Bulan: Maret 2019

SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA

SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA

SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA

SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA
SALAH SATU FAKTOR PENENTU PADA PENILAIAN ADIPURA

Masalah lingkungan di Indonesia

Sekarang sudah merupakan problem khusus bagi pemerintah dan masyarakat. Selain itu juga masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang kompleks dimana lingkungan lebih banyak bergantung kepada tingkah laku manusia yang semakin lama semakin menurun, baik dalam kualitas maupun kuantitas dalam menunjang kehidupan manusia. Ditambah lagi dengan melonjaknya pertambahan penduduk maka keadaan lingkungan menjadi semakin semerawut. Berbagai usaha penggalian sumber daya alam dan pembangunan industri-industri untuk memproduksi barang-barang konsumsi tanpa adanya usaha-usaha perlindungan terhadap pencemaran lingkungan oleh buangan yang merupakan racun bagi lingkungan disekitarnya dan tidak mustahil dapat membawa kematian.

Kecenderungan kerusakan lingkungan hidup

Semakin kompleks baik di pedesaan dan perkotaan. Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka diakui memengaruhi dinamika sosial politik dan sosial ekonomi masyarakat baik di tingkat komunitas, regional, maupun nasional. Pada gilirannya krisis lingkungan hidup secara langsung mengancam kenyamanan dan meningkatkan kerentanan kehidupan setiap warga negara. Kerusakan lingkungan hidup telah hadir di perumahan, seperti kelangkaan air bersih, pencemaran air dan udara, banjir dan kekeringan, serta energi yang semakin mahal. Individu yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling bertautan baik antar-sektor, antar-aktor, antar-institusi, antar-wilayah dan bahkan antar-negara (Anonim.2014).

Untuk mengatasi masalah itu partisipasi atau peran

Serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup belum nampak secara signifikan. Kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup memang telah tumbuh, tetapi masih kurang proaktif. Hal ini dapat dilihat dari masih sangat kurang kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan disekitar mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut maka, pemerintah dalam hal ini menunjuk Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan Program Adipura yaitu program yang mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mewujudkan kota yang bersih dan teduh. Ini dilakukan dengan harapan setiap daerah dapat mendayagunakan seluruh kemampuannya melalui dukungan dari segenap segmen masyarakat untuk secara bersama-sama mengatasi permasalahan lingkungan hidup perkotaan. Dengan adanya program tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Salah satu faktor penentu untuk mendapatkan Adipura tersebut adalah proses pengolahan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah baik organik dan anorganik.

Adipura, adalah sebuah penghargaan

Bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu. Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu (Anonim, 2014):
1) Kota Metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa)
2) Kota Besar (500.001 – 1.000.000 jiwa)
3) Kota Sedang (100.001 – 500.000 jiwa)
4) Kota Kecil (sampai dengan 100.000 jiwa)
Dalam lima tahun pertama, program adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”. Adapun kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok yaitu indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota dan indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap (Admin BPLH, 2013).

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986

Kemudian terhenti pada tahun 1998. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang sebagai wujud tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia terhadap kelangsungan kondisi lingkungan di Indonesia. Program Adipura ini dipandang perlu dilaksanakan karena kondisi lingkungan perkotaan yang cenderung menurun sejak program ini sempat terhenti. Perbandingan kualitas lingkungan perkotaan pada masa pelaksanaan program Adipura, kondisi awal dengan tahun terhentinya program ini menunjukkan grafik penurunan tingkat kebersihan yang cukup drastic antar kota-kota pesertanya. Artinya dengan tamatnya program Adipura kebersihan kota-kota tadi langsung terabaikan atau dengan kata lain, kota-kota yang dibanggakan karena prestasinya dalam menjaga kebersihan selama program Adipura tiba-tiba menjadi kota yang kotor (Kementerian Lingkungan Hidup RI, 2014).

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa di apa-apakan lagi. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang membusuk akan menjadi bibit penyakit di kemudian hari.
Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan bila tidak dikelola dengan baik, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya dan juga kesadaran dari masyarakat untuk mengelolanya. Sampah dapat dibedakan secara garis besar menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan sifatnya yaitu (Ali,2014)

Baca Juga a; 

Dampak Penambangan Batu Bara

Dampak Penambangan Batu Bara

Dampak Penambangan Batu Bara

Dampak Penambangan Batu Bara
Dampak Penambangan Batu Bara

Batubara merupakan salah satu bahan galian strategis

Yang sekaligus menjadi sumber daya energy yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu memproduksi batu bara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang. indonesia memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batu bara berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi. Sedangkan rumus empirik batubara untuk jenis bituminous adalah C137H97O9NS, sedangkan untuk antrasit adalah C240H90O4NS.

 

Indonesia memiliki cadangan batu bara

Yang sangat besar dan menduduki posisi ke-4 di dunia sebagai negara pengekspor batubara. Di masa yang akan datang batubara menjadi salah satu sumber energi alternatif potensial untuk menggantikan potensi minyak dan gas bumi yang semakin menipis. Pengembangan pengusahaan pertambangan batubara secara ekonomis telah mendatangkan hasil yang cukup besar, baik sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa.

 

Bersamaan dengan itu, eksploitasi besar-besaran

Terhadap batubara secara ekologis sangat memprihatinkan karena menimbulkan dampak yang mengancam kelestarian fungsi lingkungan hidup dan menghambat terselenggaranya sustainable eco-development. Untuk memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi lingkungan hidup, maka kebijakan hukum pidana sebagai penunjang ditaatinya norma-norma hukum administrasi ladministrative penal law) merupakan salah satu kebijakan yang perlu mendapat perhatian, karena pada tataran implementasinya sangat tergantung pada hukum administrasi. Diskresi luas yang dimiliki pejabat administratif serta pemahaman sempit terhadap fungsi hukum pidana sebagai ultimum remedium dalam penanggulangan pencemaran dardatau perusakan lingkungan hidup, seringkali menjadi kendala dalam penegakan norma-norma hukum lingkungan. Akibatnya, ketidaksinkronan berbagai peraturan perundang-undangan yang disebabkan tumpang tindih kepentingan antar sektor mewarnai berbagai kebijakan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Bertitik tolak dari kondisi di atas, maka selain urgennya sinkronisasi kebijakan hukum pidana, diperlukan pula pemberdayaan upaya-upaya lain untuk mengatasi kelemahan penggunaan sarana hukum pidana, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi lingkungan hidup dan korban yang timbul akibat degradasi fungsi lingkungan hidup.

Tulisan ini berusaha menggambarkan bagaimana metode penambangan, kerusakan yang diakibatkan dan solusi mengatasi kerusakan lingkungan pasca penambangan.

 

Jenis Batu Bara

Jenis dan kualitas batubara tergantung pada tekanan, panas dan waktu terbentuknya batubara. Berdasarkan hal tersebut, maka batubara dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis batubara, diantaranya adalah antrasit, bituminus, sub bituminus, lignit dan gambut (Puslibang Kementrian ESDM, 2006)

  1. Antrasit merupakan jenis batubara dengan kualitas terbaik, batubara jenis ini mempunyai ciri-ciri warna hitam metalik, mengandung unsur karbon antara 86%-98% dan mempunyai kandungan air kurang dari 8%.
  2. Bituminus merupakan batubara dengan kualitas kedua, batubara jenis ini mempunyai kandungan karbon 68%-86% serta kadar air antara 8%-10%. Batubara jenis ini banyak dijumpai di Australia.
  3. Sub Bituminus merupakan jenis batubara dengan kualitas ketiga, batubara ini mempunyai ciri kandungan karbonnya sedikit dan mengandung banyak air.
  4. Lignit merupupakan batubara dengan kwalitas keempat, batubara jenis ini mempunyai cirri memiliki warna muda coklat, sangat lunak dan memiliki kadar air 35%-75%.
  5. Gambut merupakan jenis batubara dengan kwalitas terendah, batubara ini memiliki ciri berpori dan kadar air diatas 75%.

 

 Metode Penambangan Batubara

Kegiatan  pertambangan  batubara  merupakan  kegiatan  eksploitasi sumberdaya  alam  yang  tidak  dapat  diperbaharui  dan  umumnya  membutuhkan investasi  yang  besar  terutama  untuk  membangun  fasilitas  infrastruktur.

Karakteristik yang penting dalam pertambangan batubara  ini adalah bahwa pasar dan harga  sumberdaya  batubara  ini  yang  sangat  prospektif  menyebabkan industri pertambangan batubara dioperasikan pada tingkat resiko yang tinggi baik dari  segi  aspek  fisik,  perdagangan,  sosial  ekonomi  maupun  aspek  politik.

Kegiatan  penambangan  batubara  dapat  dilakukan  dengan  menggunakan  dua metode yaitu (Sitorus, 2000)  :

  1. Penambangan permukaan  (surface/  shallow  mining) ,  meliputi  tambang terbuka penambangan dalam jalur dan penambangan hidrolik.
  2. Penambangan dalam (subsurfarcel deep mining).

Kegiatan  penambangan  terbuka  (open  mining)  dapat  mengakibatkan gangguan seperti

  1. Menimbulkan lubang besar pada tanah.
  2. Penurunan muka  tanah  atau  terbentuknya  cekungan  pada  sisa  bahan galian  yang dikembalikan ke dalam lubang galian.
  3. Bahan galian tambang apabila di tumpuk atau disimpan pada stock fliling dapat mengakibatkan bahaya longsor dan senyawa beracun dapat tercuci ke daerah hilir.
  4. Mengganggu proses penanaman kembali reklamasi pada galian  tambang yang  ditutupi  kembali  atau  yang  ditelantarkan  terutama  bila  terdapat bahan  beracun,  kurang  bahan  organiklhumus  atau  unsur  hara  telah tercuci .

Sistem  penambangan  batubara  yang  sering diterapkan  oleh  perusahaan-perusahaan  yang  beroperasi  adalah  sistem tambang  terbuka  (Open  Cut  Mining) .  Penambangan  batubara  dengan  sistem tambang  terbuka  dilakukan  dengan  membuat  jenjang  (Bench)  sehingga terbentuk  lokasi  penambangan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  penambangan.

Metode  penggalian  dilakukan  dengan  cara  membuat  jenjang  serta  membuang dan  menimbun  kembali  lapisan  penutup  dengan  cara  back  filling  per  blok penambangan  serta  menyesuaikan  kondisi  penyebaran  deposit  sumberdaya mineral,  (Suhala Et, al.,,  1995).

Sedangkan pertambangan skala besar, tailing yang dihasilkan lebih banyak lagi. Pelaku tambang selalu mengincar bahan tambang yang tersimpan jauh di dalam tanah, karena jumlahnya lebih banyak dan memiliki kualitas lebih baik. Untuk mencapai wilayah konsentrasi mineral di dalam tanah, perusahaan tambang melakukan penggalian dimulai dengan mengupas tanah bagian atas (top soil). Top Soil kemudian disimpan di suatu tempat agar bisa digunakan lagi untuk penghijauan setelah penambangan. Tahapan selanjutnya adalah menggali batuan yang mengandung mineral tertentu, untuk selanjutnya dibawa ke processing plant dan diolah. Pada saat pemrosesan inilah tailing dihasilkan. Sebagai limbah sisa batuan dalam tanah, tailing pasti memiliki kandungan logam lain ketika dibuang.

Kegiatan penambangan apabila dilakukan di kawasan hutan dapat merusak ekosistem hutan. Apabila tidak dikelola dengan baik, penambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan secara keseluruhan dalam bentuk pencemaran air, tanah dan udara.

 

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-teks-editorial-jenis-dan-isi-serta-unsur-kebahasaan/

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik
Pengendalian Dampak Lingkungan Berbasis Pada Sistem Organik

 

Seiring dengan semakin meningkatnya pradaban masyarakat

Yang dicirikan dengan meningkatnya mutu pendidikan, kesejahteraan dan  serta kesadaran akan pentingnya kualitas hidup yang lebih baik, sehingga masyarakat mulai menyadari tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pencemaran baik lingkungan pertanian maupun pruduk yang dihasilkan seperti penggunaan  bahan kimia sintetis dalam usaha tani, yang berdampak pada meningkatnya tuntutan akan produk pangan bermutu dan aman seperti produk pertanian organik.  Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang, karena produk pertanian organik yang rama lingkungan  memiliki harga jual yang lebih baik dibandingkan dengan produk pertanian anorganik. Bagi petani selaku produsen diharapkan dapat menjawab tantangan dan peluang tersebut.

 

Produk pangan bermutu dan aman hanya bisa dihasilkan

Apa bila dari tahap awal proses produksi hingga tahap akhir produksi, yaitu dari persiapan lahan, benih, penanaman, pemeliharaan (pemupukan, perlindungan dan pengairan) sampai kepada kegiatan panen, pasca panen, pengolahan, distribusi dan penyajian sampai pangan siap dikonsumsi.  Keseluruhan proses produksi produk pangan tersebut harus memenuhi syarat sesuai dengan yang ditetapkan.    Kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan kondisi yang kontradiktif, dimana dalam upaya memperoleh tingkat produktivitas dan produksi yang optimal berbagai upaya dilakukan oleh petani untuk mengamankan produksi usahataninya, seperti penggunaan pestisida dan pemupukan yang kurang bijaksana yang dikhawatirkan merusak lingkungan dan rentan terhadap kemungkinan terjadinya cemaran produk pangan oleh residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan.

 

Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat

Akan pentingnya makanan sehat menghendaki produk-produk pertanian yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya. Dinamika ini mendorong upaya-upaya untuk menghasilkan inovasi-inovasi dalam teknik budidaya yang berorientasi pada kualitas hasil tanpa mengesampingkan keselarasan lingkungan. Teknik ini sering dikenal dengan Ekofarming atau system pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (Zulkarnain, 2001).   Meningkatnya animo masyarakat terhadap produk pertanian organik dan upaya sosialisasi tentang manfaat pertanian organik yang dilakukan oleh pemerintah dan pemerhati pertanian organik mendorong semakin bertambahnya jumlah pelaku usaha pertanian organik.

 

Meskipun pertanian organik ini sangat mememberikan harapan

Baik bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen, upaya memasyarakatkan dan mengembangkan pertanin organik di Indonesia khususnya di Bengkulu,  masih banyak kendala dan hambatan yang ditemui disamping beberapa hal yang sudah dicapai sebagai faktor penunjang dalam pengembangan lebih lanjut.  Beberapa kendala tersebut antara lain adalah masih adanya perbedaan persepsi terhadap penerapan sistem pertanian organik di lapangan oleh berbagai “stake holder”, maraknya klaim organik oleh pelaku usaha yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, kurangnya apresiasi masyarakat terhadap produk organik, perbedaan proses sertifikasi serta potensi dan peluang pasar yang tersedia.

Berdasarkan kenyataan di atas, diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan dampak lingkungan yang berbasis pada system pertanian organik dengan memperhatikan factor-faktor yang dominan yang mempengeruhi petani dalam pengembangan pertanian organik melibatkan petani dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian.

Untuk mengetahui dan memberikan masukan bagaimana strategi yang tepat dalam mengendalikan dampak  lingkungan melalui system pertanian organik ramah lingkungsn dengan memperhatikan keterlibatan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian di Kabupaten Bengkulu Utara.

 

Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

Pertanian ramah lingkungan secara umum diartikan sebagai usaha pertanian yang bertujuan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan, baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi. Aspek keberlanjutan sistem produksi merupakan salah satu ciri pertanian ramah lingkungan.

 

Kriteria pertanian ramah lingkungan adalah

  • terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada

permukaan dan lapisan olah tanah,

  • terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi microbial.
  • bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya  ataumengganggu proses hidup tanaman,
  • terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya,
  • tidak terjadi akumulasi senyawa beracun dan logam berat yang membaha yakat atau melebihi batas ambang aman,
  • terdapat keseimbangan ekologis antara hama penyakit dengan musuh alami,
  • produktivitas lahan stabil dan berkelanjutan, dan produksi hasil panen bermutu tinggi dan aman sebagai pangan atau pakan.

Atas dasar kriteria tersebut, pertanian ramah lingkungan dapat didefinisikan sebagai: Pertanian yang menerapkan teknologi serasi dengan kelestarian lingkungan, ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian, guna memperoleh hasil panen optimal yang aman dan berkelanjutan.

Salah satu upaya untuk menciptakan pertanian yang ramah lingkungan tersebut adalah melalui system pertanian organik. Pertanian organik merupakan pertanian masa depan  sebagai usaha manusia menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan alam dan lingkungan (Yusuf, 2001). Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Pertanian organik merupakan  system pertanian holistic yang mempromosikan dan menguatkan kesehatan agroekosistem, termasuk biodiversity siklus biologi dan kegiatan-kegiatan biologi tanah (Sabastian E.S, 2008).

Menurut Nusril (2001) dan Nugrahadi (2002), keunggulan dan keuntungan penerapan pertanian organik antara lain :

  • Lebih mendukung usaha tani yang berkelanjutan
  • Penggunaan input luar yang rendah
  • Kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi
  • Menghasilkan produk makanan yang sehat
  • Adanya dukungan dari lembaga pemerintah dan suasta

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami

Sengaja saya share buat anda yang spesial yang ingin mengetahui Cara diet dan menurunkan berat badan secara alami, silahkan anda simak Langkah-langkah berikut.

Menghindari Junk Food

Junk Food tersebut telah menjadi sangat trend di zaman sekarang, Penyajian yang sangat cepat sering di jadikan sebagai pilihan, Namun makanan ini sangat tidak baik untuk anda yang bertekat diet. Dan pada makan yang secap saji, Sarat dan kalorinya kebanyakan berasal dari lemak, didalam satu porsi makanan cepat saji tersebut yaitu sejenis Junk Food bisa memenuhi kebutuhan kalori tubuh dalam satu hari saja. Nah Hindarilah makanan tersebut maka menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat bukan lagi impian belaka buat anda.

Menghindari minuman yang bersoda

Sebisa mungkin anda hindarilah minuman yang bersoda, karena dalam sebotol kecil minuman bersoda tersebut terdapat 250 kalori yang semuanya yang berasal dari sejenis gula. Lagi pula tidak terdapat vitamin pada minuman bersoda tersebut, Bagi mereka yang sering meminum minuman yang bersoda tersebut akan lebih besar resiko terkena Obesitas. Seperti diabetes dan Osteoporosis.

Meningkatkan porsi waktu olahraga

Jika sebelumnya, anda memiliki jadwal berolahraga rutin, maka saatnya untuk meningkatkan dan menambah porsi berolahraga anda. Apabila sebelumnya anda tidak memiliki jadwal yang rutin, maka segeralah mengatur jadwal berolahraga untuk ke Gym. Dan cobalah menggunakan elliptical trainer selama 40 menit selama 5 hari. Nah hal seperti ini mampu menurunkan berat badan lebih cepat, Bukan hanya itu saja, badan anda pun terasa lebih bugar dan sehat.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel cara diet atau menurunkan berat badan secara alami tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya.

Baca juga artikel:

Penyakit Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus
Penyakit Parasiter Yang Menyerang Ikan Discus

Penyakit parasiter adalah penyakit yang timbul karena parasit. Contoh penyakit ini adalah :

Gill Worm atau Penyakit Insang

Penyakit insang ini menyerang pada bagian insang ikan, sehingga mengakibatkan ikan tidak bisa bernafas atau mengap-mengap. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit insang adalah dengan menggunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK ( Kalium permanganat).

NDD (New Diskus Disease)

Penyakit NDD juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini disebabkan oleh komplikasi beberapa bakteri dan virus. jenis ikan discus – Penyebab penyakit NDD akan menembus lendir pertahanan diskus kemudian mengambil sari makanan dari sel-sel kulit yang rusak dan mengambil cairan tubuh. Akibatnya diskus menjadi lemas dan kemudian mati. Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa cara, yaitu :
• Menggunakan larutan PK dengan dosis 0,6 g per 100 liter air
• Kombinasi 1,5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0,2-0,3 acriflavine (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
• Kombinasi 2 g oxytetracyclin, 0,2-0,3 g acriflavine, dan 3-4 sendok makan garam dapur,
• Kombinasi 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, dan 3-4 sendok makan garam dapur.
• Kombinasi 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.

White Spot

White spot merupakan penyakit yang dialami hampir semua jenis ikan. Penyakit white spot ditandai oleh munculnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan tubuh, mata, atau insang. White spot dapat menyerang diskus karena kualitas air yang jelek. Cara menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan mengganti air setiap hari dan menaikkan suhu air hingga 33oC, atau dengan menggunkan 0,3 g acriflavine untuk setiap 100 liter air atay blitz ich sesuai takaran yang tertera.

Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium

Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium

Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium

Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium
Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium
Bagaimana caranya budidaya guppy di aquarium dengan praktis , pemilik nama ilmiah Poecilia reticulata adalah sejenis sangatlah gampang berkembang biak dalam air danau. Ikan guppy sejatinya adalah yang berhabitat di sungai serta air danau yang arusnya tenang. Diluar itu , ikan guppy juga dapat bertahan di air payau dengan kandungan garam tinggi di dalamnya. Buat pemula , yang baru mengawali cara budidaya itu terdapat banyak langkah utama dalam cara budidaya ikan guppy di aquarium di bawah ini :

Persiapan Peralatan Budidaya Ikan Hias Guppy

umpan ikan bawal – Peralatan yang perlu disediakan pada budi daya guppy di aquarium itu , diantaranya aerator , tempat/wadah dan tanaman air. Mengenai wadah aquarium buat pemijahan hias guppy itu bisa berbentuk bak plastik , semen serta aquarium kaca. Manfaat dari wadah yang disediakan itu yaitu pembelahan untuk indukannya mencakup 2 tempat , pemijahan satu tempat buat lakukan perkawinan , satu tempat untuk lakukan penetasan dan pembibitan dengan 1 peliharaan larva. Ketinggian wadah memiliki ukuran minimum 30 cm , sesaat untuk pembibitan memerlukan ketinggian tempat memiliki ukuran 50 cm lebih.

Bagian Penentuan Indukan

Untuk cara budidaya guppy di aquarium , langkah ke-2 sesudah penentuan peralatan yakni penentuan indukan. Umumnya model kelamin betina dan jantan pada guppy bisa di lihat berdasar pada bentuk fisiknya. Buat berjenis kelamin jantan memiliki warna bersinar dan kontras dengan badan yang lebih ramping memiliki sirip menjumbai. Sesaat , buat betina umumnya memiliki bentuk membulat dengan gabungan warna agak kusam dan tidak memiliki bentuk sirip menjumbai. Anda dapat juga pilih indukan guppy ideal supaya membuahkan keturunan tambah baik.

Langkah Pemisahan Indukan

Saat sebelum pembenihan , jadi berjenis kelamin betina serta jenis kelamin jantan terlebih dulu harus dipisahkan memakai wadah terpisah. Baiknya wadah di isi memakai air lantas ditukar untuk setiap 1 hingga 3 harian. Pembelahan itu umumnya dikerjakan sambil memberikannya makan berkwalitas tinggi. Anda dapat memberi makan moina atau daphnia satu hari 2 kali.

Pemijahan Guppy

Bagian cara budidaya ikan guppy di aquarium selanjutnya yaitu pemijahan/pembenihan dengan mempersiapkan wadah di isi air bersih dengan pada awal mulanya diendapkan terlebih dulu minimum sepanjang 1 hari. Kedalaman air meraih 25 cm untuk pembenihan itu. Anda dapat sediakan hydrilla atau tanaman air juga sebagai tempat bercumbu. Pemijahan/pembenihan padat dengan penebaran wadah yang kurang dari 30 individu per 100 liter air dengan ukuran lebar aquarium 1 x 0 , 5 m yang bisa menyimpan sejumlah 20 betina ikan dan 10 pejantan.

Negara Kerajaan Gowa-Tallo

Negara Kerajaan Gowa-Tallo

Negara Kerajaan Gowa-Tallo

Negara Kerajaan Gowa-Tallo
Negara Kerajaan Gowa-Tallo

Kerajaan Gowa-Tallo merupakan kerajaan kembar yang membentuk persekutuan tahun 1528 dengan nama Makassar. Kerajaan ini terletak di tepi jalur utama perdagangan antara Malaka–Maluku. Dampaknya adalah tempat ini menjadi persinggahan para pedagang yang datang dari berbagai kawasan. Semakin lama, Makassar memainkan peranan penting di dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara.

  1. Kehidupan Politik

Sebetulnya ada banyak kerajaan di sekitar Makassar. Misalnya Gowa, Tallo, Bone, Soppeng, Wajo, dan Sidenreng. Namun, hanya Gowa dan Tallo yang menggabungkan diri menjadi satu kekuatan dengan nama Makassar. Raja Makassar yang pertama masuk Islam adalah Karaeng Matoaya dengan gelar Sultan Alaudin (1593– 1639). Penguasa selanjutnya adalah Malekul Said (1639–1653), berhasil membuat Kerajaan Makassar menjadi kerajaan maritim. Puncak kegemilangan Kerajaan Makassar terjadi saat Sultan Hasanuddin memegang tampuk kekuasaan. Di tangannya, Kerajaan Makassar berkembang menjadi sebuah kerajaan dengan jaringan perdagangan yang kuat dan pengaruh yang luas. Sultan Hasanuddin adalah seorang raja yang antimonopoli, sehingga ketika Belanda datang ingin menguasai jaringan perdagangan yang telah lama terbentuk, ia menentang dengan keras. Keinginan VOC untuk memonopoli perdagangan diIndonesia bagian timur jelas tidak bisa diterima oleh sultan. Konflik terjadi dan Hasanuddin berhasil menghalau pasukan VOC dari kawasan Maluku. Namun, upaya Belanda untuk menguasai jaringan perdagangan di kawasan Indonesia bagian timur itu tidak pernah surut. Dengan siasat adu domba, Belanda berhasil memanfaatkan Aru Palaka (Raja Bone) untuk memasukkan pengaruhnya. Saat itu, Kerajaan Bone masuk dalam kekuasaan Kerajaan Makassar. Akhirnya, pada tahun 1667 Sultan Hasanuddin harus menandatangani Perjanjian Bongaya dengan Belanda. Isi perjanjian itu antara lain VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan dengan mendirikan benteng, Makassar melepaskan wilayah-wilayah kekuasaannya, dan Aru Palaka dirajakan di Bone.

  1. Kehidupan Sosial Budaya

Sudah sejak lama suku bangsa Bugis dikenal sebagai bangsa pelaut yang ulung. Salah satu hasil budayanya yang mengagumkan adalah perahu  pinisi. Dengan menggunakan perahu itu, mereka mengarungi lautan lepas dan membangun jaringan pelayaran dan perdagangan antarpulau bahkan antarkawasan. Para penguasa Gowa sudah sejak lama menerapkan prinsip mare liberum atau laut bebas. Meskipun begitu, mereka sangat terikat dengan dengan norma adat yang ketat. Norma yang dianut masyarakat Makassar biasa disebut pangadakkang  bersumber dari ajaran agama Islam. Bahkan hingga kini, masyarakat Makassar terkenal dengan penghormatannya yang kuat pada norma-norma adat. Struktur sosial masyarakat Makassar meliputi golongan bangsawan yang disebut  karaeng, rakyat kebanyakan yang disebut  to maradeka dan hamba sahaya yang disebut  ata.

  1. Kehidupan Ekonomi

Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Makassar menjadi kerajaan maritim yang besar dan menjelma menjadi pusat perdagangan di kawasan Indonesia bagian timur. Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya: Malaka jatuh ke tangan Portugis, beralihnya para pedagang, mundurnya peran Jawa, dan letaknya yang strategis. Meskipun harus melayani kepentingan beragam pedagang yang berasal dari berbagai bangsa, namun Kerajaan Makassar tetap mampu mengatur aktivitas perdagangan tersebut secara tertib dan adil.

 

Baca Artikel Lainnya:

Negara Kerajaan Mataram

Negara Kerajaan Mataram

Negara Kerajaan Mataram

Negara Kerajaan Mataram
Negara Kerajaan Mataram

Keberadaan Kerajaan Mataram tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Demak. Perang saudara yang terjadi di Kerajaan Demak menyebabkan pusat kekuasaan bergeser ke arah pedalaman, yaitu ke Pajang dan Mataram. Dalam perkembangannya, Mataram menjelma menjadi sebuah kerajaan Islam besar di Jawa setelah konflik juga melanda Kerajaan Pajang.

  1. Kehidupan Politik

Kerajaan Mataram yang terletak di Kota Gede Yogyakarta ini didirikan oleh Sutawijaya. Raja-raja yang terkenal antara lain Sutawijaya (Panembahan Senopati), Mas Jolang (Sultan Anyakrawati), dan Mas Rangsang (Sultan Agung Senopati ung Alogo Ngabdurrahman). Wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram berkembang mulai dari sebuah kadipaten hingga menguasai kawasan Ponorogo, Madiun, Pasuruan, dan Cirebon. Di tangan Sultan Agung, kekuasaan diperluas lagi hingga seluruh Jawa kecuali Batavia dan Banten. Karena, di kedua kota ini bercokol Belanda yang telah memiliki kedudukan yang kuat.

Untuk menaklukkan seluruh Jawa, Sultan Agung menyerang kedudukan Belanda di Batavia selama dua kali yaitu tahun 1626 dan 1629. Keduanya mengalami kegagalan karena jauhnya jarak tempuh, dibakarnya lumbung padi oleh VOC, serangan penyakit, dan kekalahan persenjataan. Kerajaan Mataram mulai lemah sepeninggal Sultan Agung. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya raja yang cakap, terjadinya konflik intern, dan masuknya pengaruh Belanda ke dalam lingkungan kerajaan. Mataram berhasil dipecah oleh Belanda melalui Perjanjian Giyanti tahun 1755 menjadi Kesultanan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwono I dan Kesunanan Surakarta di bawah Sunan Paku Buwono II. Dua tahun kemudian, Belanda kembali memecah Mataram dengan menambah dua kerajaan (Mangkunegaran dan Pakualaman) melalui Perjanjian Salatiga tahun 1757.

  1. Kehidupan Sosial Budaya

Berbeda dengan Kerajaan Demak yang masih bercorak maritim, Kerajaan Mataram lebih menonjol sebagai kerajaan agraris dengan ciri feodalisme. Raja merupakan pemilik seluruh tanah kerajaan beserta seluruh isinya. Sultan juga memiliki peran sebagai panatagama  yaitu pengatur kehidupan agama Islam. Kehidupan sosial budaya pada masa Kerajaan Mataram berkembang pesat baik di bidang seni sastra, bangunan, lukis, dan ukir. Banyak pengaruh Hindu yang masuk dalam kebudayaan Islam pada masa ini. Misalnya gapura Candi Bentar di makam Bayat dan perayaan Grebeg. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

  1. Kehidupan Ekonomi

Sebagai sebuah kerajaan agraris, maka Mataram banyak bertumpu pada sektor pertanian. Basis pertanian itu terletak di Jawa bagian tengah dengan komoditas utama beras. Pada abad XVII, Mataram merupakan pengekspor beras terbesar di Nusantara. Selain mengandalkan sektor pertanian, Mataram juga menguasai bidang perdagangan dengan komoditas utamanya beras dan palawija.