Bulan: Oktober 2019

Persyaratan Asesor Kompetensi

Persyaratan Asesor Kompetensi

Persyaratan Asesor Kompetensi

Persyaratan Asesor Kompetensi
Persyaratan Asesor Kompetensi

5.2.1 Asesor kompetensi harus memenuhi persyaratan LSP berdasarkan persyaratan kompetensi yang berlaku dan dokumen relevan lainnya.
Dalam proses pemilihan asesor yang ditugaskan untuk suatu ujian atau bagian dari suatu ujian harus dijamin bahwa asesor kompetensi tersebut minimal:
a) mengerti skema sertifikasi yang relevan;
b) memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode ujian dan dokumen ujian yang relevan;
c) memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan diuji;
d) mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan dalam bahasa yang digunakan dalam ujian, dan
e) bebas dari kepentingan apapun sehingga dapat melakukan penilaian (asesmen) dengan tidak memihak dan tidak diskriminatif.

5.2.2 Jika seseorang asesor kompetensi mempunyai potensi konflik kepentingan dalam ujian dengan calon, LSP harus mengambil langkah-langkah untuk menjamin bahwa kerahasiaan dan kenetralan ujian tidak dikompromikan.

Sistem Manajemen

Sistem Manajemen

Sistem Manajemen

Sistem Manajemen
Sistem Manajemen

Sistem manajemen

4.4.1 LSP harus menggunakan sistem manajemen yang didokumentasikan dan mencakup semua persyaratan pedoman ini serta menjamin efektifitas penerapan persyaratan tersebut.

4.4.2 LSP harus menjamin bahwa:
a) sistem manajemen ditetapkan dan dipelihara sesuai dengan pedoman ini, dan
b) sistem manajemennya dimengerti dan diterapkan pada semua tingkat organisasi.

4.4.3 LSP harus mempunyai sistem pengendalian dokumen dan audit internal serta kaji ulang manajemen yang sudah diterapkan termasuk ketentuan untuk perbaikan berkelanjutan, tindakan koreksi dan pencegahan.

4.5 Subkontrak

4.5.1 Jika LSP memutuskan untuk mensubkontrakkan pekerjaan yang berkaitan dengan asesmen kepada asesor subkontrak, maka perjanjian terdokumentasi yang mencakup pengaturan, termasuk kerahasiaan dan pencegahan konflik kepentingan harus dituliskan. Keputusan sertifikat tidak boleh disubkontrakkan.

4.5.2 LSP harus:
a) bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang disubkontrakkan dan tetap bertanggung jawab atas pemberian, pemeliharaan, perpanjangan, perluasan dan pengurangan ruang lingkup, penundaan atau pencabutan sertifikasi.
b) menjamin bahwa subkontraktor tersebut kompeten dan memenuhi ketentuan yang berlaku dalam pedoman ini, dan tidak terlibat baik secara langsung atau melalui atasannya dengan pelatihan atau pemeliharaan sertifikasi personel sedemikian rupa sehingga kerahasiaan dan kenetralan dapat dikompromikan. memelihara daftar subkontraknya dan menilai serta memantau kinerjanya sesuai prosedur yang didokumentasikan.

4.6.1 LSP harus memelihara sistem rekaman sesuai dengan kondisi dan peraturan perundang-undangan, termasuk cara-cara untuk mengkonfirmasikan status profesi yang disertifikasi. Rekaman harus membuktikan bahwa proses sertifikasi telah dipenuhi secara efektif, khususnya yang berkaitan dengan formulir permohonan, laporan evaluasi, kegiatan survailen, dan dokumen lain yang terkait dengan pemberian, pemeliharaan, perpanjangan, perluasan, pengurangan, penundaan dan pencabutan sertifikasi.

4.6.2 Rekaman harus diidentifikasi, diatur dan dimusnahkan dengan cara yang sesuai untuk menjamin integritas proses dan kerahasiaan informasi tersebut. Rekaman harus disimpan selama periode waktu tertentu untuk memberikan jaminan kepercayaan berkelanjutan, minimal satu siklus sertifikasi penuh, atau sebagaimana yang dipersyaratkan dalam perjanjian pengakuan, kontrak, hukum dan kewajiban lainnya.

4.7 Kerahasiaan
LSP harus menjaga kerahasiaan semua informasi yang diperoleh selama proses kegiatannya, melalui komitmen terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen tersebut harus dilaksanakan oleh semua individu/personil yang bekerja di lembaga sertifikasi, termasuk anggota komite dan lembaga atau individu dari luar yang bekerja atas namanya. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak berwenang tanpa persetujuan tertulis dari organisasi atau individu dari mana informasi diperoleh, kecuali bila perundang-undangan mensyaratkan informasi tersebut harus diungkapkan. Bila lembaga sertifikasi disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk mengumumkan informasi tersebut, organisasi atau individu yang bersangkutan harus diberitahu sebelumnya tentang informasi yang diberikan.

4.8 Keamanan
Seluruh soal-soal ujian dan bahan-bahan yang terkait harus dipelihara dalam suatu lingkungan yang aman oleh LSP, atau subkontraktornya untuk melindungi kerahasiaan bahan-bahan tersebut selama masa pakainya.

Persyaratan untuk personil permanen atau yang dikontrak oleh lembaga sertifikasi

5.1.1 LSP harus menetapkan persyaratan kompetensi bagi personil permanen atau yang dikontrak yang terlibat dalam proses sertifikasi.

5.1.2 LSP mewajibkan personil permanen atau yang dikontrak untuk menandatangai dokumen yang menyatakan komitmennya untuk memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi, termasuk hal- hal yang berkaitan dengan kerahasiaan dan kebebasan dari pengaruh komersial dan pengaruh lainnya dari setiap hubungan sebelum dan/atau saat ini dengan profesi yang diuji yang dapat mengkompromikan kenetralannya.

5.1.3 Uraian tugas dan tanggung jawab yang terdokumentasi dengan jelas harus tersedia bagi setiap Profesi permanen atau yang dikontrak. Mereka harus dilatih sesuai dengan bidang tugasnya, sehingga yang bersangkutan menyadari pentingnya sertifikasi yang ditawarkan. Semua personil yang terlibat dalam setiap aspek kegiatan sertifikasi harus memiliki kualifikasi pendidikan, pengalaman dan keahlian teknis yang sesuai dengan kriteria kompetensi untuk tugas yang ditetapkan.

5.1.4 LSP harus membuat dan memelihara dokumentasi mutakhir mengenai kualifikasi setiap personil.
Informasi tersebut harus mudah diakses oleh personil permanen atau yang dikontrak dan harus mencakup:
a) nama dan alamat;
b) organisasi dan jabatannya;
c) pendidikan, jenis dan status personil;
d) pengalaman dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugasnya;
e) tanggung jawab dan kewajibannya dalam lembaga sertifikasi;
f) penilaian kinerja;
g) tanggal pemuktakhiran rekaman
h) tanggal pemutakhiran rekaman

Sumber : https://sam-worthington.net/

SMPN 14 Bogor Juara Umum Pasanggiri Seni Sunda

SMPN 14 Bogor Juara Umum Pasanggiri Seni Sunda

SMPN 14 Bogor Juara Umum Pasanggiri Seni Sunda

SMPN 14 Bogor Juara Umum Pasanggiri Seni Sunda
SMPN 14 Bogor Juara Umum Pasanggiri Seni Sunda

– SMPN 14 Bogor, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, menjadi juara umum Pasang­giri

Seni Sunda. Acara yang berlangs­ung di aula SMPN 12 Bogor, Tanah­sareal beberapa waktu lalu itu diikuti para siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMP se-Kota Bogor.

Kepala SMPN 14, Ajat Sudrajat, men­gatakan, seni Sunda yang dilombakan meliputi pupuh, dongeng, aksara Sunda, sajak, biantara, borangan sama kawih. Pasanggiri ini bertujuan untuk mendapatkan japres buat melanjutkan SMA maupun SMK, menumbuhkan pelestarian supaya tidak punah dan menciptakan regenerasi Sunda.

Pasanggiri sekarang ini, tambah Ad­jat, untuk mengembangkan dan me­lestarikan kesenian Sunda

. Selain itu mewujudkan remaja Sunda yang berani tampil, meningkatkan rasa kesenian terhadap seni Sunda, seba­gai media pengembangan minat dan bakat remaja. “Acara ini juga untuk mewujudkan eksistensi budaya tra­disi di tengah budaya modern,” kata­nya.

Sejumlah siswa berprestasi yang ikuti lomba pasanggiri antara lain juara 1 Pupuh Annisa kelas IX

,juara 1 Borangan Denita kelas VIII, juara 1 Ngadongeng putra Lutfi kelas IX, ju­ara 3 Ngadongeng putri Nurina, juara 1 Aksara Sunda Fauziah kelas IX, ju­ara 3 Aksara Sunda Bayu, juara 1 Bi­antara Nashwa kelas IX, juara 2 Bian­tara Putra Rafli kelas XIII, Juara 3 Maca Sajak Zifa kelas IX, juara harapan 1 Kawih Putra Ikhsan kelas IX. “Saat ini mereka punya tabloid prestasi siswa-siswi SMPN 14 Bogor dan ke­giatan sekolah setiap bulannya,” ka­tanya.

 

Baca Juga :

K3SD Bogor Timur Gelar Pertemuan

K3SD Bogor Timur Gelar Pertemuan

K3SD Bogor Timur Gelar Pertemuan

K3SD Bogor Timur Gelar Pertemuan
K3SD Bogor Timur Gelar Pertemuan

Kelom­pok Kerja Kepala Se­kolah Dasar (K3SD) se-Kecamatan Bogor Ti­mur Kota Bogor

mengada­kan perte­muan seka­ligus pem­binaan terhadap para ke­pala oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, Asep Dadan, di SDN Katulampa 5.

Menurut Pengawas Disdik, Asep Dadan, pembinaan tersebut un­tuk mengevaluasi kepala sekolah

dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, pi­haknya juga membahas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk pengisian rapor pada De­sember 2018.

Sementara itu, menurut Ketua K3SD Kecamatan Bogor Timur, Dede Ilyas, pembinaan tersebut

sangat membantu kepala sekolah dalam melaksanakan proses pen­didikan terhadap peserta didik serta kepala sekolah di Kecama­tan Bogor.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

SMPN 12 Olahraga di Taman Heulang

SMPN 12 Olahraga di Taman Heulang

SMPN 12 Olahraga di Taman Heulang

SMPN 12 Olahraga di Taman Heulang
SMPN 12 Olahraga di Taman Heulang

Taman Heu­lang yang berada di tengah kota, nampaknya banyak bermanfaat untuk warga

, termasuk untuk sarana olahraga sekolah, dianta­ranya SMPN 12, yang memanfaat­kan taman Heulang sebagai sarana untuk olahraga bulutangkis.

Guru Olahraga SMPN 12 Eson Warsono menjelaskan, bahwa pi­haknya sengaja berolahraga di taman Heulang, agar siswa bisa leluasa beraktivitas, termasuk berolahraga bulutangkis. ”Karena lapangan sekolah sedang dipakai, maka saya ajak siswa untuk berolahraga di taman Heulang,”ungkpanya.

Siswa sangat antusias saat diajak berolahraga di taman Heulang, bahkan salah satu dari siswa

mer­upakan atlit yang pernah berpresta­si dalam beberapa event bulu tangkis di Kota Bogor, siswa terse­but bernama Alya kelas 9D.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang telah diraih Alya,” ungkap Eson

,Alya sendiri mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur akan pre­stasi yang telah diraih, terakhir alhasil dirinya meraih juara 3 dalam event bulutangkis di salah satu SMAN di Kota Bogor.

“Saya tidak akan pernah merasa puas dengan prestasi yang telah diraih tersebut, bahkan akan terus giat berlatih agar bisa berprestasi lebih baik lagi, karena niat saya ingin membanggakan kedua orang­tua serta mengharumkan nama sekolah,” pungkasnya

 

Sumber :

https://voi.co.id/

SMKN 1 Fokus Tingkatkan Kualitas Peserta Didik

SMKN 1 Fokus Tingkatkan Kualitas Peserta Didik

SMKN 1 Fokus Tingkatkan Kualitas Peserta Didik

SMKN 1 Fokus Tingkatkan Kualitas Peserta Didik
SMKN 1 Fokus Tingkatkan Kualitas Peserta Didik

SMKN 1 Bogor fokus memberikan pelajaran di sekolahan yang membangun karakter bagi para peserta didiknya

. Hal ini dilakukan sekolah untuk meningkatkan kualitas para pelajar dalam menghadapi masa depan yang syarat dan penuh dengan persaingan. “Terutama di jaman serba digital saat ini, dimana gadget menjadi media utama dalam berkomunikasi. Maka dari itu, kita fokus memberikan pelajaran pendidikan karakter dan keagamaan,” kata Wakahubinmas SMKN 1 Bogor, Nani Maryani

Lebih lanjut, Nani menerangkan, bahwa sesungguhnya membangun karakter peserta didik

sebenarnya bukan hanya merupakan tanggung pihak sekolah saja. Namun peran serta orang tua pun sangat diperlukan, sehingga dapat terjalin sinergitas antara guru dengan orang tua secara aktif. “Makanya, kita juga mengajak para orang tua murid aktif mengawasi anak-anaknya,” ucapnya.

Dengan begitu, Nani berharap, penerapan disiplin dan bekal ilmu agama serta pendidikan karakter

yang diimplementasikan melalui kegiatan belajar disekolah, dapat menjadi bekal siswa dalam kehidupan sehari harinya, baik itu di sekolah maupun saat berada lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga bisa menjadi pondasi siswa untuk bisa berperilaku arif dan bijaksana, sopan santun dan toleransi terhadap sesama

 

Baca Juga :

Berikan Pelatihan Kurtilas Tiga Hari

Berikan Pelatihan Kurtilas Tiga Hari

Berikan Pelatihan Kurtilas Tiga Hari

Berikan Pelatihan Kurtilas Tiga Hari
Berikan Pelatihan Kurtilas Tiga Hari

Sebanyak lima mahasiswa Institut Perta­nian Bogor (IPB) berhasil meng­inisiasi pembentukan sistem

pertanian terpadu di Kalimantan Barat (Kalbar). Kegiatan tersebut dilaksanakan saat mereka melaks­anakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB 2018. Kelimanya yakni Muhamad Febri Ramdani, M. Hasanul Haqq, Rido Agusman, Fara dan Nadia Fikrun­nisa.

Menurut Febri, sistem perta­nian terpadu yang dimaksud ada­lah integrasi antarsektor

perta­nian yaitu pertanian dengan perikanan (Agrofisheris), perta­nian dengan peternakan (Agro­postura), pertanian dengan ke­hutanan yaitu (Agroforestry). “Kami memanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk kompos, membuat pakan ternak alternatif (silase) dan mengenalkan mina­padi. Kegiatan tersebut berlangs­ung secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat,” katanya.

Apresiasi pun diberikan Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Beng­kayang. Sebab, para mahasiswa

telah cermat dalam melihat po­tensi wilayah dalam pengembangan pertanian terpadu dan pengolahan produk unggulan desa.

“Harapannya ke depan lulusan IPB mampu mengembangkan langsung inovasi pertanian di Indonesia dan mampu mening­katkan ekonomi keluarga petani dari hasil pengolahan hasil tani­nya,” kata asisten II Bupati Beng­kayang, Supriadi.

Sekadar diketahui, selain ber­hasil menginisiasi pembentukan sistem pertanian terpadu, kelima mahasiswa IPB ini juga berhasil mengangkat produk lokal sektor pertanian di Kabupaten Beng­kayang, menjadi produk unggulan desa. Di antaranya selai dan sirup dari bunga rosela, manisan dari buah kundur, tempoyak dari buah durian dan keripik dari sing­kong hutan

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNTBHND

DISDIK Punya 27 Paket Proyek Siap Tender

DISDIK Punya 27 Paket Proyek Siap Tender

DISDIK Punya 27 Paket Proyek Siap Tender

DISDIK Punya 27 Paket Proyek Siap Tender
DISDIK Punya 27 Paket Proyek Siap Tender

Sebanyak 27 pa­ket proyek konstruksi dan pengadaan di Dinas Pendidikan (Disdik)

Kota Bogor siap dilaksanakan. Mengingat proses tender dan tanda tangan kontrak selesai dilakukan.

”Insya Allah awal September proyek konstruksi yang selesai ditender mulai dikerjakan.

Sehingga nantinya dapat digunakan pada semester genap. Peng­erjaannya pun harus sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak kerja,” terang Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, di kantornya, kemarin.

Hal tersebut diakui Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pem bangunan dan Pengadaan Barang Jasa

(Adalbang) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Rahmat Hidayat. Menurut dia, dari 138 paket pekerjaan yang diajukan perangkat daerah, 27 paket di antaranya datang dari Dinas Pen­didikan. ”Dari jumlah tender paket konstruksi yang diajukan itu, yang terbesar datang dari disdik yaitu 27 paket dan sudah dilakukan tanda tangan kontrak,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNJD2NS

Euthanasia Menurut Islam

Euthanasia Menurut Islam

 Euthanasia Menurut Islam

 Euthanasia Menurut Islam
Euthanasia Menurut Islam

PengertianEuthanasia

berasal dari kata Yunani “euthanatos”, yang terbentuk dari kata “eu” dan “thanatos” yang masing-masing berarti “baik” dan “mati”. Jadi euthanasia artinya membiarkan seseorang mati dengan mudah dan baik. Kata ini. Juga didefinisikan sebagai “pembunuhan dengan belas kasian” terhadap orang sakit, luka-luka atau lumpuh yang tidak memiliki harapan sembuh dan didefinisikan pula sebagai pencabut nyawa sebisa mungkin dengan tidak menimbulkan rasa sakit.

Euthanasia dilakukan dengan cara: a) Kematian dengan cara pemberian obat bius dalam jumlah yang banyak (overdosis) atau penyuntikan cairan yang mematikan dengan tujuan mengakhiri hidup pasien. b) Keputusan untuk menghentikan perawatan yang dapat memperpanjang hidup pasien dengan tujuan mempercepat kematian.

Sejak abad ke 19 terminologi euthanasia dipakai untuk penghindaran rasa sakit dan peringatan pada umumnya bagi yang sedang menghadapi kematian dengan pertolongan dokter. (Abdul Fadl Mohsin Ebrahim. Telaah Fiqh dan Biotika Islam, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. 2001, hal. 148)

Secara umum euthanasia dapat dikelompokkan menjadi dua katagori:

1. Euthanasia Pasif/Negatif

Yaitu tindakan membiarkan pasien yang berada dalam keadaan tidak sadar (koma). Karena berdasarkan usulan medis sudah tidak ada harapan hidup (tidak ada tanda-tanda kehidupan) yang disebabkan karena rusaknya salah satu organ, tidak berfungsinya jantung dan lain-lain. Dengan kata lain tenaga medis tidak lagi melanjutkan bantuan atau menghentikan proses pengobatan.

Contohnya:
Seseorang penderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa. Hingga penderita pingsan, menurut pengetahuan medis orang yang sakit ini tidak ada harapan untuk bisa hidup normal lagi (tidak ada harapan hidup). Sehingga si sakit tersebut dibiarkan mati secara alamiah, karena walaupun peralatan medis digunakan sudah tidak berfungsi lagi bagi pasien.
Firman Allah dalam surat Ali Imran 156:

وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ…..

“….Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Ali Imran:156)

2. Euthanasia Aktif

Yaitu tindakan mempercepat proses kematian, baik dengan memberikan suntikan atau polesan alat-alat bantu pengobatan. Seperti: saluran oksigen, alat pembantu jantung dan lain-lainnya. Sementara pasien sebenarnya masih menunjukkan adanya harapan hidup berdasarkan usulan medis.
Firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 29:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا…..

“…..Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang Kepadamu”. (QS. An Nisaa:29)

Baca Juga: 

Al-Qur’an Dimansukh Dengan As-Sunnah

Al-Qur’an Dimansukh Dengan As-Sunnah

Al-Qur’an Dimansukh Dengan As-Sunnah

 

Al-Qur’an Dimansukh Dengan As-Sunnah
Al-Qur’an Dimansukh Dengan As-Sunnah

Pada jenis ini ada dua bagian:

a). Al-Qur’an dimansukh dengan Sunnah (hadits) Mutawatir

Pada bagian ini ulama berselisih. Diriwayatkan dari Imam Ahmad rahimahullah bahwa beliau menyatakan: “Al-Qur’an tidak dinaskh (dihapus) kecuali oleh Al-Qur’an yang datang setelahnya…”. Namun Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “(Berdasarkan) penelitian, boleh dan terjadi naskh Al-Qur’an dengan Sunnah Mutawatir, contohnya: dihapusnya ayat 5 kali penyusuan dengan Sunnah Mutawatir, dihapusnya surat Al-Khulu’ dan Al-Hafd dengan Sunnah Mutawatir. Dan banyak contoh lainnya”.

b). Al-Qur’an dimansukh dengan Sunnah (hadits) Ahad

Pada bagian ini ulama juga berselisih. Yang rajih –wallahu a’lam- hal ini ada dan terjadi. Contohnya:

Firman Allah Azza wa Jalla.

قُل لآ أَجِدُ فِي مَآ أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَن يَّكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ

Katakanlah:”Aku tidak mendapati dalam wahyu yang telah diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang disembelih atas nama selain Allah”. (QS. Al-An’am :145)

Baca Juga: Rukun Iman

Dalil

Ayat ini menunjukkan bahwa makanan yang diharamkan -di saat ayat ini diturunkan- hanyalah empat jenis di atas. Ini berarti, di saat itu, daging keledai jinak boleh dimakan, berdasarkan ayat ini. Kemudian kebolehan ini dihapuskan hukumnya oleh hadits-hadits shahih yang datang kemudian yang mengharamkan daging keledai jinak. Karena ayat di atas termasuk surat Al-An’am, yang merupakan surat Makiyyah, yang turun sebelum hijroh, dengan kesepakatan ulama. Adapun pengharaman daging keledai jinak dengan Sunnah terjadi setelah itu di Khoibar.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَهُ جَاءٍ فَقَالَ أُكِلَتِ الْحُمُرُ ثُمَّ جَاءَهُ جَاءٍ فَقَالَ أُكِلَتِ الْحُمُرُ ثُمَّ جَاءَهُ جَاءٍ فَقَالَ أُفْنِيَتِ الْحُمُرُ فَأَمَرَ مُنَادِيًا فَنَادَى فِي النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَيَانِكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ فَإِنَّهَا رِجْسٌ فَأُكْفِئَتِ الْقُدُورُ وَإِنَّهَا لَتَفُورُ بِاللَّحْمِ

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi oleh seseorang yang datang, lalu mengatakan: “Keledai-keledai telah dimakan”. Kemudian datang lagi kepada beliau seseorang yang datang, lalu mengatakan: “Keledai-keledai telah dimakan”. Kemudian datang lagi kepada beliau seseorang yang datang, lalu mengatakan: “Keledai-keledai telah dimakan”. Kemudian beliau memerintahkan seorang penyeru, lalu dia menyeru di kalangan orang banyak: “Sesungguhnya Alloh dan RasulNya melarang kamu dari daging keledai jinak, sesungguhnya ia kotor/najis”. Maka periuk-periuk dibalikkan, sedangkan periuk-periuk itu mendidih (berisi) daging (keledai jinak).

Antara ayat di atas dengan hadits yang mengharamkan daging keledai jinak tidak bertentangan, karena waktu keduanya berbeda. Di saat ayat di atas turun, daging keledai jinak halal, karena yang diharamkan hanyalah empat jenis makanan. Kemudian setelah itu datang pengharaman daging keledai jinak. (Mudzakiroh, hal: 153-155)