hanya tentang mencari datanya saja yang memusingkan kepala. Dalam proses penyajiannya pun sering kali menemukan kendala. Biasanya kendala yang dimaksud berkaitan dengan pengetikan naskah agar sesuai dengan format dan kaidah yang telah ditetapkan, dimana format halaman bisa jadi berbeda dengan format halaman lainnya.

Untuk itu, tulisan ini dibuat sebagai panduan, agar mahasiswa dapat menghemat waktu pengerjaan skripsi/tugas akhir (maupun tugas lainnya) dan terbebas dari tekanan hal-hal yang tidak perlu. Panduan ini sebenarnya bertujuan untuk membukakan mata akan kekuatan suatu aplikasi word processing. Aplikasi ini sebenarnya memiliki berbagai fitur yang memudahkan kerja, hanya saja mungkin selama ini terabaikan karena kita terbiasa memperlakukanya sebagai “mesin tik” elektronik. Sebagai catatan, panduan ini dibuat berdasarkan fitur pada OpenOffice.org/LibreOffice Writer versi terbaru. Bila tampilannya berbeda dengan versi sebelumnya atau sesudahnya, harap disesuaikan dengan menu yang dipilih.

Mengapa OpenOffice.org/LibreOffice Writer yang digunakan? Alasannya, selain karena merupakan aplikasi open-source yang berarti kita mendukung aksi anti pembajakan, file yang dihasilkan (ekstensi .odt) juga relatif aman dari serangan virus. Seperti kita ketahui bahwa ada virus lokal yang mampu menyerang file Microsoft Word (ekstensi .doc). Bayangkan jika kita telah mengetik sekian banyak halaman, siang dan malam, tiba-tiba flash disk atau komputer kita terinfeksi virus tersebut. Selain itu, dalam panduan ini hanya disajikan sebagian kecil fungsi di dalam OpenOffice.org/LibreOffice Writer. Semua yang disajikan diupayakan hanya yang berkaitan dengan pengetikan skripsi saja. Selamat mencoba, selamat mengetik skripsi, semoga bermanfaat.

Pendahuluan

OpenOffice.org/LibreOffice Writer adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) yang terdapat pada paket OpenOffice.org/LibreOffice. OpenOffcie.org/LibreOffice Writer ini sangat mirip dengan Microsoft word dan Corel Word Perfect, oleh karena itu Writer dapat menjadi pilihan utama sebagai pengganti Ms Word. Sebelum menulis sebuah skripsi, diperlukan pengetahuan dasar dari OpenOffice.org/LibreOffice Writer. Istilah semacam paragraph style, page style atau template harus sudah dikenal. Skripsi harus direncanakan dengan matang. Beberapa hal seperti menyisipkan gambar, daftar dan struktur dokumen harus sudah ditentukan sebelumnya.Selain itu, dibutuhkan juga pengetahuan tentang kaidah- kaidah penulisan yang telah ditentukan oleh Universitas/Fakultas/Jurusan/Program Studi yang bersangkutan, seperti jenis dan ukuran font, batas margin, penomoran halaman, dan lain sebagainya. Ada baiknya sebelum mengetik skripsi, Anda membuat catatan atau outline tulisan tangan mengenai bahan dan materi yang hendak disajikan. Setelah itu, ketik semua materi dengan tanpa style terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terbuangnya waktu akibat tindakan coba-coba dalam menerapkan sebuah style, apalagi jika Anda tidak mempunyai komputer pribadi dan harus mengetik di rental komputer. Terakhir, jika Anda hendak menyisipkan suatu objek dalam skripsi Anda, misalnya gambar dan tabel, sebaiknya pisahkan dan simpan tersendiri.
Setelah melakukan langkah-langkah persiapan di atas, kita mulai dengan melakukan berbagai pengaturan. Pembahasan berikutnya mencakup trik-trik mengunakan berbagai fasilitas Writer agar dapat menghasilkan skripsi yang terstruktur, cantik, dan rapi dengan cara yang efektif dan efisien..

Menambahkan Footnote

Footnote atau catatan kaki digunakan untuk memasukkan keterangan atau referensi atas suatu kata, kalimat, istilah atau pengertian. Caranya pilih menu Insert > Footnote… Setelah itu akan tampil kotak dialog seperti Gambar 9. Biarkan saja dalam pilihan Automatic numbering dan Footnote type. Perbedaan antara Footnote dan Endnote adalah Footnote akan menempatkan catatan pada akhir halaman yang bersangkutan, sedangkan Endnote akan menempatkan catatan pada halaman terakhir dari suatu dokumen.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan

Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan

Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan

 

Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan
Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan

4 Macam Pidato

Sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, kita dapat membagi jenis pidato kedalam empat macam, yaitu: Impromptu, Manuskrip, Memoriter, dan Ekstempore Pidato Impromptu adalah Pidato yang dilakukan secara tiba-tiba, spontan, tanpa persiapan sebelumnya. Apabila kita menghadiri sebuah acara pertemuan, tiba-tiba kita dipanggil untuk menampilkan, Maka pidato yang kita lakukan disebut Impromptu.

Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromptu memiliki beberapa keuntungan. impromtu lebih dapat mengunkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena pembicara tidak memikirkan lebih dulu pendapat yang disampaikan, gagasan dan pendapat datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup, dan impromptu memungkinkan terus untuk berpikir. Tapi bagi juru pidato yang masih belum berpengalaman keuntungan diatas tidak akan tampak, bahkan dapat mendatangkan kerugian sebagai gerikut: Impromtum dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena dasar pengetahuan yang tidak memadai, Impromptu mengakibatkan penyampaian yang tersendat-sendat dan tidak lancar, gagasan yang disampaikan biasanya acak-acakan dan ngaur, demam panggung. Pidato Manuskrip adalah Pidato dengan naskah.

Juru pidato membacakan pidato dari awal sampai akhir

Pidato manuskrip perlu dilakukan jika isi yang disampaikan tidak ada kesalahan. Misalnya ketika kita dimintak untuk melaporkan keadaan keuangan, beberapa pemasukan, dari mana saja sumbernya, dan beberapa pengeluaran serta untuk apa uang dikeluarkan, kita perlu menuliskannya dalam bentuk naskah dan baru kemudian membacakannya. Keuntungan pidato manuskrip yaitu kata-kata dapat dipilih sebaik –baiknya seinga dapat menyampaikan arti yang tepat, pernyataan dapat dihemat , karena manuskrip dapat disusun kembali, kepasihan bicara dapat dicapai karena kata-kata sudah disiapkan, hal-hal yang ngaur dapat atau menyimpang dapat dihindari, manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak. Kerugian pidato manuskrip yaitu komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada mereka. pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik karena ia lebih berkonsentrasi pada teks pidato, seinga akan kehilangan gerak dan bersipat kaku. Umpan balik dari pendengar tidak dapat mengubah , memperpendek atau memperpanjang pesan. Pembuatanya lebih lama. Pidato Memoriter adalah Pidato yang ditulis dalam benyak naskah kemudian dihapalkan kata demi kata, seperti anak madrasah menyampaikan nasihat pada acara latihan. Keuntungannya (jika hapal), pidato kita akan lancar.

Kerugiannya kita akan berpidato secara datar dan monoton, sehinga tidak akan mampu menarik perhatian hadirin. Pidato Ekstempore adalah Pidato yang paling baik dan paling sering digunakan oleh juru pidato yang berpengalaman dan manhir. Juru pidato hanya menyiapkan garis-garis besar(out-line)dan pokok-pokok bahasan penunjang (supporting points) saja. Tetapi pembicara tidak berusaha mengigat atau menghapalkan kata demi kata Keuntungan pidato ekstempore adalah komunikasi pendengar dan pembicara lebih baik karena pembicara berbicara langsung kepada pendengar atu khlayaknya, pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan dan penyajiannya lebih spontan.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/mukadimah/

Tujuan Pidato

Menentukan tujuan Ada dua macam tujuan :Tujuan umum dan Tujuan khusus. Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: Memberitahukan (Informative),

Mempengaruhi (Persuasif), dan Menghibur (Rekreatif) Pidato Informative Pidato tersebut biasanya ditunjukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan. Pidato Persuasive Pidato ini ditunjukan agar oranng mempercayai sesuatu melakukannya atau terbakar semangat dan antusiasmenya. Keyakinan, tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan. Pidato Rekreatif (untuk menghibur). Pidato paling sukar dan diketahui hasilnya. Perhatian, kesenagan dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan. Bahasanya bersipat enteng, segar dan mudah dicerna.untuk menyampaikan pidato rekreatif, orang bukan saja memerlukan ekting yang menawan, tetapi juga kecerdasan untuk membangkitkan tertawa. 1. Mengembangkan bahasan Bila topik yang baik telah ditemukan, kita memerlukan keterangan untuk menunjang topok tersebu. Keterangan penunjang (supporting points) dipergunkan untuk memperjelas uraian, memperkuat kesan, menambah daya tarik dan mempermudah pengertian. A.R. Sjahab mengembangkan bahasan dengan mengunakan penjelasan contoh dan ilustrasi hipotesis.. Pengembangan bahasan dapat dikelompokan dalam enam macam: 1. Penjelasan Penjelasan yang sempurna selalu menyertakan keterangan penunjang lainnya. Dalam pidato informative, seluruh uraian merupakan penjelasan. Dalam arti terbatas, disini penjelasan berarti keterangan yang sederana dan tidak terinci.

Perbedaan konflik pada masa kanak-kanak dan konflik pada masa remaja

Perbedaan konflik pada masa kanak-kanak dan konflik pada masa remaja

Perbedaan konflik pada masa kanak-kanak dan konflik pada masa remaja

Perbedaan konflik pada masa kanak-kanak dan konflik pada masa remaja
Perbedaan konflik pada masa kanak-kanak dan konflik pada masa remaja

Konflik pada masa kanak-kanak

Terjadinya konflik orang tua dan anak sudah di mulai sejak anak masih berupa janin di dalam kandungan (fetal conflict). Meskipun ibu mengandung janin dan selalu bersedia berkorban untuk janin dikandungnya, ternyata tidak selalu memiliki kepentingan yang sama dengan sang janin. Adanya konflik genetik dalam proses kehamilan. Selama 9 bulan kehamilan, tubuh ibu akan menyediakan segala kebutuhan nutrisi bagi janin, namun perkembangan janin berlangsung sesuai kebutuhannya sendiri.

Ketika bayi sudah lahir dan mengalami perkembangan diluar tubuh ibu, salah satu konflik yang permulaan muncul dalam hubungan orang tua-anak adalah konflik dalam masa penyapihan (weaning conflict), biasanya setelah anak berusia satu tahun. Pada masa ini anak yang disapih sebenarnya masih menghendaki andil orang tua (parent investment) yang lebih besar pada dirinya. Karena kemampuannya yang masih terbatas, anak menggunakan cara tertentu sebagi upaya memperoleh andil orang tua bagi dirinya, misalnya temper tantrum. Pada saan anak mulai menyadari bahwa andil orang tua terhadap dirinya mulai terancam, misalnya oleh kehadiran adik, anak akan berupaya membesar-besarkan kebutuhannya, bersikap seolah-olah berusia lebih muda, dan berpura-pura tertekan. Cara-cara itu digunakan untuk memperoleh perhatian yang lebih dari orang tuanya.
Pada perkembangan berikutnya, yang banyak mendapatkan perhatian dalam pengkajian konflik orang tua-anak adalah ketika anak menginjak usia dua tahun (toddler). Pada masa tersebut anak mulai banyak mengalami perkembangan dalam keterampilan bahasa dalam motorik, dan mulai banyak mengalami masalah perilaku. Perilaku eksternalisasi dan agresi merupakan masalah perilaku yang mendapat banya perhatian pada masa perkembangan ini.
Pada masa ini kualitas konflik antara orang tua dan anak dipengaruhi oleh tipe kelekatan dan temperamen anak. Selain itu temperamen anak juga berkitan dengan frekuansi terjadinya konflik. Konflik orang tua-anak yang terjadi sehari-hari dapat berupa ketidaksetujuan antara orang tua dan anak tentang fakta-fakta. Selain itu dapat pula di sebabkan oleh ketidaksediaan atau ketidak mampuan orang tua menuruti keinginan anak.

Baca Juga: Fungsi Lembaga Keluarga

Konflik pada masa remaja

Pada umumnya masa remaja dianggap sebagai masa yang paling sulit dalam tahap perkembangn individu, masa yang penuh gejolak dan tekanan. Masa remaja merupakan masa pertarungan antar id, yaitu hasrat yang mencari kesenangan seksual dan super-ego, yaitu tuntutan untik mematuhi norma dan moral sosial. Pergolakan yang dialami pada masa remaja merupakan refleksi dan konflik internal dan tidakkeseimbangan psikis.

Konflik remaja dengan orang tua merupakan salah satu hal yang banyak mengundang perhatian para peneliti. Area yang menjadi perhatian pada umumnya adalah frekuansi terjadi konflik, topik yang menjadi konflik dan cara yang digunakan untuk melakukan resolusi konflik. Beberapa penelitian menunjukan pola kurvalinier pada intensitan konflik orang tua-anak, yaitu meningkat pada remaja awal, mencapai puncaknya pada remaja tengah, dan menurun pada remaja akhir. Sementara beberapa penelitian lain mengucapkan kecenderungan menurun secara linear dengan intensitas konflik lebih tinggi terjadi pada remaja awal dan menurun pada remaja akhir.

Walaupun terdapat kesamaan dalam hal tingginya intensitas konflik pada masa remaj awal, faktor usia agaknya tidak dapat digunakan sebagai patokan bagi kecenderungan meningkat atau menurunnya konflik orang tua-anak.
Konflik orang tua dengan remaja pada umumnya bersifat hierarkis dan berkenaan dengan kewajiban. Orang tua berada pada posisi yang lebih tinggi yang harus dipatuhi, berbeda dengan konflik yang dialami dengan teman sebaya yang bersifat setara dan fakultatif. Konflik orang tua dengan remaja juga cenderung memancing tindaka koersif, yang merupakan kombinasi antara afeksi negatif, resolusi yang bersifat mendominasi dan akibat yang tidak setara pada masing-masing yang berkonflik.
Banyak yang beranggapan bahwa konflik orang tua-remaja disebabkan oleh sikap remaja yang menentang orang tuanya. Sebagian ilmuan memandang penentangan remaja merupakan tanda terkikisnya moral.