Bulan: Februari 2020

OPPO F9 Punya Otak yang Sama Seperti OPPO F7

OPPO F9 Punya Otak yang Sama Seperti OPPO F7

OPPO F9 Punya Otak yang Sama Seperti OPPO F7

OPPO F9 Punya Otak yang Sama Seperti OPPO F7
OPPO F9 Punya Otak yang Sama Seperti OPPO F7

Sebelumnya telah terungkap bahwa smartphone OPPO yang tak lama

lagi akan meluncur, yakni OPPO F9 akan datang dengan VOOC Flash Charge. OPPO juga telah mengonfirmasi bahwa smartphone barunya ini nanti akan hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Sunrise Red, Twilight Blue, dan Starry Purple.

Kini, bocoran smartphone itu pun terus bergulir dan yang terbaru t

elah diungkap mengenai spesifikasi lengkap OPPO F9. Disebutkan, smartphone yang memiliki layar LTPS TFT berukuran 6,3 inci FullHD+ ini akan datang dengan chipset buatan MediaTek, yakni Helio P60.

Chipset yang disematkan juga akan dipadukan dengan pilihan RAM sebesar 4 GB dan 6 GB. Sedangkan untuk penyimpanan internalnya hanya berkapasitas 64 GB. Smartphone ini juga akan didukung baterai berkapasitas 3.500 mAh.

Pada panel bagian belakang, smartphone ini akan disematkan dual-camera

. Ada pun dual-camera yang disematkan memiliki konfigurasi 16 MP dengan aperture f/1.85 sebagai lensa utamanya dan 2 MP yang bakal dijadikan lensa sekunder dengan kemampuan untuk menciptakan foto bokeh.

 

Baca Juga :

Inilah Nama Resmi Android P yang Sesungguhnya

Inilah Nama Resmi Android P yang Sesungguhnya

Inilah Nama Resmi Android P yang Sesungguhnya

Inilah Nama Resmi Android P yang Sesungguhnya
Inilah Nama Resmi Android P yang Sesungguhnya

Google secara resmi mengumumkan versi utama Android berikutnya, yakni yang disebut dengan Android 9 Pie. Pembaruannya siap meluncur dalam bentuk Stable Version dan akan tersedia untuk di-download segera di perangkat Pixel.

Selanjutnya, perangkat dari OEM yang masuk ke dalam program

Beta bersama Google akan mendapatkan pembaruannya sekitar bulan September atau Oktober tahun ini. Android Pie adalah rilis utama Android ke-9 dan bakal menjadi penerus Android Oreo yang diperkenalkan pada tahun lalu.

Disebutkan, pembaruan ini memperkenalkan beberapa fitur baru yang sangat berkaitan erat dengan teknologi machine learning untuk membuat smartphone menjadi lebih pintar. Salah satu fitur baru yang turut diperkenalkan adalah Adaptive Battery.

Fitur ini sengaja dihadirkan oleh Google untuk mengkalkulasi sejumlah aplikasi yang sebenarnya tidak sering kalian gunakan dan akan meminimalisir penggunaan daya. Dengan begitu, kapasitas baterai yang terpasang pada smartphone kalian bisa lebih hemat.

Ada juga fitur baru lainnya, yakni Adaptive Brightness. Dari namanya

, sudah jelas fitur ini berkaitan dengan kecerahan layar. Ya! Fitur ini sangat membantu untuk menyesuaikan lebih optimal kecerahan layar smartphone dengan lokasi kalian berada.

Pemanfaatan teknologi machine learning juga bertujuan untuk membuat semua tugas yang sering kalian dilakukan bisa berjalan lebih cepat. Contoh lainnya adalah Slice, yakni fitur baru yang lebih memudahkan pengguna untuk melakukan pencarian lebih cepat dalam sebuah aplikasi.

Contoh lainnya App Actions, yang memasukkan tindakan lebih cepat

ke dalam app launcher pada waktu-waktu tertentu berdasarkan aktivitas yang sering kalian lakukan. Misalnya, kalian bisa mengatur navigasi dengan cepat untuk menuju ke kantor atau memutar musik kesukaan saat mencolokkan headphone.

 

sumber :

https://namabayi.co.id/pushbullet-apk/

Resmi Meluncur, inilah Harga Xiaomi Mi Pad 4 Plus

Resmi Meluncur, inilah Harga Xiaomi Mi Pad 4 Plus

Resmi Meluncur, inilah Harga Xiaomi Mi Pad 4 Plus

Resmi Meluncur, inilah Harga Xiaomi Mi Pad 4 Plus
Resmi Meluncur, inilah Harga Xiaomi Mi Pad 4 Plus

Pada akhir bulan Juni 2018 lalu, Xiaomi telah merilis tablet terbarunya

, yakni Mi Pad 4 yang memiliki layar berukuran 8 inci. Tablet ini datang dengan chipset Snapdragon 660 dan dukungan baterai super jumbo, yakni 6.000 mAh. Ada dua model yang ditawarkan, yakni LTE dan Wi-Fi Only.

Kini, Xiaomi kembali membuat kejutan dengan menghadirkan Mi Pad 4 Plus. Tablet ini datang dengan ukuran layar 10,1 inci dan sudah memiliki resolusi FullHD 1.920 x 1.200 piksel. Sedangkan aspek rasio yang dimiliki adalah 16:10 dengan rasio kontras 1.000:1.

Berbeda dengan Mi Pad 4, Xiaomi mengemas Mi Pad 4 Plus

dengan dukungan baterai berkapasitas 8.260 mAh dan membawa dukungan untuk pengisian 5V/2A. Chipset yang digunakan masih sama, yakni Snapdragon 660 besutan Qualcomm.

Varian Plus juga sudah dimodali kamera belakang 13 MP dengan bukaan f/2.0 dan dibagian depannya terpasang kamera dengan resolusi 5 MP plus aperture f/2.0. Kamera depan yang disematkan telah mendukung HDR dan pengenalan wajah alias face recognition.

Dukungan lainnya, Mi Pad 4 Plus juga sudah dibekali Wi-Fi 802.11ac,

2 x 2 Wi-Fi MIMO, Bluetooth 5.0, dan satu slot kartu nano-SIM untuk konektivitas LTE. Fitur lainnya dari tablet ini adalah jack audio 3.5mm dan Android 8.1 Oreo yang menjadi baju dari MIUI.

 

sumber :

https://namabayi.co.id/yahoo-mail-apk/

Cerita Anak Trofi puisi

Cerita Anak “Trofi puisi”

Cerita Anak “Trofi puisi”

Cerita Anak Trofi puisi
Cerita Anak Trofi puisi

Pagi-pagi sekali Nilam berangkat ke sekolah karena ada tugas piket kebersihan. Sesampai di sekolah, suasana masih sepi.

Ketika Nilam berjalan menuju kelasnya, sekilas Nilam melihat ada sebuah pengumuman yang tertempel di papan pengumuman. Ternyata itu adalah pengumuman lomba deklamasi puisi antarsekolah dasar tingkat kecamatan.

Tak berapa lama, Nila dikagetkan dengan kedatangan Bu Risty yang tiba-tiba menyapa Nilam.

“Selamat pagi Nilam!”

“Se…selamat pagi Bu Risty,” jawab Nilam agak kaget.

“Nggak usah kaget, Bu Risty bukan hantu kok! Pagi sekali datangmu?”

“Iya Bu. Hari ini saya ada jadwal piket kebersihan. Jadi, berangkat lebih pagi. Eh, karena datang terlalu pagi, saya baca-baca pengumuman lomba ini dulu.”

“Nilam tertarik ikut lomba deklamasi itu?”

“Lumayan tertarik Bu.”

“Kok lumayan? Harus ikut dong! Nilam kan jago deklamasi puisi. Kalau kamu tertarik, nanti waktu istirahat kamu temui Ibu di kantor ya! Bu Risty yang mengoordinasi siswa yang mau ikut lomba itu.”

“Baik Bu.”

Setelah Nilam belajar selama tiga jam pelajaran, bel istirahat pun berbunyi. Nilam segera menuju ke kantor guru menemui Bu Risty untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengumuman lomba yang dibacanya tadi. Bu Risty adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah Nilam.

“Bagaimana Nilam? Mantap untuk ikut lomba tersebut?”

“Iya Bu.”

“Baiklah, kamu isi formulir pendaftaran ini. Nanti Bu Risty yang akan mengirim formulir ini ke panitia lomba. Kamu latihan yang rajin biar menang.”

“Judul puisinya apa Bu?”

“Oya, puisi wajibnya berjudul “Doa” karya Chairil Anwar, lalu puisi bebasnya terserah kamu baca puisi ciptaan siapa saja.”

“Puisi ciptaan sendiri boleh Bu?”

“Boleh. Itu malah bagus. Persiapkan ya! Lomba diadakan minggu depan.”

“Baik Bu Risty.”

Waktu seminggu digunakan Nilam untuk rajin latihan deklamasi. Ketika bangun tidur, ia latihan olah vokal dan pernapasan agar suaranya lebih jelas dan nyaring. Nilam tak segan-segan memakan kencur mentah. Kata ibunya, kencur dapat membuat kualitas suaranya menjadi baik. Ia pun telah mempersiapkan satu puisi untuk dideklamasikan sebagai puisi bebas di lomba itu.

Akhirnya waktu lomba pun telah tiba. Hanya Nilam satu-satunya siswa yang mewakili sekolahnya untuk ikut dalam lomba tersebut. Nilam datang ke tempat lomba dengan ibunya. Bu Risty pun ikut mengantarkan Nilam. Setelah daftar ulang, Nilam mendapat nomor urut 20 dari 30 peserta.

Setelah menunggu lama, Nilam pun dipanggil panitia untuk maju mendeklamasikan puisi. Tak ada rasa ragu dalam hati Nilam. Ia mendeklamasi puisi “Doa” karya Chairil Anwar dengan perenungan yang dalam. Suaranya pun terdengar mantap dan mimiknya tampak meresapi makna puisi tersebut. Selanjutnya Nilam membacakan puisi bebas, yakni puisi ciptaannya sendiri.

“Aku Ingin Seperti Ibu karya Nilam Estetika Dewi,” Nilam mulai membaca puisinya.

Puisi dan deklamasi Nilam sangat bagus. Karena terlalu menghayati puisinya, air mata menetes dari mata Nilam. Begitu juga ibunya, ia tampak menangis bangga atas deklamasi puisi yang diciptakan Nilam sendiri. Tepuk tangan riuh menandai berakhirnya deklamasi dari Nilam.

Deklamasi dari 30 peserta pun telah usai. Saatnya juri menentukan pemenangnya. Salah satu juri berdiri bersiap membacakan pengumuman pemenang lewat pengeras suara. Semua peserta lomba tampak tegang.

“Hasil lomba deklamasi hari ini. Juara I diraih oleh….Ni…Nisa Praticia…Juara II diraih oleh…Wahyu Pramuditya, dan juara III diraih oleh…Nilam Estetika Dewi.”

Tepuk tangan terdengar riuh. Wajah Nilam pun terlihat berbinar. Ia sanggup menjadi juara III dan baru kali ini ia mendapat trofi juara. Ia mempersembahkan trofi puisinya untuk ibu tercintanya. Nilam bangga menjadi juara III. Ia tak menyesal karena tidak menjadi juara I, tetapi ia bertekad jika ada lomba lagi, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi juara I.

Baca Juga :

Tolak ukur atau tolok ukur

Tolak ukur atau tolok ukur

Tolak ukur atau tolok ukur

Tolak ukur atau tolok ukur
Tolak ukur atau tolok ukur

Penggunaan bahasa yang baik dan benar tidak hanya didasarkan pada lancarnya komunikasi, tetapi juga harus mengacu pada aturan kebahasaan. Bisa jadi kata yang diucapkan seseorang dan dimengerti lawan bicara, sebenarnya menyalahi aturan kebahasaan.

Sering ditemukan penggunaan “tolak ukur” dan “tolok ukur”. Penggunaan tiap contoh itu bisa diperhatikan dalam kalimat-kalimat berikut: 1) Hasil penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam menerima materi pembelajaran. 2) Kandungan mineral air pegunungan itu dapat dijadikan tolok ukur kualitas air sehat yang dapat dikonsumsi masyarakat.

Jika dicermati, kedua contoh kalimat itu dapat dipahami maknanya. Tetapi, manakah sebenarnya yang tepat? Jika dianalisis, kata “tolak” dalam kamus memiliki arti “sorong” atau “dorong”. Berarti kalau digabung dengan kata “ukur” akan menghasilkan makna yang tidak sesuai dengan makna yang disampaikan dalam contoh kalimat di atas.

Berbeda dengan penggunaan bentuk “tolok ukur”. Kata “tolok” dalam kamus berarti “banding” atau “imbangan”. Jadi, kata “tolok” digabungkan dengan kata “ukur” maka dapat memiliki makna “sesuatu yang dipakai sebagai dasar membandingkan, mengukur, atau menilai”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bentuk yang tepat dan benar adalah “tolok ukur”. – Oleh : Andi Dwi Handoko

Sumber : https://vhost.id/temple-run-apk/

Cerita Islami Mata Bening

Cerita Islami “Mata Bening”

Cerita Islami Mata Bening

Cerita Islami Mata Bening
Cerita Islami Mata Bening

Untuk beberapa detik lamanya, mataku terpaku menatap gadis itu. Entahlah, aku seperti tersihir keanggunannya.
Matanya terlihat sejuk dipandang seperti bening embun yang menyegarkan pagi. Langkah kakinya seolah-olah memiliki irama yang berketukan melodis. Gerakan langkah dan tubuhnya di mataku telah menjadi adegan slow motion yang biasanya hanya kulihat di film-film.

Gadis berwajah manis dan berjilbab biru laut itu seperti menghujaniku dengan salju yang membuat tubuh dan mataku membeku dan terpaku menatapnya. Selangkah demi selangkah ia menjauh dan akhirnya hilang di balik pintu ruang kuliah seberang sana. Aku segera sadar dari keterpakuanku.

“Astagfirullah…”

Aku segera menghela napas yang dalam dan beristigfar. Namun gadis itu memang sangat anggun, cantik dan manis. Barangkali dialah gadis terindah yang pernah kulihat. Tidak ingin membuang waktu lama, aku segera bergegas ke laboratorium komputer. Ada pekerjaan menunggu di sana. Ada beberapa komputer yang mesti kuperbaiki.

Baru sebulan aku kerja sebagai teknisi komputer di universitas negeri ini. Setelah tiga tahun bekerja di kantor swasta, Alhamdulillah akhirnya aku diterima dalam tes seleksi pegawai negeri di universitas ini. Ijazah D-3 komputer yang susah payah kudapatkan akhirnya dapat mengantarkanku menjadi pegawai ber-NIP. Aku masih ingat dulu, ayahku rela menjual sapi satu-satu miliknya hanya untuk membayar uang masuk kuliahku.

Rasanya aku betah kerja di sini. Rekan-rekan kerjaku menerimaku dengan tangan terbuka. Apalagi di sini aku bisa bertemu dengan banyak dosen. Sering bertemu dan berbicara dengan orang pandai tentu juga akan membuatku pandai. Kerjaku sebagai teknisi komputer juga tidaklah begitu berat dan aku nyaman dengan lingkungan di tempat kerjaku ini. Namun, ada suatu hal yang membuatku agak tidak nyaman. Semua rekan kerjaku sudah menikah dan berkeluarga, sedangkan aku belum sendiri. Rekan-rekanku sering menanyakanku kapan mereka diundang ke pernikahanku.

“Mas Fajar, sepertinya kamu sudah cukup umur untuk berumah tangga, apalagi sudah berstatus PNS. Tunggu apa lagi Mas?” tanya Pak Arif, kepala teknisiku.

“Belum dapat jodoh Pak?”

“Masa belum dapat pujaan hati. Lha itu, ada ratusan mahasiswi. Tinggal pilih mana yang kamu suka. Ha ha ha…”

“Ah, Pak Arif bisa saja.”

“Lho ini benar. Kamu ini modal tampan dan materi saya nilai sudah plus. Jadi, pasti banyak wanita yang mau dengan Mas Fajar. Mahasiswi juga enggak apa, malah masih fresh.”

Aku lantas teringat gadis berjilbab biru yang mampu membuatku terpaku. Sepertinya ide Pak Arif untuk mencari calon istri dari kalangan mahasiswi juga tidak ada salahnya. Apalagi aku juga sudah sering ditanya ibuku kapan aku membawa calon mantu baginya. Aku juga ingat umurku sudah 25 tahun. Nabi Muhammad juga menikah pada usia 25 tahun.

“Assalamualaikum.”

“Waalai…kum…sa…lam,” jawabku tergagap. Ternyata yang mengatakan salam adalah gadis berjilbab biru yang telah membuatku terpesona. Dan kini ia persis berada di depanku. Kulihat kedua matanya sangat bening memancarkan aura keanggunan. Ia seperti bidadari yang datang di depanku.

“Pak Fajar ada?”

“Oh, saya sendiri. Ada yang dapat saya bantu?” aku berusaha tenang.

“Saya disuruh Pak Dosen memanggil Anda agar segera ke ruang praktik biologi karena komputer di sana agak error.”

“Ya, baiklah. Bisa sekalian diantar ke ruangannya karena saya belum begitu mengenal gedung biologi.”

“Baik Pak. Saya juga akan kembali ke sana.”

Dalam perjalanan ke ruang praktik biologi, kami bercakap-cakap. Ternyata namanya Ayu Bening. Panggilannya Bening. Namanya sungguh bening, sebening matanya. Ia mahasiswi biologi semester tujuh sekaligus merangkap sebagai asisten dosen. Ia memang gadis yang sangat ramah dan dari cara bicaranya tergambar kecerdasan. Walaupun baru saja bertemu, rasanya hati ini sudah tertambat dengannya.

“Ya Allah, jika ia memang jodohku, dekatkanlah aku dengannya dan jika ia bukan jodohku, berilah petunjuk bagi hamba-Mu ini,” doaku dalam hati.

Hari dan minggu terus berganti. Aku sudah merasa sangat betah dengan pekerjaanku. Aku juga sering bertemu dengan Bening. Kami pun mulai akrab, walaupun hanya sebatas saling menyapa sebentar ketika berpapasan atau ketika dia memanggilku untuk urusan teknis. Ia pun terbiasa memanggilku dengan sebutan Mas Fajar, karena usia memang sepertinya aku belum pantas dipanggil Pak. Walaupun akrab, ia terlihat sangat menjaga batas antara pria dan wanita yang bukan muhrim. Aku jadi semakin yakin untuk menjadikannya calon istriku. Namun, di sisi lain, apakah dia mau denganku? Tapi itu urusan nanti, yang jelas aku harus mengumpulkan modal keberanian untuk meminangnya.

Aku memang masih ngontrak di dekat kampus. Rencananya ke depan, aku akan berusaha membeli rumah kecil di perumahan secara kredit. Mengontrak pun butuh beberapa keperluan dan kini rasanya aku butuh membeli dispenser. Kuputuskan untuk membeli di supermarket.

Setiba di supermarket, aku melihat Bening. Namun, ada yang janggal dengan dirinya. Jantungku rasanya berdenyut semakin cepat. Bening berjalan berduaan dengan seorang pria yang tak kukenal. Rasanya Bening tak mungkin berpacaran. Mereka terlihat mesra dengan membawa barang belanjaan bersama. Bening pun melihatku dan mendekatiku.

“Assalamualaikum Mas Fajar.”

“Waalaikumsalam Dik Bening,” jawabku sambil menenangkan diri.

“Oh iya Mas Fajar, kenalkan, ini suami saya.”

Jantungku serasa berhenti beberapa detik, lantas berdenyut kembali dengan kencangnya, aku lantas beristigfar. Ternyata selama ini aku mengagumi seseorang yang telah bersuami. Astagfirullahaladziim..

Sumber : https://vhost.id/car-parking-multiplayer-apk/

BlackBerry Garap “Adula”, Datang dengan Android 9 Pie

BlackBerry Garap “Adula”, Datang dengan Android 9 Pie

BlackBerry Garap “Adula”, Datang dengan Android 9 Pie

BlackBerry Garap “Adula”, Datang dengan Android 9 Pie
BlackBerry Garap “Adula”, Datang dengan Android 9 Pie

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa BlackBerry punya nasib serupa dengan Sony dan HTC di pasar smartphone global. Ya! Sejumlah produk yang mereka rilis tidak berhasil merebut hati banyak orang dan BlackBerry pun terseok-seok di industri ini.

Meski begitu, sama seperti Sony dan HTC, BlackBerry pun terus berupaya

untuk merilis smartphone yang dikembangkannya. Gosip terbaru, pabrikan smartphone asal Kanada ini dikabarkan sedang menggarap smartphone baru, yakni BlackBerry Adula.

Bahkan dalam aplikasi keamanan BlackBerry DTEK, beberapa kode misterius ditemukan terkait dengan smartphone BlackBerry yang akan datang sebagai “Adula”. Disebut-sebut, smartphone ini akan datang dari salah satu perusahaan yang memegang lisensi BlackBerry.

Seperti yang kita tahu, perusahaan yang memegang lisensi BlackBerry cukup banyak. Di Indonesia ada BB Merah Putih dan selain itu, BlackBerry juga memberi kepercayaan kepada TCL dan Optiemus. Namun, diduga kuat Adula akan keluar dari Optiemus yang merilis Evolve dan Evolve X di India.

Kepala Editor di forum online CrackBerry menambahkan bahwa perangkat

tersebut mungkin saja bukan perangkat baru. Anggota forum lainnya menunjukkan bahwa ini bisa jadi sebuah smartphone BlackBerry yang telah lama digosipkan dengan codename “Aurora 2”.

Laporan ini juga mencatat bahwa Aurora 2 mungkin menjalankan BBM yang dibuat khusus oleh Emtek bersama dengan bloatware yang dimuat sebelumnya, termasuk paket opsional dalam aplikasi. Kemungkinan lainnya, smartphone ini akan datang dengan sistem operasi Android 9 Pie.

Rumor tentang perangkat ini sendiri muncul beberapa bulan setelah

perusahaan meluncurkan BlackBerry Key2 LE-nya. Sayangnya, saat ini juga tidak ada kejelasan tentang kapan BlackBerry berencana untuk meluncurkan perangkat barunya di tahun 2019.

 

Baca Juga :

 

 

Nubia Red Magic Mars Masih yang Tercepat Versi AnTuTu

Nubia Red Magic Mars Masih yang Tercepat Versi AnTuTu

Nubia Red Magic Mars Masih yang Tercepat Versi AnTuTu

Nubia Red Magic Mars Masih yang Tercepat Versi AnTuTu
Nubia Red Magic Mars Masih yang Tercepat Versi AnTuTu

Ingin tahu smartphone apa saja yang memiliki kinerja tercepat?

Sangat mudah! Kita bisa melihat lewat daftar AnTuTu yang selalu dikeluarkannya setiap bulan. Ya! Pada bulan Januari 2019, tercatat smartphone Android yang memiliki kinerja paling cepat adalah Nubia Red Magic Mars.

AnTuTu mencatat bahwa smartphone gaming besutan Nubia tersebut memiliki skor mencapai 320.996 poin. Ya! Smartphone tersebut kembali berhasil mempertahankan gelarnya setelah pada bulan Desember 2018 lalu juga tercatat berada di posisi pertama mengalahkan Huawei Mate 20.

Smartphone besutan Huawei, yakni Mate 20 sendiri pada bulan Januari 2019

tetap berada di posisi kedua dengan skor 308.140 poin. Sementara itu, di posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Honor V20/View 20 dan Huawei Mate 20 X, yang masing-masing memiliki skor 306.567 poin dan 304.203.

Satu hal yang menarik, Huawei Mate 20 Pro justru berada di posisi ketujuh dengan skor AnTuTu yang hanya mencapai 298.659 poin. Padahal seperti yang kita tahu, Mate 20 Pro punya chipset yang sama dengan Huawei Mate 20 dan Mate 20 X, yakni Kirin 980 7 nanometer.

Bahkan bisa kita lihat, Huawei Mate 20 Pro kalah cepat

dengan Honor Magic 2 yang juga memakai chipset yang sama. Tercatat, Honor Magic 2 memiliki skor AnTuTu mencapai 301.260 poin dan di bawahnya ada Xiaomi Black Shark Helo yang memiliki skor 299.495 poin.

 

sumber :

https://mlwcards.com/idle-tycoon-apk/

Belum Rilis, Gambar Detail Galaxy S10 dan S10+ Kembali Muncul

Belum Rilis, Gambar Detail Galaxy S10 dan S10+ Kembali Muncul

Belum Rilis, Gambar Detail Galaxy S10 dan S10+ Kembali Muncul

Belum Rilis, Gambar Detail Galaxy S10 dan S10+ Kembali Muncul
Belum Rilis, Gambar Detail Galaxy S10 dan S10+ Kembali Muncul

Mendekati waktu peluncuran, bocoran smartphone flagship milik Samsung, yakni Galaxy S10 Series semakin deras. Kali ini, kita pun disuguhkan bocoran terbaru yang memperlihatkan desain terkini dari perangkat yang diduga kuat akan tiba sebagai Galaxy S10 dan Galaxy S10+.

Tak kalah mengejutkan, render terbaru yang diperlihatkan oleh WinFuture ini juga memamerkan duo Galaxy S10 yang tak hanya tampilan depannya saja, tetapi juga bagian belakang dan sisi sampingnya. Diperkirakan akan ada tiga warna yang ditawarkan, yakni Black, Emerald dan gradasi White Pearl.

Disebutkan, Galaxy S10 akan memiliki ukuran layar 6,1 inci

dan Samsung akan memuat lubang di layar sebagai “rumah” selfie-camera tunggal. Sedangkan pada bagian belakangnya akan disematkan tiga kamera yang masing-masing berfungsi sebagai lensa reguler, ultra-wide dan telephoto.

Sedangkan Samsung Galaxy S10+ akan memiliki layar sedikit lebih besar. Dilaporkan, ukuran layar smartphone ini mencapai 6,4 inci dan memiliki selfie-camera ganda yang juga ditanam ke dalam layar. Pada bagian belakangnya juga tersusun tiga buah kamera seperti yang dimiliki oleh Galaxy S10.

Jika diperhatikan lebih detail, kedua smartphone ini telah mengurangi ukuran bezel atas dan dagu yang dimiliki sedikit lebih lebar. Bezel tipis ini pun sebenarnya telah dijawab alias dikonfirmasi oleh penampakan Galaxy S10+ yang belum lama ini telah tertangkap kamera.

Selain itu, pada bagian belakang kedua smartphone

tersebut tidak nampak adanya pemindai sidik jari. Ya! Samsung memang diperkirakan sudah ingin ikut-ikutan untuk merilis Galaxy S10 Series dengan dukungan fingerprint under display seperti yang dikembangkan oleh kebanyakan pabrikan smartphone asal Cina.

Seperti yang sudah kita ketahui, debutan Galaxy S10 Series

akan melenggang resmi pada tanggal 20 Februari 2019. Samsung mengemas smartphone ini sebagai flagship terbaru yang tentunya akan disokong chipset Exynos 9820 8 nm atau Snapdragon 855 7 nm.

 

sumber :

https://mlwcards.com/jurassic-world-alive-apk/

Tugas UTS Jarkom

Tugas UTS Jarkom

Tugas UTS Jarkom

Tugas UTS Jarkom
Tugas UTS Jarkom

1. MAC Address dan IP Address

MAC Address kepanjangan dari Media Access Control Address. MAC address adalah sebuah nomor identitas hardware yang unik, digunakan untuk membedakan setiap perangkat yang ada di dalam jaringan komputer. MAC address disusun atas enam buah -digit ganda- nomor hexadecimal yang dipisahkan oleh tanda titik dua. Contoh alamat MAC address adalah seperti berikut: 00:0d:83:b1:c0:8e

IP Address yaitu sistem pengalamatan di network yang direpresentasikan dengan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255.

Kedua layer ini terdapat pada network layer.

2.

a. Layer

Adalah lapisan (konsep) dalam networking / jaringan dalam gambar diatas ialah (highe, middle, dan lower layer)

b. Service

Adalah layanan yang diberikan oleh penyedia jasa pengantaran surat.

c. Service Provider

Adalah penyedia layanan jasa dalam hal ini adalah kantor post.

d. Service user

Adalah layanan yang diberikan oleh provider kepad user yaitu layana jasa pengiriman surat

e. Protocol Data Unit (PDU)

Protokol yang digunakan untuk transmisi data. Dalam proses ini adalah aturan yang digunakan dalam pengiriman surat mulai dari penulisan surat pemasukan ke kotak pos dsb.

f. Service Access Point (SAP)

Adalah jalur yang disediakan oleh provider untuk menyampaikan paket yang akan dilewatkan di dalam.

g. Peer protocol

Adalah aturan yang digunakan dalam penyampaian paket (surat) agar paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima dan dimengerti oleh penerima dengan baik

3.

a. Repeater

Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

b. Hub

Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana.

c. Bridge

Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI. Bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil.

d. Switch

Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model.

e. Router

Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan

4.

Pada application layer data yang akan dikirm dipersiapkan untuk dilanjutkan ke transport layer pada transport layer data sudah mendapat tampabahn header, kemudian pada network layer data + header dari transport layer ditambahkan header kembali berikut pula pada datalink layer. Pada physical layer data tersebut dikonversi menjadi paket paket dan dipisah2 untuk dikirm melaui internet. Pada lapisan physical di sisi penerima data atau paket yang telah sampai dicek kelengakapnnya, bila lengkap maka akan dilanutkan ke layer atasnya diikuti dengan pelepasan header dari layer yang besangkutan dan demikian seterusnya sampai data samapi dan dapat dilihat oleh penerima.

Baca Juga :