Bulan: Juli 2019

Perayaan Natal dan Tahun Baru Kemendikbud sebagai Perayaan Keberagaman

Perayaan Natal dan Tahun Baru Kemendikbud sebagai Perayaan Keberagaman

Perayaan Natal dan Tahun Baru Kemendikbud sebagai Perayaan Keberagaman

Perayaan Natal dan Tahun Baru Kemendikbud sebagai Perayaan Keberagaman
Perayaan Natal dan Tahun Baru Kemendikbud sebagai Perayaan Keberagaman

Kemendikbud, Jakarta — Keluarga besar Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama di Plasa Insan Berprestasi, Jakarta, Jumat (19/01/2018). Perayaan ini mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu” dan sub tema “Mewujudkan Cinta Kasih dan Damai melalui Kerja Nyata dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Kebudayaan.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan pesannya agar perayaan seperti ini dapat terus ada dan menjadi budaya. “Saya berharap, perayaan ini menjadi budaya, bagian dari keragaman, dan membawa kesegaran dalam bekerja. Kita tidak usah mencari-cari perbedaan, padahal sebenarnya kita lebih banyak persamaannya,” pesan Mendikbud.

Melalui tema yang diusung pada perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini, Pendeta

Albertus Patty, M.Th. menyampaikan pesan Natal agar manusia menjaga tugasnya yang harus dibawa sepanjang hidup, yaitu membawa damai sejahtera untuk semua, terlepas dari apapun agama, etnik, dan status sosialnya, karena pada dasarnya semua bersaudara.

Acara ini turut dihadiri oleh pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemendikbud

, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Henriette T. Hutabarat-Lebang, perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), serta anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Nurul Jannah dan Rumah Singgah “Pro Life”.

Pada kesempatan ini pula Mendikbud Muhadjir menyerahkan bingkisan kepada Panti Asuhan Yayasan Nurul Jannah dan Rumah Singgah “Pro Life”. Dana yang terkumpul dalam persembahan kebaktian Perayaan Natal dan Tahun Baru pun akan diberikan kepada kedua lembaga sosial tersebut. (Prani Pramudita)

 

Baca Juga :

 

 

Pewarna Alami Warnai Batik Den Roro Arta Kencana

Pewarna Alami Warnai Batik “Den Roro Arta Kencana”

Pewarna Alami Warnai Batik “Den Roro Arta Kencana”

Pewarna Alami Warnai Batik Den Roro Arta Kencana
Pewarna Alami Warnai Batik Den Roro Arta KencanaPewarna Alami Warnai Batik Den Roro Arta Kencana

Depok, Kemendikbud — Penggunaan pewarna alami di era serba kimiawi dalam dunia batik

dilakukan Batik “Den Roro Arta Kencana” dalam Pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2018. Penggunaan pewarna alami menghasilkan ciri khas yang tidak bisa ditiru oleh pewarna sintetis.

Tuliskha, pimpinan Batik “Den Roro Arta Kencana” mengatakan, batik yang menggunakan warna alami akan terlihat lebih elegan dan lembut sehingga akan bernilai seni tinggi. Pewarna alami juga aman bagi kesehatan pemakai serta ramah lingkungan.

“Setelah memakai warna alami saya merasa warna batiknya lebih berseni

dan ditangan juga tidak gatal tanpa kita memakai sarung tangan saat mewarnai batik”, kata Tuliskha di Pameran RNPK 2018, Depok, Jawa Barat, (6/2/2018).

Ia menuturkan, mewarnai batik dengan bahan alam membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Ini disebabkan proses pewarnaan yang dilakukan hingga 60 kali hingga diperoleh warna yang diinginkan. Warna alami diperoleh dari kayu mahoni, jalawe, daun bakau, dan daun biasa.

“Mewarnai baik dengan bahan alami membutuhkan kesabaran karena dilakukan

berkali-kali bisa sampai 60 kali sehingga menghasilkan batik yang bernilai jual tinggi,” ujar Tuliskha.

Ia mengatakan, penggunaan bahan alami membuat batiknya lebih berkembang dan dikenal di berbagai wilayah di luar Kota Pemalang, Jawa Tengah. Ia berharap dengan mengikuti pameran Rembuk Nasional Tahun 2018 dapat melebarkan sayap bisnisnya sehingga batik dengan warna alami lebih diminati secara nasional. (Dwi Retnawati/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/

Museum Multatuli di Lebak Banten Segera Diresmikan

Museum Multatuli di Lebak Banten Segera Diresmikan

Museum Multatuli di Lebak Banten Segera Diresmikan

Museum Multatuli di Lebak Banten Segera Diresmikan
Museum Multatuli di Lebak Banten Segera Diresmikan

Kemendikbud — Museum Multatuli di Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten

akan segera diresmikan pada Minggu, 11 Februari 2018. Museum tersebut menyimpan barang-barang peninggalan Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang terkenal dengan novelnya yang berjudul Max Havelaar.

“Peresmian Museum Multatuli rencananya akan dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud serta akan dihadiri juga dari perwakilan negara Belanda dan beberapa negara Eropa,” ujar Wawan Ruswandi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, saat ditemui di Gedung Garuda dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kemendikbud Depok, Selasa (6/02/2018).

“Kepemilikan Museum Multatuli di Lebak ini tidak terkait dengan

yang di Amsterdam Belanda, namun Museum Multatuli di Lebak mendapat sejumlah hibah koleksi dari Museum Multatuli di Belanda,“ kata Wawan menambahkan.

Wawan berharap dengan dibukanya Museum Multatuli ini, generasi muda dapat belajar sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dengan berkunjung ke museum. “Dengan adanya museum Multatuli ini akan mendorong literasi pendidikan, sejarah, dan wisata budaya di Lebak,” kata Wawan.

Museum Multatuli menyimpan koleksi diorama kehidupan rakyat Lebak sebelum kemerdekaan,

kebudayaan Banten, serta koleksi peninggalan Eduard Douwes Dekker. Museum di Rangkasbitung ini bakal menjadi museum antikolonial pertama di Indonesia. Museum Multatuli berdiri di bekas kantor kawedanan Lebak pada zaman Hindia Belanda.

Multatuli adalah nama pena Eduard Douwes Dekker, asisten residen Lebak yang bermukim di Rangkasbitung pada Januari hingga Maret 1856. Berdasarkan pengalamannya di daerah tersebut, Dia menulis sebuah novel berjudul Max Havelaar yang menceritakan tentang penderitaan rakyat Lebak akibat kebijakan tanam paksa dan semangat anti penjajahan. (Indra Kurniawan/Nur Widiyanto)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984

Arti Sila Ke Emepat Dan Lima Dalam Pancasila

Arti Sila Ke Emepat Dan Lima Dalam Pancasila

Arti Sila Ke Emepat Dan Lima Pada Pancasila

Arti Sila Ke Emepat Dan Lima Dalam Pancasila

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Arti dari makna pokok pikiran yang perlu dipahami antara lain:

  1. Hakikat sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti umum, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
  2. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan besama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. Di sini terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan putusan bersama secara bulat. Dengan demikian berarti bahwa penentudemokrasi yang berdasarkan Pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasik kebijaksanaan. Oleh karena itu kita ingin mencapai hasil yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan bermasyarakat, maka hasil kebijaksanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan lebih dahulu.
  3. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Dalam hal ini perlu diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sehingga membawa konsekuensi adanya kejujuran bersama.
  4. Perbedaan secara umum demokrasi di barat dan di Indonesia yaitu terletak pada permusyawaratan. Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil secara bulat. Di dunia barat yang berlangsung yaitu keputusan berdasarkan pemungutan suara, yang berdasar pada rumus-rumus separo ditambah satu. Dahulu, pemungutan suara tidak menjadi kebiasaan bangsa Indonesia. Apabila pengambilan keputusan secata bulat itu tidak bisa tercapai, baru diadakan pemungutan suara. Kebijaksanaan ini merupakan suatu prinsip bahwa yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak. Jika demokrasi diartikan sebagai kekuatan, maka dari pengamatan sejarah bahwa kekuatan itu memang di Indonesia berada pada tangan rakyat atau masyarakat. Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda saja, di desa-desa kekuasaan ditentukan oleh kebulat-an kepentingan rakyat, misalnya pemilihan kepala desa. Musyawarah yang ada di desa-desa merupakan satu lembaga untuk menjalankan kehendak bersama. Bentuk musyawarah itu mentradisi dengan bermacam-macam bentuk, misalnya pepatah Minangkabau yang mengatakan: “bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat”, di Jawa dikenal dengan istilah ”rembug desa”.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Arti dari makna pokok pikiran yang perlu dipahami antara lain:

  1. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat
  2. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing
  3. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

Keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Jadi seorang itu bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu orang lain sesuai dengan haknya, misalnya seseorang berhak memperoleh X, sedang ia menerima X, maka perbuatan itu adil.

Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. Dinamis dalam arti diupayakan lebih tinggi dan lebih baik. Hal ini berarti peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik. Seluruh kekayaan alam tidak dikuasai oleh sekelompok orang, tetapi harus untuk kesejahteraan semua orang, kepentingan bersama menurut potensinya masing-masing. Dalam masyarakat ada orang-orang yang berkedudukannya lemah, kemungkinan potensi, bakat tidak tinggi dibanding dengan kelompok lain, maka mereka ini dilindungi, agar dapt bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. Jadi sesuatu yang diberikan kepada orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan potensinya itulah yang disebut adil.

Dalam skema di atas, tampak disatu pihak masyarakat sebagai entitas, di lain pihak terdapat individu-individu dalam masyarakat. Jika manusia pribadi dihubungkan dengan keseluruhan masyarakat, setidaktidaknya terlihat tiga macam keadilan:

  1. Keadilan legalis
  2. Keadilan_istributive
  3. Keadilan komutatif

Keadilan Legalis artinya keadilan yang arahnya dari pribadi ke seluruh masyarakat. Manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai keseluruhan sebagai anggota yang sama martabatnya. Manusia itu sama dihadapan hukum, tidak ubahnya dengan angggota masyarakat yang lain. Contoh: warga negara taat membayar pajak, mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya.. Jadi, setiap warga negara dituntut untuk patuh pada hukum yang berlaku.

Keadilan_istributive adalah keseluruhan masyarakat wajib memperlakukan manusia pribadi sebagai manusia yang sama martabatnya. Dengan kata lain, apabila ada satu hukum yang berlaku maka hukum itu berlaku sama bagi semua warga masyarakat. Pemerintah sebagai representasi negara wajib memberikan pelayanan dan mendisitribusikan seluruh kekayaan negara (asas pemerataan) dan memberi kesempatan yang sama kepada warga negara untuk dapat mengakses fasilitas yang disediakan oleh negara (tidak diskriminatif). Contoh:.tersedianya fasilitas pendidikan untuk rakyat, jalan raya untuk transportasi umum, termasuk untuk penyandang cacat dan lanjut usia.

Keadilan komutatif

Hal ini khusus antara manusia pribadi yang satu dengan yang lain. Artinya tak lain warga masyarakat wajib memperlakukan warga lain sebagai pribadi yang sama martabatnya. Ukuran pemberian haknya berdasar prestasi. Orang yang punya prestasi yang sama diberi hak yang sama. Jadi sesuatu yang dapat dicapai oleh seseorang harus dipandang sebagai miliknya dan kita berikan secara proposional sebagaimana adanya. Contoh: Saling hormat-menghormati antar-sesama manusia, toleransi dalam pendapat dan keyakinan, saling bekerja sama.

Artikel terkait :

Inti Isi Dari Kelima Sila Pada Pancasila

Inti Isi Dari Kelima Sila Pada Pancasila

Inti Isi Dari Kelima Sila Pada Pancasila

Inti Isi Dari Kelima Sila Pada Pancasila

Pancasila merupakan ideologi

Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta yaitu Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sebagai nilai mengandung serangkaian nilai, yaitu: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan. Kelima nilai ini merupakan satu kesatuan yang utuh, tak terpisahkan mengacu kepada tujuan yang satu. Pancasila sebagai suatu sistem nilai termasuk ke dalam nilai moral (nilai kebaikan) dan merupakan nilai-nilai dasar yang bersifat abstrak.

Pancasila sebagai nilai yang termasuk nilai moral atau nilai kerohanian juga mengakui adanya nilai material dan nilai vital. Hal ini bersumber dari dasar Pancasila, yaitu manusia yang mempunyai susunan kodrat, sebagai makhluk yang tersusun atas jiwa (rohani) dan raga (materi). Di samping itu Pancasila sebagai sistem nilai juga mengakui nilai-lainnya secara lengkap dan harmonis, yaitu nilai kebenaran (epistemologis), estetis, etis, maupun nilai religius. Pancasila terdiri atas lima asas moral yang relevan menjadi dasar negara Republik Indonesia. Inti isi dari setiap sila yang terkandung dalam Pancasila yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Arti dari makna tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pengakuan adanya kausa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
  3. Tidak memaksa warga negara untuk beragama, tetapi diwajibkan memeluk agama sesuai dengan hukum yang berlaku
  4. Atheisme dilarang hidup dan berkembang di Indonesia
  5. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama, toleransi antar umat dan dalam beragama.
  6. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan menjadi mediator ketika terjadi konflik antar agama.

Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan oleh penciptanya. Pencipta itu adalah Causa Prima yang mempunyai hubungan dengan yang diciptakannya. Manusia sebagai makhluk yang dicipta wajib menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dalam konteks bernegara, maka dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, dengan sendirinya dijamin kebebasan memeluk agama masing-masing. Dengan payung Ketuhanan Yang Maha Esa itu maka bangsa Indonesia mempunyai satu asas yang dipegang teguh yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama masing-masing.

Sehubungan dengan agama itu perintah dari Tuhan dan merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan oleh manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, maka untuk menjamin kebebasan tersebut di dalam alam pancasila seperti kita alami sekarang ini tidak ada pemaksaan beragama, atau orang dapat memeluk agama dalam suasana yang bebas, yang mandiri. Oleh karena itu dalam masyarakat Pancasila dengan sendirinya agama dijamin berkembang dan tumbuh subur dan konsekuensinya diwajibkan adanya toleransi beragama. Jika ditilik secara historis, memang pemahaman kekuatan yang ada di luar diri manusia dan di luar alam yang ada ini atau adanya sesuatu yang bersifat adikodrati (di atas/di luar yang kodrat) dan yang transenden (yang mengatasi segala sesuatu) sudah dipahami oleh bangsa Indonesia sejak dahulu. Sejak zaman nenek moyang sudah dikenal paham animisme, dinamisme, sampai paham politheisme. Kekuatan ini terus saja berkembang di dunia sampai masuknya agamaagama Hindu, Budha, Islam, Nasrani ke Indonesia, sehingga kesadaran akan monotheisme di masyarakat Indonesia semakin kuat. Oleh karena itu tepatlah jika rumusan sila pertama pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Arti dari makna Pokok-pokok pikiran dari sila Kemanusiaan yang adil dan beradab sbb:

  1. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai mahkluk tuhan. Maksudnya, kemanusiaan itu mempunyai sifat yang universal
  2. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Hal ini juga bersifat universal, dan bila diterapkan dalam masyarakat Indonesia sudah barang tentu bangsa Indonesia menghagai hak dari setiap warga negara dalam masyarakat Indonesia. Konsekuensi dari hal ini, dengan sendirinya sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung prinsip menolak atau menjauhi rasialisme atau sesuatu yang bersumber pada ras. Selanjutnya mengusahakan kebahagiaan lahir dan batin.
  3. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah. Hal ini berarti bahwa yang dituju masyarakat Indonesia adalah keadilan dan peradaban yang tidak pasif., yaitu perlu pelurusan dan penegakkan (hukum) yang kuat jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. Keadilan diwujudkan dengan berdasarkan pada hukum. Prinsip keadilan dikaitkan dengan hukum, karena keadilan harus direalisasikan dalam kehidupan masyarakat.

Manusia ditempatkan sesuai dengan harkatnya. Hal ini berarti bahwa manusia mempunyai derajat yang sama di hadapan hukum. Sejalan dengan sifat universal bahwa kemanusiaan itu dimiliki oleh semua bangsa, maka hal itu pun juga kita terapkan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan hal itu, hak kebebasan dan kemerdekaan dijunjung tinggi. Dengan adanya prinsip menjunjung tinggi hak kemerdekaan itu, dengan sendirinya jika dalam masyarakat ada kelompok ras, tidak boleh lalu bersifat eksklusif atau menyendiri satu sama lain. Di dunia Barat terdapat kehidupan yang diwarnai dengan eksklusifisme. Misalnya, di Afrika Selatan, Amerika Serikat, yang mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM pun, dalam praktek kehidupannya masih dihinggapi rasa perbedaan ras antara kulit putih dan kulit hitam. Di Indonesia dasar hidup masyarakatnya persatuan dan kesatuan yang jika dihubungkan dengan prinsip kemanusiaan itu, maka rasionalisme tidak boleh ada. Oleh karena itu di Indonesia diharapkan selalu tumbuh dan berkembang kebahagiaan lahir dan batin.

Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah berarti diusahakan perwujudannya secara positif. Jika ada hal yang menyimpang dari norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku, harus dilakukan tindakan yang setimpal.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Prinsip kemanusiaan adalah nilai-nilai yang sudah terpelihara dalam masyarakat Indonesia sejak dulu.
  2. Nilai-nilai itu dierkuat dengan datangnya agama besar di Indonesia yang kemudian dianut oleh bangsa Indonesia.
  • Bahwa suasana demikian itu menumbuhkan suasana keakraban (senasib sepenanggungan), walaupun pada masa reformasi tampak bahwa semangat ini mulai kendor, karena fenomena disintegrasi yang menampilkan konflik yang disertai dengan tindakan anarkhis, kekerasan, pengadilan massa yang justru merepresentasikan tindakan yang merendahkan kemartabatan manusia.
  1. Landasan kehidupan masyarakat Indonesia beranjak dari senasib dan sepenanggungan dan kemanusiaan dalam arti luas. Persaudaraan dalam arti luas dan meneruskan kebiasaan seia sekata semufakat.

3. Persatuan Indonesia

Arti dari makna pokok-pokok pikiran yang perlu dipahami antara lain:

  1. Nasionalisme
  2. Cinta bangsa dan tanah air
  3. Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa
  4. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.
  5. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

Makna persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya bulat tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang ini, maka disebut nasionalisme. Nasionalisme adalah perasaan satu sebagai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Oleh karena rasa satu yang demikian kuatnya, maka dari padanya timbul rasa cinta bangsa dan tanah air. Akan tetapi perlu diketahui bahwa rasa cinta bangsa dan tanah air yang kita miliki di Indonesia bukan yang menjurus kepada chauvinisme, yaitu rasa yangmengagungkan bangga sendiri, dengan merendahkan bangsa lain. Jika hal ini terjadi, maka bertentangan dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Walaupun ditulis cinta bangsa dan tanah air, tidak dimaksudkan untuk chauvinisme.

Dengan demikian jelaslah bahwa konsekuensi lebih lanjut dari kedua hal tadi adalah menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, yang pada ahkir-akhir ini justru menunjukkan gejala disintegrasi bangsa. Hal ini sejalan dengan pengertian persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, hal-hal yang sifatnya tidak sejalan dengan persatuan dan kesatuan, misalnya penonjolan kekuasaan, penonjolan keturunan, harus diusahakan agar tidak terwujud sebagai suatu prinsip dalam masyarakat Indonesia. Perlu diketahui bahwa ikatan kekeluargaan, kebersamaan di Indoneseia sejak dulu sampai sekarang lebih dihormati dari pada kepentingan pribadi. Namun, tentunya semangat ini bagi bangsa Indonesia mengalami dinamikanya sendiri. Kadang menjadi kuat, tetapi pada suatu saat akan melemah. Pada saat ini justru nasionalisme bangsa Indonesia, ditantang dan dalam kondisi yang agak rapuh, karena banyak dari elemen bangsa yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan daripada kepentingan bangsa dan negara. Misalnya, fenomena disintegrasi, munculnya gejala primor-dialisme dan separatisme.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral Lengkap

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral Lengkap

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral Lengkap

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral Lengkap

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa nilai adalah kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik lahir maupun bathin. Dalam kehidupan manusia nilai dijadikan landasan, alasan, atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku baik disadari maupun tidak.

Nilai berbeda dengan fakta

Nilai berbeda dengan fakta di mana fakta dapat diobservasi melalui suatu verifikasi empiris, sedangkan nilai bersifat abstrak yang hanya dapat dipahami, dipikirkan, dimengerti, dan dihayati oleh manusia. Nilai dengan demikian tidak bersifat kongkret yaitu tidak dapat ditangkap dengan indra manusia, dan nilai dapat bersifat subjektif maupun objektif. Bersifat subjektif manakala nilai tersebut diberikan oleh subjek dan bersifat objektif jikalau nilai tersebut telah melekat pada sesuatu, terlepas dari penilaian manusia.

Nilai tersebut menjadi lebih berguna

Agar nilai tersebut menjadi lebih berguna dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia, maka perlu lebih dikongkritkan lagi serta diformulasikan menjadi lebih objektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam tingkah laku secara kongkrit. Maka wujud yang lebih kongkrit dari nilai tersebut adalah merupakan suatu norma.

Selanjutnya, nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Derajat kepribadian seseorang amat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Dalam pengertian inilah maka kita memasuki wilayah norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia.

Nilai adalah kualitas dari sesuatu yang bermanfaat

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa nilai adalah kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik lahir maupun bathin. Dalam kehidupan manusia nilai dijadikan landasan, alasan, atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku baik disadari maupun tidak.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar

Sunnah Khabar dan Atsar
Sunnah Khabar dan Atsar

Istilah Hadits sering juga disinonimkan dengan Sunnah , Khabar , dan Atsar . Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan tentang istilah-istilah tersebut.

1. Sunnah

Sunnah secara etimologis berarti: “Jalan yang lurus dan berkesinambungan, yang baik atau yang buruk”.(Ajjaj al-Khathib, Ushul al-Hadits, h. 27). Contoh dari pengertian Sunnah di atas di antaranya adalah ayat Al-Qur an surat Al-Kahfi:
“Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali datang kepada mereka (seperti) jalan (kehidupan) umat-umat terdahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata”.

Di dalam Hadits juga terdapat kata sunnah dengan pengertiannya secara etimologis di atas, seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya sebagai berikut:

Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang merintis suatu jalan yang baik, maka ia akan memperoleh pahalanya dan juga pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya; tidak mengurangi yang demikian itu akan pahala mereka sedikit pun. Dan siapa yang merintis jalan yang buruk, ia akan menerima dosanya, dan juga dosa orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi dosanya sedikit pun”. (HR Muslim, Ibnu Majah, dan Al-Darami).

Berdasarkan contoh-contoh di atas, terlihat bahwa pada dasarnya Sunnah tidaklah sama pengertiannya dengan Hadits, karena Sunnah, sesuai dengan pengertiannya secara bahasa, adalah ditujukan terhadap pelaksanaan ajaran agama yang ditempuh, atau praktik yang dilaksanakan, oleh Rasul SAW dalam perjalanan hidupnya, karena Sunnah, secara bahasa, berarti al-thariqah, yaitu jalan (jalan kehidupan).

2. Khabar

Khabar menurut bahasa berarti al-naha yaitu berita. Sedangkan pengertiannya menurut istilah, terdapat tiga pendapat, yaitu: Khabar adalah sinonim dari Hadits, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dari perkataan, perbuatan, taqriri dan sifat. Khabar berbeda dengan Hadits.

Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW, sedangkan Khabar adalah berita dari selain Nabi SAW. Atas dasar pendapat ini, maka seorang ahli Hadits atau ahli Sunnah disebut dengan Muhaddits, sedangkan mereka yang berkecimpung dalam kegiatan sejarah dan sejenisnya disebut dengan Akhbari. Khabar lebih umum daripada Hadits. Hadits adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW, sedangkan Khabar adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW atau dari selain Nabi (orang lain)

3. Atsar

Atsar secara etimologis berarti baqiyyat al-syai’, yaitu sisa atau peninggalan sesuatu. Sedangkan pengertiannya secara terminologis, terdapat dua pendapat, yaitu: Atsar adalah sinonim dari Hadits, yaitu segala sesuatu yang berasal dari Nabi SAW.
Pendapat kedua menyatakan, Atsar adalah berbeda dengan Hadits. Atsar secara istilah menurut pendapat kedua ini adalah sesuatu yang disandarkan kepada Sahabat dan Tabi’in, yang terdiri atas perkataan atau perbuatan.

Jumhur Ulama cenderung menggunakan istilah Khabar dan Atsar untuk segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dan demikian juga kepada Sahabat dan Tabi’in. Namun, para Fuqaha’ Khurasan membedakannya dengan mengkhususkan al-matuquf, yaitu berita yang disandarkan kepada Sahabat dengan sebutan Atsar; dan al-marfu’, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dengan istilah Khabar.

Demikian uraian tentang sunnah khabar dan atsar semoga bermanfaat. Amiin

Baca Juga: 

Pengertian Sunnah secara terminologis

Pengertian Sunnah secara terminologis

Pengertian Sunnah secara terminologis

Pengertian Sunnah secara terminologis
Pengertian Sunnah secara terminologis

Para Ulama berbeda pendapat dalam memberikan definisi Sunnah secara terminologis, sejalan dengan per¬bedaan keahlian dan bidang yang ditekuni masing- masing. Para ahli Ushul Fiqh mengemukakan definisi yang berbeda dibandingkan dengan definisi yang diberi¬kan oleh para ahli Hadits dan Fuqaha’.

a. Definisi Ulama Hadits (Muhadditsin)

Menurut Ulama Hadits, Sunnah berarti: Sunnah adalah setiap apa yang ditinggalkan (diterima) dari Rasul SAW berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat fisik atau akhlak, atau perikehidupan, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, seperti tahannuts yang beliau lakukan di Gua Hira\ atau sesudah kerasulan beliau.

Sunnah dalam pengertian Ulama Hadits di atas, adalah sama (muradif) dengan Hadits. Para Ulama Hadits memberikan definisi yang begitu luas terhadap Sunnah, adalah karena mereka memandang Rasul SAW sebagai panutan dan contoh teladan bagi manusia dalam kehidupan ini, seperti yang dijelaskan Allah SWT di dalam Al-Qur’an al-Karim, bahwa pada diri (kehidupan) Rasul SAW itu adalah uswatun hasanah bagi umat Islam (QS Al-Ahzab: 21).
Dengan demikian, para Ulama Hadits mencatat seluruh yang berhubungan dengan kehidupan Rasul SAW, baik yang mempunyai kaitan langsung dengan hukum syara’ ataupun tidak.

b. Pengertian Sunnah menurut Ulama Ushul Fiqh

Ulama Ushul Fiqh memberikan definisi Sunnah sebagai berikut: “Sunnah adalah seluruh yang datang dari Rasul SAW selain Al-Qur’an al-Karim, baik berupa perkataan, perbuatan atau taqrir, yang dapat dijadikan sebagai dalil untuk menetapkan hukum syara”.

Melalui definisi di atas terlihat bahwa para Ulama Ushul Fiqh membatasi pengertian Sunnah pada sesuatu yang datang dari Rasul SAW selain Al-Qur’an yang dapat dijadikan dalil dalam penetapan hukum syara’. Mereka berpendapat demikian adalah karena mereka meman¬dang Rasul SAW sebagai Syari’, yaitu yang merumuskan hukum dan yang menjelaskan kepada umat manusia tentang peraturan-peraturan (hukum-hukum) dalam kehidupan ini, dan memberikan kaidah-kaidah hukum untuk dipergunakan dan dipedomani kelak oleh para mujtahid dalam merumuskan hukum setelah beliau tiada.

c. Sunnah menurut Ulama Fiqh (Fuqaha’)

Ulama Fiqh mendefinisikan Sunnah sebagai berikut: “Yaitu, setiap yang datang dari Rasul SAWyang bukan fardu dan tidak pula wajib”. Ulama Fiqh mengemukakan definisi seperti di atas adalah karena sasaran pembahasan mereka ialah hukum syara’ yang berhubungan dengan perbuatan mukalaf, yang terdiri atas: wajib, haram, mandub (sunnah), karahah, dan mubah.

Apabila para Fuqaha’ mengatakan sesuatu perbuatan itu adalah Sunnah, maka hal tersebut berarti, bahwa perbuatan tersebut dituntut oleh syara’ untuk dilaksanakan oleh para mukalaf dengan tuntutan yang tidak pasti atau tidak wajib.

Dari definisi Hadits dan Sunnah di atas, selain definisi versi para Fuqaha, secara umum kedua istilah tersebut adalah sama, yaitu bahwa keduanya adalah sama-sama disandarkan kepada dan bersumber dari Rasul SAW. Perbedaan hanya terjadi pada tinjauan masing-masing dari segi fungsi keduanya. Ulama Hadits menekankan pada fungsi Rasul SAW sebagai teladan dalam kehidupan ini, sementara Ulama Ushul Fiqh memandang Rasul SAW sebagai Syari’, yaitu sumber dari hukum Islam. Di kalangan mayoritas Ulama Hadits sendiri, terutama mereka yang tergolong muta’akhkhirin, istilah Sunnah sering disinonimkan dengan Hadits. Mereka sering mempertukarkan kedua istilah tersebut di dalam pemakaiannya.

Kesimpulan

Istilah Sunnah di kalangan Ulama Hadits dan Ulama Ushul Fiqh kadang-kadang dipergunakan juga terhadap perbuatan para Sahabat, baik perbuatan tersebut dalam rangka mengamalkan isi atau kandungan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW ataupun bukan. Hal tersebut adalah seperti perbuatan Sahabat dalam mengumpulkan Al- Qur’an menjadi satu Mushhaf.22 Argumen mereka dalam penggunaan tersebut adalah sabda Rasul SAW yang berbunyi:
“… Hendaklah kamu berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa’ al-Rasyidin ….”
(Shubhi al-Shalih, ‘Ulum al-Hadits wa Mushthalahuhu. h. 3; Ajjaj al-Khathib, Al-Sunnah Oabla al-Tadwinr h. 19).

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/

Keutamaan Bulan Sya'ban

Keutamaan Bulan Sya’ban

Keutamaan Bulan Sya’ban

Keutamaan Bulan Sya'ban
Keutamaan Bulan Sya’ban

 

Dasar Puasa Sunnah

Ibadah sunnah dalam bulan Sya’ban yang mempunyai dasar yang kuat menurut para ulama adalah ibadah puasa. ‘Aisyah RA meriwayatkan, bahwa Rosululloh SAW menjalankan puasa Ramadlan secara penuh. Dan setelah Ramadlan, Rosululloh paling sering menjalankan puasa di bulan Sya’ban. Syaikh Abi Zakaria Al-Anshori dalam kitab As-Syarqowi mengatakan, menjalankan puasa dalam bulan Sya’ban hukumnya sunnah muakkad.

Pengertian Bulan Sya’ban

Dalam Hadits riwayat Imam Baihaqi disebutkan; “Sya’ban adalah bulan diantara Bulan Rajab dan Ramadlan, banyak orang yang melupakannya, (padahal) dalam bulan itu semua amalnya hamba disampaikan kepada Alloh, saya lebih senang jika amal saya disampaikan kepada Allah ketika saya sedang puasa”.

Imam Bukhori & Muslim memberitakan, telah berkata ‘Aisyah RA : “(Di bulan Sya’ban) Rosululloh SAW berpuasa sehingga aku beranggapan beliau tidak pernah berbuka, dan beliau (di bulan Sya’ban) tidak berpuasa sehingga aku beranggapan beliau tidak pernah berpuasa. Aku tak pernah melihat beliau berpuasa penuh satu bulan kecuali bulan Ramadlan, dan aku tak pernah melihat beliau lebih sering berpuasa daripada bulan Sya’ban”.

Hikmah Puasa Bulan Sya’ban

Bagi siapapun yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Sya’ban tentunya mendapatkan hikmah dari apa yang telah ia kerjakan. Beberapa hikmah puasa Sya’ban adalah sebagai berikut:

Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Haram) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkala manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang sedang lalai dari mengingat Allah, seperti ketika di pasar, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa.
Puasa di bulan Sya’ban menjadi latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Hukum Setelah Sunnah Nishfu Sya’ban

Sedangkan menjalankan puasa sunnah setelah nishfu Sya’ban tanpa alasan yang diperbolehkan syara’ hukumnya tidak boleh (haram). Dalam Hadits riwayat Abu Dawud Rosulullah SAW bersabda : “Jika sampai pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah berpuasa”.

Dalam kitab Hasyiah as Syarqowi disebutkan, berpuasa setelah Nishfu Sya’ban, misalnya hari ke 16, 17, atau 18 …dst hukumnya haram, kecuali: Bersambung dengan hari sebelum Nishfu Sya’ban.
Bertepatan dengan kebiasaan (adat).
Sebab nadzar atau kafarot.
Sebab qodlo’ puasa fardlu.

Tidak boleh puasa yaumu syak (hari yang diragukan) yang terjadi di akhir bulan Sya’ban, yaitu hari yang diragukan apakah termasuk Ramadhan atau bukan (masih Sya’ban), karena disebabkan adanya kabar tentang telah dilihatnya hilal Ramadhan tetapi kabar tersebut ditolak atau tidak ditetapkan.

Demikian uraian tentang keutamaan bulan Sya’ban semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

Teknologi Ini Mudahkan Dunia Pendidikan, Apa Saja

Teknologi Ini Mudahkan Dunia Pendidikan, Apa Saja

Teknologi Ini Mudahkan Dunia Pendidikan, Apa Saja

Teknologi Ini Mudahkan Dunia Pendidikan, Apa Saja
Teknologi Ini Mudahkan Dunia Pendidikan, Apa Saja

Teknologi yang tengah berkembang pesat telah mempengaruhi hampir segala aspek dalam kehidupan kita. Masyarakat yang akrab dengan teknologi ini bisa mendapat apa saja melalui teknologi seperti buku, makanan, perangkat elektronik, hingga pendidikan.

Ya, sistem pendidikan rupanya juga menjadi salah satu yang mengalami perubahan berkat adanya teknologi. Buktinya, telah banyak lembaga pendidikan yang menerapkan teknologi ke dalam ruang kelasnya.

Penggunaan teknologi di ruang kelas bukan hanya meningkatkan efektivitas belajar dan mengajar. Teknologi, kini nyatanya ampuh membuat pelajar aktif karena mereka terlibat dengan materinya secara langsung.

Apa saja sih teknologi yang kini ada di dunia pendidikan? Penasaran?

Berikut uraiannya seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Kelas online

Kini belajar di dalam kelas sudah masuk ke dalam kategori kuno. Pasalnya, dengan kelas online, para siswa tidak perlu lagi duduk di kelas sepanjang hari. Siswa dapat belajar atau mengejar gelar sarjana secara online. Teknologi ini sendiri akan membuat siswa/mahasiswa terhubung dengan guru dan para dosen. Pendidikan melalui kelas online ini paling diminati oleh siswa karena memerlukan biaya sedikit dan memiliki nilai pengetahuan yang sama dengan belajar ala tradisional.

Sumber bacaan online

Internet sangat kaya dalam menyimpan beragam informasi.

Kamu bisa mengakses apa pun melalui internet termasuk pengetahuan atau materi kuliah. Berbagai blog, situs, dan aplikasi memberikan banyak bantuan studi kepada siswa. Bahkan, data-data di internet itu kini bisa menjadi acuan untuk mempelajari suatu topik, mematangkan konsep tugas, hingga tujuan penelitian!

Bimbingan online

Kini bimbingan belajar sudah tak perlu lagi bertatap muka secara langsung.

Lewat bantuan internet, beberapa lembaga pendidikan telah menerapkan bimbingan belajarnya hanya dengan klik-klik-klik di internet.

Software untuk presentasi

Untuk memaparkan materi, guru dan dosen di masa kini tidak lagi menggunakan papan putih dan papan hitam yang ditempel di dinding kelas. Itu sudah sangat usang. Kini teknologi yang digunakan adalah sebuah software presentasi dan proyektor. Melalui teknologi itu, tenaga pendidik bisa menyampaikan materi secara efektif dan bisa menambah gambar, diagram, dan video untuk membuat siswa merasa terlibat di kelas.

Pencari beasiswa

Bila dulu mencari beasiswa di dalam negeri dan di luar negeri sangat susah, mesti melampirkan segala dokumen untuk diposkan ke kantor pos, kini hal tersebut sudah tak perlu lagi dilakukan. Lewat internet, kamu bisa dengan mudah mengetahui peluang beasiswa di dalam maupun luar negeri serta mendaftarkan aplikasimu hanya dalam sekali klik.

 

Baca Juga :