Bulan: Desember 2019

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional
Hadapi Tantangan Global, ITS Buka Kelas Internasional

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan menghadapi tantangan globalisasi

. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyiapkan dua program baru, yakni kelas internasional dan program fast track.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan wacana didirikannya perguruan tinggi asing merupakan dua isu utama yang mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Untuk itu, Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, merasa ITS harus mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi tantangan tersebut ke depannya. “Untuk itu dua program baru ini akan diberlakukan ITS mulai semester depan,” jelasnya, Jumat (24/5).

Untuk kelas Internasional, lanjut Heru, program ini akan diberlakukan pada 16 program studi

(prodi) di seluruh ITS mulai tahun ajaran 2019/2020. Nantinya kelas tersebut akan berlangsung dengan pengantar keseluruhan berbahasa Inggris. Berkapasitas maksimal 30 orang, mahasiswa asing maupun lokal hanya bisa masuk kelas ini melalui seleksi jalur mandiri yang pendaftarannya mulai dibuka pada Juni 2019.

BACA JUGA – ITS Siapkan 13 Bus Mudik Bersama Gratis untuk Lebaran 2019

Tidak hanya itu, kelas internasional ini juga digadang-gadang memiliki beberapa kelebihan lain.

Nantinya para mahasiswa akan difasilitasi untuk melakukan pertukaran pelajar ke kampus luar negeri yang telah menjalin mitra dengan ITS. Mahasiswa yang melakukan exchange yang mengambil mata kuliah di kampus tujuannya tersebut dapat melakukan transfer kredit mata kuliah yang diakui ITS. “Selain itu kelas akan didesain lebih modern, baik dari infrastrukturnya maupun metode mengajarnya,” tutur guru besar Teknik Kimia ini.

Heru pun mengaku persiapan untuk membuka kelas internasional ini telah dilakukan jauh-jauh hari. Tenaga pendidik hingga staf administrasi pun telah diberi pelatihan agar siap menghadapi perubahan ini. “SDM sendiri sudah kita persiapkan untuk menghadapi ini, termasuk staf yang telah kami kirim ke luar negeri untuk belajar,” tutur pria berkacamata tersebut.

 

Baca Juga :

ITS Optimistis Tingkatkan QS World Rankings 2021

ITS Optimistis Tingkatkan QS World Rankings 2021

ITS Optimistis Tingkatkan QS World Rankings 2021

ITS Optimistis Tingkatkan QS World Rankings 2021
ITS Optimistis Tingkatkan QS World Rankings 2021

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak main-main dalam upayanya

menghadapi persaingan global menuju World Class University. Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan dengan Direktur Regional Quacquarelli Symonds (QS) World Rankings di Asia Tenggara, Chong E Way, di Gedung Rektorat ITS, Kamis (25/7).

Pertemuan antara pihak QS World Rankings dengan ITS tersebut merupakan salah satu usaha ITS untuk membenahi diri agar dapat semakin dikenal dunia. Seperti diketahui, ITS berhasil meraih peringkat 810 – 1.000 pada kategori QS World University Rankings (WUR) 2020. Secara lebih rinci, ITS telah mengalami kenaikan sebanyak 90 tingkat dari posisi 920 menjadi 830.

Kenaikan tersebut, menurut Chong E Way, bukanlah suatu kebetulan begitu saja.

Pada pertemuan tersebut, lelaki asal Malaysia ini menjelaskan, hal ini merupakan buah dari keinginan kuat ITS untuk terus tumbuh. “Terbukti dengan bagaimana ITS terus menggandeng kami untuk melihat apa saja yang harus dibenahi lagi agar menjadi lebih baik,” tuturnya.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng beserta jajarannya pada pertemuan

tersebut turut bersama-sama mendiskusikan kelebihan dan kekurangan ITS pada pemeringkatan QS World Rankings 2020 lalu. Dalam diskusi ini, ITS menghadirkan Direktur Regional QS World Rankings di Asia Tenggara ini untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal-hal rinci yang sebelumnya terlewatkan. Seperti penjelasan lebih lanjut mengenai indikator kunci untuk dapat meningkatkan ranking pada pemeringkatan QS.

 

Sumber :

https://my.bankstreet.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Learning_Through_Collaboration/Student_Papers_and_Projects.jnz?portlet=Student_Discussion&screen=PostView&screenType=change&id=8762e50d-62bf-4c2b-98e4-02bfe7848e1e

Green Laundry, Solusi Atasi Pencemaran Limbah Laundry

Green Laundry, Solusi Atasi Pencemaran Limbah Laundry

Green Laundry, Solusi Atasi Pencemaran Limbah Laundry

Green Laundry, Solusi Atasi Pencemaran Limbah Laundry
Green Laundry, Solusi Atasi Pencemaran Limbah Laundry

Menjamurnya jasa laundry di masyarakat saat ini juga membantu

menghidupkan ekonomi masyarakat modern. Namun di sisi lain, usaha laundry juga menimbulkan masalah pencemaran lingkungan, karena pelaku usaha seringkali mengalirkan limbahnya secara langsung ke badan sungai atau saluran air.

Menyadari hal itu, tiga orang mahasiswa Departemen Kimia Institut

Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyulap limbah laundry menjadi limbah yang aman dan layak buang. Ketiga mahasiswa itu adalah Alvin Romadhoni Putra Hidayat, Ahnaf, dan Vina Rizky Andina di bawah bimbingan Nurul Widiastuti SSi MSi PhD.

Ketua tim, Alvin Romadhoni Putra Hidayat mengatakan, limbah laundry memiliki kandungan zat kimia yaitu surfaktan dan senyawa fosfat yang tinggi. Kedua zat ini berfungsi sebagai pengikat kotoran yang menempel pada pakaian.

Menurutnya, ketika dibuang ke lingkungan air akan mengakibatkan

pengurangan kadar oksigen dalam air. “Hal itu dapat mengancam keberlangsungan hidup biota air,” ujarnya. Atas dasar itulah, Alvin dan rekan-rekannya menciptakan ide Green Laundry. Mereka pun berhasil merampungkan material pengolahan limbah cucian tersebut berupa membran atau selaput tipis selama dua bulan.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7

Lingkungan hidup dan Ekosistem

Lingkungan hidup dan Ekosistem

Lingkungan hidup dan Ekosistem

Lingkungan hidup dan Ekosistem

Pengertian Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Secara umum lingkungan hidup dapat di bagi 2, yaitu sebagai berikut.

  1. Lingkungan biotik meliputi seluruh makhluk hidup, dari mikroorganisme, tumbuhan, hewan termasuk juga manusia. Lingkungan ini disebut juga lingkungan organik.
  2. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, antara lain adalah batuan, tanah, mineral dan sinar matahari, lingkungan ini disebut juga lingkungan anorganik.

Ekosistem

ekosistem adalah satu kesatuan daerah antara lingkungan biotik dan abiotik. Kedua lingkungan ini saling berinteraksi dan saling memengaruhi.Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup merupakan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem kehidupan yang disebut ekosistem.

Ada empat unsur dalam ekosistem, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Lingkungan abiotik.
  2. Produsen (penghasil tumbuhan) merupakan tumbuhan yang mampu menyerap energi matahari dan memproduksi makanan melalui fotosintesis.
  3. Konsumen yaitu binatang dan hewan.
  4. Organisme pembusuk (decomposer).

Jaringan Interaksi Unsur-Unsur Lingkungan

Unsur atau komponen lingkungan hidup pada dasarnya terdiri atas hal-hal berikut ini.
  • Abiotic environment, seperti tanah, batuan, sinar matahari dan air.
  • Biotic environment, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad renik.
  • Sumber daya manusia dan sumber daya buatan sebagai hasil karya dan karsa manusia sehingga disebut lingkungan budaya (cultural environment).
Ketiga unsur di atas tidak berdiri sendiri-sendiri tetapi memiliki keterkaitan antarkomponen. Perubahan yang terjadi pada suatu komponen, dampaknya akan dirasakan oleh komponen lain. Jadi lingkungan hidup merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdiri atas berbagai subsistem. Subsistem itulah yang disebut unsur-unsur lingkungan hidup.
Berikut adalah contoh interaksi unsur-unsur lingkungan.

a. Pengaruh komponen fisik terhadap komponen biologi, contohnya:

  • kondisi iklim memengaruhi persebaran vegetasi,
  • hasil karya manusia sebagai lingkungan budaya dipengaruhi oleh lingkungan fisik, contoh membuat terasering pada lahan-lahan miring, menanami tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah.
b. Pengaruh komponen biologi terhadap komponen fisik, contohnya:
  • keberadaan cacing dalam tanah membuat kondisi tanah menjadi gembur dan subur,
  • penghijauan menyebabkan tanah tandus menjadi baik serta menyuplai oksigen daerah sekitar.
c. Pengaruh sumber daya manusia terhadap komponen fisik dan biologi, contohnya:
  • manusia melakukan berbagai konservasi tanah dan air,
  • manusia mengupayakan kelestarian flora dan fauna.
Interaksi unsur-unsur lingkungan secara global dapat kita amati pada interaksi manusia terhadap hutan. Dalam lingkungan hutan kita dapat menemukan semua komponen lingkungan, baik fisik, biologi, maupun lingkungan budaya. Manusia membutuhkan hutan sebagai sumber oksigen untuk kebutuhan pernafasan manusia.
Hutan juga mempunyai fungsi hidrologi yaitu sebagai daerah tangkapan hujan sehingga hutan mampu menyimpan air serta melindungi tanah dari bahaya erosi. Meningkatnya kebutuhan hidup manusia menyebabkan terjadinya perusakan hutan berupa penebangan atau pembakaran hutan. Kegiatan ini juga mengakibatkan menurunnya fungsi hutan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya berbagai bencana berupa erosi, banjir bandang, atau pendangkalan pada waduk-waduk.

Kualitas Lingkungan

Kualitas lingkungan adalah kondisi lingkungan yang berhubungan dengan kualitas hidup atau derajat pemenuhan kebutuhan dasar dalam kondisi lingkungan tersebut. Rantai Makanan Keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah.  Penilaian terhadap kualitas lingkungan berdasarkan hal-hal berikut.
  • Kualitas lingkungan biotik dalam keadaan baik jika antara sistem interaksi menimbulkan kehidupan yang serasi dan seimbangan tidak berdampak merugikan salah satu komponen.
  • Kualitas lingkungan sosial ekonomi dalam keadaan baik jika manusia secara ekonomi sejahtera, tidak kekurangan pangan, papan, pendidikan, dan kebutuhan lain atau memiliki sumber pendapatan yang memadai.
  • Kualitas lingkungan budaya dalam kondisi baik jika manusia masih mampu menghasilkan dan menikmati aktivitas dan kreativitasnya baik berupa materi maupun non materi.

Alat Pembayaran Internasional

Alat Pembayaran Internasional

Alat Pembayaran Internasional

 

Alat Pembayaran Internasional
Oleh karena dalam pembayaran internasional suatu mata uang dipertukarkan dengan mata uang lainnya di pasar valuta asing (Valas), maka permintaan suatu mata uang akan merupakan penawaran terhadap mata uang lainnya. Misalnya kita melakukan pertukaran US $ dengan rupiah, maka permintaan terhadap US $ merupakan penawaran rupiah, dan sebaliknya penawaran rupiah merupakan permintaan terhadap US $.

Cara Pembayaran Internasional

Adapun cara untuk melakukan pembayaran internasional yang timbul akibat perdagangan dan peminjaman internasional antara lain sebagai berikut.

a. Pembayaran dengan Surat Wesel Dagang (Commercial Bill of Exchange atau Commercial draft atau Trade Bill). Surat wesel dagang adalah pembayaran yang dilakukan dengan cara eksportir menarik surat wesel atas importir sejumlah harga barang-barang beserta biaya-biaya pengirimannya. Dalam surat wesel tersebut harus dilampiri dokumendokumen berupa:

  • faktur (invoice),
  • konosemen atau surat muatan (bill of lading),
  • daftar isi barang (packing list),
  • surat keterangan asal barang (certificate of origin),
  • surat keterangan pabean,
  • surat asuransi (insurence).
(penarik wesel) yang ditujukan kepada orang lain (yang kena tarik) untuk membayar sejumlah uang tertentu (nilai nominal wesel) kepada seseorang yang ditunjuk dalam surat wesel (pemegang wesel) pada tanggal yang sudah ditentukan (hari jatuh tempo).
Cara pembayaran internasional semacam ini sekarang masih banyak digunakan dalam lalu lintas pembayaran internasional. Dengan surat wesel, apabila eksportir membutuhkan uang sebelum jatuh tempo, maka ia dapat menjualnya kepada pihak lain, yang kelak akan menukarkannya kepada importir setelah wesel itu jatuh tempo.b. Kompensasi Pribadi (Private Compensation)
Kompensasi pribadi adalah cara pembayaran dengan mengalihkan penyelesaian utang piutang pada seorang penduduk dalam satu negara tempat penduduk tersebut tinggal.Cara pembayaran ini digunakan di Indonesia sekitar tahun 1960-an, namun sekarang sudah tidak banyak lagi digunakan dalam perdagangan internasional.

c. Pembayaran Tunai (Cash Payment) atau Pembayaran di Muka
Pembayaran tunai atau pembayaran di muka adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang tunai atau cek, yang dilakukan bersama-sama dengan surat pesanan atau menunggu diterimanya kabar bahwa barang yang telah dipesan dikapalkan oleh eksportir. Cara pembayaran ini mempunyai risiko yang besar.

Kelemahan cara pembayaran secara tunai di antaranya sebagai berikut.

  • Dalam pembelian barang, importir harus menyediakan dana, walaupun barang yang dibeli belum diterimanya. Importir dalam hal ini harus menanggung biaya untuk barang yang dipesan.
  • Terdapat kemungkinan barang yang dipesan tidak sesuai dengan barang yang diterima.
  • Ada kemungkinan terjadi keterlambatan datangnya barang maupun ketidakjujuran pihak eksportir.
  • Karena pengekspor berada di tempat yang jauh, maka keadaan pengekspor (bonafiditasnya) tidak sepenuhnya diketahui pengimpor.
d. Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C)
Letter of credit atau commercial letter of credit adalah surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembelian sejumlah barang di mana bank sendiri yang mengakseptir (menyetujui) dan membayar surat wesel yang ditarik oleh eksportir.

Pada dasarnya terdapat tiga pihak yang ada dalam transaksi letter of credit, yaitu:

  • opener (importir), adalah pihak yang mengajukan permintaan pembukaan L/C kepada bank
  • issuer (issuing bank), adalah bank di negara importir yang mengeluarkan L/C atas permintaan importir.
  • Beneficiary (eksportir), adalah pihak yang menerima pembukaan L/C oleh importir.
Transaksi yang menggunakan fasilitas L/C terdiri atas:
  • L/C biasa, artinya L/C dimana seorang importir bisa langsung membayar sesuai dengan harga barang melalui bank yang ditunjuk
  • Merchant L/C, artinya L/C dimana seorang importir dapat memasukkan barang terlebih dahulu dengan melakukan pembayaran sebagian, sedangkan sisanya dibayar kemudian.
  • Indutrial L/C, artinya impor banang-barang industri atau barang modal secara cepat dan tidak dipakai untuk barang konsumsi.
  • Red Clause L/C, artinya L/C yang mencantumkan instruksi kepada Advising Bank (bank yang ditunjuk) untuk melaksanakan pembayaran sebagian dari jumlah L/C kepada eksportin sebelum mengapalkan barang-barang ekspor.
  • Usance L/C, artinya L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya 1 bulan dari pengapalan barang atau 1 bulan setelah penunjukan dokumen.
e. Pembayaran Kemudian atau Rekening Terbuka (Open Account)
Pembayaran kemudian atau rekening terbuka adalah cara membiayai transaksi perdagangan internasional di mana eksportir mengirimkan barang kepada importir tanpa adanya dokumen-dokumen untuk meminta pembayaran.Pembayaran dilakukan setelah barang laku dijual atau satu sampai dengan tiga bulan setelah tanggal pengiriman, sesuai dengan penjanjian yang disepakati bersama. Sistem ini sangat membantu pengimpor melakukan transaksi perdagangan, akan tetapi berisiko besar bagi pengekspor.

Kelemahan cara pembayaran ini adalah sebagai berikut.

  • Tidak digunakannya dokumen yang menjamin pembayaran.
  • Eksportir harus membiayai seluruh transaksi dagang.
  • Adanya perubahan kurs devisa, yang nantinya akan merugikan eksportir.
f. Pembayaran dengan Konsinyasi (Consignment)
Pembayararan secara konsinyasi dilakukan setelah barang yang dikirim sudah terjual seluruhnya atau sebagian. Metode ini biasanya dilakukan kepada orang yang telah dikenal dengan baik. Jadi, barang yang akan dijual merupakan barang titipan untuk jangka waktu tertentu dan pembayaran dengan termin waktu.Untuk memperkecil risiko penjual, sebaiknya menggunakan jasa bank dalam pengiriman dokumen penagihan dan bonded warehouse untuk penitipan barangnya. Apabila barang sudah terjual, pembeli membayar kepada bank sejumlah uang atas nilai barang dan sebagai gantinya bank akan menyerahkan delivery instruction kepada bonded warehouse untuk mengeluarkan barangnya.

Alat Pembayaran Internasional

Untuk melakukan pembayaran internasional karena adanya transaksi internasional diperlukan suatu alat pembayaran internasional atau alat pembayaran luar negeri, yang disebut dengan devisa. Sistem devisa yang digunakan antara negara satu dengan negara lain berbeda-beda, karena setiap negara mempunyai mata uang sendiri-sendiri yang diperlukan dalam perdagangan. Teks Eksposisi Sistem devisa yang pada umumnya dipakai oleh sebagian besar negara di dunia dalam lalu lintas keuangan intarnasional membentuk suatu sistem yang disebut sistem moneter internasional.
Pembayaran yang dilakukan oleh suatu negara ke negara lain dalam bentuk mata uang, digunakan dengan membandingkan kurs valuta asing (exchange rate). Berdasarkan sumber perolehannya, valuta asing atau devisa dapat debedakan menjadi dua, yaitu devisa umum dan devisa khusus.
  1. Devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang atau dari penjualan jasa dan transfer. Tingkat kurs devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan valuta asing di pasar valuta asing.
  2. Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri. Tingkat kurs devisa kredit ditentukan oleh pemerintah, yang bertindak sebagai debitur, bukan oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasar valuta asing.

 

Permintaan akan valuta asing berasal dari:

  • importir, karena seorang importir dalam melakukan pembayaran atas suatu transaksinya dengan menggunakan mata uang asing,
  • pemerintah yang akan melakukan pembayaran internasional atau ke luar negeri untuk barang-barang yang diimpor,
  • para investor dalam negeri yang memerlukan valuta asing untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban luar negeri yang timbul dari transaksi pembelian surat berharga penduduk negara lain atau transaksi pemberian pinjaman kepada penduduk negara lain,
  • wisatawan-wisatawan dalam negeri yang akan melawat ke luar negeri,
  • perusahaan-perusahaan asing yang harus membayar dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham di luar negeri.

 

Penawaran atas valuta asing berasal dari:

  • eksportir, karena eksportir selalu menerima pembayaran atas transaksi perdagangan,
  • valuta asing dari kredit luar negeri yang disalurkan ke pasar valuta,
  • wisatawan-wisatawan mancanegara,
  • pemerintah yang menerima pinjaman dari luar negeri,
  • investor asing yang menanamkan modalnya di dalam negeri.

Dampak Inflasi dan Cara Mengatasinya

Dampak Inflasi dan Cara Mengatasinya

Dampak Inflasi dan Cara Mengatasinya

Dampak Inflasi dan Cara Mengatasinya

Dampak Inflasi

Secara umum, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi.

Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi) keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat, para penerima pendapatan tetap, seperti pegawai negeri atau karyawan swasta, serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

1. Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan.Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi.

2. Bagi para penabung
Inflasi menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan bunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap menurun. Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang karena untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.
3. Bagi debitur dan kreditur
Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
4. Bagi produsen
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan Jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Namun, jika inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsen enggan untuk meneruskan produksinya.
5. Bagi perekonomian nasional
  • Investasi berkurang.
  • Mendorong tingkat bunga.
  • Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif.
  • Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan.
  • Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang.
  • Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang.
  • Menimbulkan defisit neraca pembayaran.
  • Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Cara-cara Mengatasi Inflasi

 

a. Kebijakan Moneter

Seperti yang telah disebutkan di atas, peran bank sentral dalam mengatasi inflasi adalah dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang diambil oleh bank sentral tersebut dinamakan kebijakan moneter, yaitu dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut.
  1. Politik Diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada menjalankan investasi.
  2. Politik Pasar Terbuka (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual suratsurat berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat.
  3. Politik Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik Bank Sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase persediaan kas, diharapkan jumlah kredit akan berkurang.
  4. Pengawasan kredit secara selektif.

 

b. Kebijakan Fiskal

Selain kebijakan moneter, pemerintah dapat juga memberlakukan kebijakan fiskal yaitu kebijakan yang berhubungan dengan pengaturan penerimaan dan pengeluaran Negara. Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskal adalah
  1. pengaturan pengeluaran pemerintah (APBN) dan
  2. peningkatan tarif/pajak.

 

c. Kebijakan Nonmoneter

Selain dua kebijakan di atas ada juga yang disebut kebijakan nonmoneter yang mengatur hal-hal berikut.
  1. Peningkatan produksi.
  2. Kebijakan upah.
  3. Pengawasan harga.

 

Baca Juga Artikel Lainnya: