Bulan: Agustus 2019

Macam karya ilmiah

Macam karya ilmiah

Macam karya ilmiah

Macam karya ilmiah
Macam karya ilmiah

a. Artikel ilmiah

  • Merupakan karya tulis yang dirancang untuk dimuat di jurnal atau buku kumpulan artikel, ditulis dengan tatacara ilmiah, dan disesuai dengan konvensi ilmiah yang berlaku.
  • Artikel dapat dipilah menjadi dua:
    • Artikel hasil penelitian
    • Artikel nonpenelitian.

b. Makalah ilmiah

  • Karya tulis yang memuat hasil pemikiran tentang masalah, disusun secara sistematis dan runtut, dan disertai analisis yang logis dan objektif.
  • Makalah dibedakan menjadi dua :
    • Makalah teknis
    • Makalah nonteknis

c. Laporan Penelitian: Karya tulis yang berisi paparan proses dan hasil penelitian.

 

Sumber : https://jalantikus.app/

Ciri-ciri karya ilmiah

Ciri-ciri karya ilmiah

Ciri-ciri karya ilmiah

Ciri-ciri karya ilmiah
Ciri-ciri karya ilmiah
  • Objektif =>Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
  • Netral =>Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
  • Sistematis =>Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
  • Logis =>Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
  • Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan) =>Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
  • Tidak pleonastis =>Kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
  • Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Pendaftar Jalur WPS Membludak di PPDB Jawa Barat

Pendaftar Jalur WPS Membludak di PPDB Jawa Barat

Pendaftar Jalur WPS Membludak di PPDB Jawa Barat

Pendaftar Jalur WPS Membludak di PPDB Jawa Barat
Pendaftar Jalur WPS Membludak di PPDB Jawa Barat

Pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Penghargaan Maslahat Guru (PMG) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Warga Penduduk Sekitar (WPS), dan Prestasi jenjang SMA berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum (PMU) sekaligus Wakil Ketua I PPDB Jawa Barat, Yesa Sarwedi.

Yesa mengatakan, PPDB tahun ini berjalan baik. Seperti yang diketahui, untuk jalur non-NHUN, pendaftaran sudah ditutup dan sementara akan dipublikasi hasil seleksi sementara calon peserta didik di website resmi PPDB Jawa Barat. Hasil seleksi akhir akan diumumkan pada 30 Juni mendatang.

“Kita tahu ada dua jalur non-NHUN dan NHUN

. Pendaftaran sudah kita tutup kemarin, sementara ini yang sudah kita publish seleksi sementara, nanti hasil fixnya pada tanggal 30 Juni,” ujar Yesa saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung.

Dari hasil evaluasi, ada beberapa jalur yang tidak memenuhi kouta yang ada. Seperti pada SMA Negeri 8 Bandung, untuk jalur KETM belum terpenuhi. Akan tetapi, ada pula jalur yang paling banyak diminati di beberapa sekolah, yaitu jalur WPS.

“Kebanyakan semua sekolah membludak di jalur WPS.

Prinsipnya WPS membludak, karena masyarakat ingin ikut daftar dan sebagian besar dari mereka berpikir jalur WPS adalah jalur yang paling memungkinkan,” jelas Yesa.

Menanggapi hal tersebut, Yesa menegaskan, pemerintah memberikan keleluasaan kepada setiap sekolah untuk melimpahkan kelebihan kouta dari satu jalur ke jalur lainnya. Untuk saat ini kelebihan kouta akan dilimpahkan ke jalur lain yang masih merupakan jalur non-NHUN. Jika masih masih ada kelebihan, nantinya ada kebijakan melimpahkan kelebihan ke jalur NHUN.

“Hingga penutupan pendaftaran, tercatat 112.469 pendaftar mendaftar ke empat jalur non-NHUN di seluruh SMA di Jawa Barat. Sedangkan kouta yang ada hanya 88.492. sehingga, banyak yang tidak tertampung,” ujar Yesa.***

 

Baca Juga :

Rekapitulasi Sementara PPDB 2018 Provinsi Jawa Barat

Rekapitulasi Sementara PPDB 2018 Provinsi Jawa Barat

Rekapitulasi Sementara PPDB 2018 Provinsi Jawa Barat

Rekapitulasi Sementara PPDB 2018 Provinsi Jawa Barat
Rekapitulasi Sementara PPDB 2018 Provinsi Jawa Barat

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018, hari ini memasuki hari terakhir

. Sekertaris II Panitia PPDB Jawa Barat, Edy Purwanto menyampaikan jumlah pendaftar sementara per 8 Juni 2018, jam 10.00 berjumlah 171.306 siswa.

“Dari rekap data saat ini, jumlah pendaftar sudah melebihi jumlah kuota sekolah sebanyak 88.466 siswa,” ujar Edy saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Rajiman No.6, Kota Bandung Jawa Barat, pada Jumat, 8 Juni 2018.

Ia memaparkan jumlah pendaftar PPDB tahun 2018 tingkat SMA

saat ini sebesar 102.793 pendaftar, dengan jumlah kuota penerimaan 88.466 siswa. Sedangkan untuk tingkat SMK sebesar 68.513 pendaftar, dengan jumlah kuota penerimaan 64.410 siswa. Dengan dijumlahkannya pendaftar SMA dan SMK, maka didapat 18.430 pendaftar melebihi kuota.

Selain jumlah pendaftar, Edy memaparkan terdapat pula jumlah pengaduan sebanyak 1.046

dari operator sekolah. Pengaduan tersebut mengenai 181 pengaduan tentang penentuan koordinat titik sekolah, 52 pengaduan tentang perubahan kuota, 28 pengaduan tentang jalur prestasi, 12 pengaduan tentang jalur PMG, dan lain-lain.

Para peserta yang telah mengikuti PPDB pada jalur non NHUN tetapi belum lolos, dapat mengikuti jalur NHUN yang dimulai pada tanggal 5 Juli 2018.***

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

PPDB 2018 Semua Anak Bisa Sekolah!

PPDB 2018 : Semua Anak Bisa Sekolah!

PPDB 2018 : Semua Anak Bisa Sekolah!

PPDB 2018 Semua Anak Bisa Sekolah!
PPDB 2018 Semua Anak Bisa Sekolah!

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

putaran pertama\r\nakan diselenggarakan hari ini, 4 Juni 2018.

Ketua Panitia Pelaksanaan\r\nPPDB Jawa Barat, Firman Adam, mengatakan PPDB harapan pemerintah dalam\r\npelaksanaan PPDB tahun ini adalah agar semua siswa lulusan SMP/sederajat dapat\r\nmelanjutkan sekolah. Walaupun tahun ini, diperkirakan sekitar 800.000 siswa\r\nlulusan SMP sedangkan kapasitas SMA dan SMK Negeri di Jawa\r\nBarat baru sekitar 250.000 siswa.
\r\n\r\n
“Kita punya potensi seluruh Jawa Barat ada 27\r\nkab/kota.

Jumlah siswa SMP yang sudah dinyatakan lulus ada 800.000 sekian

. Kita telah menyiapkan sejumlah program agar anak usia sekolah tetap\r\nmelanjutkan pendidikan. Apalagi pengelolaan SMA dan SMK sudah diambil alih\r\nprovinsi,” jelas Firman saat menjadi narasumber dalam Jumpa Pers Sosialisasi\r\nPPDB sekaligus buka bersama, di Roemah Nenek Resto & Cafe, Jalan Tm\r\nCibeunying Selatan, Kota Bandung, Jawa Barat No.47, pada Kamis, 31 Mei 2018.\r\n\r\n

Sesuai dengan tujuan utama PPDB 2018 a

dalah semua anak\r\nbisa sekolah. Jalur PPDB tersebut diharapkan dapat  mengakomidir keinginan seluruh siswa dan\r\norang tua di Jawa Barat. Sehingga tidak ada anak usia sekolah yang akan putus\r\nsekolah. \r\n\r\nPendaftaran tahap\r\npertama pada 4 Juni, dibuka untuk empat jalur antara lain, Keluarga Ekonomi\r\nTidak Mampu (KETM), Penghargaan Maslahat Guru

(PMG) dan Anak Berkebutuhan\r\nKhusus (ABK), Warga Penduduk Sekitar (WPS), dan Prestasi. Setiap jalur, calon peserta\r\ndidik diminta melengkapi beberapa dokumen penting.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

Mendikbud akan Beri Sanksi pada PPDB Menyimpang

Mendikbud akan Beri Sanksi pada PPDB Menyimpang

Mendikbud akan Beri Sanksi pada PPDB Menyimpang

Mendikbud akan Beri Sanksi pada PPDB Menyimpang
Mendikbud akan Beri Sanksi pada PPDB Menyimpang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI),

Muhadjir Effendy akan memberikan sanksi bagi daerah-daerah yang melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018.

“Penerapan PPDB yang menyimpang dari Permendikbud tak dibenarkan, sanksi akan diberikan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya, saat Rapat Koordinasi bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Mendikbud menjelaskan, sanksi yang diberikan beragam. Mulai dari teguran

tertulis hingga penyesuaian alokasi atau penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kendati demikian, penetapan zonasi dalam PPDB itu prinsipnya fleksibel dan melampaui batas-batas wilayah administratif. Contohnya, kendala akses ataupun daya tampung sekolah maka kemungkinan pelebaran zona sesuai situasi dan kondisi di lapangan,” ucapnya, seperti dilansir dari  Rabu (19/6/2019).

Oleh karena itu, Kemendikbud tidak mengatur sampai detail. Ini menjadi

tugas pemerintah daerah agar dapat menyusun petunjuk teknis (juknis) dengan lebih baik. Apabila terdapat daerah yang memiliki kondisi tertentu, cukup ada perjanjian kerja sama antarpemerintah daerah.

“Pendekatan zonasi dimulai dari penerimaan siswa baru dimaksudkan untuk memberikan akses yang lebih setara dan berkeadilan kepada peserta didik. Tanpa melihat latar belakang kemampuan ataupun perbedaan status sosial ekonomi,” ujarnya.***

 

Baca Juga :

Antisipasi Kecurangan PPDB, Tim Verifikasi Dibentuk

Antisipasi Kecurangan PPDB, Tim Verifikasi Dibentuk

Antisipasi Kecurangan PPDB, Tim Verifikasi Dibentuk

Antisipasi Kecurangan PPDB, Tim Verifikasi Dibentuk
Antisipasi Kecurangan PPDB, Tim Verifikasi Dibentuk

Guna memantau dan menghindari kecurangan pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru

(PPDB) tahun 2019, Ketua Panitia PPDB 2019, Iwa Karniwa bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) membentuk Tim Verifikasi Domisili, dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jabar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jabar.

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyatakan, tim ini dibentuk untuk memantau dan mencegah

terjadinya berbagai kecurangan di PPDB 2019. “Hal ini berkaitan dengan banyaknya modus yang mengatasnamakan domisili atau tempat tinggal agar bisa diterima di sekolah favorit atau yang diinginkan oleh anak,” ujar Kadisdik, saat Rapat Evaluasi PPDB di Ruang Operation Room Kantor Dinas Pendidikan Jawa  Barat, Jln Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Ia menyatakan, apabila terjadi kecurangan yang dilakukan sebagian masyarakat maka akan dikenakan sanksi dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Namun, Tim Verifikasi Domisili tentu terlebih dahulu akan melakukan pengecekan data berkaitan dengan kartu keluarga (KK), tempat tinggal, dan menanyakan kepada RT/RW/kelurahan setempat.

“Ini berkaitan dengan permasalahan penitipan nama anak di KK yang lain. Masalah ini harus dibuktikan

dengan pernyataan tanggung jawab yang diserahkan orang tua kepada saudara atau orang lain. Apabila tidak ada maka tidak sah,” tuturnya.

Untuk penertiban dan penegakan peraturan daerah, lanjutnya, akan dibantu Satpol PP saat berada di lapangan. Tetapi, apabila terdapat pemalsuan data maka akan dialihkan ke polisi, dengan pemeriksaan terlebih dahulu tentunya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Hari Pertama PPDB, 84.136 Pendaftar Berhasil Input Data

Hari Pertama PPDB, 84.136 Pendaftar Berhasil Input Data

Hari Pertama PPDB, 84.136 Pendaftar Berhasil Input Data

Hari Pertama PPDB, 84.136 Pendaftar Berhasil Input Data
Hari Pertama PPDB, 84.136 Pendaftar Berhasil Input Data

Sebanyak 84.136 pendaftar berhasil menginput data ke web resmi

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Rekap data tersebut terhitung sejak PPDB hari pertama dibuka serentak pada Senin (17/6/2019) hingga pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah ribuan data pendaftar tersebut, petugas operator telah memasukkan 3.644 data, dengan petugas verifikator sebanyak 2.219 orang. Selain itu, pengunjung yang sudah mengakses web ppdb.disdik.jabarprov.go.id sebanyak 70.132, dengan aktivitas akses web 261.504 kali.

Yang harus diperhatikan untuk persiapan calon peserta didik baru sebelum mendaftar,

antara lain kenali zonasi sesuai dengan tempat tinggal, kemudian kenali sekolah di lingkungan tempat tinggal, dan pilihlah sekolah terdekat dengan tempat tinggal. Selain itu, pilihlah salah satu jurusan dalam satu jalur yang terdapat di tiga pilihan sekolah.

PPDB tahun 2019, sekolah menengah atas (SMA) memberikan kuota jumlah rombongan

belajar (rombel) minimal 3, maksimal 36 rombel. Masing-masing tingkat 12 rombel dan paling sedikit 20 siswa serta paling banyak 36 siswa per rombel. Sedangkan khusus sekolah menengah kejuruan (SMK), jumlah rombel yang disediakan minimal 3 sampai batas maksimal 72 rombel selama 3 tahun. Masing-masing tingkat 24 rombel dan paling sedikit 15 siswa serta paling banyak 36 siswa per rombel.

Pendaftaran PPDB akan berakhir pada 22 Juni 2019 dan pengumuman hasil seleksi diinformasikan melalui web PPDB Dinas pendidikan Jawa Barat.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Budaya dan Lingkungan Global

Budaya dan Lingkungan Global

Budaya dan Lingkungan Global

Budaya dan Lingkungan Global
Budaya dan Lingkungan Global

Bisnis dan perilaku manajemen sangat dipengaruhi oleh budaya ( system nilai bersama atau sikap). Perbedaan nasional dalam pola-pola budaya yang terjadi selama jangka waktu yang lama dan selalu mempertahankan stabilitas selama beberapa generasi. Bagaimana hal ini bisa terjadi dan bagaimana perubahan yang terjadi?

Asal-usul budaya dan nilai social dapat ditemukan dalam berbagai factor. Mempengaruhi lingkungan atau ekologi. Nilai masyarakat mengarah pada pengembangan dan pemeliharaan lembaga-lembaga dalam masyarakat termasuk system kelurga, struktur social, system politik, system hukum, system keuangan, sifat kepemilikan perusahaan, system pendidikan dan sebagainya. Lembaga-lembaga ini sedang dikembangkan, cenderung memperkuat nilai-nilai masyarakat dan factor-faktor yang menyebabkan nilai-nilai tersebut. Namun, ketika perubahan terjadi di tingkat nasional, hal ini disebabkan oleh kekuatan eksternal melalui kekuatan alam atau kekuatan rakyat. Sehubungan dengan perdagangan internasional, perusahaan multinasional dan investasi merupakan factor penting sebagai perubahan dari perang dan penjajahan. Selain itu, penemuan ilmiah (misalnya teknologi baru) merupakan factor penting dalam perubahan. Kekuatan eksternal seperti itu mempengaruhi nilai-nilai social, terutama melalui lingkungan fisik yang berdampak pada fungsi lembaga-lembaga dalam jangka pendek yang dikenakan secara paksa. Apakah akan mengubah nilai-nilai masyakakat dalam kondisi lingkungan sebagai akibat perubahan jangka panjang.

Budaya atau nilai-nilai social di tingkat nasional dapat diharapkan untuk menyerap kultur organisasi dan professional, tetapi dengan berbagai tingkat integrasi. Praktek dan system akuntansi yang dapat mempengaruhi dan memperkuat nilai-nilai masyarakat. Dengan pemikiran ini, kita dapat memahami lebih mendasar tentang perbedaan antara system akuntansi dan pelaporan baik secara internal maupun eksternal.

Sumber : https://merkbagus.id/